Imitasi Dua Hati

Imitasi Dua Hati
Rindu atau dirindukan Istri?


__ADS_3

Suara dentang bel terdengar. Sesaat Sarah mengintip dari balik jendelanya, terlihat mobil kantor yang dulu mengantar Andre pulang.


Sarah ragu ketika membuka pintu. Ia tahu bahwa lelaki paruh baya itu adalah salah satu karyawan Andre. Apa yang akan dia katakan jika lelaki itu bertanya siapa dirinya.


Sarah menghela nafas. Aku akan bilang pembantu yang menjaga rumah ini! benaknya mempersiapkan diri membuka pintu dengan pelan


“selamat sore bu, saya supir pak Andre” ucapnya hanya berdiri memperkenalkan diri.


“iya” jawab Sarah ragu mengatakan siapa dirinya.


“Saya diminta mengantar ini bu!” Lelaki itu menyerahkan sebuah amplop besar.


Ternyata lelaki itu tak mempertanyakan dirinya, Sarah pun menghapus kegugupannya.


“Pesannya Cuma diantar aja pak?” Sarah bertanya untuk memastikan harus diapakan berkas tersebut


“Sebentar saya hubungi bapak, tadi pesan bapak kalau saya sampai sini, saya diminta menghubungi bapak bu” jelasnya lagi


Sarah pun menunggu Pak Budi menghubungi Andre


Saat itu Andre masih berada di tengah tengah berlangsungnya meeting bersama sang tuan tertinggi yang tak lain dan tak bukan adalah kakeknya sendiri.


Saat melihat Pak Budi yang menghubunginya, ia pun langsung keluar tanpa berkata ataupun permisi pada kakeknya.  Sang kakek hanya melirik Andre yang keluar dari ruangan untuk menerima telpon.


Bagi kakeknya meeting itu lebih penting dari apapun, karena saat ini telpon dari manapun pasti bukanlah hal penting.


“Bapak udah di rumah?” tanya Andre memastikan


“Iya pak, ini saya sudah menyerahkan berkasnya ke ibu” jelasnya


“Ibu disana?”


“Ada pak”


“Berikan sebentar telponnya ke ibu!”


Pak budi pun memberikan telponnya pada sang nyonya


“Halo!”


“Akhirnya...” Andre bernafas lega


“kamu kok gak bisa dihubungin?” Andre bertanya khawatir


“HPku error, jatuh kemarin saat dimainin Fino” ia Menyebut putra Danu


“Aku khawatir disini! Aku pikir kamu kenapa napa” ia kembali bernafas lega


Kini wajah cemasnya telah hilang, ia sedikit tersenyum. Sang kakek masih mengawasinya dari balik jendela kaca.


“Sore ini kayanya udah selesai perbaikannya!” jelas Sarah


Pak budi pun berdiri disana menunggu ponselnya dikembalikan


“Udah ya! HP nya ditunggu!” Sarah ingin menutup panggilan


“Hubungi aku ya?” Andre memastikan lagi

__ADS_1


“Oke!” Sarah menutup panggilan dan menyerahkan kembali ponsel Pak Budi karena ia merasa gugup lelaki itu memahami percakapannya dan Andre.


“terimakasih pak!”


“Sama sama bu!” ucapnya menerima


“kalau begitu saya kembali ke kantor!” ucapnya permisi meninggalkan Sarah


Sarah meletakkan berkas yang diberikan pak Budi di ruang kerja Andre yang sekaligus kamar suaminya.


Saat meeting, Andre tidak fokus pada apa yang dibahas. Ia memikirkan kondisinya saat ini yang memikirkan Sarah dan Susan. Ia seperti dihadapkan pada kebingungannya sendiri. Sang kakek pun melihat cucu kesayangannya yang terlihat gusar dan seakan berpikir keras.


Saat meeting selesai, keputusan pun dikeluarkan untuk mengadakan efisiensi karyawan dan costing umum pada cabang cabang yang tidak terlalu berkembang.


Meski perusahaan Andre tidak terdampak pada keputusan itu, tapi ia dituntut untuk membantu menutupi dan menyelamatkan cabang cabang perusahaan yang lain. Karena sang kakek menganggap dia mampu menghadapi krisis yang ada.


“Gak mampu?” tanya sang kakek saat hanya tersisa mereka berdua di ruangan tersebut


“Ya kek?” Andre menanyakan maksud sang kakek


“Kakek lihat kamu kaya mikir berat gitu! bahkan hasil meeting belum final pun kamu udah mikir banget kayanya?” ucapnya


Andre tertawa mendengar pertanyaan kakeknya. Ia tersenyum lebar.


“Tapi setelah nerima telpon tadi agak seger!” singgung sang kakek yang tidak senang dengan perbuatannya tadi


“istri minta saya pulang malam ini kek!” jawabnya bangga dan menunjukan kalau dia sedang dirindukan istrinya


“soalnya kalo telpon dia gak dijawab, bisa tidur di sofa nanti!” jelasnya lagi menunjukkan kebahagiaannya


“terus mikir apa lagi?”  tanyanya lagi


Andre menjelaskan strateginya pada sang kakek untuk membantu permasalahan di cabang cabang lain. Mereka pun membahasnya hingga berjam jam.


