Imitasi Dua Hati

Imitasi Dua Hati
Bonus Chapter : Tak Pernah Puas


__ADS_3

“cepat pulang! Jemput istrimu sekarang! Astaga! nasibku.. setelah puluhan tahun kenapa harus ketemu lagi hal ini!” keluh sang kakek berdiri sambil menggeleng pelan kepalanya.


“maksud kakek?” tanya Andre


“nanti kau juga akan tau!” ucapnya meninggalkan ruangan itu


Andre hanya mengernyitkan keningnya mendengar jawaban sang kakek. Tapi ia bergegas menyambar jas dan merapikan semuanya. Ia keluar


kantor dengan senyum lebar. Berangkat dengan semangat dan kebahagiaan.


Sarah duduk sendiri dengan malas. Di ruang tengahnya. Sebuah telpon membuatnya bergerak malas meraihnya.


Telpon dari istri Danu membuatnya tersenyum. Ternyata perempuan tersebut meminta bantunya untuk datang ke rumahnya. Dengan semangat Sarah pergi ke tempat Danu, ia merindukan makhluk kecil lucu yang selalu menyukainya.


“hai Fino..” sapa sarah pada anak kecil gembut tersebut.


Senyum lebar Fino meminta digendong pun bersambut.


“maaf ya sar.. aku liat kamu di rumah.. jadi aku minta tolong ma kamu” ucapnya segan


“gak papa.. aku juga malas sendiri di rumah” ucapnya menyambut senang


“ayo kita main Fino..!” Sarah masuk ke dalam rumah


“kamu kelihatan pucat Sar” Istri Danu memperhatikan wajah Sarah


“aku hamil mbak” senyum Sarah


“alhamdulillah.. selamat ya Sar..” istri Danu memeluk Sarah


“cuma ..” Sarah menunduk


“Kenapa?” Istri Danu melepas pelukannya dan menatap wajah sarah dengan khawatir


“ngidamku gak kaya orang orang kayanya…” keluh Sarah


“gak kaya orang orang gimana?”


“sampai sekarang aku masih ngidam.. sedang kata teman teman, mereka hanya trimester pertama aja.. kok aku udah memasuki trimester kedua justru tambah parah kayanya” jelas Sarah


Istri danu tersenyum.


“mungkin karena jauh sama Andre paling” jelasnya


“nah itu.. aku gak mual kalau aku cium bau badan Mas Andre mbak”


Istri danu tertawa, ia memang mengetahui banyak hal tentang kehamilan, namun ia tak menyangka jika sarah mengidam unik seperti


teman temannya.


“Andre pasti senang banget tuh, dia kan memang gak bisa jauh sarma kamu” Goda istri danu


“awalnya aku ingin tetep kerja mbak, tapi sekarang kayanya udah gak mungkin lagi”


“lagian kamu juga.. suami udah mapan, ngapain juga kerja”


Sarah hanya tersenyum, memang Andre adalah orang yang sangat mapan, tapi dulu mereka bukan pasangan yang normal seperti orang orang yang menjalani kehidupan pernikahan yang sesungguhnya


“iya mbak”


Obrolan itu terus berlanjut. Sarah begitu betah berada di rumah Danu hingga ia lupa waktu.


Andre memasuki rumah secara perlahan karena ingin memberi kejutan pada sang istri, namun hal yang ia dapati justru rumah tersebut dalam kondisi kosong.


“sayang! Sayang!” panggil Andre


Namun bayangan Sarah saja tak terlihat. Padahal barusan sang istri mengatakan jika dia sedang berada di rumah.


“kamu bohong” gumam Andre memang tak mendapati Sarah di dalam rumah mereka


Ia mengambil Kembali ponselnya dan menghubungi sang istri

__ADS_1


“dimana sayang?” tanya Andre lagi saat Sarah menjawab panggilannya


“di rumah mas” jawab sarah


Kok kamu masih bohong! Benak Andre terbersit kecurigaan


“yakin kamu di rumah?” tanya Andre lagi


“iya!” jawabnya kesal


“sayang! aku di rumah saat ini!” ucap Andre sedikit kesal


“hah? Kamu jangan becanda mas” Sarah berjalan ke ruang depan untuk melihat rumahnya


“ahhhh!! Beneran!!” ucap Sarah girang setelah melihat sebuah mobil sudah terparkir di halaman rumahnya


Ia pun menutup panggilan Andre yang bergegas pamit pada istri Danu.


Senyum Sarah terus mengembang, ia berlari kecil menuju rumahnya, ingin segera memeluk sang pemilik hati yang sangat ia rindukan.


“mass.....!!!” teriaknya memasuki rumah


Andre berdiri merentangkan tangannya, Sarah berlari dan langsung melompat ke dalam pelukan Andre. Kakinya memelingkar di pinggang sang suami.


“hhhmmm...” gumamnya menghirup aroma tercintanya


“kangen banget sayang?” Andre mempererat pelukannya


Sarah hanya mengangguk dan terus mengeratkan pelukannya. Setelah puas dengan semuanya, ia merenggangkan pelukannya dan masih mengalungkan tangannya di leher sang suami. Dia terlihat seperti bayi kukang yang manja yang menempel pada induknya


Andre menatap wajah sang istri, terlihat matanya sembab


“lho.. kok nangis?” Andre menatap wajah sang istri


“aku kangen banget!” isaknya


“aku tau sayang! Aku juga kangen banget! itu sebabnya aku disini sekarang” Andre merapatkan wajahnya hingga kedua bibir mereka menyatu.


