
Hari demi hari telah Albian dan Ayza lalui dengan suka cita, hingga tanpa terasa hari ini tibalah saatnya Ayza untuk melanjutkan studinya di negara paris. Semua keluarga serta sahabat dan para karyawannya pun ikut menghantarkan Ayza ke bandara.
"Mel, kok Albian gak bisa di hubungi sih?" tanya Ayza pelan.
"Lah kenapa lo nanya gue kocak? Albian kan pacar elo"
"Hemmmm.... "Ayza hanya menghela nafasnya kasar.
"Kamu jahat banget Al, padahal aku udah mau berangkat keparis tapi kamu malah gak ada kabar sama sekali. bahkan aku mencarimu dirumah, apartemen dan kantor juga tidak ada" gumam Ayza dalam hati.
Hingga kini mereka sudah tiba di bandara internasional kota J.
"Kak, kakak hati-hati disana. jangan lupa mengabariku, aku pasti akan merindukanmu kak" Dara langsung memeluk Ayza dan menangis dipelukannya.
"Sayang begitu tiba pastikan untuk langsung mengabari Ayah dan bunda ya. Disana sudah ada orang ayah yang menjemputmu dibandara dan dialah yang akan menghantarkan kamu ke mansion kita yang ada diparis" ujar Arsenio.
"Hemm.. iya ayah. Ayza pamit dulu ya Ayah, bunda. Ayza pasti akan merindukan kalian semua" Ayza langsung meraih tangan Arsenio dan sonia lalu memeluk mereka bergantian.
"Kami juga pasti akan merindukan kamu nak" ujar Sonia tak mampu lagi menahan air matanya.
"Ayyyyyyyy.....gue pasti rindu banget sama lo Ay" Amel ikut berhambur memeluk Ayza begitu pun Ayza yang membalas pelukan Amel.
"Gue juga mel, inget ya urus butik dengan benar. awas lo ya bikin butik gue berantakan" bisik ayza
"Iya bawel lo ah, lagi sedih juga" kesal Amel langsung melepas pelukannya. sedangkan Ayza hanya terkekeh melihat ulah Amel itu.
"Hati hati ya Ay, jangan lupakan kita" ujar Dimas
Begitu pun dengan Robby dan Arvin.
"Kalian benar-benar tak tau dimana Albian?" tanya Ayza dan mereka bertiga pun kompak menggelengkan kepalanya.
"Mbak Ayza, kami pasti merindukan mbak" ujar Andre dan diangguki oleh ketiga karyawan lainnya.
"Saya juga pasti merindukan kalian" Ayza pun merentangkan tangannya agar mereka bisa memeluk Ayza juga.
__ADS_1
"Apa boleh mbak?" tanya Mawar sedikit takut.
"Gapapa, tapi Andre tidak boleh ikutan" jawab Ayza tersenyum lalu mereka langsung memeluk Ayza bersamaan kecuali Andre.
Setelah puas bercengkeramah dengan semua keluarga dan kerabatnya, Ayza pun langsung check in dan menunggu di privat room.
"Al, apa kamu benar-benar tidak akan melihatku?" lirihnya seraya melihat foto mereka bersama diponselnya.
🔊Perhatian, bagi para penumpang the Airlines dengan nomor penerbangan AB24 tujuan paris dipersilahkan naik ke pesawat udara melalui pintu B10. terimakasih
(Your attention please, passengers of the Airlines on flight number AB24 to paris please boarding from door B10, Thank you).
Mendengar pemberitahuan barusan, Ayza langsung berjalan menuju pintu B10. sambil terus melihat kebelakang, karena ia masih mengharapkan Albian muncul sebelum ia masuk kedalam pesawat.
Ayza kini telah duduk di bisnis class, saat ia sedang merapikan barangnya tiba-tiba ada seorang pria yang menghampirinya.
"Excuse me" sapa lelaki itu.
