Idola Kampus

Idola Kampus
Eps 72


__ADS_3

Mansion Albian...


"fu..fu.. fu... " Albian menuruni anak tangga sambil bersiul membuat Fernand, Denisa, dan Syasya langsung menoleh padanya.


"Morning ma, pa dan adikku tersayang" sapa Albian yang sudah duduk dimeja makan.


"Bang, sehat kan?" celetuk Syasya


"Lebih dari sehat" jawabnya santai


"Coba kenalin dong ke mama" goda Denisa


"Eh... kok mama tau?" tanya Albian heran


"Mama dan papamu ini memangnya tidak pernah muda?" sahut Fernand


"Hehehe.... iya ma, pa, nanti Al pasti kenalkan" ujar Albian sembari tertawa kikuk.


"Oke papa dan mama akan menanti itu" sahut fernand kembali.


"Bang, apa abang bersama dengan ulet bulu itu?" curiga Syasya


"Ulet bulu?" tanya Denisa bingung


"Enggak lah, yang ada abang gatal-gatal kalau sama dia haha" jawab Albian terkekeh.


"Baguslah bang, karena sampai negara api menyerang pun Syasya gak akan rela jika abang sama dia" seru Syasya merasa lega.


"Kalian ngomongin siapa sih? masa ulet bulu namanya?" tanya Denisa kembali.


"Hehe itu loh ma, ada cewek dikampus abang yang ngejar-ngejar abang terus. tapi penampilannya itu loh ma bikin Syasya ji**k" ungkap Syasya masih kesal jika mengingat kejadian waktu itu saat dimall.


"Sya, jangan begitu dong nak. tidak baik membicarakan orang" nasihat Fernand


"Iya pa maaf, tapi kalau papa lihat sendiri tuh ulet bulu. aduh pa, pasti papa juga risih" ucap Syasya tak mau kalah.


"Sudah sudah ayo kita makan, dari tadi ngomonginnya ulet ulet mulu" Denisa kesal.


Mereka pun menurut dan memulai sarapannya dengan tenang tanpa ada suara lagi dan hanya menyisahkan suara sendok dan garpu yang tengah beradu.


.


.


Dilain tempat lebih tepatnya di kediaman Ayza..


Ayza baru saja terbangun dari tidurnya, dengan segera ia menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan tak lupa ia selalu menunaikan ibadahnya terlebih dahulu sebelum beraktivitas.

__ADS_1


Setelah semuanya sudah ia kerjakan, kini Ayza menuruni anak tangga hendak menuju ke dapur. ia selalu ikut membantu memasak bersama para pelayannya karena memang Ayza juga sangat suka memasak.


"Selamat pagi nona muda" sapa pak iko selaku kepala pelayan disana lalu diikuti oleh pelayan lainnya.


"Pagi, masak apa kita hari ini?" tanya Ayza yang langsung menyambar celemek di lemari dekat ia berdiri dan di pakainya.


"Masak nasi goreng non, semalam nona Dara meminta nasi goreng" sahut salah satu pelayan disana.


"Oke biar aku saja, kalian siapkan saja bahannya" ujar Ayza kemudian menyanggul rambutnya.


Usai semua bahan terkumpul, Ayza pun langsung memulai acara memasaknya. hampir 1 jam Ayza memasak akhirnya kini telah selesai. biasanya Ayza memasak nasi goreng hanya memakan waktu beberapa menit saja tapi karena tidak hanya memasak nasi goreng saja jadilah ia menghabiskan waktu selama 1 jam didapur.


"Bik, tolong disusun ya aku mau siap-siap ada kuliah pagi" pinta Ayza


"Baik nona muda" jawab pelayan tersebut dengan sedikit membungkuk.


Setelahnya Ayza langsung menaiki anak tangga kembali untuk menuju kamarnya. sebelum ia membersihkan diri kembali ia sempatkan untuk melihat HP-nya.


Pengganggu...


📩 Good morning kesayanganku ♥


Mendapat pesan dari Albian, Ayza nampak tersenyum sembari terus melihat ke handphonenya.


