
“buktikan! Jangan hanya omongan!” ucap kakeknya duduk bersandar dengan helaan nafas lega
Andre kembali mengambil foto yang terlihat begitu jelas menunjukkan dirinya.
“kakek mengikutiku selama ini?” gumamnya sendiri
“jangan berpikir kakekmu ini seorang penguntit” jawab sang kakek.
“tapi kan ini bener?!” jawab Andre melirik
“itu adalah cara kakek mengetahui aktifitas kalian, kakek terlalu sibuk untuk bertanya apa yang kalian lakukan” ucapnya
“itu sebabnya waktu itu kakek tahu Sarah tidak keluar rumah” jawab Andre lagi
“hem!”
“jadi mamah juga kakek pantau?” Andre kaget hingga mengangkat keningnya
“sudah kakek bilang, kakek selalu mengikuti perkembangan kalian” ucapnya
“ternyata!”
“ternyata apa? Apa kamu gak penasaran foto foto apa yang kakek punya tentang istri kamu?” tantang sang kakek
“hah? Kakek juga pantau Sarah?” tanyanya
“kamu akan senang kalau kakek tunjukkan sebuah foto!” ucapnya meremehkan
“berarti kakek tau kalau Sarah menggugat Andre?” tanyanya
“tau! dia ke pengadilan agama lebih seminggu yang lalu” ucapnya
“terus kenapa kakek gak kasih tau Andre?” Andre kesal
“kan kakek bukan penguntit, kakek Cuma mengawasi kalian” ucapnya
“ahhh kakek!” Andre beranjak berdiri
Andre kembali menoleh pada sang kakek
“berarti kakek juga tau bagaimana kehidupan Sarah?” tanyanya lagi
“itu hal yang sangat mudah mengetahuinya” jawabnya santai bersandar
“kenapa kakek tidak keberatan?” tanya Andre yang membahas masalah Sarah hanya perempuan miskin yang ia nikahi.
“karena wanita itu baik, dia tidak silau akan hartamu, dia bahkan menyumbangkan uang mu pada yayasan ibumu” ucap sang kakek yang sangat tahu semuanya
Andre menelan ludahnya
Jangan jangan kakek tahu kontrak kami? Benak Andre
“Cuma yang kakek penasaran, apa yang membuat kamu begitu jatuh cinta padanya hingga dalam waktu singkat kamu menikahinya?” lanjut sang kakek
“karena dia wanita sempurna!” jawab Andre bangga
Kakeknya terlihat kesal melihat wajah sang cucu yang terlihat bangga pada istrinya
“sudah sana! Selesaikan masalahmu, bawa kembali cucu menantu kakek! Awas saja kalau tidak!!” ucapnya
“Sarah bukan orang yang gampang dibujuk kek, pasti butuh berhari hari!” ucapnya
“iya! Wanita itu memegang prinsip dan keteguhan hatinya”
“terus kerjaan disini kakek yang handle ya?” pintanya memasang jasnya
“ya sudah! Sana!” ucap sang kakek lagi
Andre melangkahkan kakinya.
__ADS_1
“selamat ulang tahun cucuku” ucapnya lagi tanpa melihat ke Andre
“aku mencintaimu kek!” Andre kembali berbalik dan dengan manja mencium sang kakek kemudian berlari keluar.
“kamu itu sudah tua Andre!!” usapnya pada pipinya yang basah akibat ciuman Andre, lelaki tua itu pun tersenyum.
*
*
Pesawat telah menyentuh tanah, Perasaan Andre semakin gugup, detak jantungnya semakin menggila, mungkin jika saat ini ia melakukan tensi darah, entah berapa angka yang akan terlihat.
Andre masih panik. Ia bingung kemana ia akan pergi.
“kek! Sarah sekarang dimana?” tanyanya lagi menghubungi sang kakek
“kok tanya kakek? Kamu yang punya bini kok” jawabnya dan kembali menutup telpon Andre.
“dasar tua bangka pelit!” gerutu Andre
“Sarah dimana pak?” tanyanya pada Sang Supir
“di kantor mungkin pak” jawab Pak Budi
“bapak selalu stand by disana biasanya?” tanyanya lagi
“iya pak! Takut bu Sarah minta pulang, jadi saya tiap hari berada disana” ucapnya lagi
Dalam perjalanan Andre terus mencoba menghubungi Sarah, tapi tetap sama. Andre mengirim pesan singkat pada Sarah
‘pliiiss... tolong jangan block aku atau telpon aku kalau kamu tidak sibuk’ tulisnya.
Ponsel Andre pun berdering. Jantung Andre seketika bersorak! Namun ternyata nama yang tertulis bukan dari Sarah.
“halo!” ucapnya tak semangat
“Maaf om, saya lagi nunggu telpon penting, jadi gak bisa lama ngomongnya” Ucapnya tergesa
Andre kaget mendengar Ardi yang bicara soal kado dari Sarah. Ia diam, karena kado dari Sarah memang membuatnya terkejut, bahkan hampir serangan jantung.
“Tu sampai gak bisa ngomong! Ya sudah, om harap kamu bisa menjadi ayah yang baik!” Ucap Ardi lagi
Mendengar kata Kata Ardi, Andre mencoba mendengar kembali kalimat terakhir yang terucap. Dia tidak salah dengar ‘kan?
