
“Aku cari penginapan aja”
“Ke tempat ku aja!” jawab Andre tegas
“Heii... ya gak lah.. aku masih bisa cari penginapan” jelas Sarah
“Kamu takut ya?” tolehnya curiga ke Sarah
“Takut apa emangnya?” Sarah membalas karena merasa diejek
“Kali aja kamu mikir yang gak gak!” liriknya tersenyum ditahan
“Hheeeesss ...” Sarah melirik mengejek
“bukan takut suamiku.. kamu lupa ya kalo ada pasal dimana kita menyembunyikan semuanya dari lingkungan kita kecuali keluarga” ucap Sarah seperti menjelaskan
“Hahahaha” Andre tertawa
“Tu kan lupa lagi kamu” Sarah ikut terkekeh
Mereka pun banyak mengobrol selama di perjalanan, menceritakan tentang olah raga, film yang mereka suka, makanan yang membuat mereka jijik, dan banyak hal. Obrolan pun terus berlangsung hingga mobil itu memasuki area gedung apartemen Andre.
“Ayo! Biar tau apartemen ku kaya gimana!” ajak Andre keluar mobil
Sarah hanya melihat Andre yang turun begitu aja, ia pun mengambil tas dan merapikan barang barang miliknya. Andre berjalan memutari mobil membuka pintu untuk Sarah.
“So sweet suamiku” Ucap Sarah dengan sambil tersenyum lucu
Andre pun ikut tertawa melihat lelucon Sarah
“mewah!” ucap Sarah memasuki memasuki unit tersebut.
“ini biasa aja! Beda jauh sama penthouse ku di ibu kota” ucapnya sambil melonggarkan dasi dan berjalan mendahului Sarah.
“kamu liat liat sendiri ya.. disana dapur kalau kamu perlu sesuatu”
Sarah melihat lihat unit tersebut. begitu banyak foto seorang wanita cantik disana, wanita yang telah mengisi seluruh hidup Andre. Susan!
Ada foto saat mereka kecil hingga dewasa dalam berbagai pose, dalam berbagai waktu, dalam bingkai kecil dan besar, bahkan ada satu foto yang sangat besar terlihat Susan begitu manja tertawa.
Beruntungnya kamu! benak Sarah menatap foto itu
Ia terus melihat lihat, Unit itu memang sangat nyaman, apalagi ketika ia berdiri di balkon, matahari senja sangatlah cantik, seakan ikut menggambarkan betapa mewah unit tersebut. sungguh berbeda dengan tempat tinggalnya yang hanya berlantai kayu yang membuatnya selalu terbangun ketika teman di kamar samping berjalan.
Malam itu mereka kembali menghabiskan waktu bersama setelah sekian lama. Sarah menginap disana dan menjadi teman Andre malam itu. Andre banyak menceritakan tentang kehidupan keluarganya, sedang Sarah hanya menjadi pendengar saja.
“Tadi siang aku gugup banget waktu tante pinjam hp..” Andre menggidikkan kedua bahunya merasa ngeri mengingatnya
Tiba tiba sang tante meminjam ponsel miliknya untuk menghubungi pengantar barang karena dia sempat kehabisan battery. Kemudian Dilla tanpa sengaja melihat riwayat telpon Andre yang hanya menghubungi Sarah beberapa kali. Ia pun kembali ingin melihat pesan - pesan Andre, tapi beruntung, panggilan masuk terdengar
dari sekretaris Andre.
“Sorry... tante ku super kepo” Ucap Sarah merasa kurang enak hati dengan andre
“Mulai sekarang kita saling menghubungi minimal sekali sehari, mengirim pesan saling perhatian minimal satu kali pagi, siang dan malam!” ucapnya seperti mengatur para anak buahnya di kantor
“Kaya minum obat aja” jawab Sarah mengejek
Andre pun ikut tertawa. Mereka kembali mengatur kepalsuan kemesraan mereka lagi karena takut mencurigakan.
__ADS_1
“Huh... lumayan melelahkan ternyata menjadi seorang suami..” tatapnya pada Sarah yang duduk tak jauh darinya saat mereka selesai makan malam. Makan malam yang Andre pesan, karena dapurnya hanya berisi makanan ringan dan minuman dingin.
“Sangat! Sangat lelah! tapi membuat bahagia juga..” jawab sambil mengangguk anggukan kepala
“Bahagia?” tanyanya sambil mengerutkan kening
“Iya.. aku lebih sering ketawa.. soalnya kalo kita lagi pura pura gitu.. lucunya itu..” Sarah tertawa lagi
Andre ikut tertawa ketika mengingat kejadian kejadian mereka berpura pura mesra, pura pura menikmati menjadi pengantin baru.
*
*
Sarah hampir tertidur saat menonton tv, rasa kantuk mulai menyapanya. Ia pun ingin melelapkan diri, tapi ia kemudian kembali melirik Andre yang masih sibuk di meja
Sarah mendekatinya dan melihat Andre yang bekerja sambil menikmati secangkir kopi.
“Minum kopi jam segini?” lihatnya pada cangkir kopi Andre yang masih setengah
“Iya, aku terbiasa ngopi” jawab Andre sambil memilah milah kertas yang ada di mejanya
“Sering begadang berarti?” tanyanya lagi
“Aku memang susah tidur!” jawabnya menoleh sejenak ke Sarah dan kembali sibuk sendiri
“Susah?? Susah apanya?” ucap Sarah sambil mengejek meremehkan ucapan Andre
Andre melirik seakan tersenyum bertanya
“Andre gak bisa tidur siang.. heh? Tidur sampai kakiku kebas” ia mengingatkan ketika Andre tidur siang ketika mereka berada di rumah orang tuanya.
