
Hari yang membosankan...
Seperti rutinitas biasanya, Ayza di sibukkan dengan menyiapkan sarapan dan pakaian kerja untuk suami nya tercinta.
"Sayang ingat janjinya" Albian mengingatkan
"Perasaan aku gak janji apa-apa deh by" Ayza mencoba mengingat-ingat janji apa yang ia ucapkan pada suaminya itu.
"Hugh... serahkan pekerjaan kamu pada Amel sayang"
"Oooohhh"
Tak berapa lama Sarah menghampiri mereka dan memberitahu jika ada seseorang yang mencari Ayza.
"Permisi tuan, nona ada yang mencari nona Ayza di depan" beritahu Sarah
"Jangan panggil aku nona, panggil namaku saja Sarah" ujar Ayza dan seketika ia melihat ke arah Albian.
"Sesuai permintaan istriku, lagi pula saya juga sudah tau kamu Sarah jadi tidak perlu sungkan dan menjadi asing" sahut Albian tanpa melihat ke arah Sarah.
"Tapi bagaimanapun juga saya disini kerja bersama tuna dan nona jadi alangkah tidak sopannya jika saya memanggil dengan nama saja tuan, nona" ujar Sarah merasa tidak enak hati.
"Begini saja, kamu panggil itu saat tidak ada orang lain saja, jika ada mama, papa, ayah dan bunda serta kerabat lainnya tidak masalah kamu memanggil kami apapun itu tapi saat hanya kita-kita saja kamu tidak perlu terlalu formal" ujar Albian
"Oh ya Sarah, suruh saja tamunya kemari biar sekalian sarapan bersama kami" pinta Ayza.
"Baiklah kalau begitu tuan, nona, saya permisi"
Tak berapa lama Sarah pamit, tamu yang di maksud tadi pun datang menemui keduanya.
"Morning guys" sapa Amel, ya yang datang pagi itu adalah Amel.
"Lo pagi-pagi udah nyatronin rumah orang aja Mel" ujar Albian datar.
"Hehe....gue mau ngajak Ayza berangkat bareng ke butik Al. sudah lama semenjak kalian nikah kan gue jarang banget bukan jarang lagi hampir tidak pernah lagi jalan berdua sama Ayza, kan gue kangen" Amel langsung memeluk sahabatnya itu.
"Lebay banget sih sahabat kamu itu sayang" ujar Albian seraya memutar bola matanya malas.
"Kalau gak lebay bukan Amel namanya by hahaha" canda Ayza.
__ADS_1
"Iisss dasar sahabat jahat"
"Sayang ingat ya, aku pergi dulu. cup...cup....bye sayang, bye mybaby" pamit Albian sambil mencium kening dan perut buncit Ayza.
"Gue gak sekalian Al?" goda Amel sambil menunjuk jidatnya.
"Nih....plokk...." Ayza langsung menepuk jidat Amel dengan tangannya.
"Awww....sakit tau" kesal Amel.
"Gue aduin Dimas Lo ya, begini nih yang gawat. bibit pelakor timbul nanti"
"Astaghfirullah, nyebut terus gue Ay temanan sama elo. tuh mulut ya Allah tolong, asal ngejeplak aja. amit-amit jangan sampe gue jadi pelakor ya Allah" Amel menggerutu, sedangkan Ayza yang berada di sebelahnya hanya tertawa terbahak-bahak karena melihat wajah kesal Amel.
"Puas Lo Ay? emang teman gak ada akhlak Lo" gerutu Amel.
"Hahaha....sudah sudah makan dulu yuk anak manis..cini cini uluuhh uluuhhh"
"Elo kira gue bayi gede Lo gituin" ujar Amel.
"Lo ngomel lagi gue coletin sambal ya bibir Lo" refleks Amel langsung menutup mulutnya.
"Ngomong apa?" tanya Amel sambil mengunyah makanan.
"Makan dulu nyonya Amelllll...."
Setelah itu tak ada lagi percakapan hingga Amel pun selesai menyelesaikan makanannya.
"Hah... kenyangnya. tau aja Lo Ay gue belum sarapan hehehe..."
"Ah lagu lama Lo Mel Mel..." Ayza jengah.
"Ck...Lo mau ngomong apa tadi?"
"Oh iya, Lo lihat kan perut gue udah buncit banget jadi Albian gak izinin gue ke butik lagi sampai anak kami lahir. Jadi gue titip butik ke elo dulu ya Mel" pinta Ayza
"Yaahhh...Gak seru dong butik gak ada Lo 😔 tapi benar juga kata Albian, Lo sudah harus mempersiapkan kehadiran baby Lo dan Al. hemmm... karena gue sahabat yang paling baik sedunia, jadi biar gue jaga butik Lo"
"Awas aja kalau sampai butik gue Lo jual" goda Ayza
__ADS_1
"Ayza... lama-lama gue cekik juga ya Lo" kesal Amel..
"Sudahlah, jadi hari ini Lo gak ke butik?" tanya Amel memastikan lagi.
"Enggak" Jawab Ayza singkat
"Iiss...yasudahlah gue mau berangkat kerja dulu. bye bye bumil... jangan rindu gue ya" pamit Amel dengan gayanya yang centil.
"Dasar cewek centil" Gumam Ayza seraya tersenyum melihat tingkah konyol sahabat baiknya itu.
Sepanjang hari ini Ayza hanya berdiam diri di rumah. mau masak ia tidak di bolehkan oleh Albian dan juga Sarah, mau pergi juga tidak di izinkan jika sendirian. ia sudah berusaha mengajak adiknya, adik iparnya tapi semuanya pada sibuk.
"Hugh....Hari yang membosankan" gerutu Ayza
"Kalau begini terus yang ada gue setress, gue gak bisa nih diem aja gak melakukan kegiatan apapun begini" gumamnya sendiri.
Usai bergelut dengan fikirannya, Ayza pun memilih untuk tidur saja dari pada duduk diam tak melakukan apapun juga.
...........
Di kantor Albian sedang sibuk memeriksa beberapa berkas dan menandatangani nya. tak lupa ia selalu menyempatkan diri untuk menelpon sang istri setiap 1 jam sekali hanya untuk memastikan keadaan istrinya itu.
Selama kehamilan Ayza, Albian selalu menjadi suami siaga, yang siap kapan pun istri nya membutuhkan nya. mungkin bagi orang lain yang melihat kesigapan Albian akan berfikir sama, Albian adalah Suami idaman.
Tuttt....tuttt....
📞 Halo tuan. ada yang bisa saya bantu?
~ Ayza dimana Sarah?
📞 Oh seperti nya nona Ayza sedang tidur tuan di kamarnya.
~ Baiklah kalau tidur tidak masalah.
Seperti sudah menjadi kebiasaan nya, Albian langsung menutup panggilan teleponnya. tanpa mendengar ucapan orang yang di telponnya terlebih dahulu.
"Istriku menuruti ucapanku rupanya" Gumam Albian seraya tersenyum bahagia.
"Ayo cepat selesai kan pekerjaan mu Albian, biar segera pulang dan bertemu istri cantikmu itu... fighting Albian" Ujar Albian menyemangati dirinya sendiri.
__ADS_1
Albian memang selalu ingin segera pulang apapun dan kapanpun jika ia sedang tak bersama istrinya. sampai-sampai kolega kerjanya pada salut dan para istri koleganya pun iri dibuatnya. bagaimana tidak?sudahlah ganteng pake banget, CEO perusahaan ternama, ditambah familyman pula, duh siapapun pasti akan merasa iri pada Ayza Karena telah mendapatkan suami seperti Albian.