
Gedung mulai terlihat sepi, orang orang mulai tak terlihat karena satu persatu meninggalkan tempat kerja mereka untuk makan siang.
Andre menatap jam tangan yang melingkar di lengannya. Terlihat waktu sudah menunjukkan pukul 12:10 siang
Kok gak nyampe nyampe ya? Gumam hatinya mulai khawatir mengingat pesan yang ia kirim tak dibaca sang istri
Andre mengambil ponselnya dan menghubungi sang ibu.
“mah.. Sarah jadi ke kantor?” tanya Andre
“lho? Belum nyampe?” tanyanya ikut panik dalam seketika
“belum! Ponselnya juga dihubungi gak ngangkat” balas Andre
“dia berangkat dari jam sebelasan tadi ndre” jelas ibunya
“hah? Dari jam itu mah? Aduh!!!” Andre mulai panik
“Coba hubungi pak Midun! Tadi dia berangkat sama dia”
Andre langsung mematikan ponselnya dan menghubungi salah satu supir yang bekerja di rumahnya.
“ibu sudah sampai dari tadi pak... mungkin setengah jam yang lalu” jelas Midun
Andre semakin khawatir. Ia pun menghubungi sekretarisnya dan mencoba menanyakan. Sang sekretaris mengatakan jika tak ada tamu yang mencarinya.
Ia pun bergegas keluar dan meminta menanyakan pada bagian resepsionis. Alhasil tak ada jawaban karena saat ini sedang jam istirahat.
Pihak sekretaris menanyakan pada bagian keamanan yang berjaga dan mengatakan ada seorang wanita yang menunggu di lobi bawah.
Andre berlari menuju lift. Pikirannya kesal dan marah. Saat pintu lift terbuka, Andre melihat sang istri yang sudah terkantuk menyandarkan diri di kursi tunggu. Dadanya bergemuruh. Kenapa tak satu orang pun mengatakan jika istrinya berada di bawah.
Perasaannya sangat marah saat ini melihat istrinya diperlakukan seperti itu.
“sayang..!” panggilan lembut selembut sentuhannya mencoba membangunkan Sarah
“mas..” suaranya membuka matanya yang terlihat sayu
“kok gak langsung bilang aku kamu nyampe?” tanya Andre
“HP ku ketinggalan” jawabnya tersenyum
“kamu baru selesai meetingnya?” tanyanya mengerti
“hem!” jawab Andre berbohong
“kenapa gak minta resepsionis telponin aku diatas?” tanya Andre
“udah kok! Aku diminta nunggu disini” senyumnya tanpa ada rasa kesal
Hal itu membuat dada Andre naik turun menahan amarahnya. Sarah diperlakukan seolah tak penting oleh mereka. Andre menahan gerahamnya dan tersenyum palsu pada sang istri
“maafin aku ya.. kamu pasti lama nunggu disini” senyum bersalah Andre
“gak papa mas...” Sarah membelai rahang sang suami yang terlihat kesal
“yang penting aku dah ketemu sama kamu dan kita sekarang akan makan siang kan?” senyumnya
“hem!” angguk Andre sambil mengedipkan matanya pelan pertanda kelembutan itu ia tunjukkan.
Andre mengajak Sarah menuju kantornya dengan rengkuhan di pinggang sang istri yang tak terlepas. Menunjukkan kemesraan dan keromantisan yang tak berkesudahan.
__ADS_1
“i love you” bisik Andre di telinga Sarah ketika di dalam lift
Sarah mengangkat wajahnya melihat wajah sang suami.
“sepertinya kamu lapar mas!” senyumnya menggoda
“lapar kamu sayang” balas Andre menggodanya dan menurunkan tangannya menuju bongkahan padat di belakang Sarah dan meremasnya.
“iihh.. kamu nakal deh!” balas Sarah memukul pelan dada Andre
Mereka memasuki kantor dan Andre menunjukkan pada Sarah seperti apa kantornya.