“iya ya.. kok bisa aku hari itu tidur? Jadi pas banget ya .. kesannya kita malam gak banyak tidur sampai aku bisa tidur siang itu” Andre kembali tertawa
“iya, makanya mamah mikirnya yang gak gak terus” Sarah ikut terkekeh
“kerjaan kamu masih banyak?” tanya Sarah melihat kembali kertas kertas yang menemani Andre
“Kenapa? Ngajak tidur sekarang ya?” goda Andre
Mereka pun tertawa lagi. Benar apa yang Sarah katakan, mereka banyak tertawa saat bersama. Bukan karena bahagia, Karena yang mereka lakukan hanyalah hal hal yang mereka anggap lucu.
“aku istirahat duluan kalo gitu!” ucapnya meninggalkan Andre
“iya istriku.. sana istirahat! Suami mu masih banyak kerjaan ini” jawabnya
Dan Sarah pun meninggalkannya dengan tertawa.
Sarah tidur di sofa dengan posisi miring. Tidurnya tampak begitu lelap. Namun raut wajah itu seakan penuh beban.
Andre yang melihat itu memintanya untuk tidur di kamar, namun dia menolak dengan setengah bangun. Entah karena terlalu lelah dengan aktifitas seharian ini atau memang Sarah seorang yang tidur seperti kerbau, membuatnya bahkan tidak sadar ketika Andre memindahkannya ke kamar tidur. Hingga pagi menyapa, ia terbangun dalam balutan selimut tebal yang sangat nyaman.
“huaaaahhhhhh” suara khas ia menguletkan badan dengan tangan mengepal terangkat keatas.
Namun sesaat kemudian ia menyadari dimana dirinya.
“hah!!!” Sarah baru menyadari dirinya.
Kok aku disini? Benaknya melihat kamar Andre
__ADS_1
Sarah pun mengecek pakaian yang ia kenakan.
Huh.. syukurlah masih lengkap! Benaknya lagi
Mikir apa sih kamu Sar, jangan mikir dia minat sama kamu ya? ya gak banget lah! hati itu terus bicara diikuti senyum tipis menyadari dirinya.
Sarah melihat lihat sekitar tapi Andre tidak berada disana. Ia pun membersihkan diri dan mencoba membuat sarapan sederhana di pantri milik Andre. mencoba memadukan beberapa sisa roti dengan beberapa bahan yang ia temukan untuk disandingkan agar bisa disebut sarapan.
Andre kembali dari aktifitas gowesnya. Tubuh kekarnya terlihat sangat atletis ditambah dengan keringat yang menambah seksi tubuh dan otot ototnya. Sesaat Sarah terpana dengan pemandangan indah di depannya.
Wow! Hanya berani berucap di dalam hati
“Bikin apa?”
“bikin gak jelas dari bahan gak jelas nih” tunjuk Sarah pada roti lapis yang ia buat
“aku mandi bentar, sarapannya tunggu aku?” pintanya pada Sarah
Dan untuk kedua kali Sarah kembali menikmati pemandangan indah saat Andre keluar kamar dengan mengenakan kaos oblong berwarna putih dipadankan dengan celana pendek berwarna cream, dengan rambut yang masih setengah basah, asyik menatap benda pipih dengan senyum manis berjalan menuju ke arahnya. Gerakan itu seolah melambat karena Sarah menikmati setiap detail penampakan sosok sempurna di hadapannya.
Tampannya suamiku! Benaknya sedikit tersenyum dan kembali memutar tubuh agar wajahnya tak terlihat Andre.
“hhhmmm.. enak nih kayanya” ucapnya meletakkan ponsel dan menarik kursi.
“iya.. sarapan pertama kita Cuma berdua sebagai suami istri” goda Sarah
Andre tersenyum
“Sajian chef Sarah, sarapan ala pengantin muda, alias sarapan ala kadarnya karena bahannya gak ada” lanjur Sarah
Kini Andre menjadi tertawa mendengarnya. Mereka pun menikmati sarapan ala pengantin muda versi Sarah.
“Kalo keluar aku nebeng ke terminal ya?”
“Pulang apa ke tempat tante lagi?” menanyakan dengan santai
“Pulanglaah!”
“Apa gak canggung kamu pulang pagi gini? Gak bakalan ditanya temen temen kamu?” tanyanya
“Aku bilang kamu keluar negeri setelah pernikahan kita” Sarah kembali menyeruput minumnya
Andre pun tersenyum mendengar kata kata Sarah.
Cerdas! Gumam benaknya
“ya Habis gimana lagi? mereka curiga aku MBA, ku bilang aja pernikahan kita dipercepat karena kamu harus keluar negeri.. bereskan?” mengangkat alis membanggakan dirinya
Andre hanya mengacungi jempol dan tertawa ditahan.
Sebelum mengantar Sarah ke terminal. Andre mengajak Sarah belanja untuk keperluan Sarah dan dia. Sarah pun kembali siang itu setelah mereka makan siang bersama.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Terima kasih atas vote, Like, Bunga, kopi, komentar dan atas semua dukungannya.
semoga kakak yang baik hati selalu menyukai novel ini..
Salam
__ADS_1