Idola Kampus

Idola Kampus
Eps 73


__ADS_3

Ayza yang lupa memberitahu Albian jika ia tak kekampus, sibuk mencari Ayza semua teman dikelas Ayza pun ia tanyakan satu persatu-satu namun teman sekelas Ayza tak ada yang mengetahui dimana Ayza.


"Sih Albian udah bucin banget sama Ayza ya" bisik mahasiswi yang tadi ikut ditanya Albian.


"Iya, tapi gue senang banget karena Albian nyapa gue"


"Iya gilaa... Albian ganteng maksimal"


Ray yang mendengar segala bisikan teman-teman sekelasnya pun menjadi kesal. karena bagaimana pun ia belum rela jika Ayza dimiliki oleh orang lain.


"Haisshh sial, Bagaimana gue bisa dapatkan Ayza" Ray berfikir sejenak.


"Oke itu saja" ucapnya Setelah menemukan sebuah ide.


.


.


SMA merah putih..


"Arin" Panggil Syasya saat melihat Arin baru saja keluar dari kelasnya.


"Eh Sya, kirain siapa" sahut Arin.


"Dara mana rin?" tanya Syasya sambil celingukan mencari keberadaan Dara.


"Dara sakit sya, tadi pagi kak Ay mengabariku" Arin memberitahu Syasya


"Dara sakit rin?" tanya Syasya memastikan lagi dan hanya dijawab anggukan oleh Arin.


Tutt... tutt...


"Kamu nelpon siapa Sya?" tanya Arin.


"Dara lah rin, siapa lagi" ujar Syasya.


📞 Ha...


"Dara lo sakit apa? kenapa gak masuk sekolah? apa begitu parah? elo udah kedokter belum? minum obat jangan lupa"


📞 Haduh Syasya, ternyata kamu cukup bawel juga ya. ini kak Ayza, Daranya sedang tidur setelah meminum obat tadi.


"Oh kak Ay, hehe... maaf ya kak abis kami khawatir dengan Dara" Syasya tertawa kikuk sembari menggaruk garuk kepalanya yang tak gatal.


Hingga tanpa mereka sadari, ada Bara and the geng didekat mereka.


"Dara sakit" lirih Bara.


"Musuh lo bisa sakit juga Bar haha" goda Kienzo membuat Bara langsung melototkan matanya kearah kienzo.


(kembali ke Syasya dan Arin)

__ADS_1


Setelah mendengar penjelasan Ayza barusan Syasya dan Arin pun merasa sedikit lega. dan mereka akan menjenguk Dara sepulang sekolah ini.


Sedangkan di mansion, kini gantian Hp Ayza yang berdering.


"Halo"


📞 Sayang... kamu dimana sih?" tanya Albian dengan nada sedikit manja.


"Di rumah" jawabnya singkat


📞 Astaga sayang, aku disini mencarimu seperti orang gila. tapi kamu masih dirumah" keluh Albian


"Adikku sakit sayang, ayah dan bunda lagi nggak dirumah jadi mana mungkin aku meninggalkan adikku sendirian dirumah" jelas Ayza


📞 Oh begitu, kalau begitu aku kesana sekarang.


"Tidak....adikku belum tahu hubungan kita. nanti saja ya tunggu dia baikan"


📞 Apa kamu malu mengakuiku?" tanya Albian sendu.


"Justru aku bangga bisa memilikimu sayang, tapi situasi dan kondisinya belum tepat sayangku" jawab Ayza sangat lembut.


📞 Baiklah, jangan lupa untuk mengabariku sayang. aku akan merindukanmu hari ini" sendu Albian.


"Siap pak bos... yasudah aku mau menyiapkan makan siang dulu untuk adikku"


📞 iya sayang, kamu juga harus makan, jangan sampai sakit ya. I love you so much emmuaachh" goda Albian


"Haha... love you to" jawab Ayza malu malu..


Karena merasa sudah sangat malu, Ayza langsung saja mematikan sambungan teleponnya tanpa menjawab Albian lagi.


"Dasar Albian selalu saja membuatku tersipu begini" rutuk Ayza tapi tetap senyum-senyum sendiri kala mengingat semua perkataan manis Albian untuknya.


Sedang di tempat lain, Albian pun merasa gemas akan ulah pacar kesayangannya itu.


"Hahaha dasar Ayza, kamu benar-benar menggemaskan sayang" ujar Albian yang kini berada dikelasnya.


