Idola Kampus

Idola Kampus
Eps 101


__ADS_3

Sudah beberapa bulan sejak kembalinya Albian dan Ayza ke indonesia, sudah banyak hari terus berganti dan telah Albian dan Ayza lalui bersama, suka duka sudah mereka rasakan sebagai pasangan suami istri. Albian menjadi suami yang selalu melindungi Ayza dan ia juga sedikit posesif kala ada seseorang yang mengajak Ayza berbincang.


Pagi hari, seperti biasa rutinitas pagi Ayza yaitu menyiapkan pakaian untuk suaminya dan membuatkannya sarapan. namun hari ini agak berbeda, Ayza merasa tubuhnya sangat lemas dan sedikit pusing, namun ia memaksakan diri untuk tetap memasakkan sarapan untuk suaminya. saat tengah menyiapkan bahan dari kulkas...


"Ueekkk.... ueeekkk" Albian yang baru saja hendak masuk ke kamar mandi mendengar istrinya muntah-muntah pun langsung berlari kebawah menuju dapur.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Albian saat sudah berada disamping Ayza.


"Enggak tau hubby, perutku sangat mual" adu Ayza yang sudah terlihat pucat.


"Yasudah hari ini istirahat saja sayang, aku akan panggilkan dokter untuk memeriksamu" Albian pun langsung menggendong Ayza tanpa mendengar jawaban Ayza.


"Tapi -"


"No, tapi tapian sayang" tolak Albian.


"Nah sekarang kamu istirahat dulu ya sambil menunggu dokter Ani datang"


"Siapa dokter Ani?" tanya Ayza yang merasa asing dengan nama itu karena biasanya Albian akan menghubungi dokter pribadinya bernama Arya.


"Dokter khusus untuk kamu sayang"


"Bukankah ada dokter Arya?"


"Tidak akan aku biarkan pria lain menyentuh kamu" ujar Albian tegas. dan Ayza hanya mengangguk tak ingin ribut karena kondisinya saat ini sangat lemah


Albian senantiasa selalu di samping Ayza, hingga selalu menemaninya ke kamar mandi saat rasa mual Ayza datang kembali. sudah berkali-kali Ayza bolak balik kamar mandi dan muntah, membuat Albian sangat khawatir dengan keadaan sang istri.


~ Halo dokter Ani, kau sungguh lelet sekali cepatlah sedikit istriku sudah sangat lemas. kalau sampai terjadi apa-apa pada istriku akan ku buat kau hancur" Ancam Albian yang sudah kehilangan kesabarannya.


📞 Ma...maaf tuan saya tadi terkena macet karena ada korban kecelakaan tapi ini saya sudah hampir tiba di kediaman tuan, mohon sabar sebentar lagi tuan.


"Sayang, jangan marah-marah begitu" Ayza menenangkan Albian.


~ cepat kalau dalam waktu 5 menit belum juga tiba akan ku pecat kau.


📞 baik tuan, terimakasih.


Akhirnya belum juga 5 menit dokter Ani pun tiba dengan tampang cemas karena ia takut akan ancaman yang di berikan Albian tadi.


Ting.... tungg....

__ADS_1


"Siapa lagi itu" kesal Albian.


"Sayang, aku bukakan pintu dulu ya. tapi kamu dengan siapa disini. aku akan telfon mama deh" panik Albian


"Hubby, aku tidak apa-apa, bukakan saja pintunya dulu. jangan telfon mama nanti mereka cemas, lagian ini hanya demam biasa hubby" jelas Ayza.


"Demam biasa apa sampai kamu lemas begitu, tidak akan aku biarkan kamu kesakitan begini sayang"


"Kamu lebay sekali, sana buka pintu dulu hubby kasihan tamunya... eee... uueeekkk" Ayza langsung berlari ke kamar mandi kembali.


"Jangan ikut sana buka pintu saja hu.. bby" pinta Ayza dari balik pintu kamar mandi.


Dengan terpaksa Albian pun menuruti Ayza, ia juga risih bel rumahnya berbunyi terus.


"Siapa sih itu, tidak tau apa kalau istri ku lagi sakit. mau minta di hajar ini orang" rutuk Albian dengan sedikit berlari agar segera tiba dan kembali lagi kekamar untuk menjaga istrinya.


Tiba di depan, Albian langsung membuka pintunya.


"Permisi tuan, saya Ani tuan dokter yang ditugaskan untuk menjadi dokter pribadi nona, maaf saya terlambat" ujar dokter Ani.


