Idola Kampus

Idola Kampus
Eps 66


__ADS_3

Hai Readers semua✋


Author mau mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 H. mohon maaf lahir dan batin 🙏


oke lanjut....... 😁


.................


Keesokan harinya Albian tengah disibukkan dengan urusan kantornya. sedangkan sisi lain, Nadya sudah berada di kantor Albian juga dengan menyamar menjadi OB. ditengah sibuknya Albian di ruangannya, Nadya masuk dengan membawa secangkir kopi untuk Albian minum.


"Minumnya pak" ucap Nadya


"Terimakasih" cuek Albian


Tanpa melihat Nadya, Albian langsung meminum kopinya. Nadya yang sedari tadi masih disana pun tersenyum penuh kemenangan. ia juga memberikan minuman ke karyawan Albian yang lain sehingga dalam waktu 5 menit mereka semua tumbang, tertidur di meja kerja mereka semua. termasuk Albian yang ikut terlelap di meja kerjanya.


"Yes, berhasil" Nadya dengan smirknya. ia pun segera menelpon orang suruhannya untuk membawa Albian pergi bersamanya.


Setelah semuanya beres, Nadya membawa Albian yang kini berada disampingnya. ia sangat puas karena rencananya sejauh ini berhasil.


Ayza yang memang sudah janji akan kekantor Albian pun kini baru saja tiba bersama Amel. ia cukup heran karena kantor Albian kini sangat sepi, bahkan security yang biasa berjaga di lobby pun tak terlihat.


"Ay, sepi amat sih tumben" celetuk Amel.


"Hemm... emang lo udah pernah kesini?" tanya Ayza


"Pernah dong hehe... "


"Oh" Ayza pun langsung melangkah masuk ke kantor Albian namun saat tiba di lobby ia melihat security dan resepsionis semuanya tertidur di meja.


"Mel, mencurigakan" ucap Ayza yang sudah mulai curiga.


"Iya Ay, gak mungkin mereka bisa tidur di jam kerja begini" Amel yang ikut merasakan ada sesuatu yang salah.


"Ayo mel, kita segera naik" Ajak Ayza lalu mereka berjalan dengan langkah cepat menaiki lift.


Sesampainya mereka di lantai atas dimana semua karyawan dan ruangan Albian berada disana. mereka kembali terkejut melihat semua karyawan yang tergeletak disana. Amel pun langsung melangkah menuju meja Dimas dan membangunkannya. sedangkan Ayza langsung berlari menuju ruangan Albian namun saat dibukanya ruangan tersebut ternyata kosong.


"Siapa yang melakukan ini?" gumam Ayza yang mencari keberadaan Albian


Ia pun keluar kembali dan menghampiri Amel yang sudah bersama Dimas. semua karyawan pun perlahan bangun dari tidur paksanya. mereka bingung kenapa mereka bisa tertidur disaat jam kerja mereka.


"Kenapa kalian bisa tertidur seperti ini?" tanya Ayza kepada Dimas, Robby dan Arvin.


"Entahlah, setelah meminum kopi dari OB gue ngerasa ngantuk berat" ungkap Dimas dan di angguki oleh Robby dan Arvin.


"Kopi?" tanya Amel dan mereka semua mengangguk.

__ADS_1


"Ada yang gak beres... apakah semua ruangan ada cctv?" tanya Ayza kembali.


"Ada Ay" jawab Arvin


"Pinjamkan gue laptop" pinta Ayza dan Robby pun langsung memberikan laptopnya.


"Lo mau ngapain Ay?" tanya Robby yang masih bingung dengan keadaan mereka saat ini.


Tanpa menjawab pertanyaan yang diajukan Robby, Ayza langsung memainkan jari-jarinya dan Buuummmm.....


"Dapat" ucap Ayza dengan senyum yang sulit diartikan.


"Siapa wanita itu?" tanya Arvin yang tidak mengenali wanita bermasker itu adalah Nadya.


"Nenek lampir" jawab Ayza kesal.


"Nadya" pekik Amel yang membuat semua mata langsung tertujuh padanya.


"Berani sekali dia membawa pacar gue" lirih Ayza yang hanya ia yang mendengarnya.


"Benaran Nadya?" tanya Dimas memastikan


"Gilaa ya nih cewek, psyco banget" kesal Arvin yang mulai mengepalkan tangannya.


