
Beberapa kali Sarah mengelus kedua pahanya. Berusaha menahan mual karena aroma coklat yang begitu kuat di penciumannya. Minuman pun tersaji dengan dengan bermacam rasa. Sarah hanya memilih meminum air putih berusaha menahan mual dalam perutnya.
Sarah melihat sekitar, suasana pesta malam itu sangat ramai, namun tak satu pun orang orang disana mengenalnya ataupun ia kenali. Sarah mengerti, jika memang dia bukan siapapun disana. Rasa kurang percaya diri pun muncul di tengah aliran emosi yang berkecamuk dalam pikirannya
Aku seperti makhluk asing ditengah lautan manusia! benak itu meratap membuat lambungnya merasakan pedih. Rasa mual itu semakin menjadi, Sarah terus berusaha menahan dirinya.
Andre menatap sang istri yang melihat sekitar. Ia juga melihat keringat di leher jenjang Sarah seakan membasah. Andre menelan ludah dengan susah mengingat kecupannya disana. Namun ia menyadari, sang istri sedang tidak baik baik saja.
“sayang! Kamu gak ‘papa?” tanya Andre melihat keringat tersebut mulai menetes
“hem!” senyum Sarah menipiskan bibirnya
Tiba tiba, Seluruh mata tertuju pada pintu masuk ruang aula besar tersebut. Sang komisaris utama telah memasuki ruangan. Acara pun dimulai.
Mual Sarah semakin mengocok perutnya, beberapa kali isi perutnya memaksa minta dikeluarkan, namun ia berusaha menahan agar tidak muntah. Andre yang terus memperhatikan Sarah pun menggenggam tangannya. Sarah menoleh pada Andre yang berada di sampingnya.
“Kakek!” sapa Andre pada tuan besar yang kini mendekati mereka
Sarah yang berdiri di sampingnya mengulurkan tangan dan mencium tangan lelaki tua yang terlihat sudah keriput itu.
“jadi ini istri kamu yang sangat kamu banggakan itu?” tanya sang kakek tersenyum
“kakek apa kabar?” ucap Sarah tersenyum
Ia sangat gugup. Mata lelaki itu sangat tajam, wajahnya menggambarkan kewibawaan, aura kepemimpinan sangat terlihat dari caranya berbicara dan gerak tubuhnya.
“cantiknya cucu menantuku.. betah dengan cucuku?” tanyanya sambil tersenyum
Sarah tersenyum mendengar pertanyaan sang kakek yang menggoda sang suami, godaan itu pun dibalas Andre dengan cemberut manja. Terlihat jelas jika Andre begitu manja pada sang kakek.
“betah kek” jawabnya tersenyum
“jangan gugup ya? jangan pikirkan hal hal yang tidak penting! Yang harus kamu pikir sekarang! Buat suami kamu semakin sukses dan pikirkan kebahagiaan kalian!” pintanya tersenyum menatap perut sarah
“Sarah akan berusaha kek” jawabnya menunduk.
“jangan menunduk! Sebentar lagi kamu akan menjadi nyonya komisaris utama! Kamu harus membiasakan diri!” ucapnya lagi
“baik kek!” jawab Sarah
Andre tersenyum mendengar semua ucapan sang kakek, ucapan yang menggambarkan bagaimana sang kakek yang begitu menyayangi dan memanjakannya.
Saat kembali duduk, Kembali pusing itu melanda kepalanya, mual itu kembali menyiksa.
“Aku ke toilet sebentar!” ucapnya perlahan berdiri meminta diri pada Andre
“Mah, saya ke toilet bentar” bisiknya pada sang mertuanya
Andre pun ingin menemani Sarah keluar ruangan itu.
“Aku sendiri aja!” larang Sarah saat Andre ingin mengikutinya
__ADS_1
Saat keluar ruangan itu, tanpa Sarah sadari, seorang perempuan mengikutinya. Saat ia berada di toilet, Sarah menumpahkan semua isi perutnya. setelah selesai, ia membersihkan mulutnya dan membenahi riasannya.
