Idola Kampus

Idola Kampus
Eps 74


__ADS_3

Kediaman Ayza..


"Kak" lirih Dara memanggil Ayza yang tertidur di sofa.


"Emmm... eh, kamu udah bangun. gimana Dar masih pusing?" tanya Ayza cemas.


"Enggak kak sekarang sudah jauh lebih baik dari yang tadi" jawab Dara masih dengan nada lemas.


"Syukurlah dek" dielusnya kepala adik kesayangannya itu dengan lembut.


tokk... tokk.. tokk...


"Maaf nona muda, ada nona Syasya dan nona Arin diluar" pak iko memberitahu.


"Oh suruh saja mereka masuk pak" seru Ayza


"Baiklah nona" Pak iko pun sedikit menunduk memberi hormat lalu keluar dari kamar Dara.


Tak berapa lama, Syasya dan Arin masuk dan langsung berhambur memeluk Dara.


"Daraaaa" pekik keduanya bersamaan.


"Aduh kalian ini bikin gue tambah sakit tau gak" gerutu Dara.


"Kok lo bisa sakit sih" tanya Syasya


"Yah karena gue juga manusia jadi bisa sakit juga" jawab Dara malas.


"Hahaha Dara sakit aja masih ngelawak" Celetuk Arin


"Ini lagi siapa juga yang ngelawak" kesal Dara


"Elo emosi aja deh Dar, santai brooo" Syasya menenangkan Dara.


"Syasya, Arin maaf ya biasa lah Dara sedang ada tamu jadi emosian deh" ungkap Ayza


"Oooooh pantesan" ujar mereka bersamaan.


"Hai Dar" sapa seorang lelaki yang tak lain ia adalah Bara.


#Flasback on...


Syasya saat ini sedang menunggu Arin didepan kelasnya, karena memang kelas Syasya selalu keluar duluan dari pada kelas Arin dan Dara.


"Sya" panggil seseorang.


"Oh mantan ketos, ada apa?" ketus Syasya


Yah semenjak kejadian waktu itu dengan Dara, posisi Bara sebagai Ketua osis langsung dicabut dan digantikan oleh orang lain.


"Apa lo mau kerumah Dara?" tanyanya sedikit ragu.


"Mau ngapain lagi lo?" curiga Syasya.


"G.. gue mau ikut" melihat Syasya sudah menatapnya penuh curiga ia pun memberikan alasannya.


"Gue cuma mau minta maaf aja kok ke Dara, terakhir kali gue belum minta maaf dengan benar pada Dara" ungkap Bara jujur.


"Gimana rin? Bara mau ikut" tanya Syasya ketika Arin sudah keluar dari kelasnya.


"Gapapa Sya ajak aja" jawab Arin santai.


"Lo yakin rin? dia kan musuh Dara yang mana itu juga jadi musuh kita" bisik Syasya.


"kayak bocah aja, udah ayo nanti kesorean loh" ajak Arin dan mereka pun berangkat menggunakan mobil Syasya.

__ADS_1


#Flasback off...


"Ck.. " decih Dara menatap Syasya dan juga Arin bergantian.


"Sumpah Dar bukan gue, ini Arin yang ngajak"


"Dara, gue kok yang maksa buat ikut kemari. disamping gue ingin jenguk lo, gue juga mau minta maaf Dar atas kejadian waktu itu" melihat respon Dara yang datar saja membuat Bara merasakan sedikit sakit dihatinya.


"Gue tau lo pasti benci banget sama gue, tapi jujur Dar, alasan gue cari masalah sama lo cuma ingin perhatian lo ke gue" ucapan Bara itu sontak membuat semua yang ada di kamar Dara menengok kearahnya.


"Gue sudah memperhatikan Dara sejak masa orientasi siswa, entah apa yang membuat gue tertarik dengan lo Dar, tapi sikap dingin lo disekolah bikin gue takut untuk dekat dengan elo. hingga posisi ketua osis itu yang membuat gue sedikit ada alasan untuk menegur lo" jelas Bara.


"Lo serius Bar?" tanya Syasya tak percaya namun Bara malah menjawabnya dengan anggukan.


"Wah perjuangan Bara mantul" Ucap Arin memberikan jempolnya kearah Bara.


Seketika tatapan maut mengintimidasi mereka ya siapa lagi kalau bukan Dara yang memberikan tatapan ketidaksukaannya.


"Ehem... Sebaiknya kalian makan dulu yuk kebawah" ajak Ayza yang tau jika adiknya sudah merasa tidak nyaman dengan situasinya.


Namun saat mereka semua hendak keluar, tiba-tiba Dara menahan Bara. disana mereka sedikit mengobrol hingga pada akhirnya Dara pun memaafkan Bara asal Bara tidak mengesalkan lagi seperti dulu.


Bara merasa sangat senang akhirnya dia dan Dara dapat berdamai.


"Kalau damai gitu kan enak" ujar Ayza ketika semuanya sudah pulang.


"Iya kak aku gak mau punya dendam" sahut Dara


"Baguslah itu"


"Kakak akhir-akhir ini sedikit beda, apa kakak ada seseuatu yang disembunyikan dariku?" tebak Dara menebak


"Kakak? perasaan gini-gini aja deh Dar" bohong Ayza menutupi kegugupannya.


"Nanti akan kakak beritahu tapi sekarang kamu istirahat saja dulu, kamu kan masih sakit" elak Ayza lalu berdiri hendak keluar dari kamar Dara.


"Cepat tidur, kakak mau kekamar dulu, kakak ngantuk" sambungnya.


