
Pagi harinya Ayza sudah bersiap untuk berangkat ke apartemen dekat kampusnya. namun sebelumnya ia sempatkan untuk mampir ke minimarket untuk membeli keperluannya diapatemen.
Usai semuanya sudah terpenuhi, Ayza yang juga ditemani sarah langsung melajukan mobilnya menuju apartemen hingga kurang lebih 20 menit mereka pun tiba di apartemen yang hanya mempunyai 5 lantai, terlihat minimalis tapi sangat bersih dan tertata rapi, walaupum terlihat kecil namun mampu membuat Ayza merasa nyaman.
"Ayza, kamu yakin mau tinggal di apartemen ini?" tanya Sarah yang tak yakin jika Ayza akan tinggal di apartemen sederhana itu.
"Sangat yakin dong, ayo masuk" ajak Ayza yang sudah membawa beberapa barangnya.
Dengan langkah sedikit ragu Sarah pun mengikuti Ayza masuk kedalam. Apartemen Ayza berada di lantai 5, dimana lantai 5 tersebut hanya ada 4 kamar yang berukuran sedang.
"Ini kamar ku sar" ucap ayza ketika sudah berada didepan kamarnya.
"Disini?" Tanya sarah memastikan dan Ayza pun mengangguk.
"Yasudah letakkan saja disana, kata kamu. kamu ada kuliah jadi biar aku saja yang membereskannya nanti setelah kamu selesai kesini ya temani aku hehe"
"Gapapa Ay aku bisa kok bantu kamu dulu. melewatkan satu mata kuliah tidak masalah kok" ujar Sarah tak enak jika harus meninggalkan Ayza sendiri.
"Ck, sudah sana... aku gak mau kamu bolos" usir Ayza lalu dengan berat hati sarah pun mengikuti ucapan Ayza.
Setelah kepergian Sarah, Ayza pun membuka pintu apartemennya dengan menekan kata sandi. begitu pintu terbuka, ia segera mengganjal pintunya dengan kardus agar tidak tertutup lagi seraya ia memasukkan kopernya. namun saat hendak mendorong kopernya pintu yang berada di depannya ikut terbuka..
tring... cklekkk...
"Butuh bantuan nona?" tawar seorang lelaki yang tentu saja dari suaranya sudah sangat ia kenal.
"Albian"
"Surprise......." ujar Albian seraya merentangkan tangannya. lalu dengan langkah cepat Ayza memeluk Albian dengan rasa rindu yang tak dapat ia bendung.
"Kamu jahat sekali... kenapa tidak mengabariku dua hari ini dan sekarang kamu tiba-tiba berada disini" kesal Ayza yang memukul mukul dada bidang milik Albian.
"Hehe maaf sayang, dua hari ini aku sibuk mengurusi kepindahanku" sahut Albian yang masih memeluk Ayza.
"Pindah? kamu pindah kemana?" tanya Ayza
"Ya, pindah kesini dong sayang. aku tidak bisa membiarkan kamu disini sendirian" jawab Albian seraya mencolek hidung Ayza.
"Kamu serius? jangan bercanda terus Sayang" ujar Ayza kurang yakin.
__ADS_1
"Sini.. " Albian langsung mengajak Ayza masuk ke apart-nya dan terlihatlah barang-barang Albian yang sudah tersusun rapi.
"Sayang, pekerjaan kamu disana bagaimana?" tanya Ayza cemas
"Kan aku bisa awasi dari sini sayangku, sudahlah nanti lagi kita bahasnya. sekarang ayo kita masukkan dulu barang-barang kamu sayang" ajak Albian sambil menggandeng tangan Ayza.
Mereka pun bekerjasama menyusun barang Ayza yang lumayan banyak itu. hingga akhirnya semuanya sudah tersusun dengan rapi. pekerjaan itu membuat mereka lelah dan sedikit lapar, kemudian Ayza hendak memasak makanan untuk mereka namun segera di cegah oleh Albian.
"Sayang, kita pesan diluar saja. kamu pasti lelah mending istirahat saja disini" ucap Albian sembari menepuk sofa di sampingnya.
