Idola Kampus

Idola Kampus
Eps 106


__ADS_3

"Buka dan antarkan dia ke toilet" titah ketua penculik itu.


"Nak, kamu didalam baik-baik ya. mommy mohon kamu kuat, kita sama-sama hadapi orang jahat ini" batin Ayza


Setelah tali sudah terlepas, Ayza berjalan mengikuti salah satu penculik dan di belakang Ayza juga terdapat dua penculik yang menjaga Ayza agar tidak kabur.


Saat sudah hampir tiba di toilet, Ayza langsung berbalik badan dan memukul bagian leher kedua penculik itu hingga mereka berdua langsung pingsan tanpa bersuara. sedangkan yang satu orang yang didepan langsung Ayza tendang hingga masuk kedalam toilet, tanpa jedah Ayza langsung menenggelamkan kepala penculik itu kedalam bak agar tak ada suara yang mengundang para penculik lainnya.


Setelah dirasa penculik tadi tak sadarkan diri, Ayza pun langsung bergegas mencari jalan keluar.


"Hoi, mau kemana lo?" teriak seorang pria berkulit hitam.


"Ck... " Ayza langsung menendang pria tadi hingga pria itu tersungkur. namun akibat teriakan pria itu, beberapa temannya datang kesumber suara dan langsung menghadang Ayza. tanpa basa basi Ayza langsung menghajar mereka semua hingga tersisa ketua penculik saja.


"Berani sekali kau menipuku dan menghabisi anak buahku" geram pria bertato naga itu.


"Sudah cepatlah kemari, gak usah banyak bacot" ujar Ayza


Pria itu pun maju dan menyerang Ayza namun dengan gesitnya Ayza menghindar lalu tiba-tiba perut Ayza merasa sedikit sakit hingga ia pun lengah dan pria bertato naga itu berhasil memberikan pukulannya pada wajah Ayza. tapi setelah dirasa perutnya sudah membaik ia langsung memberikan bogeman-bogemannya hingga akhirnya pria itu berhasil Ayza kalahkan.


Saat hendak pergi dari sana, terdengar suara mobil yang masuk kedalam gudang itu. karena ingin tahu siapa dalang dari semua ini, Ayza pun kembali ke tempat dimana ia di sekap tadi. tiba disana Ayza kembali duduk lalu pura-pura terikat dan pura-pura tidak sadarkan diri.


tuk... tak... tuk..." Suara sepatu terus melangkah semakin dekat.


"Sayang" teriak seseorang yang langsung berlari saat melihat Ayza disekap dan tak sadarkan diri.


"Sayang bangunn" pria itu tiba-tiba meneteskan air matanya.


"Al, mereka semua sudah tumbang. apa pengawal Ayza sudah tiba duluan?" tanya Dimas, yah pria itu adalah Albian. begitu di mendesak Syasya dan Dara agar ia bisa bicara dengan Ayza, namun mereka tak ada yang menjawab akhirnya dengan takut mereka pun menceritakan kejadiannya kepada Albian. mendengar jika Ayza di culik, Albian langsung bergegas mencari keberadaan istrinya itu dibantu oleh ketiga sahabatnya. sedangkan om Jo Albian suruh untuk menghantarkan Syasya dan Dara kembali ke mansion. setelah dapat lokasinya Albian langsung bergegas menuju kesana, dengan menyuruh pengawal bayangan itu mengikuti mereka. karena sebelumnya pengawal itu kehilangan jejak mobil yang menculik Ayza.


"Iya Al, mereka semua sudah ini -" Robby pun langsung melihat kearah Ayza yang masih berpura-pura tak sadarkan diri.


"Sudahlah nanti saja bahasnya sekarang kita harus membawa istriku kedokter" ujar Albian dan hendak menggendong Ayza namun tiba-tiba....


"Stop" cegah Ayza


"Sayang, kamu -" kaget Albian


"Hehee.... iya hubby aku pura-pura..." Ayza dengan cengir kudanya.

__ADS_1


"Aku ingin lihat siapa dalang dari semua ini by, tadi aku dengar dari ketua nya itu mereka akan datang kegudang ini tengah malam nanti" ujar Ayza.


"Apa semua orang itu kamu yang menghajarnya?" tanya Albian membuat Robby cs dan pengawal bayangan melihat kearah Ayza.


Ayza hanya menjawabnya dengan menganggukan kepalanya.