“Apa om? Barusan om bilang apa?” Andre mencoba meyakinkan diri dengan apa yang ia dengar
“Iya, itu doa om untuk kamu tahun ini! selamat ulang tahun juga ponakan om tersayang! Ahahhaha.. kayanya kamu terlalu senang dengan kado kamu tahun ini” Ardi terdengar begitu senang.
Jantung Andre semakin berpacu, kini Darahnya seperti begitu cepat mengalir. Namun nafasnya seperti begitu ringan.
“Coba om ulangi doa om barusan?” pinta Andre lagi
Mendengar kata kata Andre, Ardi merasa bingung, Andre seperti baru mendengar.
“Sarah belum ngasih kamu kejutan?” Ardi bertanya balik
“Kejutan?” tanya Andre lagi
“Aduh!!! Sorry! om kira kamu udah terima kado dari Sarah, waduhhh!!” Ucapnya panik dan merasa tak enak hati
“Om tolong perjelas maksud omongan om barusan!” Andre mencoba meyakinkan
“Sarah hamil Ndre! Malam itu dia bilang dia akan beritahu kamu ketika kamu ultah, makanya om tadi bilang gitu! Aduuhhh! Om ngerusak rencana dia deh!” ucapnya merasa bersalah
Andre mendengar itu tak mampu menutup mulutnya, perlahan bibirnya terangkat keatas. Wajahnya yang tadi kesal, marah dan cemas, kini menghilang dalam seketika.
Hamil? Raut wajahnya berubah seratus delapan puluh derajat. Ia benar benar diliputi kebahagiaan.
”Nanti kalo ketemu Sarah, kamu pura pura gak tau ya? Biar surprise dia ke kamu gak gagal!” pinta Ardi lagi
__ADS_1
“Om tutup dulu ya!” langsung menutup
Andre terus tersenyum, hatinya bersorak, jantungnya terus berdansa, perutnya terasa menggelitik, dan seluruh tubuhnya merasa ringan.
Ia telah menjadi seorang ayah, dalam sekejap, terbahak senang. Tawanya pecah ditengah lajunya mobil yang membawanya menuju sang istri.
Pak Budi yang dari tadi menyetir menjadi bingung. Andre barusan panik karena surat gugatan cerai Sarah. Kini ia justru terlihat sangat bahagia.
Andre langsung mengambil ponsel miliknya. Ia menghubungi direktur tempat Sarah bekerja, perusahaan itu sedang dalam proses peralihan kepemilikan kepada perusahaan Andre.
Sejak Sarah bekerja disana, Andre meminta seseorang untuk membeli saham perusahaan itu dalam jumlah besar, sehingga saham mayoritas menjadi miliknya. Tapi Andre meminta pada mereka untuk merahasiakan semua itu. ia tidak ingin Sarah merasa tidak nyaman bekerja jika mengetahui ia telah menjadi pemilik dari perusahaan kecil tempat ia bekerja.
“selamat siang pak!” ucap Andre menyapa
.............
“bisa saya ketemu bapak dan asisten bapak empat mata?” tanyanya
Jangan ditanya seperti apa pemikiran sang direktur. Ia merasa gugup, ucapan Andre terlalu datar hingga membuat lelaki itu merasa kehilangan separuh jantungnya.
“tapi jangan bilang ke asisten bapak bahwa saya akan bertemu kalian! Saya hanya minta pertemuan ini terkesan rahasia” ucapnya lagi tersenyum
...............
“tidak perlu pak! Cukup tunggu saya di ruangan bapak” ucapnya lagi
...............
“ingat pak! Jangan bilang ke asisten bapak jika tamu yang bapak ingin temui adalah saya!” ucapan itu seperti titah.
Sarah melirik pada sang direktur yang keluar ruangan saat menerima telpon. Ruang meeting mereka yang terbuat dari kaca membuat ia bisa melihat kegugupan sang direktur.
Sarah kembali berpaling pada topik meeting saat lelaki itu kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku jasnya.
“Sarah! ikut saya! Ada hal penting yang akan kita bicarakan!” ucapnya
Sarah terkejut. Telpon barusan! Apa mungkin menyangkut pemberitahuan jika dia telah memiliki saham disana?
“meetingnya gimana pak?” tanya sang bawahan.
“kalian lanjutkan! Saya ada hal yang penting yang harus dibicarakan dengan Sarah!” ucap sang direktur lagi
Sarah semakin gugup.
Aku salah apa ya? Berusaha mencari kesalahannya agar tak memikirkan masalah saham tersebut
“ada apa pak?” tanya Sarah pada sang direktur yang berjalan di depannya.
“nanti kamu akan tau!” ucapnya
Iya! pasti soal saham itu! Apa yang akan aku katakan padanya? pasti beliau mengira aku mempermainkanya! pasti beliau tidak akan mengerti! terus aku jelasinnya gimana? aduuhhh.. ! benak Sarah berjalan mengikuti sang Direktur
Andre telah tiba di depan gedung, ia menghela nafas sejenak.
“pak! Tolong beli cake yang dulu bu Sarah beli” ucapnya menyerahkan kartunya
“berapa pak?”
“beli semua yang ada di toko mereka!” ucapnya lagi
“hah?” Pak Budi merasa bingung.
“bagikan dengan semua karyawan disini nanti” ucapnya lagi
Ia pun keluar dari mobil dan melangkah memasuki gedung kecil itu.
Suara pintu di ketuk! Sarah ingin berdiri membuka pintu.
“biar saya!” tahan sang direktur
__ADS_1
Krieeet! Pintu terbuka
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~