Imitasi Dua Hati

Imitasi Dua Hati
Mencuri cium


__ADS_3

Dia pun memberikan ponsel Andre kembali. Sarah asyik menggendong Fino yang mulai mengantuk. Andre keluar untuk menjawab telpon. Setelah lama, dia masuk kembali dan melihat Fino yang tertidur di dalam gendongan Sarah. Andre tersenyum tipis.


Sarah menoleh pada Andre yang terlihat tak baik baik saja. Wajahnya menggambarkan kekhawatiran


“Sayang, aku harus pergi sebentar!” ucapnya mendekati Sarah yang berdiri menggendong Fino yang terlelap begitu lucu


“Jam segini?” Sarah menatapnya dengan tatapan mengkhawatirkan Andre


“Heemm..!” Andre mengiyakan


“Gak ada masalah besar kan?” dia masih mengkhawatirkan Andre


Istri Danu pun yang melihat mereka sambil meletakkan cake di meja kecil ditengah ruangan ikut merasa khawatir.


“Ada apa mas?” tanya istri Danu melihat kekhawatiran di mata Sarah


“Maaf, aku harus pergi sekarang!” Andre tersenyum pada istri Danu karena merasa tidak enak


“Dengan Sarah?” tanya istri Danu


“gak.. Cuma aku, Sarah biar disini dulu, aku Cuma bentar kok” jelasnya


“Semua baik baik aja kan dre?” Danu ikut khawatir


“Semua baik baik aja, Cuma ada sesuatu yang mendesak!” jelasnya


Mereka pun saling tersenyum mengiyakan Andre pergi tapi dengan tatapan bertanya.


“Nanti ku kabarin! maaf ya Fino, om harus pergi! Happy birthday!” Andre mencium pipi Fino yang sangat lucu tertidur dalam gendongan Sarah.


“Aku pergi dulu ya sayang!” Andre mengecup pelipis Sarah sejenak dan perlahan melangkah


Sarah mengantar Andre sampai pintu keluar Danu


“hati hati! Telpon ya?”


“pasti beib” ucap Andre melambaikan tangan dan berjalan menuju rumahnya untuk mengambil mobil.


Sarah pun menatapnya kepergian suaminya dengan hati cemas.


“Gak usah khawatir Sar, mungkin bukan masalah besar!” istri Danu menenangkan Sarah


Sarah tersenyum dipaksa.


Mereka pun cuma berpesta bertiga, Sarah lebih banyak menjadi fotografer dan kameramen untuk party kecilnya Fino.


Saat makan malam bersama, istri Danu menyajikan lobster. Sarah pun melihat ke sajian itu dengan mata membulat.


“Khusus untuk Hari spesial gini aku udah ngumpulin uang buat beli ini, biar semakin spesial, bagi kalian mungkin mamakan kaya gini gak seberapa, tapi bagi kami ini spesial Sar!” senyum istri Danu saat menyajikan makanan tersebut dengan bangga.


Mendengar itu semua, Sarah pun tidak enak mengatakan jika dia alergi. Dia hanya memaksakan diri memakannya.


Saat semua selesai, Sarah pun membantu istri Danu membereskan rumah dan Fino sedikit cerewet karena tadi dipaksa bangun saat peniupan lilinnya.


"Sudah mbak ... biar aku yang bersihin sisanya, kasian Fino" Sarah meminta istri Danu meninggalkannya sendiri membereskannya.

__ADS_1


"maaf ya Sar, makasih lho.."


Saat fino sudah tertidur, istri Danu pun kembali pada Sarah.


Sedang di tempat lain!


“Susan?!!!” Andre merasa emosi melihat Susan yang sudah berada di dalam apartemennya. Ia lupa mengganti kode password miliknya hingga Susan mudah masuk ke sana.


“Andre aku merindukan kamu sayang” ucapnya berlari ingin memeluk Andre


Tapi Andre menahannya. Ia tidak menyukai perempuan yang telah ia cintai separuh dari hidupnya.


“keluar! Keluar!” pinta Andre


“Andre aku mohon.. maafin aku.. maafin aku!” pintanya memohon dan mulai menangis.


“air mata kamu hanya air mata palsu, jadi gak usah menangis!!!” ucapnya ketus dan sangat dingin.


“sayang aku bener bener minta maaf” ucapnya memohon


“aku maafkan! Dan sekarang pergi dari hidupku!” ucap Andre begitu dingin.


“Andre!” Susan melawan, ia terus mendekat dan memaksa mencium Andre.


