Idola Kampus

Idola Kampus
Eps 59


__ADS_3

tak tek tak tek.....


"Huaaammm"


"Siapa sih itu berisik sekali" ucap Ayza yang terganggu tidurnya.


"Morning"


"Amel"


"Ck... ngapain sih mel pagi-pagi udah berisik aja" decak Ayza kesal karena tidurnya jadi terganggu.


"Hehe sorry Ay, nih karena pacar lo tuh nyuruh gue bawain sarapan buat lo" ujar Amel yang masih sibuk menata piring-piring dimeja.


"Pacar? siapa?" tanya Ayza bingung.


"Lo amnesia apa gimana dah Ay? pacar sendiri lupa. parah banget lo Ay"


"Apaan sih, orang gue belum punya pacar juga" kesal Ayza langsung mengambil gelas yang telah terisi air mineral.


"Albian, lo udah jadian kan sama Albian?" desak Amel membuat Ayza tersedak air minumnya.


"Kata siapa gue jadian sama dia?"


"Al sendiri yang bilang, dia tadi ngehubungi gue dan nyuruh gue kemari terus pas gue tiba dia udah ada di depan gedung. pas gue samperin dia bilang "Ini sarapan buat pacar gue, tolong ya mel gue ada meeting jadi gak bisa kasih langsung. sampaikan juga pada Ayza Aku mencintainya" gitu Ay jadi gue kesal sama lo karena dimomen begini gue di ceritain" jelas Amel dengan jujur.


Mendengar penjelasan Amel barusan membuat Ayza membelalakan matanya lebar.


"What? dia bilang gitu?" tanya Ayza memastikan dan amel hanya mengangguk sebagai jawabannya.


"Astaga mel, gue sama Albian tuh belum jadian mel. memang dia sempat menyatakan perasaannya tapi gue tolak karena memang gue juga gak terlalu kenal dia. kami dekat juga baru 2 harian ini mel" ungkap Ayza


"Serius Ay?" Amel pun ikut terkejut setelah mendengar penuturan Ayza itu.


"Iya gue serius banget" jawab Ayza meyakinkan


"Wah hahaha.... "


"Kenapa lo ketawa sih mel? gila yah lo?" Ayza heran melihat sahabatnya tertawa padahal gak ada yang lucu.

__ADS_1


"Yah abis Albian kocak banget Ay, berarti dia sudah mengikat lo tuh Ay" ucap Amel senang.


"Ah sudahlah gak usah bahas manusia absurd itu"


"Iya deh iya, oh ya Ay. Gimana lo udah bicarain soal beasiswa lo itu?" tanya Amel yang mulai serius.


"Hemm... belum mel, rencananya hari ini gue mau pulang dan bilang ke Ayah dan Bunda" jawab Ayza.


"Yaudah nanti biar gue temani Ay, tapi dari lo nya sendiri gimana? yah kalau orang tua sih iya aja pasti Ay, apalagi ini masalah pendidikan lo" ujar Amel sembari menyantap makanannya.


"Iya mel lo benar, ntahlah gue merasa ragu mel sekarang" ungkap Ayza sendu.


"Karena Albian kah?" tebak Amel.


"Kenapa harus karena dia?" tanya Ayza tak mengerti


"Yah siapa tau lo jadi berat ninggalin kota kita karena Al"


"Enggak tau mel, tapi sepertinya ada sedikit alasan untuk dia sisanya masalah butik" jawab Ayza jujur.


"Hem... kalau masalah butik kan gue udah bilang biar gue yang handle disini dan lo juga bisa handle dari paris sana"


"Yasudah, kita makan dulu baru kita temui orang tua lo" ajak Amel dan Ayza hanya mengangguk.


Usai mereka menyelesaikan sarapan, Ayza dan Amel pun pergi menuju mansion Arsenio pradja. Menggunakan mobil Amel, dengan kecepatan sedang mereka menyusuri jalanan hingga 15 menit lamanya mereka pun tiba di mansion Arsenio.


"Selamat siang nona muda, selamat siang nona Amel" sapa para pelayan


"Siang" jawab Ayza dan Amel bersamaan.


"Kakak" teriak Dara yang baru saja turun dari tangga.


"Kamu nih Dar, teriak-teriak bikin kuping budek tau" sewot Amel.


"Biarin kak Amel nih culik kakak Dara sampai 2 hari gak pulang kerumah" kesal Amel.


"Eh eh eh.... bahkan kakak gak tau apa-ap.... " ucapan Amel pun terhenti kala Ayza sudah menatapnya dengan tajam


"Apa? kak Amel jangan culik kakakku lagi" omel Dara

__ADS_1


"Haisssshh... Dosa gue segunung kali yah? bisa-bisanya gue dimarahi bocah ingusan begini"


"Gara-gara lo nih Ay gue yang kena imbasnya" kesal Amel.


"Enak saja, Aku bukan bocah ing... "


"Sudah Dara, kamu ini suka sekali membuat masalah sama Amel. gak sopan Dara, sekarang kamu minta maaf pada kak Amel" pintanya dan Dara pun langsung menuruti perkataan kakaknya itu.


"Maaf yah kak Amel sudah tidak sopan sama kakak" ucapnya sembari menunduk.


"Haha... iya kakak juga minta maaf ya" Amel mengacak rambut Dara saking gemasnya.


"Mana ayah dan bunda Dar?" tanya Ayza.


"Ada kak, mereka sedang berada di ruang keluarga" jawab Dara dengan nada riangnya kembali.


Ayza segera menuju ruang keluarga untuk menemui kedua orang tuanya.


"Ayah, Bunda" teriak Ayza saat melihat kedua orang tuanya itu.


"Sayang, kamu dari mana saja?kenapa baru pulang sekarang?" tanya Sonia khawatir


"Maaf bun dua hari ini Ayza tidur di apartemen, sayang kan bun kalau tidak pernah ditempati" jawabnya sedikit berbohong.


"Hemmm... yasudah. ada apa nih anak bunda kok kelihatannya sedang bingung?" tanya sonia kembali.


"Hehe bunda memang paling tahu deh"


"Jadi gini bun, yah, Ay kemarin dipanggil ibu Lisa kata beliau Ay dapat beasiswa di paris bun, menurut bunda Ay harus ambil gak ya bun?" tanya Ayza


"Yah ambil dong sayang, itu kesempatan kamu untuk mengejar cita-cita kamu sayang" nasihat sonia kepada anak sulungnya itu.


"Iya Ay benar kata bunda kamu, bukankah kamu sangat tertarik akan dunia fashion sedangkan seperti yang kita semua ketahui paris adalah kota mode Ay" sahut Arsenio.


"Yah kakak mau tinggalin Dara" ucap Dara sedih


"Dara, kakak kamu kan hanya sementara disana, selesai kuliah kakak kamu juga pulang. toh kamu juga bisa kapan pun terbang kesana jika rindu dengan Ayza, jangan bikin kakakmu galau begitu dong" nasihat Arsenio dan Dara mengerti.


Mendengar semua orang mendukungnya untuk pergi, Ayza pun akhirnya merasa yakin meskipun ada dua hal yang masih membuatnya galau.

__ADS_1


__ADS_2