Idola Kampus

Idola Kampus
Eps 49


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul 09.00 wib. Ayza baru saja tiba di butik miliknya, dengan segera ia masuk dan disapa oleh beberapa karyawannya.


"Selamat pagi mbak Ayza" sapa ke empat karyawan butiknya.


"Pagi"


"Andre, kamu tolong bawakan busana pesanan tante inka keruangan Amel ya" pinta Ayza


"Baik mbak" Andre pun mengikuti Ayza menuju lantai atas.


Pintu lift terbuka, Ayza keluar terlebih dahulu kemudian diikuti oleh Andre dibelakangnya.


Cklek...


"Silahkan dre, bawalah manekin itu keruangan Amel dan satu lagi jika ada pelanggan yang bernama inka kamu suruh ia untuk tahan dulu hingga 10 menit lalu setelah itu barulah kamu ajak beliau keruangan Amel" Ayza memberi arahan pada Andre dan di mengerti oleh Andre.


Usai mendengar perintah dari bosnya tersebut, Andre langsung berjalan menuju manekin mengangkatnya untuk ia bawa ke ruangan Amel. sedangkan Ayza sibuk menyiapkan sesuatu agar rencananya berhasil.

__ADS_1


tok.. tok..


"Masuk" teriak Amel dari dalam ruangan


"Maaf mbak, saya disuruh mbak Ayza menaruh manekin ini diruangan mbak" ucap Andre


"Hah??? ruangan saya?" tanya Amel bingung


"Iya mel, udah ndre kamu bawa masuk manekin itu" ujar Ayza setelah tiba didekat Amel yang masih kebingungan.


"Ay, itu kan tugasnya Arin"


"Mbak manekinnya sudah saya letakkan didalam" ucap Andre sopan.


"Oke makasih ndre" Ayza tersenyum sembari menepuk bahu Andre sebelum ia masuk kedalam ruangan Amel.


"Gue gak bisa mandi nih, mbak Ayza perdana nyentuh gue. jangankan menyentuh untuk tersenyum saja ini pertama kalinya gue lihat senyum cantik mbak Ayza aarrgghh senangnya" batin Andre senang

__ADS_1


"Loh kalian belum pulang?" tanya Ayza ketika sudah memasuki ruangan Amel dan ternyata disana masih ada Albian dan juga Dimas.


"Hei Ay" sapa Dimas ✋


Tanpa menghiraukan sapaan Dimas dan Albian, Ayza segera menyusun ruangan Amel agar rencananya berjalan mulus.


Ayza meletakkan beberapa kamera kecil di setiap sudut ruangan Amel, sebuah mikrofon kecil yang ia selipkan di pakaian Amel dan pakaian Ayza sendiri. ia mencobanya di laptop dan menyuruh Dimas dan Albian untuk berbicara agar ia dapat melihat apakah rancangannya sudah sesuai atau belum.


Setelah dirasa sudah bagus, kemudian ia meletakkan sebuah map coklat di atas meja Amel agar nantinya ia dapat dengan mudah menggapainya. Tak lupa ia menyuruh paman Jo untuk meretas akun Insakram milik tante inka dan menghubungkannya dengan kamera-kamera yang telah dipasang Ayza tadi agar nantinya ia dapat live disana.


Semua persiapan sudah siap tinggal menunggu umpan masuk kedalam perangkap. sedang Amel, Dimas dan juga Albian yang sedari tadi memperhatikan Ayza pun hanya bisa melongo. sungguh sebuah persiapan yang sangat matang, fikir mereka bertiga.


"Gila, lebih lebih nangkap keruptor ini mah" batin Dimas


"Dia ini intel atau apa? tapi cerdas juga calon pacar gue" batin Albian sembari tersenyum senyum sendiri.


"Selamat malu tujuh turunan tante inka hehe" batin Amel.

__ADS_1


Akhirnya, waktu sudah menunjukkan pukul 10.15 wib. Andre pun menghubungi Amel untuk memberitahu mereka jika tante inka baru saja tiba di butik. Amel pun segera memberitahu Ayza, dia mengerti lalu mulai memberitahukan paman Jo untuk bersiap-siap. dan Ayza menyuruh Dimas dan juga Albian bersembunyi di ruangan lain yang masih berada didalam ruangan Amel.


Hingga 10 menit berlalu, seperti yang diperintahkan Ayza, Andre pun membawa tante inka menuju ruangan Amel dilantai atas.


__ADS_2