“jadi kamu perempuan itu?” ucap seseorang yang berdiri di sampingnya
Sarah menoleh pada sumber suara, perempuan cantik dengan dandanan yang luar biasa. Wanita itu terbalut kemewahan yang tak kalah dari darinya.
Jantung Sarah memacu cepat ketika ia mengenali wajah cantik itu.
Susan! Gumamnya dalam hati.
Apa yang ia takutkan benar terjadi. Andre kini tertangkap langsung oleh sang kekasih.
Wajah pucat Sarah semakin pasi, wajah itu semakin putih seakan tak ada darah setetes pun dalam kulitnya.
“kamu perempuan yang merebut Andre dariku!” toleh Susan pada Sarah
Sarah hanya diam terpaku.
Sebelumnya, Susan menjual beberapa tas branded dan barang barang mewah yang diberikan Andre padanya. Harga barang barang yang fantastis itu mampu kembali mengisi dompetnya.
Menyadari jika keuangannya kini telah macet, Susan mulai menyusun cara. Ia menyesali perbuatannya yang membuatnya menjadi gadis miskin.
Beberapa perhiasan harus ia lepas untuk mendapatkan biaya kembali ke negara asal dan membayar orang untuk mengikuti Andre. karena sejak ia kembali, Andre tak berada di apartemen mereka. dan dia mendapati foto foto pernikahan Andre dengan seorang wanita.
Susan yang dikenal cerdas tak tinggal diam. Ia pun mulai menghitung apa yang ia miliki dan mengatur cara agar bisa kembali pada Andre.
Malam ulang tahun perusahaan adalah malam dimana Andre akan hadir dan berada disana. Ia menghias diri secantik mungkin, menampilkan barang pemberian Andre disaat masa romantis mereka.
Hati Susan hancur seketika, bagaimanapun ia masih mencintai lelaki itu. Namun ia mengingat kembali tujuannya. Ia harus merebut Andre kembali!
Wanita ini bukan tipe kamu sayang! Ucapan itu terucap ketika ia melihat foto Sarah yang selalu tampil sederhana. Selalu mengenakan pakaian yang dibilang murah dan bukan standard seorang Andre.
Sarah memang menolak menggunakan barang mewah, ia selalu mengatakan pada Andre jika kelak saat mereka berpisah, tak ada yang perlu berubah darinya.
Mata Susan menatap Sarah dari ujung rambut hingga ujung kakinya. Matanya menatap dengan penuh hinaan. Tatapan lembut namun seakan ingin menelan Sarah saat itu juga.
Melihat tatapan Susan, Sarah memegang perutnya cemas. Ia takut kecemburuan wanita itu membuat ia dan anaknya celaka.
"kenapa? kamu takut?" tanya Susan membaca ketakutan di mata Sarah
Susan kembali memindai tubuh Sarah dengan tatapannya.
“wanita miskin yang mencoba menjadi wanita berkelas!" bibir kanannya terangkat seakan menatap rendah Sarah.
"Kamu pikir, dengan memakai barang mahal bisa membuat kamu selevel dengannya?” ucapan Susan terdengar lembut, tidak ada terdengar emosi dalam suaranya.
Tapi ucapan itu bak sebuah pedang yang menghunus dan membelah dada Sarah dalam seketika. Ucapan level itu kembali terdengar, kembali menjatuhkan harga dirinya. kembali menghempaskan hatinya.
Sarah menunduk, ini kedua kali orang menghinanya dengan kata tersebut. Kepercayaan dirinya kembali hancur. ia kembali menyadari siapa dirinya yang sebenarnya, ya! hanya wanita miskin.
“Meski Andre membeli perusahaan tempat kamu bekerja dengan saham mengatas namakan kamu sekali pun, tetap saja tak akan mampu mengangkat derajat kamu dimata dunia!" Lanjut Susan
__ADS_1
"Oya? Apa kakek tahu jika kamu hanya anak yatim piatu yang ditampung dari satu tempat ke tempat lain?... Kurasa tidak! Karena jika dia tahu cucu menantunya semiskin itu, dia pasti akan meminta Andre meninggalkan kamu saat ini juga, karena tak ada yang bisa kamu banggakan padanya!”