"Tapi, nanti lama sayang"
"Sebentar lagi juga sudah tiba sayang, aku sudah memesannya tadi hehe"
"Huft pantas saja, kamu gak bolehin aku masak" gumamnya
"Sayang, bagaimana bisa kamu tau aku akan tinggal di apartemen ini dan kenapa kamu ikut pindah kesini?" tanya Ayza.
"Emmm... jadi begini sayang..."
#Flashback On..
Malam itu Albian tengah bersantai di balkon kamarnya, sembari melihat bintang-bintang yang indah. Albian kemudian melihat ponselnya disana ada notifikasi bahwa Ayza akan berangkat keparis tinggal satu minggu lagi. jujur saja Albian tidak rela Ayza pergi, namun bagaimana ia bisa mencegahnya karena ia tau betul bahwa itu adalah impiannya sejak dulu.
"Loh Al, kamu mama panggilin ternyata disini" ucap Denisa tiba-tiba sedikit mengagetkan Albian.
"Mama, ada apa ma?" tanya Albian yang langsung duduk ditempatnya
"Gapapa, hanya ingin melihat kamu saja nak. kamu mikirin apa sih disini?" tanya Denisa penasaran.
"Apa aku ceritakan saja ya ke mama tentang kegundahan hatiku ini. siapa tau mama bisa kasih solusi" batin Albian
"Tuh melamu lagi" tegur Denisa.
"Hehe... begini ma, Ayza mendapat beasiswa di paris dan satu minggu lagi ia akan berangkat kesana. awalnya Al fikir Al bisa merelakan Ayza pergi toh nanti Al akan sering mengunjunginya. namun semakin dekat dengan waktunya Al tidak bisa membiarkan Ay pergi ma. tapi Al juga tidak bisa menahannya disini karena itu adalah mimpi Ay sedari dulu jadi Albian tidak tahu harus bagaimana sekarang ma" ungkap Albian dengan sendu.
"Hemm... begitu. kalau kamu tidak bisa menahannya kenapa tidak kamu saja yang mengikutinya?" ujar Denisa.
"Tapi Al kan punya perusahaan disini ma, bagaimana bisa Al pindah begitu saja"
__ADS_1
"Sayang, zaman sudah canggih kenapa kamu repot sih. tinggal diawasi dari sana, banyak media Al untuk kamu berkomukasi dengan bawahanmu" jelas Denisa sedikit geram dengan anaknya itu.
Albian nampak berfikir, ia mencerna semua perkataan mamanya itu.
"Al, Al, anak IT kok gaptek" ledek Denisa lalu meninggalkan Albian yang masih berusaha berfikir yang terbaik untuknya dan Ayza.
"Aku gak gaptek ya maaaaaa" teriak Albian saat sadar jika mamanya sudah tak ada disisinya.
"Mama benar aku yang akan mengikutimu sayang" gumam Albian sembari tersenyum senang.
Tuttt.... tutt...
📞 Halo
"Mel, nanti Ayza diparis akan tinggal dimana?" tanya Albian langsung
📞 Hemm... kenapa emang?
"Sudah kasih tau saja" kesal Albian
📞 Hutang kau bayar dulu
"Astaga gue lupa, besok gue kasih kunci villa gue ke Dimas. sekarang cepat kasih tau dimana Ayza akan tinggal.
📞 Nah begitu kan enak haha.... dia akan tinggal di Apartemen The village di dekat universitasnya.
"Bukankah itu apartemen kecil"
📞 Seperti tidak tau pacar lo aja Al, dia kan sukanya yang sederhana-sederhana begitu.
"Iya makanya dia sangat istimewa" puji Albian.
📞 Bolehkah gue muntah?
Tanpa banyak bicara lagi Albian pun mematikan panggilannya. kemudian Albian langsung mencari apartemen yang di katakan Amel tadi. setelah ketemu ia menghubunginya dan meminta apart yang bersebalahan dengan Ayza. namun ternyata nasib baik Albian mendapat apart di depan apartemen Ayza.
#Flashback Off.
"Begitulah sayang ceritanya"
__ADS_1
"Oh begitu, sayang aku bahagia kamu disini bersamaku terimakasih mau berkorban untukku" ujar Ayza kembali memeluk Albian.
"Sama-sama Sayang, ini juga karena aku yang tak bisa jauh dari mu" ujar Albian sembari membalas pelukan Ayza.