“Kakek tunggu hasil kerja kamu!” ucapnya dengan semangat dan menepuk bahu Andre dengan Bangga ketika mereka berada di dalam lift


Andre pun mengacungkan jempolnya dengan bangga dan manja.


Saat pulang dari bandara, Andre di jemput pak Budi dan dia mampir di toko bunga untuk Sarah.


Jam masih menunjukkan pukul sembilan malam saat ia tiba di rumah.


Andre masuk ke dalam rumah dengan diam diam, berusaha tidak membuat suara. Ia ingin mengejutkan Sarah. Tapi rumah tampak seperti tanpa penghuni. Ia membuka pintu kamar Sarah. Sarah yang duduk mendengarkan musik mengenakan headset sambil membaca tidak menyadari keberadaan Andre di depan pintu.


“Heii..! kok gak bilang pulang malam ini?” Sarah menatap Andre yang berjalan menuju dia yang santai di tempat tidurnya


Andre mendekati Sarah. Ia terkejut melihat Andre yang datang dengan membawa bunga. Andre meletakkan bunga di meja dan langsung berbaring di pangkuan Sarah. Sarah mengangkat bukunya.


“Aku capek banget!” keluhnya bermanja


Sarah ingin menolak Andre yang bersikap seperti itu, namun dia seakan tidak tega. Wajah itu terlihat sangat lelah, namun juga terlihat rona tenang saat Andre menjatuhkan kepalanya.


“Pijitin kepala ku dong! Aku masih jetlag!” ucapnya memejamkan mata merasakan begitu nyaman disana.


“Pakai bantal aja!” Sarah ingin mengangkat kepala Andre dari pangkuannya, Tapi Andre menahan


dan membuka mata

__ADS_1


“Please..!!”  pintanya dengan ekpresi memelas


Sarah pun menurutinya. Ia memijit mijit kepala Andre perlahan. Andre pun merasa nyaman. Lelah beberapa hari seakan hilang dengan dimanja oleh Sarah.


Andre akhirnya tertidur pulas. Sarah meletakkan kepala Andre perlahan di bantal dan melepas kaos kaki yang masih ia kenakan. Memberi selimut dan membiarkan Andre tertidur disana. Ia pun keluar menuju kamar kerja sekaligus kamar Andre dan memilih tidur disana.


Pagi itu Andre terbangun dan tidak menemukan Sarah disana. Ia melihat keluar dan mencari Sarah. Saat itu Sarah keluar dari kamar Andre.


“Gimana sakit kepala kamu?”


“Udah gak sakit lagi! Makasih ya?” Andre tersenyum dengan senyuman berbeda


Sarah hanya menjawab dengan senyuman singkat dan  kembali ke kamarnya. Ia berganti pakaian untuk joging pagi itu.


“Jogging?” tanya Andre saat Sarah keluar mengenakan setelan sportnya


“Hhmm..” jawabnya mengangguk sambil membenahi pakaiannya


“Tunggu aku!” ucap Andre masuk ke dalam kamar untuk mengganti pakaian


“Istirahat aja! Kamu pasti masih capek” ucapnya ingin pergi ke arah luar


“Tunggu aku, kita joging sama sama!”


Mereka pun joging bersama. Danu yang melihat itu tersenyum. Mereka terlihat sangat serasi. Saat itu Danu juga mengajak istri dan anaknya berjalan jalan di taman.


“Wahh.. terlihat segar kamu Sar?” goda Danu


“kemarin dua hari murung terus!” lanjut Danu yang melihat Sarah murung saat bermain bersama Fino putranya.


Sebenarnya Sarah murung karena ponselnya yang mendadak error. Tapi mendengar itu Andre merasa senang, ia berpikir Sarah mungkin memang murung karena ia tinggal sendiri disana.


Mereka Kembali ke rumah dan menikmati minuman dingin bersama selayaknya keluarga pada umumnya, hal itu justru  membuat Andre lupa dengan keseriusannya untuk kembali ke Susan.


“Kamu udah pesan tiket?” Sarah menanyakan tentang rencana kepergian Andre ke Paris


 “Tiket?” tanya Andre menurunkan gelasnya merasa bingung akan arah pembicaraan Sarah kemana


“Paris! Kamu gak lupa ultah Susan minggu depan kan?”


“Ultah Susan! Iya, aku ingat!” jawab Andre dengan nada tidak semangat


“Kamu ribut sama Susan?” Sarah curiga karena nada bicara Andre yang tak seperti dulu saat ia menceritakan hubungannya dengan Susan.


“Aku mandi dulu!” ucap Andre berdiri dan menghentikan pembicaraan mereka


Melihat Andre yang menghindari pembicaraan mereka membuat Sarah semakin curiga


 Apa mungkin Susan mengetahui tentang kita? pikiran Sarah mulai bicara. Ia pun mulai mengkhawatirkan hal itu.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Nah mulai terlihat ya siapa yang mulai tergerak hatinya... makasih ya buat kakak yang udah kasih like, komen, vote dan hadiahnya.. 


Moga tetap suka ya kak hingga akhir episode!🤭🤭


Love you kakak semua

__ADS_1


__ADS_2