
Tuuut tuuut tuuuut
Suara nada panggilan itu untuk kesekian kali tidak diangkat.
"apa kamu baik baik aja?" pikiran Andre kembali menatap jam yang sudah menunjukkan hampir jam sepuluh malam.
Sarah tak menjawab pesannya dari jam sembilan malam, ia merasa panik sendiri mengkhawatirkan sang istri.
Setelah panggilan telpon yang tak dijawab olehnya, Andre memutuskan pergi ke tempat Sarah. Ia membawa buku nikah mereka jika nanti pihak perusahaan Sarah menanyakan dirinya.
Mobil itu melaju kencang menuju tempat sang istri. namun.. ketika sampai disana ia diberitahu jika sarah berada ditempat yang membuatnya meradang.
Sepasang mata memperhatikan perilaku Sarah. gelas minuman beralkohol pun terus tersaji, senyum Sarah pada Ido membuatnya semakin terbakar, hingga saat Ido mendekati sarah kembali di lantai Dansa, ia pun langsung beranjak dari duduknya.
Sarah memang tampil beda malam itu. dress cantik berwarna biru malam seakan membuat kulitnya lebih cemerlang. Dress tanpa lengan membuatnya semakin tampil seksi.
Mereka berpesta dan tertawa bersama malam itu. beberapa teman Sarah meminta dia untuk turun ke lantai dansa, Sarah pun tidak bisa menolak, meski terlihat kaku, ia hanya ikut tertawa melihat temannya yang melakukan self dance dan bersorak untuknya.
Tiba tiba tangan Sarah ditarik seseorang untuk keluar dari kerumunan itu.
Sarah mencoba melepaskan tapi tak bisa, lelaki itu memakai topi dan Sarah hanya mampu melihat jambang tipis dari sisi wajahnya.
“Lepasin!” Sarah meronta ditengah tarikan dan cengkeraman kuat tangan itu namun Lelaki itu terus menariknya hingga keluar pintu club.
“Andre??” Sarah kaget menyadari jika lelaki itu adalah Suaminya, karena wajah Andre Terlihat berbeda, wajah yang dulu bersih kini mulai ditumbuhi bulu bulu halus
“Kamu ngapain disini?” tanyanya masih bingung dengan keberadaan Andre
“Kamu gak bisa ku hubungi, akhirnya aku ke tempat kamu, tadi waktu ku tanya, ternyata kalian pesta disini!” jelas sekali perkataan itu dengan nada sangat kesal.
Ia melepas jaket dan meletakkannya untuk menutupi tubuh Sarah yang sedikit terbuka.
Sarah menarik Andre ke samping tempat yang lebih sepi karena tidak ingin di lihat oleh temannya.
“Dre! Kita dah sepakat untuk saling menutupi hubungan kita dari lingkungan kita” jelas Sarah yang merasa takut seseorang mengenali mereka.
“Aku tau!” Andre menatap Sarah tajam
“aku khawatir! Makanya aku disini!” Andre menurunkan nada bicaranya
Sarah mencium aroma alkohol dari nafas Andre
“Kamu minum?” Ia mencium sekitar badan Andre
“Hemm!” Andre mengiyakan
Sarah menghela nafas bingung. Uforia malamnya terganggu oleh kehadiran Andre yang seakan seperti suami sungguhan yang posesif. Sesaat ia kembali kesal. Sarah juga ingin menikmati perjuangan mereka selama sepuluh hari ini 'kan?
“Aku telpon Pak Budi biar jemput kamu!” Sarah ingin pergi mengambil ponselnya yang masih di dalam.
__ADS_1
Saat akan pergi, Andre menahannya dan menyandarkan tubuh Sarah ke dinding. Ia mendekatkan tubuhnya dan merapat ke Sarah. Wajah mereka sangat dekat seakan Andre ingin mencium Sarah. Bahkan hidung mereka pun bersentuhan. Sarah pun syok melihat kelakuan Andre.
“Andre!” bentaknya
“Jangan pergi! Aku gak suka kamu deket sama laki laki itu!” bisik Andre seakan tak berani mengatakan apa yang ia rasakan.
Aroma alkohol semakin kuat tercium. Entah berapa banyak Andre menenggak minumannya, ia sudah lupa, karena ia terlalu cemburu melihat Sarah yang di dekati lelaki lain sejak tadi.
Jantung Sarah berdetak kencang karena gugup. Ia terlalu dekat dengan suaminya yang tampan. Entah mengapa dia merasakan gugup yang teramat sangat. Desiran aneh di dada Sarah semakin kuat, saat mata mereka saling menatap.
Sarah pun mendorong tubuh Andre menjauh. Dia menatap marah pada ke Andre yang merusak kesenangan mereka. Sarah sangat jarang menikmati hal seperti itu, namun malam ini ia mengikuti pesta itu karena seakan sepadan dengan kerja keras mereka.
“Kamu tunggu disini!” Tegasnya dengan tatapan marah, dia pun pergi mengambil tasnya
Melihat Sarah mengambil tas, Ido pun mengejar.
Saat diluar!
“Tunggu sar!” ucapnya menahan Sarah
“Sorry, saya harus pulang!” jawab Sarah melepaskan tangan ido
“Baru jam dua belas! Kok kamu pulang?” dia kembali menahan lengan Sarah
Tiba tiba tangan Sarah yang lain ditarik seseorang lagi hingga terlepas dari Ido.
“Hei.. lepasin Sarah!” Ido mendatangi lelaki itu yang tak lain adalah Suami Sarah.
