Idola Kampus

Idola Kampus
Eps 89


__ADS_3

"Sayang, bangunlah. lusa adalah hari pernikahan kita sayang. maafkan aku yang tidak becus dalam menjagamu" sesal Albian yang tanpa sadar ia telah menitihkan air matanya.


Tiba-tiba saja Ayza terbangun dan melihat Albian yang sudah berada di sampingnya sembari menggenggam tangan Ayza.


"Sayang" lirih Ayza membuat Albian langsung mengangkat kepalanya menghadap ke arah Ayza.


"Sayang, kamu sudah sadar. tunggu aku panggilkan dokter dulu" Albian segera berdiri dan hendak keluar memanggil dokter namun segera di tahan oleh Ayza.


"Tidak perlu sayang, aku baik-baik saja. aku ingin kamu selalu disamping ku seperti ini saja" ujar Ayza yang mempererat genggamananya.


Tak dapat dipungkiri jika Ayza kini masih ketakutan, karena bayang-bayang Ray masih tergambar jelas di ingatannya.


Albian yang melihat kekasihnya seperti itu pun paham bagaimana takutnya Ayza saat ini.


"Awas kau Ray, akan ku patahkan tanganmu yang karena sudah berani menampar orang yang sangat aku cintai, dan akan ku buat kau menderita karena membuat Ayzaku seperti ini" batin Albian penuh amarah.


"Tenanglah sayang, aku akan selalu disini menjagamu. takkan ku biarkan orang lain menyakitimu lagi. maafkan aku karena tidak becus menjaga kamu" Albian menunduk dan amat menyesal atas kejadian yang menimpa calon istrinya itu.


"No,, sayang ini semua bukan salah kamu. aku saja yang tidak hati-hati, dan lagi mungkin ini memang sudah jalannya aku mengalami hal seperti ini. aku harap kamu tidak menyalahkan dirimu seperti ini lagi" ujar Ayza sembari mengelus pipi Albian.


"Mengenai pernikahan kita, sebaiknya kita tunda dulu saja ya sayang"


"Tidak, semua persiapan sudah siap sayang. dan aku sungguh tak ingin menundanya" tolak Ayza.


"Tapi Bagaimana dengan keadaanmu sayang, aku tidak mau nanti kondisi mu malah makin ngedrop" cemas Albian.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja. toh ini hanya bengkak dipipi saja besok juga sudah hilang" ungkap Ayza.


"Sayang... "


"Pokoknya aku tidak ingin menunda pernikahan kita. kalau kau mau menundanya lebih baik sekalian tidak usah ada pernikahan" ancam Ayza.


"Sayang kenapa bicara seperti itu? huft.... yasudah sudah sangat larut, sekarang lebih baik kamu istirahat dulu sayang. aku akan keluar sebentar tapi kamu tenang saja di depan aku sudah menugaskan bodyguard yang menjaga ruangan kamu dan sebentar lagi Amel datang untuk menemanimu" ujar Albian


"Kamu mau kemana?" tanyanya penasaran karena waktu sudah menunjukkan pukul 2 dini hari.


"Aku ada sedikit urusan sayang. gapapa ya aku tinggal dulu. setelah selesai aku akan langsung ke sini lagi, i'm promise" Albian mengangkat jari kelingkingnya.


"Hemm yasudah jangan lama-lama" pinta Ayza dan Albian pun mengangguk.


Albian segera bergegas dan sebelum ia pergi tak lupa ia menci*m kening Ayza.


"Hei mel, sorry ya tadi gue udah marah-marah dan sorry juga sudah ganggu lo malam-malam begini. gue titip Ayza dulu ya" ujar Albian ketika mereka berpapasan.


"Iya Al santai aja, gue paham kok. gue tau lo sangat mengkhawatirkan keadaan Ayza. dan tanpa lo minta pun gue pasti akan jaga Ayza, karena dia adalah sahabat gue" ungkap Amel.


"Al, apa lo akan menemui Ray malam ini?" tanya Amel tiba-tiba.


"Iya" jawabnya singkat tapi dari jawaban itu terlihat jelas amarah Albian kembali muncul membuat Amel bersusah payah menelan salivanya.


