Idola Kampus

Idola Kampus
Eps 45


__ADS_3

Ayza Boutique


Ayza dan Amel kini baru saja tiba di butiknya, mereka disambut oleh para karyawan dan juga Arin yang telah menunggu mereka di lobby.


"Selamat sore mbak" sapa para karyawan ketika Ayza dan Amel baru masuk lobby.


"Sore" jawab mereka serentak.


"Mel, gue naik dulu itu bahannya langsung bawa aja ke ruang produksi"pinta Ayza dan Amel hanya menjawabnya dengan anggukan.


Ayza pun segera melangkahkan kakinya menuju ruangannya.


"Oh ya semuanya, saya boleh minta tolong?" tanya Amel


"Boleh mbak, apa yang bisa kami bantu mbak?" ucap Andre dan diikuti oleh rekan-rekannya.


"Tolong bawakan bahan-bahan ini ke ruang produksi ya"


"Baik mbak" sahut semua karyawan yang langsung hendak bergegas menuju mobil Amel.


"Terimakasih, kalau begitu saya keruangan saya dulu" ucap Amel dan diangguki oleh semua karyawan.

__ADS_1


"Kak Amel, gawat" bisik Arin yang mengikuti Amel masuk kedalam lift.


"Ada apa rin?"


"Busana tante inka mau diambil besok pagi kak" cemas Arin


"Hah? bukannya 4 hari lagi kan rin?" Amel terkejut mendengar perkataan Arin.


"Iya kak harusnya begitu, tadi siang beliau nelpon dan mendesak aku kak. aduh gimana ya kak Arin bingung" Arin semakin cemas memikirkan permintaan klien nya tadi.


"Yasudah kita keruangan Ayza dulu aja rin, kita bahas disana" ajak Amel saat pintu lift mulai terbuka.


Mereka pun berjalan menuju ruangan Ayza dengan sedikit tergesa.


"Masuk" teriak Ayza dari dalam


"Ay gawat... " Amel ketika masuk ruangan Ayza dan ia langsung menceritakan masalahnya.


"Hemm... sudah berapa persen rin pengerjaannya?" tanya Ayza dengan tenang.


"Ba... baru 50% kak" jawab Arin gugup

__ADS_1


"Hah 50% rin, mampus kita" kini Amel sangat khawatir jika busana itu tidak selesai tepat waktu butik mereka bukan hanya akan kena komplain saja dari pelanggan namun kemungkinan orang-orang tidak akan datang ke butik mereka lagi. karena tante inka sangat aktif di sosial media dan sering kali membuat komentar pedas pada suatu produk atau apapun yang membuatnya tak puas. sudah banyak butik dan beberapa salon yang harus tutup karena sepi pelanggan yang diakibatkan dari ketidakpuasan tante inka dan kritikannya di beberapa media sosial miliknya.


Tante inka ini merupakan ibu sosialita yang memiliki jaringan dimana-mana makanya banyak orang yang percaya, kalau Tante inka sudah berkoar artinya produk tersebut memang jelek. Namun jangan salah kira, orang hanya tau lewat media sosial saja tanpa tau keaslian yang ada pada dunia nyata. Tante inka sebenarnya orang yang biasa saja, namun mempunyai keinginan yang luar biasa karena ekonomi tak mencukupi akhirnya ia terfikirkan untuk mengedit dirinya sedang berfoto bersama ibu-ibu highclass. Dan memang semua yang di kritiknya itu hanya untuk mendapatkan barang tersebut secara gratis. namun tanpa disangka ulahnya justru membuat orang lain rugi, awalnya ia sempat merasa bersalah dengan sebuah toko tas yang harus tutup karena ulahnya yang tak ingin membayar namun karena sudah dibutakan oleh barang mewah tersebut ia sudah tak memperdulikan orang mau bangkrut atau tidaknya.


"huft.... kemungkinan kita akan lembur" ujar Ayza menghela nafas.


"Kak Ay, yakin bisa selesai malam ini?" tanya Arin tak yakin


"Insyaallah rin, suruh Andre bawa kemari busana itu" pinta Ayza


"Baik kak" Arin keluar dengan tergesa untuk memanggil Andre dan menyampaikan pesan Ayza barusan.


"Lo kenapa Ay?" tanya Amel yang melihat Ayza tampak berfikir keras.


"Masalah busana gue bisa selesaikan malam ini mel, tapi masalahnya tante inka ini hanya akan mencari kesalahan kita agar dia dapat membawa gaun itu secara gratis. jadi mau kita selesai atau enggak mau itu bagus atau tidak jadi tidak berpengaruh pada tante inka ini mel" ungkap Ayza yang masih menatap kedepan.


"Lo benar Ay, ck... ada ya orang begitu. terus kita harus gimana Ay. kenapa kita gak tolak aja sih kemarin arrrgghhh... setress gue" kesal Amel sambil mengacak rambutnya.


"Gue kan udah bilang mel gak ada ngaruhnya mau kita tolak atau terima pada akhirnya tante inka akan menjelekan butik ini" terang Ayza


"Satu-satunya cara adalah..... " Ayza menyeringai dan membuat Amel ngeri melihatnya.

__ADS_1


"Apa caranya Ay?" tanya Amel penasaran


"Tunggu saja... sekarang ayo kita persiapkan agar busana itu selesai tepat waktu agar kita tidak disalahkannya" ucap Ayza dengan senyum penuh makna.


__ADS_2