
Bluesky cafe
Seperti biasa, malam ini Albian Cs tengah nongkrong di bluesky cafe untuk menghilangkan penat mereka karena pekerjaan dan kuliah mereka yang saat ini cukup padat.
"Tumben lo gak nemuin bebeb Amel lo itu" cibir Arvin
"Dia sedang lembur" jawabnya Dimas sedih.
"hm.. hm.. hm alay banget lo dim dim" Arvin menggelengkan kepalanya.
"Biarin, lo tuh vin berubah napa jangan gonta ganti pacar mulu" sindir Dimas
"Ah resek lo" kesal Arvin dan membuat Albian serta Robby tertawa.
"Oh ya Al, gimana perkembangan lo sama Ayza?" tanya Dimas disela tawa mereka.
"Huft.... dia masih belum bisa gue dekati" seru Albian sembari menyeruput minumannya.
"Ya gimana bisa dekat kalo lo nya aja gak ada usahanya Al" celetuk Arvin sontak membuat albian tersedak.
uhukk.. uhukk...
"Iya Al, lo tunjukin dong kalo lo memang menyukai Ayza, jangan setengah setengah dekatinya" Ujar Dimas
"Benar Al kata mereka, lo gak bisa samain Ayza seperti wanita lain yang sekali lo kedipin mata dia langsung klepek-kelepek sama elo. Ayza cewek yang perlu lo perjuangin Al" ucap Robby serius.
"Kalian kan tau gue gak pernah berinisiatif mendekati wanita jadi gue gak tau gimana caranya" ungkap Albian
"Al, lo cukup tunjukkan ketulusan lo aja. yah sama kasih lah hal-hal romantis agar wanita luluh" ujar Arvin
"Sebaiknya lo segerakan deh bro. karena gue dengar dari Amel kalo Ayza mendapat beasiswa ke paris dan kemungkinan Ayza akan meneruskan studinya disana" ungkap Dimas
"Lo serius Dim?" tanya Albian tak percaya
__ADS_1
"Serius Al, Ayza sendiri yang bilang kepada Amel" Dimas dengan serius.
Mendengar perkataan sahabatnya itu, Albian langsung berdiri dan berlari keluar Cafe. ia hendak ke butik Ayza untuk menyatakan perasaannya, kali ini ia sangat takut jika Ayza pergi darinya.
20 menit sudah Albian melajukan mobilnya menuju butik Ayza. kini ia sudah berada didepan butik tersebut. disana terlihat masih ramai pelanggan, Albian masuk dengan tergesa-gesa.
"Maaf mas, ada yang bisa saya bantu?" tanya Mawar karyawan Ayza.
"Saya mau bertemu pemilik butik ini"
"Apa mas sudah membuat janji dengan mbak Ayza?" tanyanya lagi.
"Saya pacarnya, apa perlu membuat janji?" seru Albian
Mawar yang mendengar jika pria didepannya ini adalah pacar dari bosnya pun terkejut dan langsung meminta maaf kepada Albian. lalu Albian pun meminta sih Mawar menghantarkannya keruang Ayza.
tokk... tokk.. tokk...
"Masuk" teriak Ayza dari dalam yang masih sibuk dengan sketsa sketsanya.
"Ayzaila Reina P. maukah kau menjadi pacarku" ucap Albian dengan lantang didepan Ayza yang masih menatap kertas-kertas sketsanya.
Seketika pensil yang Ayza gunakan untuk menggambar pun patah karena keterkejutannya. setelahnya Ayza mendongakkan kepalanya dan makin terkejut ternyata orang yang baru saja menyatakan cintanya itu adalah Albian orang yang selalu dianggap Ayza sebagai pengganggunya.
"Elo? Kenapa bisa ada di sini?" tanya Ayza heran
"Maukah kamu Ayzaila Reina P. menjadi pacarku?" ungkap Albian kembali dengan seriusnya.
"Elo......waras?" Ayza tak habis fikir akan Albian yang sudah terlewat berani menurutnya.
"Sangat waras... aku menyukaimu sejak pandangan pertama" jawab Albian jujur.
"Hah??? pandangan pertama?"
__ADS_1
Albian hanya menganggukkan kepalanya dengan cepat.
"Hahahaha.... hei kalo lo mau jadi pelawak sana ikut acara komedi jangan disini. sudahlah gue sibuk mending lo pulang" usir Ayza yang malas meladeni Albian.
"Aku serius Ay, coba tatap aku. apakah ada kebohongan di sini?" ujar Albian yang langsung menarik lengan Ayza dan menunjuk matanya agar Ayza mau menatapnya.
deg.... deg... deg...
"Mata ini? kenapa mata ini terlihat sama persis dengan pria yang berdansa denganku malam itu. tidak. tidak mungkin kan pria itu adalah Albian" batin Ayza menyanggah.
Karena merasa gugup Ayza pun segera menarik tangannya dan kembali duduk di meja kerjanya. jantungnya sudah susah untuk ia kontrol namun Ayza berhasil menutupinya.
"Bagaimana Ay, aku sangat serius akan hal ini Ay" lagi lagi Albian berbicara serius.
"Ehemm... e.. elo sebaiknya pulang, gue lagi sibuk" ucap Ayza sedikit gugup.
"Apa artinya kamu menolakku Ay?" tanya Albian sedikit sendu.
"Begini yah Albian, sebelumnya kita tak pernah bertegur sapa, sebelumnya kita tak pernah ngobrol bahkan gue tau nama lo itu karena Amel yang selalu ceritain Dimas dan sahabat-sahabatnya ya termasuk elo. dan saat ini tiba-tiba gak ada angin gak ada hujan lo berdiri didepan gue dan bilang kalo lo menyukai gue? apa itu masuk akal? dari perkataan gue ini, gue harap lo paham maksud gue" ungkap Ayza panjang lebar.
Mendengar penuturan Ayza barusan membuat Albian tersadar akan hal itu. apa yang diucapkan Ayza memang benar, selama ini Albian mencoba mendekati Ayza sesekali, itu pun tak mendapat respon dari Ayza lalu sisanya Albian selalu memandangi Ayza dari kejauhan. ia merasa bodoh karena tidak mempersiapkan apapun dan dengan cerobohnya langsung mengungkapkan perasaannya. rasa takutnya lah yang membuat Albian tak berfikir terlebih dahulu sebelum bertindak.
"Ah kamu benar hehe" sadar Albian dan menggaruk garuk kepalanya yang tak gatal.
"Tapi aku benar-benar menyukaimu Ayza, aku akan buktikan keseriusan ku ini. tunggu saja" ujar Albian lantang.
"Hemm... terserah lo aja" Ayza sudah malas membalas ucapan Albian kini ia kembali menatap kertas sketsanya dan mulai menggambar kembali.
Melihat Ayza kembali bekerja, Albian dengan santainya duduk di sofa ruangan Ayza.
"Kenapa lo malah duduk disitu?" tanya Ayza yang meihat kearah sofa.
"Menunggu calon pacar selesai kerja" jawabnya sambil memberikan senyum manisnya.
__ADS_1
"Senyuman itu" lagi lagi Ayza teringat dengan lelaki yang berdansa dengannya tempo hari.
Lagi dan lagi jantung Ayza dibuat berpacu oleh Albian. tanpa menjawab perkataan Albian, Ayza kembali fokus mengerjakan sketsa busananya.