
Beberapa hari ini Andre terus menanyakan kapan Sarah kembali ke rumah mereka. Sarah mengatakan jika dia akan pulang pada Sabtu pagi, karena harus menyelesaikan laporan di jumat malam.
Andre mengirim pesan
‘Masih di kantor?’ Pesan masuk pada ponsel Sarah
‘iya’ jawab Sarah singkat
‘aku tunggu!’ jawab Andre
Pesan terakhir itu membuat Sarah bertanya, maksudnya menunggu apa?
Setelah mengirim email, Sarah turun dan menemukan mobil Andre yang menunggunya di halaman kantor. Ia terus melihat ke arah mobil tersebut, mencoba meyakinkan diri jika netra tidak salah melihat.
Memang benar mobil Andre! benaknya.
Sarah pun mendekat, ia mengambil ponsel untuk menghubungi Andre. Saat ia menghubungi terlihat jelas cahaya ponsel yang berdering di dalam mobil dan Andre sedang berbaring santai. Sarah pun mematikan panggilannya mencoba membuka pintu.
Andre langsung membuka lock pintu
“Ngapain kamu disini?” tatapnya dengan tatapan bingung
“Jemput kamu!” jawabnya santai
Sarah masuk ke dalam mobil.
“Kamu apa apaan sih? Ntar ada yang liat kamu!” Sarah menolah noleh melihat sekitar, terus mengawasi sekitar kantornya yang memang sudah sangat sepi dan tidak terlihat adanya orang lain disana
“karena sangat sepi, Makanya aku nunggu disini!” Andre menyalakan mobil
“kita pulang!” ucapnya semangat
Mobil pun mulai meluncur melalui gelapnya malam
“Kita cari makan dulu ya? Aku belum makan!” ucapnya tetap fokus menyetir dan hanya sesaat menoleh pada sarah
Sarah menatap Andre yang berbeda malam ini. Suaranya terdengar hangat dan nada bicaranya seakan berbeda. Terdengar seperti seseorang yang ... Sarah tak bisa menilainya.
“Heum” jawabnya singkat mengiyakan namun dalam kerutan kening
Lagi senang kayanya! Benaknya membicarakan perubahan sikap Andre yang tak pernah peduli sebelumnya padanya, apalagi sampai menjemputnya pulang.
Dulu saja lelaki itu bahkan melupakannya yang menunggu di terminal, tak peduli ia akan pulang dan pergi sendiri. tapi hari ini ia datang ke tempat sejauh itu hanya karena ingin menjemputnya? Helaan nafas Sarah menyudahi pemikirannya. Ia tak ingin berpikir jauh
Saat makan malam, Sarah seperti tidak menikmati makannya. Ia terlalu lelah dalam minggu ini. Rasa kantuk dan bercampur dengan derita bulanan yang setiap bulan ia hadapi membuat ia semakin tak menginginkan makanan yang tersaji di depannya
Andre melihat Sarah yang malas menikmati makannya.
__ADS_1
“Kamu gak suka?” melihat sendok Sarah yang terisi sedikit
“Aku dah makan tadi!” jawabnya dengan wajah sedikit pucat
“Kamu sakit?” Andre meletakkan tangannya di dahi Sarah
“Gak.. Cuma capek!” Sarah melepaskan tangan Andre perlahan
Andre pun menyelesaikan makannya. Dan ingin bergegas pulang.
Sarah tertidur selama di perjalanan. Sesekali wajahnya meringis sakit. Melihat itu, Andre semakin memacu cepat mobilnya agar Sarah bisa cepat beristirahat.
Wajah Sarah semakin pucat karena menahan sakit. Andre menghentikan mobilnya, karena melihat Sarah semakin berkeringat.
“Sar.. kamu gapapa?” ia mencemaskan Sarah
“Aku gak ‘papa!” membuka mata dan berpikir mereka sudah sampai
“Kita ke rumah sakit aja ya?” ucap Andre melihatnya tidak tega
“Aku gak sakit!” jawabnya lagi tapi menahan sakit
“Kamu pucat berkeringat gini bilang gak sakit?” kata kata itu meninggi namun sirat mata itu terlihat begitu khawatir.
Tatapan itu mengartikan perhatian yang mendalam, ada apa dengan kamu Dre? Benak Sarah membalas tatapan Andre
Andre merasa lega, tapi tetap saja tidak tega. Memang penyakit perempuan yang satu itu tidak mampu untuk ia tangani.
Andre berhenti pada satu toserba dua puluh empat jam. Ia membeli pembalut dan bertanya obat atau minuman untuk mengurangi sakit pada saat datang bulan. Sang pekerja disana pun tersenyum melihat orang seperti Andre yang tampan datang ke toko di tengah malam hanya untuk membeli 'seperangkat alat perempuan'.
“saya akan ambilkan tuan” jawab sang penjaga toko
Andre memberikan minuman pengurang sakit pada Sarah. Sarah meminum dengan pelan karena terasa hangat. Beberapa saat, Sarah pun seperti merasa lebih baik.
