Idola Kampus

Idola Kampus
Eps 93


__ADS_3

Honeymoon


Dipagi yang cerah, nampaklah dua insan yang masih terlelap.


Tring... tringgg...


"Hemm...." jawab Albian setelah menemukan handphone-nya di atas nakas.


📞 ....


"Oh astaga, oke. thank you" Setelah itu Albian langsung memutuskan panggilannya.


"Ada apa sayang?" tanya Ayza yang baru saja terbangun.


"Begini sayang, aku lupa kalau hari ini kita akan berangkat honeymoon. jadi sekarang lebih baik kita bersiap-siap" ujar Albian


"Hah? honeymoon? kemana sayang? kok kamu gak bilang?" tanya Ayza beruntun.


"Iya sayang kan aku lupa hehe... kita akan ke sebuah pulau sayang" beritahu Albian


"Sungguh? dimanakah itu sayang?" tanya Ayza kembali.


"Hemmm... rahasia. yang jelas, sekarang istriku ini harus bersiap-siap" jawab Albian sembari mencoel hidung Ayza.


"Jahat banget deh, yasudah aku akan mandi dulu" Ayza pun langsung berdiri dengan wajah yang cemberut, ia melangkah dengan gontai ke arah toilet.


"Istriku, apakah kamu ingin suami mu ini memandikanmu" goda Albian yang sudah siap ingin berdiri.


"Tidak, terimakasih" tolak Ayza dan ia pun langsung berlari masuk ke dalam toilet.


Melihat tingkah menggemaskan sang istri, Albian hanya bisa tertawa.


Setelah Ayza selesai membersihkan diri, Albian pun langsung menghampirinya.


cup....


"Morning kiss istriku"


"Hemm... suamiku ini memang paling bisa mencari kesempatan dalam kesempitan" sindir Ayza.


"Hahaha... kamu itu selalu saja membuatku gemas" Ucap Albian seraya mengacak rambut Ayza.


"Sudah sana mandi, nanti aku siapkan pakaiannya" pinta Ayza dan Albian mengangguk lalu segera masuk kedalam toilet.


Seusai menyelesaikan rutinitas pagi serta sarapan di dalam kamar hotel itu. mereka pun segera bersiap untuk menuju ke bandara, sedangkan semua keluarga pun sudah menunggu mereka di bandara.


"Kak, segera kasih keponakan ya untuk kami" bisik Dara dan Syasya kepada Ayza.

__ADS_1


"Sssttt.. Kalian ini" kesal Ayza


"Bro... gimana malam pertama?" bisik Arvin yang penasaran.


"Kotor amat otak lo vin vin, gak usah dengarin bro"


"Mantap gak bro?" bisik Dimas


"Huhhh... lo mah sama aja anak kutu" kesal Robby. membuat Dimas menunjukkan deretan giginya seraya menggaruk kepalanya yang tak gatal. sedangkan Albian hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Al, jaga Ayza baik-baik" pesan ayah Arsenio.


"Siap Ayah, tanpa ayah minta pun Al akan menjaga Ayza dengan segenap jiwa dan raga Al" jawab Albian


"Pa, kok Ayza biasa saja ya? hah 😯 apa punya anak kita terlalu kecil pa, jadi menantu kita tidak terlalu merasakannya" bisik mama Denisa dengan panik.


"Husst... mama ini kok ngomong gitu. mungkin aja kan Ayza saat ini sedang menahannya saja, tidak mungkin dia menunjukkannya kepada kita semu" balas papa Fernand.


"Iihh... papa gak inget dulu malam pertama kita? mama sampai tidak bisa bangkit dari tempat tidur pa" Sontak perkataan istrinya itu langsung membuat papa Fernand langsung membulatkan matanya dan melihat kearah bawah Albian.


"Waduh maa gawat. kalau begitu kita harus mencari dokter terbaik untuk anak kita, ini demi menantu kesayangan kita yang akan memberikan kita cucu" bisik papa Fernand dan di angguki oleh sang istri.


Kini tibalah Albian dan Ayza pamit kepada kedua orang tua Albian. dengan memberikan senyum, mereka pun menyambut anak-anaknya dengan ramah.


"Ma, pa, Al dan Ayza pamit dulu ya" tanpa menjawab papanya pun langsung memeluk Albian seraya berbisik.


"Al, apakah terlalu kecil?" bisik papa Fernand


"Kamu harus membuat istrimu itu puas Al, bisa gawat kamu kalau itu mu kecil. kamu tenang saja papa akan carikan dokter terbaik untuk kamu" ujar papa Fernand masih berbisik di telinga Albian.


"Papa ngomong apa sih? satu pun perkataan papa aku tidak mengerti" batin Albian.


"Ayza, kamu yang sabar ya. kami akan mengusahakan yang terbaik, agar Albian tidak mengecewakan kamu lagi nak" ujar mama Denisa sembari memeluk Ayza.


