Imitasi Dua Hati

Imitasi Dua Hati
Izinkan Aku


__ADS_3

“Sarah akan bercerai dengan Andre mah!” ucap Sarah memecah kesunyian sekaligus meledakkan sebuah bom di ruangan tersebut. Bom yang langsung menghantam kedua manusia tersebut.


Andre seolah mendapat serangan Jantung ketika ucapan itu tertangkap rungunya, sedang Nensi mematung membeku tak percaya dengan apa yang ia dengar.


“Sayang!” ucap Andre tak percaya Sarah mengatakan itu dengan tenangnya.


“Andre! apa yang kamu lakukan sampai Sarah mengeluarkan kata seperti itu?” Nensi memarahinya.


“Andre tidak melakukan apapun mah! tapi Sarah mencurigai Andre dengan Susan, padahal Andre sudah lama putus” ucap Andre lagi


“wanita ular itu!” ucap Nensi geram


“bohong!” jawab Sarah kembali menangis


“sayang! Kamu tidak boleh emosi, itu tidak baik untuk kandungan kamu” ucap Andre mendekat mencoba meraih tangan Sarah.


Tapi Sarah menepisnya.


“mah.. tolong mah.. meski Sarah berpisah dengan Andre! tolong jangan ambil anak Sarah mah” pinta Sarah memohon dengan nada bicara begitu memelas.


“mah tolong katakan pada Sarah mah... katakan seperti apa Andre mencintainya” ucap Andre


“mungkin dia akan percaya kalau mamah yang memberitahunya” ucap Andre lagi


“Sayang apa yang menjadi alasan kamu tidak mempercayai Andre?” tanya Nensi


“karena dia memang masih bersamanya, dia mengatakan mencintai Sarah setelah Sarah mengandung” ucapnya menunduk


“bukannya selama ini Andre sering mengatakan dia mencintai kamu?” Tanya Nensi


Sarah melirik Andre yang berdiri dibelakang sang bunda yang duduk di tepi ranjang Sarah


Sarah terdiam, dia lupa jika pernikahan kontrak mereka tidak boleh terbongkar hingga akhir.


“Andre mencintai kamu sayang! Dia ingin hidup selamanya dengan kamu! percayalah” Ucap Nensi


Sedang Sarah masih menggeleng dalam isak tangisnya


“Andre tidak pernah mencintai Sarah mah.. dia hanya mencintai Susan” ucapnya


“sayang .. aku bersumpah aku sangat mencintai kamu” ucap Andre


“berhenti ndre.. Stop, ini sangat menyakitkan” ucapnya lirih


“sayang apa yang membuat kamu tak mempercayai Andre?” tanya Nensi


“Karena mereka masih bersama hingga detik ini! Andre tak pernah meninggalkan Susan” ucapnya


“apa kamu melihatnya sendiri? apa kamu punya bukti?” tanya nensi curiga


“Sarah punya bukti kalau mereka masih bersama” ucapnya menunduk


Andre menganga mendengar kata kata Sarah. karena sebelumnya dia juga di suguhkan oleh foto foto yang di tunjukkan sang kakek. Bagaimana jika foto itu yang Sarah Miliki? Andre pasti akan menerima amukan sang ibu.


Andre menelan ludah dengan berat. ia merasa takut. Nensi menoleh pada Andre, dia mengerti jika anaknya ketakutan.


Ternyata benar! Benak Nensi menghakimi sang Anak dengan tatapan tajam


Geraham nensi merapat pertanda amarah mulai mengalir dalam darahnya.


“siapa yang mengajari kamu berkhianat hah??” Nensi berdiri dan mejewer telinga Andre dengan kencang


“maahh.. ampun maahh... tapi Andre gak pernah kembali ke Susan, sumpah mah sumpah..” ucapnya menahan siksaan yang membuat telinganya berdenging.


“sumpah sumpah! Itu istrimu memiliki bukti perselingkuhanmu!!”


Plak plak plak! Pukulan di punggung Andre terdengar nyaring


“mah... ampun.. Andre bersumpah demi tuhan, Andre sudah putus dengan Susan, sumpah mah.. Andre tidak pernah menemuinya lagi” Andre mencoba menghindar.

