Idola Kampus

Idola Kampus
Eps 107


__ADS_3

"Kau" mereka berdua terkejut karena Ayza sudah sadar.


"He' dasar pencundang. kalian mencari lawan yang salah" ucap Ayza sinis.


Ayza lantas memberikan kode kepada anak buahnya, lalu...


Bugh...


Sebuah jaring berhasil menarik mereka keatas sana.


"Aaarrrrggh....wanita sialan, turunkan kami sekarang" teriak Nadya


"Breng*sek turunkan kami wanita gila" teriak Yanuar tak kalah kencang dari Nadya.


"Kurang ajar berani sekali kau berbicara seperti itu pada istriku" ujar Albian dengan suara menggelegar.


"Albian" lirih Nadya


"Dasar ulat bulu, masih saja belum kapok" Sinis Robby


"Yunita arista alias Yanuar Wiratman. sungguh menji*jikan melihat pasangan ini" ungkap Dimas


Yanuar yang mendengar nama itu pun langsung menunduk dan tak berani berkata-kata lagi.


"Apa maksud lo? siapa Yunita?" tanya Nadya


"Bolehlah turunkan mereka" titah Ayza dan mereka pun langsung di hempaskan ke tanah.


"Awww...." ringis mereka berdua.


Bruggh.....


"Sepertinya lo pengen tau banget. tuh baca" Dimas melemparkan sebuah map.


Dibukanya lah map tersebut dan betapa terkejutnya Nadya melihat isi dari map yang di berikan Dimas tadi. ternyata orang yang disebutnya suami itu adalah seorang wanita yang telah mengoperasi total seluruh anggota tubuhnya.


"Apa.... " kaget Nadya sembari menatap Yanuar sedangkan Yanuar yang di tatap tak bergeming ia hanya menunduk.


"Apa ini pi? jelaskan?" pekik Nadya dengan amarahnya.


"Hei hei, kalau mau berdebat nanti saja di alam baka sana" ucap Arvin yang memang sudah geram akan kelakuan Nadya yang tidak berubah.

__ADS_1


"Pantas saja semua istrimu tidak ada yang hamil" kesal Nadya, sungguh ia merasa jij*ik ternyata selama ini ia berhubungan dengan sesama wanita. sialnya lagi dia tidak pernah tau dan tak pernah merasa curiga sedikit pun terhadap Yanuar alias yunita itu.


"Cepat cari keluarganya di Sardinia" titap Ayza yang sedang berbicara dengan seseorang di handphonenya.


"Tidak Ay, jangan sentuh mereka. ini semua kesalahanku Ay. Albian please jangan ganggu keluarga ku lagi Al" ujar Nadya yang sudah menangis terseduh-seduh seraya memohon kepada Albian dan Ayza.


"Cih, sudah seperti ini saja baru nangis-nangis, mohon-mohon. kemarin sebelum melakukan kejahatan kemana aja bukk??" sindir Robby geram


"Sepertinya kau tidak punya rasa jera, jadi apakah kami harus melepaskan orang sepertimu?" ucap Ayza sinis.


"Albian, please"


"Hei, yang bertanya itu aku, bukan suamiku dan berhentilah memanggil nama suamiku atau aku robek mulutmu itu" geram Ayza seraya mencengkeram dagu Nadya dengan kuat.


Buuuggg....


Tiba-tiba Yanuar mendorong Ayza hingga Ayza terduduk, rasa nyeri di perutnya pun semakin terasa.


"Sayang" Albian langsung membantu istrinya itu, ia sempat lengah saat itu sehingga tak menyadari jika Yanuar mendekat kearah Ayza.


"Sayang, kita kerumah sakit sekarang" Albian langsung menggendong istrinya itu.


"Kalian, tahan mereka sampai aku memastikan anakku baik-baik saja. vin lo telepon sepupu lo yang seorang mafia itu berikan mereka kesana, nanti aku akan menyusul. bilang juga jangan menyentuh mereka sebelum aku datang" titah Albian sebelum mereka meninggalkan gudang itu.


...........


Rumah sakit...


Albian harap cemas menantikan hasil pemeriksaan istrinya itu, ia berusaha setenang mungkin tapi rasa cemas tak mampu ia tutupi. ia sangat berharap istri dan anaknya yang belum lahir itu baik-baik saja.


"Bagaimana dokter keadaan istri dan anak saya?" tanya Albian saat dokter baru saja selesai memeriksa Ayza.