"Iiss mengalihkan" gerutu Dara lalu ia pun menuruti perkataan Ayza


Didalam kamar Ayza, setelah ia membersihkan diri ia duduk dimeja riasnya sembari mengecek HP nya yang ia tinggal sedari tadi.


"50 panggilan tak terjawab" Ayza terkejut.


tutt.. ttutt..


📞 Hallo sayang, kamu dari mana? aku khawatir tau.


"Maaf sayang sedari tadi aku dikamar adikku, dan tadi ada beberapa temannya juga datang menjenguk.


📞Oh begitu, padahal aku sudah mau pergi kerumahmu sayang" (padahal ia sudah berada di depan gerbang mansion Ayza).


"hemm... tidak perlu sayang, aku ingin istirahat sebentar ya.


📞 iya sayang, kamu istirahatlah, kamu pasti lelah. aku tutup ya. bye sayang. i love you


"Hem love you to...


Tanpa sengaja Ayza malah berdiri di dekat jendela dan melihat Albian yang menatap kearah mansion lalu kembali masuk kemobilnya.


"Albian" gumam Ayza yang melihat kekasihnya ternyata sudah berada dirumahnya dan pada akhirnya ia hanya bisa menatap kepergian Albian.


"Kenapa kamu gak bilang kalau kamu sudah disini? membuatku merasa bersalah begini" ucap Ayza sendu.


Ayza dengan segera menghubungi Dimas untuk menanyakan alamat Albian karena ia ingin menemui Albian kekasihnya itu.

__ADS_1


Setelah mendapatkannya Ayza segera bersiap-siap dan pergi. tak lupa ia menitipkan Dara pada para pelayan.


Akhirnya mobil yang selama ini dibelikan Ayahnya terpakai juga, ia langsung mengendari mobil mewahnya menyusuri padatnya jalanan kota J. setelah memakan waktu kurang lebih 1 jam Ayza pun tiba di mansion Albian. sebelumnya ia sudah meminta izin kepada penjaga mansion entah dengan alasan apa ia akhirnya diizinkan penjaga untuk masuk kedalam. disana sudah terlihat mobil yang dikenakan Albian tadi artinya Albian ada didalam, dengan langkah sedikit ragu ia mulai masuk dan membunyikan belnya.


Tingg...


"Assalamualaikum bu, saya Ayza teman kampus Albian. saya kemari ingin bertemu Al, apakah Albiannya ada?" tanya Ayza dengan sopan.


"Hem pasti ini cewek-cewek ganjen yang ingin mendekati tuan Al, sayang sekali cantik cantik murahan" batin pelayan yang terus memperhatikan Ayza dari atas hingga bawah.


"Tunggu" ketusnya langsung menutup pintu cukup keras


"Astaghfirullah, itu ibu ada masalah apa sama gue" ujar Ayza sembari mengelus dadanya karena kaget.


Cukup lama Ayza menunggu pemilik rumah membukakan pintunya kembali.


Cklekk..



"Sa... sayang" Albian langsung memeluk Ayza yang tersenyum kearahnya.


Pelayan yang tadi ketus saat membukakan pintu Ayza pun langsung melongo ketika mendengar tuan mudanya memanggil wanita itu dengan panggilan SAYANG.


"Ma.. maaf tuan, siapakah nona muda ini?" tanya pelayan tadi yang mulai penasaran.


"Dia pacar saya yang paling saya cintai" ujar Albian yang matanya tak pernah lepas memandang Ayza sedangkan Ayza hanya terus tersenyum kearah Albian.


Lemas sudah kaki pelayan tadi, ia bahkan sudah berfikir ini adalah pekerjaan terakhirnya disini. Ayza yang melihat wajah murung pelayan itu pun paham dengan apa yang difikirkannya.


"Sayang, katanya kamu mau istirahat" Ujar Albian yang ingat jika tadi Ayza ingin beristirahat.


"Yah mau bagaimana lagi aku rindu sama kamu" Ayza sedikit berbohong karena tak ingin prianya itu merasa malu. sedangkan Albian malah makin merasa bahagia dengan penuturan Ayza barusan.


"Ayo sayang masuk, aku akan kenalkan kamu dengan mama dan papa" ajak Albian


"Sayang, aku gugup. aku langsung pulang aja ya" tahan Ayza.


"Orang tua ku gak gigit kok sayang" goda Albian dan langsung mendapat pukulan dari Ayza.


"Bik, siapkan minuman dan cemilan ya" titah Albian kepada pelayannya.


"Ba.. baik tuan muda" gugup pelayan tadi.


Mereka kini sudah berada diruang keluarga, mereka duduk berdampingan sedang menunggu Fernand dan juga Denisa orang tua dari Albian.


"Wah ada siapa ni" ucap Fernand yang baru saja tiba di ruang keluarga.


"Papa mama... hehe" Albian sembari menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Siapa wanita cantik ini nak?" tanya Denisa


"Oh ya ma, pa kenalin ini Ayzaila. pacar Al" ungkap Albian dan Ayza pun langsung menyalami kedua orang tua Albian itu.


"Kamu cantik sekali sayang" puji Denisa.


"Saya Ayzaila tante dan terimakasih tante atas pujiannya" Ayza yang kini sudah tersipu malu karena pujian Denisa tadi.


"Kamu pintar sekali mencari pacar" bisik Fernand pada Albian lalu memberikan jempolnya.


"Iya dong pa" bangga Albian lalu tersenyum kearah Albian.


Mereka pun berbincang sembari sesekali bersenda gurau. hingga Syasya yang baru saja tiba mendengar suara riuh diruang keluarga pun pergi menghampiri.


"Assalamualaikum" ucap Syasya yang belum tau jika ada Ayza disana.

__ADS_1


__ADS_2