Sarah seperti terbius oleh bibir yang terus ia nikmati. Perlahan Andre membawa tubuh mereka ke dalam kamar. Dan berakhirlah ciuman itu dengan olah raga sore yang sangat panas.


Andre bermain aman karena mengingat kondisi sang istri yang berbadan dua, tapi sarah justru semakin agresif dan terus meminta untuk dipuaskan.


“sayang! Ingat anak kita” gumam Andre ketika sarah justru menekan balik dirinya


“aman kok!” gumamnya di sela dessahan kenikmatan yang ia nikmati


Dan akhirnya andre hanya mengikuti keinginan sang istri.


“aku mencintai kamu mas” ucapan itu terucap setelah Sarah benar benar terpuaskan.


“aku lebih mencintai kamu sayang” jawab Andre lunglai terbaring di sampingnya


*******************


Pesawat mendarat mulus di pagi hari yang cerah. Sarah kembali memuntahkan semua isi perutnya bukan karena efek mabuk perjalanan, tapi karena kembali mual itu kembali menyerangnya.


Ia terkulai lemas dalam mobil yang membawa mereka menuju kediaman utama.


Yang ia lakukan sekarang hanya terus mencium aroma sang suami yang pagi ini harus kembali tidak mandi demi dirinya.


“heeemmm..” gumaman itu terdengar begitu nikmat, menikmati aroma tubuh khas itu.


“mendingan?” tanya Andre yang terus mengusap pundak sang istri yang bersandar di dadanya


“iya mas!” jawab Sarah singkat dan terus memejamkan mata


“Syukurlah!” hela nafas Andre menatap sang istri


“kamu gak kerja kan pagi ini?” Sarah mengangkat kepalanya menatap Andre


“gak sayang!” Andre membelai pipi Sarah. Hatinya sakit melihat sang istri yang seakan begitu tersiksa.

__ADS_1


Wajah itu seperti memucat.


“syukurlah!” Sarah kembali memejamkan mata dan mengeratkan sandarannya di dada bidang Andre


“ngantuk?” Andre terus membelai sang istri


“iya, kan tadi malam kamu garap semaleman aku” keluhnya sambil menarik tubuh andre dalam pelukannya


Andre tersenyum mendengar kata kata sang istri. ‘digarap’? iya! Dia memang menggarap sawahnya sepanjang malam. Membuat sarah menjadi lemas dan lelah pagi ini.


Dengan usapan cinta, sang istri kini mendengkur halus dengan mulut sedikit menganga. Andre tersenyum melihat cintanya


Dddrrttt.. dddrrttt


Getar ponsel Andre yang berada di dalam saku membuatnya melepaskan pelukan pada sang istri.


“masih nina boboin Sarah kek” senyumnya menoel hidung sarah yang terlelap


Andre terkekeh menatap ponselnya. Sang kakek kesal mendengar jawaban sang cucu yang terdengar sangat senang pagi itu.


Saat tiba di mension utama, Sarah masih terlelap. Andre membawa tubuh Sarah yang semakin ringan dalam gendongannya dengan mudah menuju kamar mereka.


Andre memberi kode diam pada para pembantu yang menyambut kedatangan mereka. Dan dibalas dengan senyuman mereka yang melihat sang tuan muda yang begitu mencintai sang istri.


Membaringkan tubuh istrinya perlahan dan sesaat mengecup dahinya dengan penuh cinta. Andre membenahi selimut dan kembali mencium bibir yang sedikit terbuka karena terlihat begitu menggoda.


“mimpi indah sayang!” senyumnya seakan begitu berat meninggalkan wanita yang kini hanya larut dalam mimpinya sendiri.


Andre menuruni tangga, menuju dapur karena ia merasa perlu memberitahu para pembantu agar harus menyiapkan makanan sehat untuk istrinya yang berbadan dua.


Terdengar suara langkah sepatu memasuki rumah besar tersebut. Andre yang berjalan menuju kolam renang menoleh pada sumber suara


“Andre! Sarah beneran datang?” tanya sang ibu senang


Nensi yang tadinya menuju bandara untuk ikut berlibur bersama teman temannya pun ia batalkan saat mendengar berita kedatangan sang menantu.


“iya mah! Andre berhasil membujuknya pindah kesini” senyum Andre bangga tapi dengan wajah terlihat lelah


“dengan apa kamu bisa bujuk dia?” keponya Nensi kembali kumat


“dengan tiga ronde!” bisik Andre tersenyum berjalan menuju ke kolam renang


“heissshhh!” jawab Nensi kesal


Andre tertawa dan membiarkan ibunya kesal


“dimana sarah Ndre?”


“tidur! Dia baru bisa tidur sekarang, kecapean mah! Semalaman Andre garap” kerling mata Andre pada ibunya


“dasar anak mesum!” ucap Nensi


“eits! Jangan bangunin Sarah lho ya!!” tegas Andre pada ibunya yang ingin beranjak menuju tangga


“iya iya! Mamah nungguin dia bangun kok!”


“Andre berenang dulu, setelah Sarah bangun mau lanjut garap” ucapnya tertawa


“dasar gak pernah puas!”


“anak mamah kan?” jawab Andre


Nensi hanya tertawa


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Maaf baru bisa update


Karena kerusakan pada laptop membuat saya baru bisa menulis lagi


Terima kasih buat kakak kakak yang sudah mau baca novel ini

__ADS_1


Love you... jangan lupa sajennya ya kak.. hehehhe


__ADS_2