Idola Kampus

Idola Kampus
Eps 112


__ADS_3

Baby Fairel yang menggemaskan...


Hari pertama menjadi orang tua sungguh sebuah rasa yang teramat membahagiakan bagi semua orang tua. terlebih saat mendengar tangisnya, melihat wajah mungilnya sungguh perasaan itu tidak dapat di ungkapkan hanya dengan kata.


Seperti siang ini, Ayza harus mengabaikan rasa kantuknya saat mendengar baby Fairel menangis.


"Ay, sepertinya Fairel haus, ini kamu berikan ASI dulu" ujar mama Denisa memberikan baby Fairel pada Ayza.


"Mas Albian tadi kemana ma?" tanya Ayza sambil menerima baby Fairel di gendongannya.


"Tadi sih katanya mencari makan siang sama papa" jawab mama Denisa.


"Ohh...ayah sama bunda sudah pulang dari tadi ya ma?" tanyanya lagi, karena memang Ayza sedari tadi tidur, bangun lagi terus tidur lagi jadi dia tak tau jika kedua orang tuanya itu sudah pulang.


"Iya Ay, sudah sedari tadi, katanya pak Arsenio ada rapat penting siang ini dan Bu Sonia ada arisan"


"ohh gitu...maaf ya ma Ayza merepotkan mama hari ini" ujar Ayza tak enak hati.


"Hush...kok ngomongnya gitu...sama sekali tidak ada istilah merepotkan sayang kalau sudah menyangkut kamu, Albian dan juga cucu mama. pokoknya mama minta sama kamu tolong libatkan mama juga jangan sungkan untuk memberitahu kami. oke sayang" terang mama Denisa sembari mengusap lembut rambut menantu kesayangannya itu.


"Hehe siap ma... terimakasih banyak ya mama" ujar Ayza lalu di balas dengan anggukan oleh mama Denisa.


Seketika suasana pun menjadi hening karena Ayza sedang memberikan Asi pada Fairel jadi mama Denisa menunggu dengan duduk di sofa sembari menonton televisi.


tokk..tokk...


"Lohhhaaa..." teriaknya heboh..


"Ssstttt....Kalian ini ingat ini rumah sakit bukan pasar malam" peringat mama Denisa


"Hehe maaf ma" ucap mereka berdua, siapa lagi kalau bukan Dara dan juga Syasya.


"Kalian ini bikin anak Kakak terkejut tau" kesal Ayza


"Uuuuu gemessss...hehe maaf kak kami terlalu semangat ingin cepat-cepat melihat keponakan kami hehe..." jawab Dara cengengesan


"Jadi kalian langsung kemari? tidak pulang kerumah dulu?" tanya mama Denisa.


"Tidak ma, lihat kami saja masih pakai baju sekolah hehe" jawab Syasya

__ADS_1


Tak berapa lama Albian pun datang bersama dengan papa Fernand.


"Kalian udah disini aja" ujarnya Albian seraya meletakkan kresek belanjaannya tadi.


"Iya dong bang, demi baby Fairel nih aunty pulang sekolah langsung ke sini deh" ujar Syasya sambil melihat Fairel yang tengah tertidur di ranjangnya.


"Oh ya kak tadi Arin mau ikut tapi karena ada desain yang harus selesai sore ini jadi dia bilang nanti bareng sama anak-anak di butik aja kesini nya" beritahu Dara.


"Iya gapapa, yang penting doanya aja untuk kakak dan baby Fairel" sahut Ayza.


Kini Albian dengan telatennya menyuapi Ayza sesekali ia menyuap dirinya sendiri. bahkan nafsu makan Ayza meningkat dan sebentar-sebentar ia meminta makanan entah itu cemilan, atau pun makanan berat. biarpun begitu Albian selalu siap siaga untuk menuruti kemauan istri tercintanya itu.


Matahari perlahan mulai tenggelam, kini hanya tinggal Albian dan Ayza tentunya bersama baby Fairel. mereka bercanda bersama sembari mengajak Fairel berbicara bahkan Fairel sudah bisa merespon meski hanya "oooo...uuuu....oooo" saja setidaknya ia merespon kedua orang tuanya dengan sangat baik.


"Selamat malam bro" Arvin menyembul kepalanya dari balik pintu.


"Wah ada uncle Arvin nak" ujar Albian yang masih menggendong baby Fairel.


"Masuk bro"


Arvin pun masuk bersama Robby, Dimas, Amel, Arin dan anak-anak Ayza boutique.


"Aaaa....Ay ini beneran anak Lo?" tanya Amel dengan konyolnya.