Sarah hanya diam mendengarkan ucapan Susan yang lembut tapi penuh dengan racun yang mematikan seketika semua perasaannya pada Andre.
“apa kamu tahu siapa aku?” tanya Susan lagi saat melihat kegugupan di mata Sarah
“aku adalah tunangan suami kamu! aku telah bersamanya bahkan sejak kami bayi, kami tumbuh bersama dalam pendidikan dan kehidupan yang sama, jadi kehadiran kamu yang sesaat tak akan bisa merebutnya dari ku”
“Cinta Andre hanya untukku, bersamamu hanya pengalihan sesaat emosi dan kemarahannya padaku yang menolaknya saat ia meminta ku menikah cepat! tapi bukan berarti aku menolak dia selamanya. Aku hanya menunggu waktu yang tepat” lanjut Susan
Benar! Kalian hanya menunggu aku bercerai dengannya! benak itu membenarkan meski dengan kepedihan yang mendalam.
“kamu mau dengar bagaimana ia memohon padaku untuk kembali?”
Susan mengeluarkan ponselnya, suara Andre terdengar jelas meminta Susan untuk kembali, kata kata ucapan mencintainya, bagaimana ia merindukan tubuhnya.
Sarah menunduk, matanya memerah, kecemburuan menguasainya, bagaimanapun hatinya telah jatuh pada Andre. tanpa atau dengan Susan katakan, ia juga mengetahui jika kelaki itu akan kembali pada kekasihnya. Tapi rasa itu begitu kuat, hingga membuat luka yang begitu pedih ketika ia menyadarinya.
“Susan sayang dengarkan baik baik ya.. aku mencintai kamu dengan seluruh hidupku, aku berharap bisa menghabiskan waktu bersama kamu hingga akhir nafasku, maafkan semua salahku, sejauh apapun kita, sebesar apapun orang lain ingin kita berpisah, hatiku akan selalu kembali ke kamu sayang! Jadi.. berhentilah marah,
aku sangat mencintai kamu cintaku, kamu telah memiliki hidupku”
Suara Andre terdengar jelas memohon pada ponsel Susan
“sayang! Aku kangen, aku ingin berkunjung, aku rindu dessahanmu, aku rindu geliatmu, aku menginginkan kamu, aku rindu bibir itu, aku rindu remasan ta”
“Cukup!” Sarah tak sanggup mendengarnya. Nafasnya telah berhenti karena tak sanggup menahan sakit itu. Suara Andre terdengar jelas dan membuat Sarah terasa kehilangan separuh nyawanya.
“Aku akan mengirim rekaman ini untukmu agar kamu mampu membuka mata dan sadar, bahwa dia hanya mencintai satu wanita, hanya aku!” ucap Susan pada Sarah dengan gerak yang begitu elegan dan tenang.
Sarah terkejut mendengar Susan yang ingin mengirim padanya.
“tidak perlu! Aku tidak membutuhkan itu” jawab Sarah lagi
Kini air mata itu lolos tanpa bisa ia tahan. Ia berusaha kuat, tapi hatinya terlalu sakit dan cemburu hingga tak mampu ia lawan.
Ting! Ting!
Suara pesan itu masuk
“jangan kaget aku memiliki nomor kamu! aku melihatnya dari ponsel Andre” ucapnya lagi
“ia memintaku menunggu.. menunggu sampai dia melepaskanmu, dan kamu tahu? Kami memang sering menghabiskan waktu bersama sekarang, karena aku sedang libur kuliah! Bahkan malam ini Andre telah memesan kamar untuk kami!” bisik Susan seakan meyakinkan Sarah
“cukup! Aku tak ingin mendengarnya!” jawab Sarah
“kamu tidak perlu menjelaskan seberapa besar Andre mencintai kamu, kamu tenang aja! Andre akan kembali ke kamu dan aku dengan senang hati memberikannya padamu!” ucap Sarah marah dan beranjak keluar dari sana dengan deraian air mata.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Maaf ya.. bikin emosi.. hehehehe
__ADS_1