"Hoi, napa lo senyam senyum begitu?" tanya Dimas heran


"Tau lo Al, tadi aja kayak orang kesetanan nyariin Ayza. atau jangan-jangan dia kesambet" celetuk Arvin bergidik ngeri.


"Ck, ngaco aja lo Vin" decih Robby.


"Ssttt... Jomblo diem" ledek Albian


"Eitsss... sorry bro gue sudah punya Amel jadi bisa dipastikan jomblo boy kita" sahut Dimas seraya melirik kearah Arvin dan Robby.


"Wah lihat lah sih kutu kupret dua ini, sangat menjengkelkan" kesal Arvin lalu melipat tangannya kedepan.


"By, lo jangan diem aja dong kita harus balas mereka. karena mereka sudah menginjak nginjak harga diri gue sebagai playboy" sambung Arvin.

__ADS_1


"Huft... gue gak keberatan dikata jomblo. karena kan memang jomblo" ujar Robby dengan polos hingga menambah kekesalan Arvin.


"Astaga... lelah abang dek" seru Arvin lalu meninggalkan sahabat-sahabatnya itu.


Albian, Dimas dan Robby hanya tertawa melihat kepergian Arvin yang nampak sangat kesal karena ulah mereka.


"Hahahaa... tuh anak gak berubah-berubah" seru Albian seraya menggelengkan kepalanya.


"hahaha....Lo benar Al, tuh anak memang paling seru jika dibully" sahut Dimas.


"Tukang ngambek begitu kok bisa jadi playboy haha" Robby ikut menertawan Arvin.


Saat sedang seru-serunya mereka bercanda satu sama lain, tiba-tiba Nadya kembali datang membuat Albian sangat geram.


"Wah seru ni, lagi ngobrolin apa sih Al" ujarnya tanpa malu sedikit pun membuat Robby dan Dimas menatap Nadya dengan tatapan ji*ik.


"Eh Nadya binti ulet bulu, mending lo jauh jauh deh dari kita" Seru Dimas yang mulai malas melihat Nadya berbicara dengan manja pada Albian.


"Eh lo diem deh Dim, ganggu gue lagi pacaran aja" omel Nadya pada Dimas.


"Pacar? siapa pacar lo?" tanya Robby ikut membuka suara.


"Albian dong" jawabnya sembari mengedipkan matanya lalu tanpa ada rasa malu ia duduk dipangkuan Albian.


"Ck" Albian langsung berdiri dan membuat Nadya tersungkur dilantai.


"Jangan sekali kali lo ngomong gue pacar lo, dan jangan pernah dengan tidak malunya elo nyentuh gue. karena yang berhak akan semua itu adalah AYZAILA seorang. PAHAM" pekik Albian membuat semua orang langsung melihat kearah mereka.


Albian yang sudah sangat kesal dengan tingkah Nadya pun langsung pergi meninggalkan Nadya yang masih tersungkur dilantai.


"Dimas, Robby. tolong bereskan Nadya, gue gak mau lagi lihat dia dikota ini" pinta Albian sembari masih berjalan menyusuri koridor diikiti Robby dan juga Dimas.


"Baik Al, kita juga sudah sangat kesal sama wanita itu. jadi segera kami laksanakan tugas dari elo bro" jawab Dimas dan Robby mengangguk tanda setuju.


"Oke kasih gue kabar secepatnya" ujar Albian dengan tatapan tajam menjurus kedepan.


"Ba.. baik Al" jawab Dimas dan Robby sedikit gugup.


Tanpa melihat kearah Dimas dan Robby lagi Albian pun pergi dengan melajukan mobilnya.


Sedangkan Dimas dan Robby yang masih berdiri diparkiran hanya melihat mobil Albian yang sudah melaju dengan cukup kencang.


"Tamat lah riwayat lo Nadya, siapa suruh lo banguni singa tidur" Celetuk Dimas.


"Dia sangat berani membuat Albian murka" sahut Robby ikut ngeri jika melihat Albian marah.


"Sudahlah ayo kita segera kekantor sambil memikirkan cara untuk menyingkirkan Nadya" ajak Dimas.


"Elo gak sama Amel?" tanya Robby kembali


"Dia bilang mau langsung kebutik, karena Ayza tidak akan datang jadi dia harus berada dibutik lebih awal" sedih Dimas.

__ADS_1


"Yasudah ayo jalan" ujar Robby yang sudah malas membahas masalah pasangan.


Akhirnya mereka semua pun meninggalkan universitas biru untuk melanjutkan kegiatan mereka masing-masing.


__ADS_2