
Bertemu Nadya....
Saat ini Ayza sudah tak ingin membuang waktu, ia ingin segera berbicara dengan Nadya dan mencoba berdamai. namun jika ia tak bisa di ajak kerja sama maka mau tak mau ia akan bertindak.
"Sayang, kamu yakin mau memberi wanita itu kesempatan?" tanya Albian di sela perjalanan mereka menuju markas blackwoe.
"Tidak begitu yakin sih mas, lihat kondisinya nanti bagaimana" jawab Ayza.
"hemmm... Yasudah, apapun yang kamu mau sayang, aku akan menuruti nya" ujar Albian seraya mengelus rambut Ayza.
"Makasih suamiku tercinta.. hehe..."
Setelah 30 menit mereka menempuh perjalanan, kini tibalah Ayza dan Albian di markas blackwoe. disana mereka sudah di sambut oleh tangan kanan Ari dan membawanya ke ruangan Ari.
"Bang Ari" panggil Albian setelah di persilahkan masuk oleh pemilik ruangan.
"Weh...Al, sudah datang dari tadi?" tanya Ari.
"Enggak kok bang, baru saja tiba. gimana bang kabarnya?" tanya Albian seraya saling berpeluk sama Ari.
"Alhamdulillah baik Al, Lo sendiri gimana?"
"Ya Alhamdulillah baik juga bang, oh ya bang kenalin istri gue. Ayza, sayang kenalin ini bang Ari sepupu Arvin dan ketua dari blackwoe" Albian memperkenalkan Ari pada Ayza.
"Halo bang, saya Ayza" sambil berjabat tangan dengan Ari.
"Ayza? Cantik sekali, sayang gue terlambat mengenalnya. kalau bukan istri Albian, sudah gue kurung untuk jadi istri gue" batin Ari terpesona dengan Ayza.
"bang, bengong aja" tegur Albian
"Eh sorry sorry, mari duduk dulu" ajak Ari menuju sofa yang terdapat di ruangannya.
"Dari tatapan bang Ari, apa mungkin dia menyukai Ayza?" fikir Albian seraya memperhatikan Ari.
"Jadi gimana Al masalah tawanan itu?" tanya Ari membuka obrolan.
"Istri saya ingin menemui nya dulu bang, siapa tau bisa diajak kompromi" ujar Albian
"Hemm...tapi menurut gue, wanita itu sangat nekat Al, jadi susah untuk di ajak bicara baik-baik. dia itu licik" terang Ari.
__ADS_1
"Selama disini, apa dia tidak menunjukkan suatu perubahan bang?" tanya Ayza dan Ari pun menggelengkan kepalanya.
"Anak buah gue sering banget kena akal bulusnya, tapi tidak sampai keluar dari markas. gue sudah pelajari karakter mereka selama mereka disini. Nadya terlalu terobsesi dengan Albian sehingga akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan nya, Yanuar itu juga terobsesi dengan Nadya meski sekarang Nadya sudah mengetahui identitas asli Yanuar yang membuat nya jijik. jadi intinya keluarga ini sudah bermasalah dari dalam, sama-sama licik, sehingga susah untuk kita antisipasi jika lepas" ungkap Ari.
"Hemmm... sayang dengar kan apa kata bang Ari. kita gak usah kasih kesempatan lagi lah sama ulet bulu itu" pinta Albian yang memang tidak setujuh dengan keinginan Ayza yang ingin memberikan Nadya kesempatan kedua.
"Yasudah kita lihat dulu aja mas"
"Gimana bang?" tanya Albian pada Ari, dan Ari pun memberi kode tanda mengiyakan.
Ari pun mengajak mereka untuk turun ke ruang tahanan bawah tanah, dimana Nadya dan keluarganya dikurung.
"Astaga, kenapa dengan rambutnya mas?" bisik Ayza sedikit terkejut.
"Dibotakin sama anak buah bang Ari" balas Albian sedikit tertawa.
"Selamat sore bos" sapa anggota Blackwoe seraya membungkukkan badan mereka.
"Bawa sih Nadya itu keruangan tersendiri" titah Ari
Ayza pun di beri arahan untuk menuju ke sebuah ruangan yang di dalamnya sudah ada Nadya. awalnya Albian ingin ikut masuk menemani Ayza, namun Ayza mencegahnya dan memohon agar dia bisa berbicara berdua dengan Nadya dulu.
"Gue gak pernah berniat mengurung Lo, tapi ini semua terjadi juga atas kesalahan Lo sendiri, bukan?"
