
Brak!!!! Suara pintu dibuka dengan sangat keras
“kakek?” Andre bangkit saat melihat sang kakek yang datang.
“jadi kamu pikir kakek tua ini mempermasalahkan kekayaan kamu?” ucap Sang kakek dingin
Sarah kaget dan tegang. Ia tak bermaksud seperti itu, tapi lelaki tua itu sepertinya salah paham dengan ucapannya
“bukan .. bukan begitu maksud Sarah kek!” Sarah ketakutan
“kakek! Jangan buat Sarah ketakutan!” Andre duduk ke samping Sarah dan merangkulnya.
Tubuh Sarah gemetar, lelaki itu memang memiliki wajah wibawa. Ucapan dinginnya seketika membuat Sarah gemetar.
“kakek hanya bertanya padanya?” ucap sang kakek kesal pada sang cucu
“iya, tapi Sarah jadi takut kek! Sarah masih rentan”
“terus? Bagaimana dengan diri kamu sendiri? apa yang kamu lakukan Ndre? Kenapa istrimu sampai terbaring disitu?” ucap Sang kakek sedikit terdengar marah.
“Sarah salah paham kek!” salah paham
Sarah masih diam.
“hai kau cucu menantu! Kau belum menjawab pertanyaan ku” ucap Sang kakek menunjuk
“Sarah.. Sarah tidak bermaksud seperti itu” ucap Sarah masih ketakutan
“makanya jelaskan maksud mu!” perintah sang kakek.
“kakek!” tegur Andre
“diam kau! Aku menanyakan pada istrimu bukan kamu!” jawab sang kakek.
“maksud Sarah.. Sarah orang miskin, Sarah takut kakek marah dengan Andre yang menikahi Sarah yang miskin! Kakek akan malu, kakek akan merasa terhina oleh orang orang karena memiliki menantu miskin seperti Sarah” ucap Sarah menunduk sedih
“memangnya kenapa kalau kamu miskin?” tanya Sang kakek
“memang kamu meminta terlahir miskin?” tanya kakek lagi
“kakek, Please!” Andre berusaha menahan ucapan kakeknya
Sarah menggeleng.
“lihat mataku!” ucap Sang lelaki tua itu
Sarah memberanikan diri menatap sang kakek dengan mata sayu yang berair.
“dengarkan kakek baik baik! Kakek tidak peduli kamu terlahir dimana, dari rahim siapa, dari ayah siapa, dan dari keluarga mana... sekaya apa atau semiskin apa.. kakek tidak pernah peduli. Yang kakek pedulikan hanya ... ! Apa kamu bisa membahagiakan Andre? apa kamu bisa menyayanginya? Apa kamu bisa menjaganya? Apa kamu mencintainya? Itu yang kakek peduli!” ucapnya mendekat dan menatap mata Sarah dengan senyuman
Sarah menunduk malu, ternyata pemiikirannya salah. Ternyata apa yang Susan ucapkan tidak benar. Keluarga Andre memang menerimanya
“lagian dari mana kamu dapat pemikiran seperti itu?” ucap Sang kakek
“ada seseorang yang mengatakan jika kakek tahu siapa Sarah kakek pasti akan mengusir Sarah, kakek tidak akan menerima Sarah” ucapnya menunduk
“siapa yang ngomong gitu sar?” tanya Andre tak habis pikir
“seseorang!” ucapnya menoleh pada Andre dengan kesal
“sekarang kakek tanya? Kenapa kamu menatap Andre setajam itu? jangan jangan kamu masuk rumah sakit hari ini karena kalian bertengkar?” curiga sang kakek
__ADS_1
“Sarah tidak mempercayai Andre kek!” ucapnya menoleh pada sang istri dengan sedih.
“dia mencurigai Andre bersama Susan” ucapnya
“huh! Keturunan mereka memang tak bisa membuat kita tenang” ucap sang kakek.
Andre menoleh mendengar kata kata sang kakek.
“iya! Kamu tahu kenapa kakeknya disingkirkan dari perusahaan kita?”
Andre hanya menggeleng
“karena di mencuri!”
Andre merasa aneh dengan kata mencuri
“dia ingin mencuri perusahaan kakek!” jawabnya
Sarah sedikit membuka mulutnya tak percaya dengan apa yang ia dengar.
“kenapa kakek gak cerita?” ucap Andre
“karena kamu terlalu mencintai cucunya!” ucap kakek lagi
Seketika darah Sarah kembali panas. Iya! Andre memang mencintai Susan.
“itu sebabnya Sarah ingin berpisah kek!” ucapnya melirik Andre dengan marah dan melepas tangan Andre
“kakek! Lihat! Sarah salah paham lagi kan?” keluhnya
Suara pintu terbuka kembali.