__ADS_1


“maah.. sudah mah.. sudah.. ahhh!!” pinta Sarah dan kemudian merasakan nyeri di perutnya


“sayang!” ucap Andre melangkah ke Sarah dengan panik mendekati sang istri. Ia pun melupakan sakitnya akibat jeweran dan pukulan sang ibu


“Sarah kamu gak papa sayang? Panggil dokter anak bandel!!” teriak Sang ibu juga ikut mendekat


Belum lagi tangan Andre menekan tombol, Sarah menahannya


“gak perlu, aku gak ‘papa” ucapnya terlihat baik baik saja mengusap perutnya


“sayang.. kalau kamu mau tinggalin anak bandel ini, tinggalin!.. mamah akan jamin hidup kamu dan cucu mamah!” ucap Nensi dengan nafas menderu karena amarah dan ujung matanya melirik tajam pada Andre


“mahh!” Protes Andre


“sana pergi!!!” usir Nensi pada Andre karena amarah.


“mah.. Sarah ingin ke toilet!” ucap Sarah yang sedari tadi menahan kandung kemihnya yang penuh dan kini ia sudah tak kuat lagi


Dengan sigap, Andre membawa tubuh itu, ia tak peduli dengan kebencian Sarah padanya saat ini, yang terpenting Sarah tidak kenapa kenapa, hanya itu pemikirannya


“keluar!” pinta Sarah pada Andre yang kini mereka berada di dalam kamar mandi


“aku yang pegang infusnya” ucap Andre


“aku bilang keluar!” ucap Sarah dingin, sedingin tatapannya


Andre pun mengalah!


Andre bersandar pada pintu toilet, ia kembali berpikir


Sarah memiliki bukti? Kerutan keningnya berpikir. Tadi Sarah hanya menunjukkan bukti suara nya yang dikirim. tapi bukti apa lagi yang membuat Sarah marah bak gunung berapi yang meletus?


Sarah kembali keluar. Ia menatap Andre sejenak. Andre ingin menggandengnya tapi Sarah menolak. Wajah Andre terlihat putus asa, ia tak tahu harus melakukan apa.


Sarah kembali berbaring dibantu Nensi keatas brankarnya.


“ada di HP Sarah mah” jawabnya kembali bersandar di ranjangnya dan kembali dengan bantuan Andre.


Andre tidak menyerah. Ia tetap memperlakukan Sarah dengan lembut, meski tatapan Sarah setajam pedang yang  melukai hatinya.


“mana HP Sarah?” tanya Nensi


“di rumah mah! biar Andre ambil” ucapnya


“tidak!! Kamu tetap disini! Suruh orang lain yang ambil, atau mamah yang ambil” ucap Nensi


Mata Sarah membulat, sedang Andre terlihat santai dan tidak takut.


“tidak mah! biar..” ucapan Sarah terhenti, ia tak berani menyebut nama Andre di depan sang mertua.


“tidak!! Mamah yang akan mengambilnya” ucapnya beranjak.


Sarah terlihat gugup, ia takut jika sang mertua menyadari kamar mereka yang terpisah.


Nensi semakin curiga pada Sarah, sepertinya mereka berdua menyembunyikan sesuatu!


Setelah kepergian Nensi, kini hanya mereka berdua, Andre masih duduk di tepi ranjang Sarah, ia terus menatap wanita yang sangat dia cintai kini terlihat sakit.


Hening dan hening, meresapi sendiri pemikiran mereka masing masing.


Sarah hanya menundukkan pandangannya. Ia tak berani menatap mata itu.


“aku sungguh mencintai mu sar!” ucap Andre lagi


Hati Sarah terenyuh, kata itu begitu indah. Tapi kenapa semua itu hanya untuk kepalsuan?


“aku tak tahu harus bagaimana mengungkapkan perasaan ku.. tapi harus kamu tahu.. aku sungguh mencintai kamu” ucap Andre lirih


Seketika hati itu seakan percaya saat menatap Andre yang menunduk sedih di depannya. Sarah tersenyum. Mereka hanya berdua, dan Suara Andre begitu tulus.

__ADS_1


Kamu beneran mencintai ku Ndre? Sungguh? Benaknya tersenyum


Sesaat tangannya terangkat ingin mengusap kepala itu. tapi pemikiran buruk itu muncul kembali


Kamu mencintaiku! Cukupkan itu? tapi kehidupan kita mendatang tak akan pernah damai, pertentangan dari kakek mu terhadap kondisi ku pasti tak akan mudah ku lalui, aku hanya ingin berdua dengan anakku.