"Halah, kalau Lo gak merebut Albian dari gue, gue tidak akan berbuat senekat ini. semua ini gara-gara wanita ular seperti Lo" bentak Nadya
"Begini ya Nadya, agar Lo sadar. Semua orang tau kalau Lo yang selalu mengejar Albian selama ini, elo gak pernah di anggap keberadaan nya ada kan oleh suami gue. terus Lo seakan gak tau malunya mengakui suami gue sebagai pacar Lo. terus kenapa disini gue yang berperan sebagai perebut Albian disaat dia tak memiliki hubungan pada siapapun. dan satu lagi kami saling mencintai dan melengkapi" tutur Ayza.
"Terus Lo bangga bisa memiliki Albian?" tanyanya dengan senyum meremehkan.
"Tentu bangga, karena Albian selalu memperlakukan gue dengan baik bahkan sangat sangat baik, sampai gue gak tau rasanya diabaikan dan tak dianggap" jawab Ayza santai
Seketika Nadya terdiam, mulutnya terasa keluh kala mendengar penuturan Ayza barusan. ia merasa perkataan Ayza itu benar, jika saja ia di cintai juga oleh Albian tentu saat ini ia sudah jauh lebih bahagia, tidak seperti sekarang menderita bahkan nasibnya sangat lah buruk, di kucilkan di pulau tak berpenghuni, tak memiliki harta apapun lagi, di nikahi oleh pria yang ternyata seorang wanita, dan sekarang nasibnya antara hidup dan mati tanpa kebahagiaan. disana Nadya pun langsung menangis namun seketika langsung di hapusnya kembali Karena tak ingin dilihat oleh Ayza.
"Elo gak tau apa-apa tentang hidup gue. mending Lo pergi dari sini dan gak usah lagi temui gue. gue benci sama Lo Ayza" Nadya pun segera berdiri dan hendak meninggalkan Ayza namun sebelum meninggalkan ruangan itu, Nadya sempat berbalik melihat Ayza yang membelakanginya.
"Elo benar Ay, hidup gue hancur karena keegoisan dan keserakahan gue sendiri, bahkan gue membawa kedua orang tua gue hancur bersama gue. sekarang gue sangat menyesal" batin Nadya.
Ayza masih duduk sendirian didalam ruangan itu. dia tersenyum senang karena seperti nya dugaannya tentang Nadya benar. Nadya seperti itu karena tidak ada yang mengarahkannya dan mencegahnya untuk melakukan kesalahan, orang tuanya selalu menuruti semua kemauan Nadya apapun yang Nadya lakukan mau itu benar atau pun salah mereka selalu mendukungnya sehingga menjadikan sikap Nadya menjadi seenaknya dan tidak terkontrol.
__ADS_1
"Sayang, are you okay?" tanya Albian
"Aku tidak apa-apa mas" Jawab nya sambil tersenyum manis
"Kita eksekusi saja keluarga itu" ujar Albian
"Jangan mas, Nadya akan berubah. dia sepertinyq sudah mulai sadar"
"Sadar?? orang seperti Nadya itu mana ada sadarnya sayang"
"Percaya deh sama aku" Ayza seraya mengedipkan satu matanya.
"Bang Ari, kita tunggu saja beberapa hari ini. saya yakin fikiran Nadya akan berubah sedikit demi sedikit asal bang Ari bantu juga untuk mengingat kannya" pinta Ayza.
"Gue gak mau urusan begituan, kalau langsung bunuh gue sanggup kalau buat menasehati orang. tidak terimakasih" tolak Ari.
"Yasudah, aku akan sering menelpon kalian untuk berbicara dengan Nadya" ujar Ayza tak mau kalah.
"Dasar istri Lo itu Al, keras kepala" protesnya pada Albian
"hehe...begitulah bang" sahut Albian sambil tersenyum.
Setelah selesai urusan mereka di markas blackwoe, Albian dan Ayza pun berpamitan untuk pulang kerumah. karena Ayza juga kepikiran dengan baby Fairel yang di tinggal sendirian bersama Sarah.
"Sayang, nanti ya" Albian mengkode Ayza dengan senyum nakalnya.
"Apa yang nanti?" tanya Ayza yang tak mengerti apa yang dimaksud Albian.
"Ituloh sayang, bikin adik untuk Fairel"
"Hoaaammm .... aku ngantuk mas" Ayza mengalihkan pembicaraan dengan berpura-pura tidur menghadap luar kaca mobil.
"Iiss kebiasaan deh kamu tuh sayang" kesal Albian.
"Sayang...." Albian menguncang tubuh Ayza namun Ayza tak merespon nya.
"Sayang..."
"Awas aja kamu ya aku mangsa pas sampai rumah" gerutu Albian.
__ADS_1