"Lo masuklah dan tolong jaga Ayza. kalau ada apa-apa langsung saja hubungi gue" pinta Albian dan dibalas anggukan oleh Amel.

__ADS_1


Albian segera melangkahkan kakinya menuju keluar rumah sakit. ia sudah sangat tidak sabar untuk segera menghabisi Ray.


Amel pun segera masuk kedalam ruangan Ayza. dilihatnya keadaan sahabatnya itu, sungguh membuatnya juga marah kepada Ray.


"Ay, lo gapapa? kenapa bisa begini sih?" tanya Amel bertubi-tubi


"Eh mel, ya gimana namanya juga musibah mel" ujar Ayza


"Lo kenapa gak lawan aja sih, kenapa malah terima aja Ray giniin lo" kesal Amel.


"Gue masih berfikir selama ini Ray orang yang baik, dan memang dia selalu baik sama kita kan mel, tadinya gue udah mau melawan saat ia ingin membawa gue dengan paksa naik helikopternya tapi belum sempat gue mau nendang dia eh Albian datang dan langsung menonjoknya sampai Ray tersungkur setelah itu kepala gue pusing dan berakhir lah disini" terang Ayza.


"Iya sih gue juga gak nyangka banget Ray bisa begitu, gue tau dari cara dia perhatian ke lo itu karena dia suka sama lo tapi gue gak sangka sampai segitunya. tapi Ay mau sebaik apa dia selama ini tapi kalau dia udah nyakitin elo begini harusnya lo lawan aja dia" seru Amel lagi.


"Gue anggap diemnya gue sebagai balas budi atas kebaikan dia selama ini sama kita berdua setelah ini jika dia berani bertindak seperti itu lagi gue gak akan segan lagi" ujar Ayza geram.


"Yahhh Ay, sebelum dia bertindak lagi... hari ini juga ntah nyawanya masih ada apa enggak" batin Amel


"Yasudah sekarang lo tidur aja istirahat, supaya besok udah kempis tuh bengkaknya" ucap Amel dan Ayza pun mengangguk lalu Amel membantu membenarkan posisi tidur Ayza.


"Tapi benar juga kata Ayza, Selama ini Ray selalu bersikap baik sama gue dan Ayza. bahkan dia sering kena masalah karena ia selalu meminjamkan buku tugasnya kepada kami, meskipun sering kami tolak tapi Ray selalu bersikeras agar kami menerimanya alhasil ia selalu dikeluarkan dari mata kuliah karena tidak membawa buku tugasnya. akibat butik yang semakin ramai kami jadi jarang ngampus, dan tak lama setelah itu Ayza pun pergi keparis tapi Ray tetap berusaha baik sama gue. bahkan kalau liburan Ray selalu ngajak ke paris untuk bertemu Ayza, lo beruntung Ray Ayza gak langsung ngelawan lo kemarin jadikan lo bisa langsung ketemu sama Albian yang lebih menyeramkan dari setan" fikir Amel yang bergidik ngeri melihat raut wajah Albian tadi.


"Untung juga dulu gue selalu ada cara agar Ray tidak berangkat keparis, kalau sampai itu terjadi mungkin ia akan bertindak lebih nekat lagi" gumam Amel dalam hati.


Memang sedari dulu Amel dan Dimas berusaha menutupi keberadaan Ayza dan Albian di paris. karena keterampilan Dimas, Robby dan Arvin dalam dunia teknologi membuat mereka dengan mudahnya menutup akses mengenai Albian dan juga Ayza. sehingga meskipun Ray ke paris tanpa mereka ketahui pun Ray tidak akan bisa bertemu dengan Ayza.

__ADS_1


Mereka juga punya firasat yang tidak baik pada Ray, maka dari itu mereka berusaha dengan sangat agar Ayza dan Albian tetap aman selama diparis. namun mereka sungguh tak menyangka kejadian itu tetap terjadi bahkan saat mereka berada didekat Ayza.


Meskipun Ayza mampu membela dirinya sendiri, namun tetap saja ia masih memikirkan kebaikan orang itu terhadapnya walaupun sebenarnya memang Ayza tak memintanya tapi tetap saja bagi Ayza itu adalah hutang yang harus ia bayar.


__ADS_2