"Oh astaga... gue lupa masih menamainya pengganggu" gumamnya lalu mengganti nama kontak Albian menjadi Mr. A💓


Usai membalas pesan Albian, Ayza langsung membersihkan tubuhnya di kamar mandi. lalu setelahnya ia segera bersiap sarapan, namun sebelum turun kebawah tak lupa ia menggedor kamar Dara terlebih dahulu.


tokk... tokk.. tokk....


"Dara...Ayo sarapan dulu dek" panggil Ayza namun tidak ada sahutan dari Dara.


"Dek,.. " panggil Ayza kembali.


Karena masih tidak ada jawaban, Ayza pun mencoba membuka pintu kamar Dara dan...


Cklek...


"Astagfirullah Dara, bangun dek udah siang. kamu gak sekolah" tanya Ayza bertubi tubi namun Dara tetap menutup matanya.


"Dek, Dara... " panggil Ayza semakin mendekat kearah Dara. karena melihat keringat keluar begitu banyak membuat Ayza khawatir dan dengan segera ia menaruh tangannya di kening Dara dan benar saja Dara demam.


"YaAllah Dara, kamu demam" Ayza pun segera memanggil dokter Niko yang merupakan dokter pribadi keluarga Pradja.


Tutt.. tutt...


📞. Halo.. ada apa Ayza?

__ADS_1


"Om Nik, bisa kemari sekarang? Dara sakit om" ujar Ayza panik.


📞 Baiklah om segera kesana.


Setelah menghubungi dokter Niko, Ayza juga mengabari Amel dan bilang jika ia tak bisa masuk hari ini karena Dara sakit. sedangkan Ayah dan bundanya sedari subuh tadi sudah berangkat ke London untuk urusan bisnisnya.


"Pak iko, pak" teriak Ayza dan tak lama pak iko pun menghampiri.


"Ada apa nona?" tanya pak iko.


"Dara demam tolong siapkan kompres" titahnya


"Baik nona" Pak iko pun langsung berlari mengambilkan kompres untuk nona mudanya itu.


"Ka.. k" lirih Dara yang mulai sadar.


"Dek tahan ya, dokter Niko sedang kemari"


"Pu.. ssing kak" adu Dara dengan nada yang lemas.


Setelahnya Dokter Niko pun datang dan langsung diarahkan menuju kamar Dara.


"Selamat pagi, nona muda" sapa dokter Niko


"Pagi, om Nik, silahkan" Ayza mempersilahkan Niko untuk langsung memeriksa keadaan Dara.


"Bagaimana om?" tanya Ayza setelah Niko selesai memeriksa Dara.


"Tidak perlu khawatir nona Ayza, nona Dara hanya kelelahan saja ditambah ia sedang siklus bulanannya sehingga mengakibatkan kondisi nona Dara seperti ini" terang dokter Niko


"Ini ada obat pereda pusingnya dan penurun panasnya nona. selebihnya cukup dengan istirahat saja" ungkap dokter Niko kembali.


"Baik om Nik, terimakasih" ucap Ayza


"Sudah kewajiban saya nona muda. kalau begitu saya pamit dulu nona" ujar Dokter Niko


"Baik om" Ayza pun segera memanggilkan pak iko untuk menghantarkan dokter Niko.


Setelah dokter Niko pergi, Ayza turun hendak membuatkan bubur untuk Dara. setelah lebih kurang 30 menit ia membuat bubur. Ayza kembali naik menuju kamar Dara.


"Dara, makan dulu yuk setelah itu minum obat" Ayza membangunkan Dara.


Ayza membantu adiknya itu untuk duduk menyender di ranjang agar ia mudah memakan buburnya.


"aaaa" ucap Ayza menyuruh Dara membuka mulutnya.


Perlahan namun pasti, bubur yang di buat Ayza pun habis. tak lupa Ayza langsung memberikan obatnya, setelah itu Dara pun kembali tertidur.

__ADS_1


Tak lupa Ayza mengabari Arin untuk memintanya memberitahu kepada guru disekolahnya nanti jika Dara izin karena sakit.


__ADS_2