Idola Kampus

Idola Kampus
Eps 102


__ADS_3

"Sayang" panggil Albian saat sudah berada di dalam ruangan Ayza, dengan mata berbinar.


Albian langsung berhambur memeluk istri tercintanya itu.


"Sayang, terimakasih hari-hari bersamamu penuh kebahagiaan dan hari ini lebih lebih lagi bahagia yang kau berikan. aku sangat mencintaimu sayang" ujar Albian seraya mengecup penuh wajah Ayza.


"Terimakasih kembali suamiku" balas Ayza seraya membalas pelukan Albian.


"Haha... kamu menangis hubby?" Ayza yang sadar jika suaminya itu menangis mulai ingin melepaskan pelukannya namun segera ditahan Albian karena ia tak ingin bila istrinya melihat ia menangis.


"Siapa juga yang nangis" bantah Albian lalu mengusap air matanya.


"Sayang, aku akan menghubungi keluarga kita, sebentar ya"


"Jangan Hubby, kita bikin surprise saja untuk mereka" pinta Ayza.


"Kamu itu, tapi baiklah hehe" mereka pun larut dalam kebahagiaannya.


Disisi lain, tepatnya di negara Sardinia. Nadya terus saja merengek pada suaminya untuk Segera ke indonesia dan membalaskan dendam secepatnya.


"Pi, kamu sudah janji mau ke indonesia secepatnya tapi apa sampai detik ini kita belum pergi kesana. mami sudah tidak sabar untuk membalas dendam mami pi" rengek Nadya membuat siapa pun yang melihat akan jengah.


"Sabar dong mi, untuk menciptakan ke sedihan kita harus membuat mereka merasakan kebahagiaan terlebih dahulu. sebelum mereka merasakan tangis yang menyakitkan" ujar Yanuar suami Nadya.


"Tapi kapan pi? jangan hanya ngomong doang dong" Nadya yang tak sabaran menantinya.


"Papi dengar dari anak buah papi kalau sih wanita itu sedang hamil saat ini, jadi kita bisa tunggu sebentar lagi mami, lagi pula papi juga masih banyak urusan disini" ucap Yanuar.


"hah... jadi sih wanita itu hamil anak Albian... tidak... tidak akan aku biarkan itu terjadi, akan ku bunuh anak itu secepatnya bisa semakin tidak rela Albian menceraikan wanita sialan itu" ujar Nadya dalam hati.


"Papi mau kemana? obrolan kita belum selesai pi" cegahnya saat Yanuar akan beranjak pergi.


"huftt.... kamu jangan keterlaluan ya Nadya... lepaskan tanganku atau kau akan ku kurung seperti waktu itu" bentak Yanuar memberi ancaman.


Karena meresa takut Nadya pun melepaskan tangan Yanuar perlahan.


"Jangan bertindak seperti itu, kau tau aku sangat menyayangi mu tapi jika kau terus bertingkah seperti itu aku tak akan segan-segan membantaimu" Yanuar mencengkeram dagu Nadya, semburat kemarahan terpancar jelas dari wajah Yanuar membuat Nadya gemetaran.

__ADS_1


Usai melapaskan Nadya, Yanuar pun berlalu meninggalkan Nadya yang kini terduduk dilantai.


"Arrrgggg botak sialan, tunggu saja kau, saat aku sudah bersama Albian akan aku singkirkan kau Yanuar. bila perlu langsung aku izinkan kau masuk ke neraka tentunya dengan siksaan yang lebih pedih dari ini" sumpah serapah Nadya.


............


Kediaman Albian...


Albian dan Ayza sengaja tidak langsung pulang ke kediamannya, karena Ayza mendadak merindukan keluarganya jadi ia akan menginap di rumah mertuanya satu hari dan di rumah ayahnya satu hari. kini mereka baru saja tiba di keluarga Fernand Sanjaya, mereka di sambut oleh kepala pelayan dan tentunya kedua orang tua Albian dan adik kesayangannya itu sudah menunggu mereka di ruang keluarga.


"Kakak ipar.... akhirnya kesini juga" Syasya langsung berlari memeluk Ayza ketika melihat Ayza dan Albian baru datang.


