Idola Kampus

Idola Kampus
Eps 62


__ADS_3

Albian Cs, Ayza dan Amel kini sedang berada di taman kampus. mereka cukup terkejut akan tindakan Albian tadi.


"Ay maaf" sesal Albian


"Wah wah kini kata sakral itu bisa keluar juga dari mulut seorang Albian" celetuk Arvin dan membuat Dimas dan Robby hanya tertawa kecil mendengar celetukan Arvin.


"Ck.. kalian pergilah" usir Albian yang jengkel karena Arvin selalu saja membuatnya malu didepan Ayza.


"Hei Al, lo gak bisa usir gue. karena bebeb gue ada disini juga" sahur Dimas sambil mengedipkan mata pada Amel.


Albian langsung mendekat kearah Ayza dan kembali meminta maaf dengan suara lirih namun masih bisa didengar mereka semua.


"Maaf untuk apa?" tanya Ayza


"Tadi apa aku membuatmu takut?" tanya Albian sambil menundukan kepalanya.


"Gue biasa aja tuh" ujar Ayza dan membuat Albian langsung mendongakan kepalanya.


"Gue terimakasih karena lo sudah bela kita tadi. tapi tak usah terus mengaku kalau gue pacar lo" protes Ayza.


"Hehe... kan memang pacar"


"ck.. " decih Ayza memutar bola matanya malas.


"Ay aku serius sangat sangat serius malahan aku ingin kamu jadi istriku" ungkap Albian tanpa rasa malu lagi.


"Nyamuk...nyamuk....nyamuk" sindir Amel, Dimas, Arvin dan Robby bersamaan.


"Haissshh..... " Ayza langsung membalikkan badannya hendak meninggalkan Albian dan teman-temannya namun selang beberapa langkah ia berucap.


"Nembak tuh yang romantis dong" ucap Ayza lalu kembali berjalan tanpa menoleh kebelakang lagi.

__ADS_1


Albian dan teman-temannya beserta Amel langsung saling tatap dan melompat lompat bersama saking gembiranya.


"Al, lo harus siapkan sesuatu yang sangat spesial Al" ujar Arvin


"Iya Al, tenang saja gue akan bantu" sahut Amel


"Kita semua akan bantu Al" timpal Robby.


"Al, dukungan lo banyak. awas kalau gagal" ancam Dimas dan mereka pun tertawa.


"Gue akan berusaha agar tak mengecewakan" ujarnya masih tersenyum.


Ayza berjalan dengan sedikit cepat, ia menuju toilet wanita. ia bercermin memandangi dirinya lalu


"Aarrgghh..... kenapa sih gue? kenapa malah nantangin Albian, tuh anak kan nekat" gerutu Ayza didepan cermin.


Tak begitu lama Nadya masuk ketoilet juga dan melihat Ayza disana ia tak mau menyia-nyiakannya.


"Bukan sok cantik tapi emang gue cantik" batin Ayza dengan pede.


"Woi gue ngomong sama elo, budek ya?" kesal Nadya karena Ayza tak merespon sama sekali.


"Lo ngomong sama gue?" Tanya Ayza sambil berbalik badan menghadap Nadya


"Iya lah bego atau apa elo?"


"Ada apa?" tanya Ayza langsung melipat tangannya kedepan.


"Cih, gue mau lo jauhi Albian. sadar diri ya elo tuh gak sebanding dan sangat tidak cocok buat Albian" ucap Nadya sambil menunjuk nunjuk Ayza.


"Terus, lo fikir lo sebanding?" ujar Ayza kembali.

__ADS_1


"Of course, itu sudah sangat jelas. kami sangat serasi" sombong Nadya.


"He, serasi? tapi kenapa yah Albian malah jijik dekat elo" remeh Ayza


"Kurang ajar, kalian berdua, kenapa diam saja? cepat pegangi dia gue mau kasih pelajaran buat cewek ganjen ini" perintah Nadya dan temannya itu pun langsung mengangguk dan memegang tangan Ayza.


Setelah Nadya sudah mengisi ember dengan air, Nadya pun hendak menyiramkannya ke Ayza namun tak akan ia sangka kalau Ayza sebenarnya jago bela diri jadi ia memang menunggu momen yang tepat untuk memberi Nadya pelajaran.


Begitu Nadya sudah mengangkat embernya dan hendak menyiramkannya pada Ayza. dengan sekuat tenaga Ayza malah menarik kedua tangannya hingga teman-teman Nadya itu saling bertabrakan dan yang lebih apesnya lagi mereka terkena siraman Nadya yang membuat semua pakaian mereka basah.


"aaaaaa....Nad lo kok malah nyiram kita sih" kesal Sinta yang sudah terduduk dilantai


"Eh maaf guys, gue gak sengaja" ujar Nadya


"Heh ini gara-gara elo" Nadya pun langsung berjalan menghampiri Ayza dan hendak menjambak rambutnya namun lagi-lagi gagal, karena Ayza langsung mencekram tangan Nadya kuat.


Didorongnya Nadya sampai masuk kedalam bilik toilet dan dimasukkannya kepala Nadya ke lubang kloset.


"Ini balasannya kalau lo berani hina sahabat gue dan cewek murahan kayak lo dengan beraninya nunjuk- nunjuk gue dengan jari kotor lo itu. ini masih gue kasih keringan karena kepala lo doang yang masuk ke kloset. sekali lagi lo buat masalah sama orang-orang disekitar gue. gue bisa pastikan lo akan hancur" ancam Ayza lalu melepaskan Nadya yang terengah-engah karena menahan bau kloset itu.


"Gilaaa sin... Ayza serem banget. gue sudah bilang jangan usik Ayza dia kan terkenal dingin" bisik Sisil, mereka berdua ketakutan melihat Nadya yang sudah di ubek-ubek didalam kloset sana.


"Benar sil, Albian dan Ayza memang cocok. mereka sama-sama menyeramkan jika ada yang mengusik mereka. jadi mending kita kabur dari sini dari pada kita juga kena" ujar Sinta dan benar saja mereka langsung keluar dari toilet dengan terburu-buru.


Melihat kedua teman Nadya itu sudah tidak ditempat Ayza hanya menyeringai dan berlalu meninggalkan Nadya yang masih didalam toilet.


"Dasar psycopat" teriak Nadya dan seketika langsung terdiam saat Ayza kembali menatapnya.


ia tak berani berkutik didepan Ayza sampai Ayza benar-benar pergi meninggalkannya sendiri ditoilet.


"Aarrrrgghh... sial. Awas lo Ayza gue pastikan lo akan mati ditangan gue" gumam Nadya yang kemarahannya sudah memuncak.

__ADS_1


"Kemana mereka? si*lan mereka ninggalin gue. be ar-benar teman s**lan" rutuk Nadya sangat kesal.


__ADS_2