"Alhamdulillah pak, anak bapak dan ibu baik-baik saja. alhamdulillah juga kandungan ibu Ayza sangat kuat, insyaallah seharusnya tidak terjadi masalah kedepannya, tapi tetap saja harus dijaga karena usia kandungan saat ini masih muda ya pak, bu" jelas sang Dokter kandungan yang memeriksa Ayza.


"Baik dok, terimakasih"


"Sama-sama pak, ini ada vitamin yang harus bapak tebus untuk bu Ayza minum ya pak" Dokter tadi memberikan selembar kertas yang berisi resep obat.


"Terimakasih dokter, kalau begitu apa kami sudah bisa pulang?" tanya Ayza


"Iya bu, sudah bisa" jawab dokter dengan ramah.

__ADS_1


Albian dan Ayza pun segera meninggalkan rumah sakit dan segera meluncur menuju rumah mereka.


"Sayang, ternyata Sarah meminta Ayah untuk ke indonesia dan dia meminta agar bisa menjadi kepala pelayan di rumah kita" ujar Albian seraya menyetir mobilnya.


"Hah? kamu Serius hubby?" Albian hanya menjawabnya dengan anggukan.


"Aku sangat senang tapi Sarah sudah ku anggap seperti saudariku sendiri. tak mungkin aku menyuruhnya ini itu by" terang ayza.


"Yes, sayang i know. tapi gimana dia sendiri yang meminta, dia tidak ingin terjadi sesuatu pada kita kalau salah memilih orang maka keselamatan kita terancam sayang. kita keluarga berpengaruh sayang jadi aku sangat setujuh jika Sarah yang menjadi kepala pelayan dirumah kita sayang, apalagi mencari orang yang jujur itu susah di zaman sekarang"


"Iya sih hubby, yasudah kalau memang itu yang terbaik" pasrah Ayza.


"Kapan Sarah akan tiba di indonesia?" tanya Ayza.


"Besok sayang, dan dirumah kita sudah ada beberapa pelayan yang ayah dan papa persiapkan" jawab Albian. dan Ayza pun hanya mengangguk-anggukan kepalanya.


"Oh ya Hubby, mau diapakan ulet keket itu?" tanya Ayza


"Emm... Ntah lah sayang, kamu sedang hamil jadi aku tidak berani melakukan banyak hal aku takut berimbas pada anak kita nanti. jadi aku akan menyerahkan mereka pada Arvin, Robby dan Dimas saja"


"Hemm.... kamu bos dingin bisa mikir seperti itu? haha sungguh sesuatu sekali suamiku ini" goda Ayza


"Kita tidak bisa hanya menilai dari covernya saja kan sayang. begini begini aku ini sangat mengutamakan keluarga tau" ujarnya dengan bangga.


"Haha... iya deh, suami siapa dulu?"


"Suaminya Ayzaila donggg" jawab Albian lalu mereka pun tertawa bersama.


Hingga tak terasa mereka pun telah tiba di rumah mereka. berhubung waktu masih memunjukkan pukul 04.30 subuh, mereka pun langsung masuk dan segera membersihkan diri sebelum beristirahat.


...........


Markas dimana Nadya dan keluarganya disekap...


"Mama... papa kalian harus tau ternyata Yanuar itu -" belum sempat Nadya menyelesaikan ucapannya.


Plaaakkk...


"Dasar anak bodoh, sudah berapa kali kami bilang jangan berurusan lagi dengan keluarga Albian. kau sama sekali tidak pernah mendengarkan kami...plakkk...plakkk" papa Nadya yang sangat emosi itu berkali kali menampar anaknya.


"Nadya cinta pa sama Albian" pekik Nadya membuat Yanuar ikut tersulut emosinya.

__ADS_1


"Hei, ternyata kau mencintai orang lain disaat kau menjadi istriku hah? dasar wanita ja*lang si*alan" Yanuar menarik rambut Nadya dengan cukup keras. Nadya yang tak terima karena ia pun di tipu oleh Yanuar alias yunita itu berbalik mencekik Yanuar.


"Kau yang menipu kami, DASAR PRIA JADI JADIAN" teriak Nadya, kedua orang tua Nadya pun bingung dengan maksud ucapan Nadya itu, hingga mereka pun akhirnya terlibat dalam perkelahian. sedangkan orang tua Nadya yang sudah pusing dengan situasi ini pun hanya bisa duduk lemas menanti hukuman apa yang akan mereka dapat karena kembali mengganggu keluarga Fernand Sanjaya dan Arsenio Pradja, orang yang sangat berpengaruh dan terkenal kejam jika ada yang mengusik keluarganya itu.


__ADS_2