"Astaga... " teriak semua orang disana kecuali Albian yang hanya mendelikkan matanya kearah Ayza.


"Sayang, kamu itu sedang hamil" protes Albian.


"iya hubby, tapi baby kita kuat kok" bela Ayza


"Hubby, mending kita ikat semuanya terus ikat di atas sana. aku akan berpura-pura tak sadarkan diri seperti tadi. kita harus jebak orang itu" ujar Ayza.


"Biar mereka saja, kita harus kerumah sakit sayang aku takut terjadi sesuatu pada kalian" ucap Albian khawatir.


"Aku tidak apa-apa hubby, baby juga aman-aman saja. ya kan nak?" Ayza mengelus perutnya dan seolah bertanya dengan anaknya.


"Yes mommy, baby kan anak pintar" Jawab Ayza sendiri.


"Huft... baiklah tapi setelah ini selesai kita langsung ke rumah sakit" tegas Albian dan Ayza pun mengangguk.


Setelah semuanya selesai, pengawal mereka saling membantu untuk menarik tali yang mengikat para penculik itu. saat sedikit lagi akan tiba di puncak, terdengarlah suara beberapa mobil yang semakin mendekat ke lokasi. pengawal bayangan Ayza itu pun segera berpura-pura menjadi salah satu dari orang suruhannya dan bergegas membukakan pintu. disana mereka bertindak seolah mereka lah yang menculik Ayza, begitu pula dengan Ayza yang duduk dan tak sadarkan diri.


"Dimana wanita itu?" tanya seorang wanita yang sudah tidak sabar ingin melihat Ayza tak berdaya.


"Di sana nyonya"


"Mami, sabar saja lagian wanita itu tidak akan bisa kemana-mana, malam ini mami puaskan saja menyiksanya" tambah pria berkepala pelontos.


"Nadya" gumam Albian yang bersembunyi tak jauh dari sana.


"Wanita itu lagi" geram Robby saat melihat Nadya.


"Mereka mencari masalah dengan orang yang salah" ujar Arvin penuh penekanan.


Nadya, Yanuar dan beberapa anak buah Yanuar pun segera mengikuti pengawal itu menuju tempat Ayza di sekap. saat mereka tiba, benar saja Nadya langsung tersenyum penuh kemenangan karena ia bisa melihat Ayza yang tak berdaya itu.


"Cih, kemana sikap sombongmu waktu itu wanita sialan" decih Nadya dengan arogannya.

__ADS_1


"Mami, kamu bahagia sekali sepertinya jatah papi malam ini harus spesial" bisik Yanuar


"Aiihh pria botak ini, merusak mood ku saja. kalau bukan mama papa memintaku punya anak dari sih botak ini, setelah ku habisi Ayza pasti aku akan menghabisinya juga" batin Nadya


"Tenang saja papi sayang, mami akan berikan apa yang papi inginkan" ujar Nadya manja.


"uueekk.... rasanya ingin muntah gue" batin Nadya


"Siram wanita ini" titah Yanuar.


Pengawal itu pun bingung harus bagaimana karena ini adalah rencana dari bosnya. akhirnya mereka pun memberi kode kepada Albian CS yang bersembunyi.


"Berikan saja" ujar Albian melalui Ht.


"Lo gila Al" protes Dimas


"Ayza sendiri yang mengkode, tuh" tunjuk Albian kearah tangan Ayza, mereka kini bersembunyi ke belakang Ayza di sekap.


Pengawal tadi kembali dengan membawa air di baskom.


"Tumpahkan air itu ke wanita itu" perintah Albian saat pengawal itu hendak menyerahkannya kepada Nadya.


Saat Nadya ingin mengambil baskom itu...


byuurrr.....


Langsung pengawal tadi menyiramkan air itu pada Nadya.


"Aaaaaa.... " pekik Nadya memenuhi seisi ruangan.


"Mami"


"Kamu.... kalian tunggu apalagi tangkap orang ini" titah Yanuar namun orang-orang yang ia bawa itu ternyata sudah di lumpuhkan oleh orang-orang Albian sebelum mereka masuk ke gudang lebih dalam atau lebih tepatnya sebelum tiba di tempat Ayza di sekap.


"Kemana mereka semua?" bingung Yanuar celingukan mencari anak buahnya.


"Kalian mencari mereka?" ujar Ayza yang sudah berdiri sedikit menjauh dari kursi.


"Kau" mereka berdua terkejut karena Ayza sudah sadar.

__ADS_1


__ADS_2