"Iiss... sana sana... hanya abang yang boleh memeluk Istri abang" Albian menghalangi Syasya yang hendak kembali memeluk Ayza.


"Iihhh abang apa-apaan sih, posesif amat. sama adik sendiri juga" kesal Syasya cemberut.


"Biarin"


"Hubby, kamu tuh ya" Ayza menggeleng-gelengkan kepalanya karena ulah suaminya yang berlebihan.


"Ayza, mama kangen deh sama kamu" Mama Denisa langsung mendorong tubuh Albian hingga terjatuh di sofa lalu mama Denisa dengan leluasa memeluk menantu kesayangannya itu.


"Sukurin bang, makanya jangan pelit-pelit...weekk" ledek Syasya puas.


"Hahaha" mereka semua pun tertawa kecuali Ayza yang merasa kasihan dengan suaminya itu.


Mereka pun duduk untuk sejenak berbincang sembari menunggu paman Ben menyiapkan makanan untuk mereka.


"Ayza, kamu kenapa nak? kok pucat begitu? apa kamu sakit?" tanya mama Denisa khawatir.


"Hemmm.... itu ma... "


"Ayza sedang hamil ma, jadi -" sela Albian lalu segra di potong oleh mama, papa dan adiknya yang terkejut tapi juga sangat bahagia.


"Apaaa" teriak mereka bertiga bersamaan.


"Kalian ini mau membuat anak Al dan istri Al jantungan" kesal Albian lalu mengelus-elus perut Ayza yang masih datar.

__ADS_1


"Hehe.... habis kaget bang" ucap Syasya


"Alhamdulillah, selamat ya nak. kamu harus jaga kesehatan, dan kamu Al jangan di bantai terus Ayza nya masih usia kehamilannya masih rentan" nasihat mama Denisa.


"Hehe... mama tau aja" ujar Albian sambil cengengesan.


"Tenang saja Al, nanti juga gak puasa lagi" bisik papa Fernand langsung mama Denisa memukulnya.


"Jangan ajari anak begitu juga pa, kasihan menantu mama" ancam Mama Denisa dengan pelototan matanya.


"hehe iya ma enggak" papa Fernand seraya mengedipkan matanya.


Mereka melanjutkan obrolan mereka kembali, dengan mama Denisa yang dengan semangatnya memberikan kiat-kiat untuk ibu hamil kepada Ayza. sedangkan Syasya yang malas mendengar hal seperti itu pun masuk kekamarnya.


"Oh ya pa Albian mau minta pelayan untuk di rumah Al, kasihan Ayza kalau harus membersihkan rumah sendiri apalagi saat ini Ayza sedang hamil" pinta Albian pada papanya.


"Hemm... untuk sementara ini bawa saja dulu paman Ben dan beberapa pelayan dari rumah. nanti papa akan mencari pelayan baru untuk kalian" ujar papa Fernand dan di angguki oleh Albian.


Malam pun tiba, saat hendak tidur mereka harus berebutan dulu untuk tidur bersama Ayza. akhirnya karena desakan-desakan dari singa betina mereka pun mengalah dan pada akhirnya Ayza akan tidur dengan adik dan mamanya.


Sedangkan Albian dan papa Fernand terpaksa harus gigit jari, karena tidak bisa tidur bersama istri mereka.


"Begini amat ya jadi lelaki, harus banyak mengalah" keluh Papa Fernand.


"Iya pa, benar-benar berat menjadi pria" sahut Albian


Mereka pun akhirnya saling pandang dan....


"Tidur di kamar tamu saja kamu" titah papa Fernand


"Iihh papa jahat banget, Al tidur sama papa saja ya" goda Albian


Dengan sedikit zizik, Papa Fernand pun langsung berlari menuju kamarnya.


"Hahaha... papa... paapa" Albian puas menggoda papa nya itu.


"Hah.... kalau tau begini aku tidak akan izinkan Ayza menginap disini" sesal Albian.

__ADS_1


Akhirnya dengan langkah gontai ia pun berjalan menuju kamar tamu di bawah. ia harus memutar otak agar ia bisa tidur tanpa istrinya disampingnya.


"Good night istriku tercinta, good night anak kesayangan daddy" ucap Albian sembari menatap langit kamar lalu menutup matanya perlahan.


__ADS_2