Aku ingin hidup bahagia di sisa hidupku, ijinkan aku bahagia hanya bersama anakku, Aku tak ingin lagi hidup menderita dengan hinaan dan dengan orang orang yang menatap ku hina dan miskin.


Maafin aku Ndre! Maafin aku! Cinta tak akan pernah cukup untuk kita menjalani rumah tangga!


Susan benar, hidupku pasti akan tersiksa karena tak akan bisa mengimbangi kehidupan kalian dan akhirnya kalian akan mengambil anak ku dan membuat aku pergi dari kalian!


“tak bisakah wajah ini tersenyum lagi?” ucap Andre meletakkan telapak tangannya di pipi Sarah yang membuat Sarah tersadar dari lamunannya. Andre menyeka air mata yang jatuh dengan ibu jari begitu lembut. Keheningan pun itu pecah


“katakan apa yang harus ku lakukan Sar? Katakan apa yang bisa ku perbuat agar kamu kembali ceria?” tanya Andre lagi


Sarah mengangkat kepalanya menatap wajah Andre yang juga berkaca kaca menatapnya.


“ceraikan aku, jangan ambil anakku, biarkan aku hidup berdua berdua dengannya, cukup itu yang kamu lakukan, aku akan kembali ceria” ucapnya dengan derai air mata


“tak bisakah aku ikut bahagia disana?” tanya Andre


“apa segitunya kamu membenciku? Hanya karena aku mencintai kamu?” tanya Andre


Bersitan perasaan bersalah menyelimuti Sarah. hatinya semakin sakit.


“kamu bisa bahagia bersama orang lain, sedang aku tidak! Aku hanya akan bahagia bersamanya” ucap Sarah mengusap perutnya


“kenapa tidak bisa bahagia bersamaku?” tanya Andre lagi


Sarah menunduk. Ia tak mungkin menjelaskan semua.


Karena kakek mu pasti akan memisahkan kita! Dia tak akan tinggal diam jika tahu siapa aku sebenarnya! Karena aku miskin, aku bukan siapa di matanya yang pantas mendampingimu! Benak itu bicara, tapi tak berani dengan mulutnya. Sarah menggeleng sendiri mencoba melepas sakit di dalam dadanya.


“katakan Sar! Katakan kenapa?” pinta Andre


“karena kelak kita akan berpisah! Jadi lebih baik kita pisah sekarang dari pada nanti, itu terlalu sakit” ucap Sarah


Andre semakin tak mengerti ucapan Sarah.


“perjanjian kita sudah batal, pernikahan kita sah di mata hukum, agama dan negara, kita bisa menjalaninya bersama dan sekarang! Ada dia” Andre meletakkan tangannya di atas tangan Sarah yang memegang perutnya.


“aku tak pernah berpisah dengan papah, maka jangan pisahkan aku dengan anak ku” ucap Andre lagi


Tangis Sarah semakin menjadi.


Andre menarik Sarah ke dalam pelukannya, Sarah pun memeluk erat Andre. ia telah jatuh cinta pada lelaki ini, tapi .. tapi.. pikiran itu selalu ada!


Mereka hanya saling menangis dan saling berpelukan. Tanpa menyadari sepasang mata mengintip dari balik pintu.


“aku tak memisahkan kalian, kamu boleh datang bertemu dengannya” ucap Sarah


“kenapa kamu bersikeras tak ingin hidup dengan ku Sar?” tanya Andre menunduk.


“karena Susan? Aku bersumpah aku sudah lama putus dengannya, karena perasaan? Aku sudah bilang aku mencintai kamu! terus karena alasan apa lagi?”


“cinta tidak akan membuat hidup kita damai Ndre! Kamu pikir keluarga kamu akan membiarkan pernikahan kita jika mereka tahu siapa aku?” ucap Sarah lagi


“kamu Sarah! istriku! Semua orang tahu itu” jawab Andre


Sarah menggeleng!


“Kakek! Apa dia akan membiarkan pernikahan kita ketika dia tahu semiskin apa aku? Serendah apa aku? Tidak, dia tidak akan membiarkannya”


“kakek tidak seperti itu” belum selesai Andre bicara


Brak!!!! Suara pintu dibuka dengan sangat keras


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~

__ADS_1


__ADS_2