"Maksudnya ma?" tanya Ayza yang kebingungan dengah arah pembicaraan mama mertuanya itu.


"Mama tau kamu pasti merasa tidak puas, tidak apa nak nanti kita bisa mencari dokter terbaik yang ada di dunia ini" seru mama Denisa kembali.


"Mama ngomongin apa sih? Sumpah aku gak paham apa yang mama maksud" batin Ayza.


Setelah itu mereka pun melepas pelukan mereka, dengan senyum canggung baik dari Albian maupun Ayza.


Saat keduanya sudah duduk di dalam pesawat barulah Ayza membuka pembicaraan.


"Sayang" panggil Ayza.


"Istriku, panggilan sayang itu sudah kuno. itu zaman kita pacaran sekarang kita sudah menikah jadi panggilan kita ganti juga ya" pinta Albian.

__ADS_1


"Huft... kenapa harus ganti-ganti sih. kan panggilan sayang itu umum sayang"


"Nah justru umum itu, aku maunya yang spesial. yah... yah my wife please" mohon Albian dan akhirnya Ayza pun mengiya kan permintaan suaminya itu.


"Apa ini yang mama maksud butuh dokter? tapi sedari kami pacaran juga Albian memang suka konyol begini sih. ah sudahlah lebih baik aku cerita aja sama Al" fikir Ayza yang sedari tadi berbicara sendiri didalam hati.


"Istriku, kenapa dari tadi melamun? apa ada sesuatu yang kamu fikirkan?" tanya Albian yang berhasil membuyarkan lamunannya.


"Eh... itu hubby, aku kok geli ya manggil kamu hubby" ujar Ayza dengan tampangnya yang polos.


"Iiss.... menyebalkan" rutuk Albian memonyongkan bibirnya.


"Hahaha.... enggak kok my hubby tersayang. uwwwuu. uwuuu ngambek ni yee" goda Ayza sembari mengunyel unyel pipi Albian.


"My wife jangan seperti ini. bisa-bisa pertahananku runtuh" bisik Albian kepada Ayza.


"Ck... selalu saja begitu" kesal Ayza.


"Oh ya hubby...aku boleh tanya sesuatu?" tanya Ayza sedikit ragu.


"Boleh istriku sayang, mau nanya apa?" tanya Albian seraya mengelus elus rambut Ayza penuh kasih sayang.


"Begini hubby, tadi saat kita berpamitan sama mama Denisa dan papa Fernand, mama Denisa bilang ingin mencarikan kamu dokter terbaik, apakah kamu sedang sakit hubby?" tanya Ayza sedikit cemas.


"Jadi mama juga bilang masalah dokter itu mywife?" Tanya Albian lalu Ayza mengangguk dengan cepat.


"Hemm aneh sekali. tadi papa juga bilang mau mencarikan dokter terbaik untukku. tapi aku tidak merasa sakit apapun kok sayang" bantah Albian karena memang dia tidak merasakan sakit atau apapun pada dirinya


"Yasudah hubby nanti kita bisa tanyakan pada mama dan papa setelah pulang honeymoon" ujar Ayza menenangkan suaminya itu.


Akhirnya mereka pun berdiam diri, lalu tak lama dari itu mereka pun tertidur hingga pesawat akan landing di sebuah kepulauan yang terletak di eropa.


Kepulauan yang mereka tujuh adalah Sardinia, sebuah pulau terbesar kedua setelah Sisilia di Laut Tengah. Sardinia terletak di antara Italia, Spanyol dan Tunisia, di sebalah selatan Pulau Korsika.


"Istriku bangun, kita sudah tiba" Albian membangunkan Ayza dengan lembut.


"Errgg... dimana ini hubby?" tanya Ayza yang masih setengah sadar akibat baru bangun tidur.


"Sana cuci muka dulu sayang"


"Hemm... tunggu ya hubby"


Albian pun segera meminta para pengawal yang sudah di tugaskan oleh orang tua Ayza disana.


"Kalian tolong bawa saja semua barang kami" titah Albian.


"Baik tuan" mereka semua pun langsung keluar dengan membawa koler serta barang lainnya

__ADS_1


"Ayo istriku" ajak Albian ketika Ayza sudah keluar dari toilet.


Mereka berdua akhirnya turun dari pesawat pribadi keluarga Fernand Sanjaya. mereka berjalan dengan wajah datarnya, seperti biasa Ayza akan menyilangkan tangannya kedepan. namun dengan cepat Albian menggenggam tangan Ayza. semua mata tertujuh pada mereka berdua, namun baik Ayza dan Albian tak ada yang menghiraukannya. mereka terus berjalan hingga tibalah mereka di depan sebuah mobil yang di bawa oleh pengawal suruhan ayah Arsenio, mereka lah yang akan menghantarkan mereka ke villa milik kerabat Albian.


__ADS_2