Andre kembali melanjutkan perjalanan. Saat sampai di rumah mereka. Sarah langsung memasuki kamar dan tertidur. Bahkan saat pagi, Andre sudah siap berangkat bekerja, Sarah masih tertidur pulas. Saat ia bangun, hari sudah begitu terang, dan saat keluar kamar, ternyata Andre sudah tak disana.
Sarah melihat pesan yang Andre kirim. Ia mengatakan bahwa ia tidak makan siang di rumah hari ini dan meminta Sarah untuk beristirahat saja.
Pesan itu sengaja Andre kirim agar Sarah tak memasak. Ia tahu istrinya tersebut pasti akan menyiapkan makan siang untuknya.
Tepat jam sebelas siang, tiba tiba bel berbunyi. Ternyata kiriman makan siang yang dipesan Andre untuk Sarah. Ia tersenyum menerima makanan itu, dan merasa bersyukur bertemu Andre.
Sarah pun membayangkan kebahagiaan Susan yang selalu mendapat perhatian seperti sekarang ia dapatkan. Saat Sarah membersihkan kamar Andre, ada foto Susan yang terletak di atas meja kerjanya.
“Beruntung sekali dirimu san!” Ucapan itu kembali dari mulut Sarah yang tersenyum sambil membersihkan foto tersebut
Saat meletakkan kembali foto tersebut, pandangan Sarah teralihkan pada kalender meja yang tertulis tanggal dengan tanda cinta ‘my love birthday’.
__ADS_1
Ternyata dua minggu lagi ultah Susan.
*
*
Minggu itu pekerjaan Andre semakin banyak, ia berusaha mengatasi imbas krisis terhadap perusahaannya. Andre pun harus pergi ke kantor pusat untuk menghadiri meeting masalah besar tersebut.
“Lho! Kok kamu sendiri Dre? Sarah mana?”
Orang tua Andre menanyakan mengapa Sarah tidak ikut serta dengannya ke ibu kota.
“Sarah ‘kan kerja mah! ini bukan akhir pekan” jawab Andre
Andre meminta Sarah menghubungi sang ibu, Sarah pun melakukan panggilan dan ia menjelaskan jika ia juga harus bekerja. Padahal saat itu ia hanya di rumah.
Andre fokus saat meeting. Sebuah pesan masuk dari Susan yang meminta penambahan biaya di Paris. Andre menatapnya sejenak dan kembali fokus ke meeting. Saat selesai meeting Andre langsung menanggapi pesan Susan.
Ia melihat kembali pesan pesan yang Susan kirim selama ini. Tidak ada satu pun pesan yang bertanya bagaimana
kondisinya. Kebanyakan pesan itu hanya permasalahan finansial semata.
Andre mengirim pesan ke Sarah menanyakan apakah ia kembali ke perusahaan atau tidak. Sarah menjawab ia tetap di rumah dan sedang di tempat Danu.
Sarah pun mengirim foto putra Danu yang sedang ia jaga dan foto itu menunjukkan anak lelaki itu sedang tertawa lucu. Andre pun tersenyum melihat foto yang dikirim Sarah.
Sarah kembali menanyakan kondisi Andre. Ia mengingatkan Andre untuk tidak terlalu stress dan tetap menjaga kesehatannya. Andre pun kembali termenung dengan pesan dari Sarah.
Sarah bahkan meminta mertuanya untuk menyiapkan teh chamomile agar Andre tidak begadang. Andre mengetahui itu ketika ibunya menyiapkan teh untuknya yang bekerja di rumah.
“Ternyata saya disini pun dia tetap cerewet mah” Andre memberitahu ibunya
“Beruntung kamu dia cerewet, ada lho istri yang cuek sama suaminya!” ucap sang ibu mengusap lembut punggung sang Anak.
Andre hanya dibalas Andre dengan senyuman. Tapi senyuman itu terlihat sedih pada akhirnya. Menyadari jika calon istrinyalah kelak yang akan cuek padanya.
Mendengar kata kata sang ibu, Pikiran Andre kembali ke Susan yang ia pikir tidak mempedulikannya.
Keesokan hari Sarah tidak mengirim pesan atau mengingatkannya. Hingga malam tidak ada satu pesan pun dari Sarah.
Andre mengirim pesan bertanya dia sedang apa, pesan itu bahkan tidak Sarah terima. Hingga keesokan hari, terlihat satu tanda cawang abu abu yang mengisyaratkan ponsel yang bersangkutan tidak aktif. Andre pun menghubungi supirnya agar ke rumah dengan alasan mengantar file.
Suara dentang bel terdengar. Sesaat Sarah mengintip dari balik jendelanya, terlihat mobil kantor yang dulu mengantar Andre pulang.
Sarah ragu ketika membuka pintu. Ia tahu bahwa lelaki paruh baya itu adalah salah satu karyawan Andre. Apa yang akan dia katakan jika lelaki itu bertanya siapa dirinya.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
__ADS_1
Perlahan ya Kak.. Makasih buat yang udah kasih dukungan, moga selalu suka ya..