Idola Kampus

Idola Kampus
Eps 77


__ADS_3

Ayza kini sudah kembali ke butik miliknya, dengan penampilan yang tentu sudah rapi kembali. ia berjalan menyusuri lantai 1 dengan santainya. para karyawan dilantai 1 pun menyapa Ayza namun tidak seperti biasanya, membuat mereka heran.


"Mbak Ayza kenapa ya? sepertinya kesal sekali?" tanya Ajeng kerekannya yang lain.


"Mungkin sedang ada problem. sudahlah ayo kita lanjut kerja, jangan gosipin bos ntar lo dipecat baru tau rasa" ujar Lusi.


Ting...


Pintu lift terbuka, keluarlah Ayza dengan langkah cepat menuju keruangannya. namu saat hendak membuka pintu.


"Ay, udah balik lo?" tanya Amel yang baru saja keluar dari ruang bahan.


"Iya mel, lo ngapain?" tanya balik Ayza.


"Gue ngecek stok bahan kita Ay, sepertinya lusa kita harus belanja lagi" ujar Amel.


"Tunggu, elo kenapa deh? tuh muka ditekuk aja? gak suka lagi lo ngobrol sama gue?" Amel betubi tubi.


"Huft... gue lagi kesel banget mel sama Albian. pokoknya kalo dia kemari mencari gue bilang gue gak ada. awas lo yah nyuruh dia masuk keruangan gue. gue pecat lo" ancam Ayza membuat Amel ciut.


"Busyet Ay, lo sama sahabat begitu amat. iya iya nanti gue bilang lo gak ada" cemberut Amel yang jadi ikutan kesal.


"Oke" Ayza langsung meninggalkan Amel yang masih kesal.


"Ck.. sahabat macam apa kau"


"Gue masih bisa dengar mel" pekik Ayza yang ternyata masih didekat pintu.


Dengan segera Amel berlari menuju ruangannya sembari cekikikan. Tak berapa lama dari itu, Albian tiba di butik Ayza. karena karyawan pun sudah tau jika Albian adalah kekasih bosnya, mereka hanya menyapa lalu kembali kepekerjaan mereka masing-masing.


Setibanya dilantai 3 tempat ruangan Ayza berada, Albian langsung mendekat dan berusaha membukanya. namun sayang beribu sayang pintu itu terkunci. untungnya pintu ruangan Ayza memiliki 2 warna yaitu putih dan hitam. kali ini Ayza menggunakan pintu mode hitam dan hanya bisa dilihat dari dalam sedangkan jika dilihat dari luar tidak akan kelihatan sama sekali karena gelap.


Amel yang mendengar suara riuh pun keluar untuk melihat ada apa diluar sana.

__ADS_1


"Loh Al, ngapain lo?" tanya Amel pura-pura tak tau.


"Ayza ada didalam kan mel, gue mau ketemu dia" seru Albian.


"Ayza perasaan belum pulang deh Al, dia sih tadi pamitnya ada urusan diluar dan sampai sekarang belum pulang" bohong Amel.


"Duh Ay, dosa gue udah segunung masih aja lo suruh gue buat bohong" batin Amel.


"Hemm,, tapi tadi gue lihat taxi yang Ayza naiki melaju kearah butik deh mel" bingung Albian karena sebelum belok ia melihat taxi yang ditumpangi Ayza baru keluar dari area butik Ayza.


"Ohh... mungkin lo salah kenalin taxinya Al, mungkin itu taxi pelanggan kami"


"Enggak mel, gue... "


"Apa gue benaran salah kenalin taxi tadi ya?" batin Albian


"Hoi,, malah melamun. udah ya Al gue mau kerja, lagian kalo pun dia udah naik taxi mungkin dia pulang kerumahnya atau ke apartnya" ujar Amel.


"Gila, tau aja tuh firasat Albian. sakti punya memang" batin Amel menahan tawanya.


"Yah terserah lo sih, tapi dari pada lo nunggu disini lama-lama mending pulang dulu aja. kalo dia ngambek mending diemin dulu jangan langsung digas terus minta Maafnya" saran Amel.


"Hemm... gue tau dia pasti ada didalam. jadi mel tolong lo bujukin dia ya biar maafin gue. pleasee... " pinta Albian dengan tingkah sok imutnya membuat Ayza yang sedari tadi melihat mereka di depan ruangannya pun tertawa.


"hahaha apa-apaan itu. dasar konyol" ucap Ayza sembari terus melihat tingkah konyol Albian.


"Kenapa sih kalian yang ribut gue yang repot? contoh gue sama dimas dong aman damai sentosa" sindirnya


"Cih, Dimas lo banggain" decih Albian membuat Amel melengos.


"Gak akan gue bantu lo. karena lo udah ngatain bebeb gue" kesal Amel


"Eh... jangan gitu dong mel, gue janji kalo Ayza maafin gue, gue bakal traktir kalian liburan di laboan bajo kebetulan gue punya villa disana. Gimana tawaran gue?" tawar Albian

__ADS_1


"Mereka ngomongin apa sih kok deket banget begitu?" Ayza yang masih fokus melihat kearah Albian dan Amel dari balik pintu.


"Hemm menarik... okelah gue bantu. ingat ya janji lo tadi"


"Siap, lo tenang aja" jawab Albian seraya tersenyum penuh makna.


"Kalo gitu gue pulang dulu, gue tunggu kabarnya segera mel" ujar Albian sedikit senang karena Amel mau membantunya.


.


.


.


Dilain tempat, ada Nadya yang kini sudah duduk dilantai bersama kedua orang tuanya.


"Kalian tau apa salah kalian?" tanya seorang pria yang tak lain ia adalah Dimas.


"Lo apa-apaan sih Dim, lepasin gue atau..."


"Atau apa hah? atau mulut lo gue robekin?" ujar Dimas penuh penekanan.


"Salah kami apa? kenapa kalian melakukan ini kepada kami?" tanya pak ifan papa Nadya.


Arvin segera melemparkan sebuah map coklat tepat di depan pak ifan sekeluarga.


"I.. ini" lirih pak ifan semakin terduduk lemas saat melihat isi dari map tersebut.


"Bagaimana pak ifan? apakah cukup mengagetkan anda?" ucap Arvin sinis.


"Kalian, cepat bawa mereka" ujar Arvin menyuruh anak buahnya untuk membawa keluarga Nadya namun mereka selalu berontak membuat orang-orang suruhan mereka kewalahan. akhirnya Arvin mengeluarkan obat bius untuk membuat mereka tertidur sementara.


Setelah keluarga Nadya tertidur, mereka mulai mengangkat tubuh mereka dan membawanya ke mobil.

__ADS_1


__ADS_2