"Terus kemana dia membawa Al?" tanya Robby dan semua orang nampak berfikir.


"Ayo kita bermain-main dengan nenek lampir" ajak Ayza yang mulai berdiri dan melangkahkan kakinya.


"Laptop lo gue pinjam dulu" ucapnya lagi sambil berjalan menenteng laptop milik Robby.


"Cih, udah di tenteng kemana mana baru bilang pinjam" decih Robby.


"Lo sekalinya ngomong bisa ngumpat juga yah By. haha" Amel yang menatap Robby lucu.


"Hon, jaga matamu" cemberut Dimas.


"Bukan saatnya bermesraan woi" sahut Arvin.


Mereka pun berhenti berdebat dan telah tiba di parkiran. Dengan menggunakan 2 mobil Ayza dan para sahabat Albian itu melajukan mobilnya dengan sedikit kencang.


"Sepertinya mereka menuju hotel Verton" ujar Ayza yang masih fokus di laptop Robby.


"Hotel? wah gila banget Nadya" Arvin terkejut.


"Kita harus segera sebelum Nadya melakukan hal-hal yang aneh" ujar Robby yang mulai khawatir


Mereka langsung saja menambah kecepatannya agar segera tiba di hotel verton. setelah memakan waktu lebih kurang 20 menit, mereka pun tiba di hotel Verton. dengan segera mereka melangkahkan kakinya masuk kedalam hotel.

__ADS_1


"Apa kita langsung dobrak saja?" tanya Arvin saat mereka di lobby.


"Jangan, mel lo minta kunci cadangan kamar 505, Arvin lo pancing Nadya agar mengikuti lo, Robby dan Dimas bantu membawa Albian keluar dari kamar itu" terang Ayza.


"Terus elo?" tanya Robby


"Gue mau kasih kejutan untuk wanita tercantik dikampus kita" jawabnya santai tapi mengandung makna tersendiri.


"Oke" mereka pun segera melakukan tugasnya masing-masing.


Arvin berhasil memancing Nadya dengan menyamar sebagai officeboy. begitupun Amel yang sudah mendapatkan kunci cadangan kamar 505. Amel segera membukanya bersama Robby dan Dimas.


Setelah dibuka, mereka langsung melihat Albian yang sudah tergeletak di atas ranjang dengan kemejanya yang sudah terbuka setengah. Ayza yang melihat hal itu pun merasa geram akan ulah Nadya itu.


"Kalian bawalah Albian ke mobil, nanti gue nyusul" ujar Ayza dingin


Mereka menurut dan segera meninggalkan Ayza yang masih berada didalam kamar. Setelah semuanya pergi, ia segera duduk di kursi yang membelakangi pintu kamar tersebut. tak lama berselang Nadya masuk kembali kedalam kamar. melihat Albian sudah tidak ada lagi dikasurnya ia mulai merasa resah namun seketika ia melihat seseorang duduk di kursi. karena hanya melihat kepalanya, ia mengira kalau Ayza adalah Albian.


"Sayang, kamu sudah bangun" ucap Nadya dengan manja.


"Sayang" panggil Nadya lalu hendak bergelayut ke Ayza.


Seketika ia melototkan matanya karena orang yang ia peluk itu adalah Ayza.


"Elo" kaget Nadya yang mulai pucat


"Hai" Ayza dengan smirknya.


"Ke.. ke.napa elo ada disini?" tanyanya gagap.


"Kenapa?" Dengan tangan yang dilipat kedepan, Ayza berjalan mendekati Nadya yang mundur sedikit demi sedikit hingga ia jatuh di atas kasur.


"Bukankah gue sudah memperingati elo yah" Ucap Ayza sinis


"E.. elo mau apa?" gugup Nadya yang mulai gemetar karena tatapan Ayza cukup mengerikan.


Ayza segera menelpon seseorang....


📞 Lakukan sekarang" ucap Ayza seraya matanya terus menatap Nadya sinis.


"A.. apa yang mau lo lakuin hah?" tanya Nadya mulai memberanikan diri.


"Nanti juga elo tahu" jawabnya santai lalu ia berlalu meninggalkan Nadya yang masih diam.


drrtt... drrtt.... " Suara ponsel Nadya tiba-tiba berdering.


"Halo" seru Nadya

__ADS_1


📞 ..........


"Apa???" Nadya pun langsung terduduk lemas setelah menerima telephone barusan.


__ADS_2