“itu pintu apa mas?” tanya Sarah
“bilik rahasia kakek” senyumnya
“hah? Jalan rahasia ya?”
“iya.. kalau masuk ke situ bisa menuju jalan nikmat” godanya
“iihh.. kamu dari tadi mesum melulu” wajah Sarah merona mengerti ke arah mana ucapan Sang suami
“kamu belum lapar banget kan?” tanya Andre menanyakan perihal makan siang
“aku lapar banget dari tadi” ucapnya mendekati sang suami dan berjinjit agar ia bisa meraih bibir Andre untuk bibirnya. ternyata pertanyaan Andre justru dijawab berbeda oleh sarah
Sarah mengecup sebentar bibir itu, tapi ia menaikkan tangannya ke leher Andre memintanya untuk menunduk agar ia bisa kembali menyesap bibir yang sedari tadi ia pandangi.
“ahh.. senang aku istriku begini” ucapan itu disela ciuman panas mereka
Andre semakin larut dalam ciumannya, Sarah kini semakin berani, ia bahkan telah mengusap tongkat Andre yang selalu membuatnya melayang.
“kenapa?” tanya Sarah dengan nafas yang sudah menderu. Tubuhnya sudah sangat menuntut. Setengah hari tanpa belaian Andre sangat menyiksanya
“aku pasang tag dulu!” ucap Andre melepas rangkuhan pelukan sang istri.
Andre mengambil sebuah tag bertulis kan ‘DILARANG MENGGANGGU’ untuk ia pasang di handle pintu
“kaya di hotel aja!” senyum Sarah menatap sang suami yang kembali berjalan ke arahnya.
Andre langsung memeluk dan mengangkat tubuh Sarah dalam gendongannya. Sarah melingkarkan kaki di pinggkan lelaki kekar itu. Tangannya mengalung di leher sang suami, dan menyatukan kembali bibir mereka dalam rengkuhan kenikmatan ciuman menuju bilik rahasia.
“aku mencintai kamu mas!” gumannya di sela ciuman dan sesapan nikmat Andre
“hemmm” Andre hanya menggumam karena mulutnya masih di kuasai Sarah
Andre menurunkan perlahan sang istri di atas ranjang. Nafas mereka berdua sudah menderu seiring keinginan yang sudah berada di ubun ubun.
Andre kembali mengecup bibir itu dan Perlahan tangan Andre mengangkat dress Sarah keatas. Sarah pun tak mau kalah, sambil menikmati ciumannya ia melepas satu persatu kancing kemeja sang suami. Hingga akhirnya tubuh mereka hanya menyisakan kain penutup bagian bawah mereka saya
“ayo mas!” dessahan Sarah meminta lebih
Ciuman Andre semakin nakal, perlahan semakin turun dan turun, remassan dan kecupan seakan berdansa seirama di tubuh Sarah, diiringi lantunan dessahan dari mulut sang penikmat cumbuan.
“ahhh... ahhhh.. sssshhhhahh” suara itu silih berganti mengikuti desakan dalam tubuhnya yang terus meminta.
Andre mengecup perlahan hingga punggung Sarah. Kini ia berada dibelakang Sarah. Merapatkan tubuh itu hingga kedua tangannya berada di gundukan kenyal milik sang istri yang kini semakin membesar.
Andre terus memainkan puncak itu yang kini mengeras karena aliran gairah sudah menguasai sepenuhnya tubuh Sarah. Sedang bibir Andre terus mengecupi leher dan kembali memutar kepala sang istri agar ia mampu menyesap
kembali bibir kenyal itu.