“Sudah!” bentaknya
“kamu mabuk!” dia berusaha mendorong Andre ke belakang
Ido masih ingin mendekat.
“Maaf pak Ido, saya duluan!” Ucap Sarah menggandeng lengan Andre mengajaknya untuk pergi. Andre menatap tajam pada Ido dan lelaki itu pun sama.
Andre menarik Sarah pergi dari sana. Ia berjalan menuju parkir tanpa melepas tangan Sarah. Membuka pintu dan membuat Sarah masuk ke dalam mobil. Andre masuk ke mobil dan menunduk memegang setir dengan kuat, itu terlihat dari buku buku tangannya yang memutih. Ia terbakar sendiri, dia juga tidak mengerti dengan kecemburuannya saat ini, perasaan ini lebih sakit dibanding ia melihat Susan bercinta malam itu.
Kenapa dada ini sangat sesak, padahal Sarah tidak melakukan apapun dengan lelaki itu?
Sarah hanya diam melihat Andre yang seperti itu. Andre seperti seseorang yang tidak terawat membuat Sarah tidak mampu marah padanya. mereka hanya diam dan hening tanpa kata.
Saat Andre ingin menyalakan mobil. Sarah menahannya.
“Kamu mabuk! Jangan nyetir!” pintanya dengan nada takut
“Aku masih bisa nyetir sampai tempat kamu!” ucap Andre dingin dan memaksa
Tapi Sarah kembali menahan Andre agar tidak menyalakan mobil
__ADS_1
“Kamu jangan nyetir, nginap di hotel aja!” pintanya
Andre menampik tangan Sarah dan menoleh ke Sarah yang terlihat pucat karena takut.
“Kita!! Kita nginap di hotel malam ini!” Andre menyalakan mobil
Sarah terdiam. Dia tidak pernah melihat Andre seperti ini. Semarah ini, sekacau ini.
Ada apa dengan kamu? apa project itu batal? Pikiran sarah merasa khawatir dengan Andre
Atau? Ia tak berani meneruskan pikirannya yang menduga Susan mengetahui tentang mereka.
Saat masuk ke kamar hotel. Andre menatap Sarah yang sangat cantik dan seksi malam itu. Sarah meletakkan jaket Andre di sofa. Dia duduk dan melepas sepalu heels dan memijat mijat kakinya sebentar.
“Aku gak ngerti sama kamu malam ini Ndre! Hampir saja kamu membuka hubungan kita ke temen temen ku!” keluh Sarah tanpa menatap Andre
Andre yang duduk di sofa satunya terus menatap Sarah yang masih memijat mijat pergelangan kakinya.
Andre bingung ingin mengatakan apa ke Sarah. Dia hanya duduk diam dengan menopang wajahnya pada sandaran lengan sofa itu. Sarah menatap Andre yang hanya diam. Mata mereka bertemu. Sarah menatapnya lama.
“Kenapa menatapku seperti itu?” Sarah ingin memastikan arti tatapan Andre padanya
“Istriku seksi banget malam ini!” ucapnya dingin menatap Sarah dari ujung kaki hingga kepala
Sarah merasa tidak nyaman dengan kata kata Andre yang terkesan menyinggungnya. Tatapan itu seperti melihat jijik padanya. ia hanya menghela nafas memahami Andre yang kacau.
“Kamu istirahat! besok biar ku hubungi Pak Budi buat jemput kamu pagi pagi” ucap Sarah berdiri
“mau kemana?” tanya Andre panik melihat Sarah yang berdiri
“Ke kamar mandi!” jawab Sarah kesal dan melotot pada Andre yang tadi menatapnya seperti itu
“kenapa? gak usah ikut, aku baik baik aja di dalam sana” ucapnya mengejek Andre yang terlihat panik melihat ia melangkah.
Andre tersenyum mendengar ejekan istrinya. ia pun merebahkan dirinya di sofa.
Melihat senyum Andre, Sarah merasa tenang. sepertinya Andre sangat stress dan tertekan.
Kamar suite itu bahkan menyediakan baju tidur untuk tamunya. Sarah mengganti pakaian dan membersihkan wajah seadanya. Kepalanya terasa sakit karena hal membingungkan sedang ia hadapi. Andre yang lelah dan dibawah pengaruh Alkohol sudah tertidur di sofa. Sarah memberikan selimut. Sesaat dia menatap wajah Andre yang seakan
bukan dia.
“Seberapa stress kamu?” bisiknya menatap Andre dengan rasa kasihan
Sarah pun mencoba memejamkan mata, dia juga sangat lelah hari ini. Suara dengkuran Sarah mulai terdengar. Dia pun tertidur sangat pulas membalas semua lelah dan tekanan selama sepuluh hari berkutat dengan kontrak yang akhirnya mereka dapatkan.
Disaat pagi mulai menyentuh bumi. Cuaca dingin membuatnya malas beranjak, selimut yang hangat membuatnya nyaman, namun saat dia membuka mata, dia berbantalkan lengan dan memeluk suaminya. Perlahan Sarah mencoba mengangkat tangannya melepas pelukannya pada Andre yang masih tertidur pulas. Saat mulai melepaskan diri, Andre justru menariknya lagi.
“Bentar lagi, aku masih ngantuk!” kini Andre berbalik memeluk erat Sarah
__ADS_1
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Nah.. kok bisa ya? Padahalkan Andre tidur di sofa, kenapa bangunnya mereka disana? hehehehe