“jadi selama ini Susan yang meracuni pikiran kamu sayang?” ucap Nensi langsung
“apa maksud kamu Nensi?” tanya sang ayah
“tadi selama perjalanan sebuah pesan masuk pada ponsel Sarah, mamah tak sengaja melihat pesan itu yang bertuliskan aku sedang bersama Andre dan sebuah pesan video dia kirim”
“jadi selama ini Susan mengganggu kamu?” tanya Andre kesal
Sarah menunduk dan mengangguk pelan
“dia yang mengirim bukti kalau kamu sedang bersamanya” ucap Sarah marah pada Andre
Dia melupakan tata kesopanan di depan kakek dan ibu mertuanya. Ia begitu kesal
“tapi sayang aku gak pernah menemui dia!” ucap Andre
“bohong! Foto kamu, video kamu, suara kamu... apa yang ingin kamu sangkal” teriak Sarah
“Aku ingin cerai!!” teriaknya emosi itu kembali memuncak dan mengeluarkan erupsi dari gunung berapi yang tadi sempat dingin
“Aku gak pernah ingin berpisah dari kamu sayang, sedetik pun aku gak ingin jauh dari kamu! jadi aku gak ingin kita bercerai! Aku mohon jangan mengatakan kata kata itu!!”
“buka!” pinta sang kakek menyerahkan ponsel Sarah.
“aku mau lihat seperti apa” ucapnya kesal melirik pada Andre
Sarah membuka ponselnya. ia menunjukkan pesan itu pada sang kakek. Andre dan Nensi mendekat ingin melihat semua pesan yang Susan kirim.
“dasar wanita ular!!!!” kesal Nensi
__ADS_1
“kek! Ini foto lama, lihat, Andre aja masih kurusan” jelasnya
“sayang! Kamu salah paham, dia sengaja mengirim foto foto dan video lama ke kamu agar kita bertengkar seperti ini”
“terus bagaimana dengan suara itu... kamu sendiri memintanya” ucap Sarah lagi
“itu semua pesan lama, pesan ketika aku masih belum ketemu kamu”
Sarah menunduk.
“sayang coba lihat! Dia mengirim video dan mengatakan dia bersama Andre beberapa menit yang lalu, padahal Andre disini bersama kamu” jelas Nensi
Sarah kembali melihat, ia baru menyadari, Susan telah meracuni pikirannya.
Ia menoleh pada Andre yang terlihat sedih namun juga terlihat marah
“lihat.. ini bukti dia mempermainkan kamu” ucap Andre
“sini mah!” Ambil Sarah pada ponselnya, dadanya seperti dipenuhi sejuta bom yang ingin meledak
Ia menekan tombol hubungi pada nomor Susan.
“halo!” ucap Susan manja
“aaahhhh.. aahhh.. kamu mengganggu ku bercinta dengan Andre Saja” suara itu seperti orang sedang bercinta dengan nafas yang ngos ngosan dan dessahan yang menggoda
“ahhhh... ssshhh .. Andre ... lagi sayang!” ucap Susan
Sarah memanas, ia bukan marah karena cemburu, tapi marah karena Susan telah meracuni pikirannya
“heh! Wanita ular yang busuk ******, pelacur murahan, tak ada akhlak, wanita laknat, loe bercinta dengan Andre? heh!!! Asal loe tau, laki gue disini sama gue.. loe mau fitnah tu harus mikir! Dasar ular gak tau diri, manusia serakah, gak punya martabat, murahaan!!!” teriak Sarah saking kesalnya
“loe bercinta aja sama hantunya Andre... loe beneran mau denger suara suami gue yang lagi enak diatas gue gak?? Hah?? Loe mau hah? Apa sekalian gue kirim gimana gue bercinta dengan suami gue jal*ng?” teriak Sarah
Tut!! Suara panggilan dimatikan
“hah! Dasar busuk, hantu gentayangan, ular genit kegatelan, pel*cur, iblis kamu!!” teriak Sarah Murka pada ponselnya yang sudah gelap.
Setelah itu keheningan melanda ruangan tersebut. semua makhluk di dalam sana mematung. Hanya suara nafas Sarah yang terus menderu karena kemarahan yang luar biasa.
Sarah mengangkat kepalanya! Ia baru sadar akan kesalahan yang barusan ia buat, ia melupakan tata krama!
Seketika wajahnya meringis, bukan karena sakit, tapi karena terlalu malu, wajahnya seketika menjadi tomat matang yang siap di masak. Bukan malu pada Andre dan ibu mertuanya yang memang memiliki obrolan absurb yang menjadi hal lumrah. Tapi malu pada lelaki yang memiliki wajah berwibawa yang menatapnya seakan tak percaya
“ah!” keluh Sarah menunduk
“maaf!” ucapnya lirih dalam tunduknya.. ia sangat malu!
Sedetik kemudian, Nensi dan sang ayah terbahak. Sedang Andre berusaha menggigit bibirnya agar tak ikut tertawa, ia senang Sarah seperti itu, namun melihatnya emosi seakan sangat lucu.
“kamu pasti juga mau ngetawain aku kan?” ucap Sarah dengan wajah sedih menatap Andre yang berdiri di sampingnya.
Andre menarik Sarah agar menenggelamkan wajahnya di dadanya. Andre berusaha menahan tawanya.
“tu kan kamu ikut ketawa” pukul Sarah manja pada perut Andre
“aku malu!!” bisiknya lagi
“sudah sudah.. yang penting sekarang kamu sudah percaya padaku” ucap Andre berusaha agar tak tertawa melihat amukan sang istri
Sedang kedua ayah dan anak itu masih belum bisa menghentikan tawanya.
__ADS_1
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Hampir tamat ya Kak.. terima kasih udah setia baca sampai sini..