"Yes"
"Ayza" jawab Ayza cuek.
"I'm B, you are very beautiful, may i know your phone number?" tanya Pria tersebut.
"Sorry" Ayza langsung menggunakan earphone nya.
Mendapat penolakan dari Ayza, pria itu pun langsung pergi begitu saja dari kursi Ayza.
Setelah menempuh perjalanan lebih kurang 12 jam 52 menit, Ayza pun tiba di bandara paris charles de gaulle (CDG).
"Selamat datang di paris nona Ayza" Sapa seorang wanita dan seorang lelaki berbadan tegap, mereka menunduk memberi hormat.
"Terimakasih, tapi tolong jangan terlalu formal saya tidak suka menjadi pusat perhatian seperti ini" ungkapnya yang mulai risih karena orang-orang dibandara memperhatikannya.
__ADS_1
"Baik nona, silahkan lewat sini" perempuan tadi mempersilahkan Ayza berjalan duluan. sedangkan lelaki tadi langsung mengambil alih koper Ayza dan membawanya hingga masuk ke dalam mobil.
"Apakah kalian semua yang menjaga mansion keluarga pradja disini?" tanya Ayza saat mobil sudah melaju.
"Iya nona, perkenalkan nama saya Sarah. saya yang bertanggung jawab atas nona selama berada diparis" jawabnya sarah dengan sopan.
"Hemm.. kalau begitu tolong siapkan peralatan dan bahan makanan di apartemen sederhana yang didekat kampus karena saya akan tinggal disana" titah Ayza membuat sarah terkejut begitu pun dengan lelaki yang menyopir di sampingnya.
"Maaf nona soal itu kami harus menanyakannya terlebih dahulu kepada tuan Arsenio Pradja nona" ujar Sarah tenang.
"Tidak perlu, nanti kalian cukup bilang bahwa aku tinggal di mansion saja. jangan pernah bilang ke Ayah kalau aku sudah mempersiapkan apartemen disana" pinta Ayza yang sukses membuat sarah dan temannya itu cemas.
"Nona jangan seperti itu, nanti tuan besar akan marah kepada kami nona" ucap sarah memelas.
"Makanya kerjasama sama saya, maka kalian akan aman" Ayza meyakinkan kedua orang suruhan ayahnya itu dan akhirnya mereka pun menyetujuinya dengan syarat Ayza harus tetap sering datang ke mansion agar Arsenio tidak curiga. karena pasti Arsenio akan menanyakan dimana Ayza dan melakukan video call untuk melihat apakah Ayza berada dimansionnya atau tidak.
"Untuk sekarang kita mension dulu saja, aku harus mengabari Ayah dan bunda terlebih dahulu dan kalian tolong persiapkan saja yang aku minta tadi. Terimakasih ya sebelumnya" seru Ayza senang dan tersenyum kepada Sarah dan temannya tadi.
"Baik nona"
Usai berbincang dengan Sarah dan temannya tadi Ayza malah tertidur. hingga 1 jam perjalan menuju mansionnya, mereka pun kini tiba dan disambut oleh beberapa pelayan disana.
"Selamat malam nona Ayza" sapa pelayan disana yang membungkuk memberi hormat kepada nona mudanya.
"Malam" jawab Ayza datar lalu berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya.
"Sepertinya nona Ayza sombong ya" bisik salah satu pelayan yang ikut menyapa Ayza tadi.
"Jangan bergosip disini" seru Sarah yang mendengar pelayan tadi membicarakan Ayza.
Mendapat teguran dari Sarah selaku kepala pelayan disana, mereka pun langsung membubarkan diri.
Sedangkan dikamarnya, Ayza kembali mencoba menelpon Albian namun tidak juga mendapat jawaban dari Albian justru kini nomor Albian tidak aktif.
"Apakah kamu ingin kita berpisah Al?" ujarnya sendu seraya menatap langit kamarnya.
__ADS_1