"Hehe...sini sini sama aunty Amel yuk" Amel mengambil Fairel dari gendongan Albian.


"Hati-hati Lo Mel, awas aja kalau anak gue nangis" ancam Albian


"Astaga laki bini sama aja, gak percaya banget sih sama sahabat sendiri" kesal Amel dan tetap berusaha menggendong baby Fairel.


"Selamat ya Ay, Selamat bro, sekarang sudah menjadi seorang ibu dan ayah, semakin menambah kebahagiaan rumah tangga kalian" Robby memberi selamat pada Ayza dan Albian. begitu pun dengan Dimas dan Arvin.


"Kak Ay, selamat ya atas kelahirannya, semoga anak Kakak selalu di berikan kesehatan dan menjadi anak yang Sholeh" Arin turut memberikan ucapan selamat pada Ayza.


"Mbak Ayza, pak Albian, selamat atas kelahiran putra pertamanya, semoga kelak menjadi anak yang Sholeh, dan menjadi kebanggaan bapak dan mbak Ayza" ujar Andre memberi selamat, mewakili teman-temannya.


"Ammiinnn..." Sahut mereka serentak.


"Terimakasih juga kalian sudah menyempatkan diri untuk datang kemari dan melihat serta mendoakan anak kami dengan tulus. semoga kalian segera menyusul hehe" ujar Albian

__ADS_1


"Jomblo bisa apa kalau di bilang begitu" sebal Robby.


"Bro bukannya Lo bilang ada yang Lo taksir" celetuk Arvin, seketika semua mata langsung mengarah pada Robby.


"Ck...Lo ember banget sih" kesal Robby menjitak kepala Arvin.


"Wah siapa bro cewek yang berhasil membuat seorang Robby move on?" tanya Albian penasaran.


"Enggak ada, kayak gak tau aja tuh anak kan suka mengada-ada" jawab Robby.


"Apa perlu gue tunjukin video yang Lo ngomong sendiri di atap gedung?" goda Arvin


Tanpa aba-aba Robby langsung menarik Arvin keluar dari ruangan Ayza di rawat.


"Siapa sih yang mereka maksud?" tanya Dimas dan mereka semua hanya mengangkat bahunya tanda tak mengetahuinya.


Amel yang masih menggendong baby Fairel pun tak ingin melepaskannya karena dia langsung menyayangi anak sahabatnya itu. Amel dan rekan-rekan di butik terus saja berbicara pada Fairel tanpa menghiraukan yang lainnya.


"Aaaa....Fairel tertawa...." pekik Amel membuat seisi ruangan menatapnya dan juga baby Fairel.


"Oh astagaaaa.... Fairel yang menggemaskan" ujar Arin yang sangat senang melihat baby Fairel tersenyum dan tertawa sungguh sangat tampan fikirnya.


"Honey, ayo kita segera menikah, aku juga pengen punya baby seperti Fairel. siapa tau nanti kita bisa menjodohkan mereka" bisik Dimas.


"Kalau aku sih hanya bisa menunggu ya" balas Amel sedikit malu.


"Oke,,, tunggu aku di rumahmu" ujar Dimas dengan semangat.


Hingga sudah sangat larut, mereka semua pun berpamitan pada Albian dan juga Ayza. karena mereka juga tidak ingin menganggu istirahat sang ibu dan bayi.


"Fairel anak Daddy, bobok ya sayang... " bujuk Albian mengambil alih Fairel dari gendongan Ayza.


"Mommy tidur aja biar Fairel Daddy yang jaga" pinta Albian lembut.


"Hahaha...sekarang panggilan kita mommy dan Daddy?" tanya Ayza sedikit lucu.


"Iya lah sayang, kita harus membiasakan diri pokoknya" jawab Albian semangat.


"Hahaha iya iya.. ya sudah mommy akan tidur duluan ya" ucapnya sedikit geli.

__ADS_1


"Iya mommy, tidur yang nyenyak ya" Ayza pun mencium pipi putranya dan berganti memberi kiss pada Albian sekilas.


Albian senantiasa terjaga menemani anak pertamanya itu, Fairel sangat aktif selalu mengoceh. terkadang Albian tak mampu menahan kantuknya, bahkan ia menyediakan air pakai baskom di sebelahnya, jadi ketika ia hendak terlelap ia langsung memercikkan air ke wajahnya agar rasa kantuknya hilang. ia lakukan itu beberapa kali, hingga akhirnya Fairel pun tertidur setelah di timang-timang oleh Albian didekat kaca jendela ruangan.


__ADS_2