__ADS_1
“ahhh..” Sarah tersentak ketika tangan Andre turun pada bagian intinya. Jari itu mulai bermain hingga membuat tubuh Sarah terus ikut bergerak tak mampu menahan apa yang melanda dalam aliran darahnya
Perlahan Andre mengangkat tubuh itu di atasnya. Hingga penyatuan mereka terasa begitu syahdu dan Sarah memejamkan mata ketika telah dimasuki oleh sang suami
Errangannya semakin menjadi ketika goyangan Andre semakin cepat. Tubuh Sarah sudah terlalu menuntut. Hingga ia melengkungkan tubuhnya dan diiringi suara nikmat pertanda ia mencapai puncak pelepasannya sendiri.
“kamu suka sayang?” tanya Andre berbisik dan menjilat telinga sang istri
“hehmm hemmm..” hanya itu yang bisa Sarah ucapnya dan menarik kepala sang suami untuk menautkan kembali bibir mereka.
Gerakan Andre kembali pelan, syahdu dan terus mengalirkan kenikmatan.
“hhhhmmmm” geram Andre mulai kembali mempercepat gerakannya setelah sekian lama.
Kini tangan Andre yang tadinya meremmas gundukan itu perlahan turun. Ia hanya merangkul kedua gundukan itu dengan lengan dan satu tangannya. Jarinya memainkan puncak itu semakin nakal. Lumatannya semakin menyesap. Diiringi gumaman nikmat sang istri.
Tangan Andre kini berada di bagian inti Sarah yang kini ia pompa liang nikmatnya. Jarinya perlahan memainkan daging kecil di tengahnya intinya.
Sarah semakin bergejolak. Rasa itu semakin menggila. Gerakan semua tubuh Andre semakin seirama, semua tubuh itu terbelai sempurna menghadirkan rasa yang berbeda.
“mass... masssshhhh..” Dessahan Sarah semakin menjadi
“aku suka ini massshhh...” kini aliran itu semakin menguat, semakin menuju inti tubuhnya yang semakin menuntut.
“aahhhhh.. ahaahhh..” Sarah tak kuat lagi dengan apa yang ia rasakan. Ledakan itu telah menuju bagian intinya untuk keluar.
“ahhhh.. eeeheh..” Andre juga ikut merasakan betapa nikmat jepitan dibawah sana ketika istrinya mencapai kembali puncaknya
Gerakan Andre semakin cepat hingga akhirnya mereka mencapai puncak itu bersamaan dan dengan errangan yang sama.
Dada Sarah turun naik mengikuti nafas yang terengah setelah terpuaskan oleh sang suami. Begitu pula Andre yang berada dibawahnya, juga merasakan hal yang sama.
“kamu luar biasa hari ini mas” senyumnya tak ingin melepaskan diri dari sang suami
“kamu juga sayang! Apa kamu udah kenyang?” tanya Andre
“hem.. banget” senyumnya dan melepas diri hingga menjatuhkan dirinya disamping sang suami
Andre kembali mendaratkan ciuman di bibir Sarah dan disambut dengan balasan yang tak kalah nakal.
“aku mencintai kamu sayang” ucap Andre melepas ciumannya dengan senyuman dan usapan lembut pada dahi Sarah untuk menghilangkan keringat sang istri yang basah.
“aku juga mas” senyumnya
Andre pun mengecup kening sang istri, kini nafas mereka telah tenang, meninggalkan lelah setelah olah raga panjang disiang bolong dan juga meninggalkan suara perut yang mulai menuntuk untuk diisi.
Sarah terkekeh manja mendengar suara perut Andre.
“ayo kita mandi! Aku sudah sangat lapar” ucap Andre beranjak
“tapi aku lelah, aku gak kuat berdiri mas” ucapnya manja meminta di gendong
Acara mandi pun berlanjut.
Sedang diluar sana sang sekretaris hanya mampu memandang tag yang terlihat di gagang pintu, sedang dering telpon meminta Andre datang ke ruang meeting terus berdering.
“huh... bapak pasti lagi nikmat nikmatan sama ibu” ucapnya mengusap wajah merona
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
jangan lupa juga ya tinggalin jejak buat semangat menulis... hehehehe
__ADS_1