Idola Kampus

Idola Kampus
Eps 58


__ADS_3

"Kamu suka?" Tanyanya


"Sangat suka" jawab Ayza dengan tersenyum senang.


"Terimakasih Al" sambung Ayza dan di balas anggukan oleh Albian.



"Bagaimana kamu bisa tau tempat sebagus ini Al?" tanya Ayza penasaran


"Hemm... tempat ini sering aku datangi bersama keluargaku waktu kecil. namun sekarang sudah tidak pernah lagi karena kesibukan kami masing-masing" ungkap Albian.


"Tempat ini sangat menenangkan" Ayza memejamkan matanya sembari merentangkan kedua tangan untuk menikmati suasana alam itu.


Tanpa disangka Albian justru memeluk Ayza dari belakang. membuat Ayza sontak membelalakan matanya saking terkejutnya.


"Hei jangan ambil kesempatan. lepas" ucap Ayza dingin


"Izinkan aku seperti ini sebentar saja" Albian semakin mengeratkan tangannya di pinggang ramping Ayza.


"Sungguh nyaman" lirihnya yang dapat didengar juga oleh Ayza.


Bugggh...


Ayza menendang kaki Albian lumayan keras membuat Albian meringis kesakitan.


"Awww...awww...asss" ringis Albian sembari memegang tulang keringnya.


"Makanya jangan peluk-peluk orang sembarangan" cercah Ayza kesal lalu menjauh dari Albian.


"Aaaaww aaa sakit sekali" ringis Albian yang kini telah terduduk lemas di bawah.


Ayza yang melihatnya pun berubah menjadi khawatir. ia tak mengira jika tendangannya benar-benar membuat Albian kesakitan seperti ini. padahal yah itu akal-akalan nya Albian saja agar dapat diperhatikan lebih oleh Ayza.


"Sakit banget?" tanya Ayza dan dibalas anggukan xari Albian.


"Yang mana?" tanyanya kembali.


"Itu disitu .... awww..." jawab Albian sembari menunjukkan pergelangan kakinya.

__ADS_1


"Kita kedokter aja deh, lo masih sanggup gak buat jalan?"


"enggak Ay, sakit banget" rengek Albian


Ayza yang merasa bersalah pun akhirnya berusaha memapah Albian. dan tentunya ini sebuah keuntungan bagi Albian 😁


"Sini kunci mobilnya, biar gue aja yang bawa" pinta Ayza ketika mereka sudah berada di dekat mobil Albian.


"Emang kamu bisa?" tanya Albian yang sedikit ragu pasalnya ia tak pernah melihat Ayza membawa kendaraan kekampus maupun ke butik. karena memang biasanya kalau gak nebeng sama Amel, yah Ayza diantar oleh supir ayahnya. namun orang taunya Ayza naik taxi online bukan diantar oleh sopir pribadinya. bahkan jika pun ia membawa mobil pasti yang disuruh bawa adalah Amel.


"Buruan mana kuncinya" desak Ayza dan dengan berat hati Albian memberikan kunci mobilnya.


"Ah sudahlah jika memang terjadi apa-apa nanti berarti kami memang menjadi pasangan sehidup semati" fikir Albian


Ayza pun telah melajukan mobil milik Albian dengan kecepatan sedang. Ayza terus mencari rumah sakit atau puskesmas terdekat agar Albian dapat segera ditangani.


"Apa kamu mengkhawatirkan ku Ay?" tanya Albian


"Tentu saja, gue gak mau disalahkan karena ini" jawab Ayza tanpa menoleh ke arah Albian.


"Em... kamu jago juga bawa mobilnya" puji Albian


"Hemm.... kita pulang aja Ay"


"Loh kaki lo kan belum diobati Al, tenang aja gue orang yang bertanggung jawab kok" ujar Ayza


"Hahaa.. aku sudah gapapa kok Ay" ucap Albian sembari mengangkat jarinya membentuk huruf V


"Dari tadi lo bohongi gue?" tanya Ayza kesal.


"Tadi memang sakit, tapi gak selebay itu juga kaliii hahaha"


"Gak lucu" Ayza pun segera menepikan mobilnya lalu ia meminta Albian yang gantian menyetir.


"Loh biasa cewek kalo marah, 'yaudah aku mau turun disini aja' kamu malah minta gantian menyetir hehe" ledek Albian


"Gila aja gue begitu, lagian ini tuh sepi banget jalanan gak ada yang lewat. marah tuh lihat situasi dan kondisi juga kaleee" sunggut Ayza kesal.


"Iya iya... maaf deh pacar" goda Albian.

__ADS_1


"Gue bukan pacar lo"


"Nih orang bikin gue kesel mulu bawaannya" batin Ayza.


Kini mereka pun telah tiba kembali ke apartemen Ayza.


"Terimakasih sudah membawa gue ketempat yang indah tadi" ucap ayza sebelum turun dari mobil Albian


"Next, aku akan bawa kamu ketempat-tempat indah lainnya"


"Hemm... oke bye" Ayza turun dan langsung berjalan masuk menuju Apartemennya


"Lah dia langsung masuk? gak say goodbye dulu gitu? seenggaknya senyum kek" seru Albian merasa sedih.


tingg....


Kekasih ♥


📩Oh ya gue tadi lupa bilang. Hati-hati dijalan, dan selamat beristirahat.


Mendapat pesan dari Ayza itu membuat Albian gembira, hingga tak sadar ia menekan klakson hingga berbunyi beberapa kali.


"Aaa yess yess yess.... selangkah demi selangkah kamu pasti akan menerimaku Ay" seru Albian kegirangan.


"Huh....tarik nafas...Hah... buang"


"Haduhh kenapa sesenang ini hanya karena mendapat pesan darinya? apa dia seperti ini juga. ah gak, gak mungkin dia saja cueknya minta ampun" sambung Albian bingung tapi setelahnya kembali tersenyum sendiri seraya menatap isi pesan Ayza barusan..


Di sisi lain, Ayza yang langsung membersihkan dirinya setelah masuk apartemennya. kini tengah duduk sambil melihat-lihat foto dirinya bersama Albian tadi.


Tingg...


Sihkonyol💣


📩 aku sudah sampai dirumah, kamu juga langsung istirahat yah sayang.


Mendapat panggilan sayang dari Albian entah mengapa jantung Ayza semakin berdetak kencang, wajahnya pun kini sudah merah merona seperti kepiting rebus.


"YaAllah aku gak ngerti ini perasaan apa? tapi disaat bersamanya aku merasa nyaman" ujar Ayza lalu tanpa sadar ia pun terlelap.

__ADS_1


__ADS_2