"Cepat, istri saya di atas" Albian langsung berjalan mendahului dokter itu.


"Astaga, benar-benar menyeramkan tuan Albian. semoga gosip yang bilang nona Ayza tak kalah galaknya dari tuan Albian itu hanya rumor" batin dokter Ani sedikit takut.


"Permisi nona, saya Ani. dokter yang ditugaskan untuk memeriksa nona" ucapnya sedikit takut.


"Iya" jawab Ayza singkat.


"Permisi ya nona, izin periksa" Dokter Ani pun langsung mengeluarkan testoskopnya dan mulai memeriksa Ayza.


"Jadi kenapa istri saya?" tanya Albian ketus.


"Maaf nona, kapan nona terakhir datang bulan?" tanya Dokter Ani.


"Hemm... sepertinya...oh astaga saya sudah telat 2 bulan ini. apakah saya?" tanya Ayza menggantung.


"Sepertinya begitu nona, dari hasil pemeriksaan saya memang mengarah ke sana. tapi untuk memastikannya lagi nona bisa tes atau datang langsung kerumah sakit untuk memastikannya" jawab dokter Ani


"Sayang ada apa? aku sungguh tidak mengerti" rengek Albian yang sontak membuat dokter Ani syok. mengapa tidak? karena Albian yang sedari tadi mengintimidasinya langsung menjadi pria yang sangat manja pada istrinya.


Ayza pun tersenyum manis kepada Albian.

__ADS_1


"Nanti kamu juga akan mengerti hubby" ujar Ayza masih tersenyum manis.


"Duh nona Ayza cantik sekali saat tersenyum seperti itu, padahal wajahnya saat ini masih pucat tapi tidak sedikitpun menghilangkan kecantikannya yang hakiki. saya jadi bersyukur menjadi dokter pribadi nona Ayza, karena sisi lain dari keduanya bisa dengan leluasa saya melihatnya" dokter Ani berbicara didalam hati merasa bangga.


"Tunggu sebentar" Albian bergegas menuju walkin closet.


"Ayo sayang kita periksa sekarang" Albian keluar dengan pakaiannya yang sudah rapi.


"Astaga, hubby. gercep amat" Ayza menggelengkan kepalanya akibat ulah suaminya itu.


"Aku penasaran sayang, lagi juga aku tidak tega melihatmu kesakitan begitu sayang, mana kamu muntah terus" ucap Albian semakin cemas.


"Dok, tolong jelaskan pada suami saya" pinta Ayza dengan sopan.


"Baik nona, Tuan tenang saja, ini bukan sesuatu yang membahayakan nona" ungkap Dokter Ani.


"Kamu yakin?" tanya Albian dingin berbeda jauh saat ia berbicara pada istrinya.


"Yak... yakin tuan"


"Lalu kenapa harus ke rumah sakit?" tanya Albian kembali mengintimidasi dokter Ani.


"Hubby jangan berlebihan, kasihan dokter Ani ketakutan begitu" tegur Ayza pelan karena tenaganya masih belum ada.


"Sudah dok, tak perlu di jawab. ayo kita ke rumah sakit saja" ajak Ayza membuat Albian sedikit kesal.


Tanpa babibu lagi, mereka pun berangkat ke rumah sakit untuk memeriksakan keadaan Ayza. setelah memakan waktu lebih kurang 20 menit, mereka pun tiba di rumah sakit milik keluarga Albian.


"Ruang kandungan?" gumam Albian yang bingung kenapa istrinya di bawa keruang kandungan.


Albian masih belum menyadari tentang kondisi istrinya itu. saking cemasnya ia tidak bisa mikir dan terus mengikuti Ayza yang di bawa menggunakan kursi roda.


"Bagaimana keadaan istri saya dokter?" tanya Albian masih menampilkan wajah datarnya.


"Selamat pak Albian, istri bapak saat ini sedang mengandung anak bapak, kini usia kandungannya sudah 5 minggu" dokter itu memberi selamat kepada Albian.


"Jadi, istri saya hamil?" tanya Albian memastikan.


"Iya pak" jawab dokter itu dengan senyum, ia pun ikut bahagia apalagi ketika raut wajah Albian yang sudah berubah tidak datar lagi.


"Boleh saya menemui istri saya sekarang dok?"

__ADS_1


"Silahkan pak Albian" Dokter itu pun mempersilahkan Albian untuk melihat Ayza.


"Sayang" panggil Albian saat sudah berada di dalam ruangan Ayza, dengan mata berbinar.


__ADS_2