Idola Kampus

Idola Kampus
Eps 80


__ADS_3

"Apakah kamu ingin kita berpisah Al?" ujarnya sendu seraya menatap langit kamarnya.


Drrrt... Drrrt...


"Halo sayang" jawab Ayza cepat tanpa melihat siapa yang menelponnya itu.


"Sayang?" tanya Arsenio bingung karena anaknya memanggilnya sayang.


"Eh, ayah hehe... maksud Ayza Halo Ayah gitu" jawab Ayza bohong.


"Halah ngeles aja kamu Ay, gimana kamu sudah tiba di mansion?" tanya Arsenio kembali


"Iya ayah sudah"


Beralih video call...


"Astaga Ayah, gak percaya banget sih sama Ayza" gerutunya


"Kamu kan suka bohong sama Ayah, cepat arahkan kameranya kesemua sudut" titah Arsenio.


"Eh kapan Ayza suka berbohong ke ayah... ayah nyebelin deh" sebal Ayza.


"haha maksud ayah kamu tuh suka merahasiakan sesuatu dari ayah dan bunda sayang, sudah cepat arahkan kameranya. ayah mau lihat" titah Arsenio kembali.


"Huft.... ini ayah" Ayza pun mengganti ke kamera belakang dan menunjukkan semua sudut kamarnya.


"Tuh,, Ayza di mansion kan ayah" ucap ayza masih cemberut karena ayahnya itu tak mempercayakannya mengurus dirinya sendiri di paris.


"Hahah iya sayang, baguslah kalau begitu, sekarang kamu istirahat saja dulu. bundamu sudah tertidur abis nangis seharian karena kamu pergi" ujar Arsenio.

__ADS_1


"Yahh... Dara juga udah tidur ya yah?" tanya Ayza.


"Sepertinya adikmu juga sudah tidur. ada Arin juga menginap disini"


"Oh baiklah, kalau begitu ayah juga istirahatlah. Ay mau membersihkan diri dulu lalu tidur" ujar Ayza.


"Iya sayang, Selamat malam tidur yang nyenyak ya" ucap Arsenio lalu menutup panggilannya.


Usai teleponan dengan Ayahnya tadi, Ayza langsung masuk kekamar mandi untuk membersihkan dirinya. setelah membersihkan diri,terdengar suara ketukan suara pintu. Sarah mengetuk pintu Ayza untuk mengajaknya makan malam.


"Maaf nona, makan malam sudah siap" ujar Sarah dengan hormat.


"Oke, oh ya Sarah kita kan seumuran. jadi tak usah terlalu formal. anggap saja kita ini teman" ujar Ayza


"Maaf nona, Saya tidak berani" ujar Sarah masih dengan sopannya.


"Ah jangan sungkan, ayo kita ke bawah" Ayza langsung merangkul Sarah seperti teman lama yang sangat akrab.


Arsenio juga sudah menanggap sarah seperti anaknya sendiri, sedangkan sarah tetap merasa tidak enak karena menerima semua perlakuan baik dari Arsenio. sehingga ia bersikeras ingin membalas semua kebaikan Arsenio kepadanya selama ini.


"Silahkan nona" Sarah mempersilahkan Ayza untuk duduk dimeja makan.


"Sarah, jangan panggil aku nona panggil saja namaku. AYZA" seru Ayza


"Saya... "


"Tidak ada alasan sarah, mari duduk bersamaku" Ajak Ayza yang juga menarik kursi untuk sarah duduki.


"Keluarga pak Arsenio memang semuanya sangat baik" batin Sarah.

__ADS_1


"Ayo, makan sar" ucap ayza yang sudah meletakkan makanannya di piring.


"Terimakasih non... Ayza" ralat Sarah setelah Ayza menatapnya tajam.


"Nah begitu kan enak didengar" ujar Ayza santai. membuat Sarah hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Kata Ayah kamu masih kuliah juga sar, dimana?" tajya Ayza disela makan malam mereka.


"Di dekat kampus nona eh maksud saya di dekat kampus kamu Ay" jawabnya masih belum terbiasa memanggil nama Ayza.


"emmm... begitu, bagus dong kita akan sering bertemu juga nantinya" seru Ayza semangat.


Pelayan yang tadinya berfikir bahwa Ayza itu sombong langsung mengubah pandangannya ketika melihat Ayza yang ramah kepada sarah dan pelayan lainnya. mereka berfikir mungkin tadi nona mudanya itu sedang kelelahan sehingga moodnya masih buruk.


Mereka makan bersama dengan para pelayan lainnya juga namun berbeda tempat, Ayza menyuruh semua pelayannya untuk makan juga, dan tidak berdiri disampingnya terus.


Setelah makan malamnya usai ia membereskan sendiri bekas makannya membuat Sarah dan para pelayan terkejut kembali. dengan segera mereka mengambil alih pekerjaan yang dilakukan Ayza itu.


Sedang Sarah menarik tangan Ayza dan menghantarkannya naik keatas menuju kamarnya.


"Sarah aku belum selesai" kesal Ayza yang digeret oleh Sarah.


"Duh Ayza, jangan itu sudah pekerjaan mereka" sahut sarah masih berjalan menggandeng tangan ayza


"Tapi kan kasihan mereka juga butuh istirahat" ujarnya kembali.


"Silahkan Ay, istirahat kamarku ada di bawah dekat tangga ini. kalau perlu apa-apa panggil saja aku" Sarah tak menyahuti Ayza lagi dan langsung menyuruh Ayza masuk lalh menutup pintunya.


"Hah.. Sarah ini terlalu kaku sekali" sebalnya lalu ia berjalan ke kasurnya.

__ADS_1


Ia masih memainkan handphonenya hingga tanpa sadar ia pun tertidur.


__ADS_2