Tapi Andre terus mendorong tubuhnya dengan kasar


“aku gak sudi kamu sentuh!” ucapnya dingin.


“Andre! Andre..” ucapnya lirih dalam tangis dan duduk di lantai. Susan terlihat sangat menyedihkan. Ia menunduk menangis.


“Kamu bilang kamu akan tetap membantuku, kamu bilang kamu akan tetap menyokongku, tapi kamu sepertinya bohong, kamu ngeblock semua nomorku” jawab Susan


“sudah ku duga! Kamu hanya datang karena uang” ucap Andre sinis dengan senyum smirk yang terlihat begitu jijik padanya


Andre beranjak mengambil kartu nama Asistennya dan melempar kasar pada Susan.


“ambil itu, mulai sekarang dia yang akan berhubungan langsung dengan keuanganmu” ucapnya dingin.


Susan mengambilnya.


“Andre aku mohon... jika kamu membenciku dan tidak bisa memaafkanku.. paling gak, ingat .. kita menjadi sahabat dari kita kecil” ucapnya melangkah pergi


“dan Ingat janjimu pada ibuku” ucapnya lagi


Andre hanya membuang muka Susan pun menghilang dibalik pintu.


Ya! Andre berjanji akan menjaga Susan ketika sang ibu berpulang untuk selamanya. Susan merupakan cucu dari lelaki kepercayaan sang kakek, mereka berteman bahkan sejak mereka masih menggunakan popok, tapi pengkhianatan yang dilakukan sang eyang, membuat kakek Andre memutus hubungan mereka.


Andre tetap berhubungan dengan Susan dengan dalih pertemanan, tapi sang kakek mengetahui hubungan mereka dan menentang.


Sejak saat itu Andre menyembunyikan hubungan mereka dari keluarga besar.


*


*

__ADS_1


Setelah dua jam makan lobster. Sarah pun mulai merasakan panas pada kulitnya. Ia pun permisi kembali ke rumah karena sudah menunjukan jam 10:30 malam.


Saat di rumah, Sarah bergegas meminum obat agar ruam ruam pada kulitnya tidak keluar. Ia melihat ponselnya untuk menanyakan kemana Andre dan bagaimana masalahnya! Tapi dia takutnya hanya malah menjadi mengganggu dan membuat Andre mengkhawatirkannya sendiri di rumah. Akhirnya Sarah hanya menunggunya sambil menonton drama kesukaannya. Sarah pun tertidur pulas karena efek samping obat yang dia minum.


Andre kembali saat waktu menunjukkan 23:15 malam, ia menemukan Sarah tertidur ditemani TV yang masih menyala.


“Sar.. !” panggilnya lembut membangunkan


Sarah tidak bergeming


“Sar! Saraahh..!” Andre terus membangungkan


Tapi Sarah tidak bergerak sama sekali. Andre pun khawatir.


“Sayang! Sarah! bangun!” Andre menggoyang goyangkan bahu Sarah


Akhirnya Sarah setengah membuka mata


“Hhmmm.. dah pulang?” matanya masih tertutup, bicarapun setengah mengigau


“Jangan tidur disini! Ayo pindah tidur di kamar!” ucap terus membangunkan


Sarah masih terpejam


“Nanti! Aku ngantuk banget!” ucapnya memeluk erat bantal sofa


Andre melihat ke arah meja, ia melihat gelas air dan  bungkus obat yang Sarah minum. Dia terus melihat tangan dan lengan Sarah yang menunjukan bercak bercak merah. Andre menyalakan lampu utama, dan memang terlihat, alergi Sarah kumat.


Andre menggendong Sarah memindahkannya ke kamar. Membaringkan Sarah dengan perlahan, dan wajah mereka begitu dekat.


Sejenak Andre menatap bulu mata Sarah yang lentik. Andre sadar, ia jatuh cinta dengan istrinya. Saat Andre menyelimuti Sarah, dia melihat kembali bercak bercak di kulit Sarah. Andre pun mencari salep yang biasa digunakan istrinya itu.


Dengan perlahan dan hati hati, Andre mengoles pada tangan dan lengan Sarah, tapi setelah lengan baju Sarah sedikit terbuka, alerginya ternyata sangat menyebar. Andre kembali melihat kaki Sarah, dan benar, alerginya sangat parah.


“Sayang kamu habis makan apa?” tatapnya cemas melihat bercak merah dimana mana


Beruntung bercak merah di wajah Sarah tidak terlalu terlihat, hanya dibagian lehernya yang terlihat parah. Andre pun mengoles pelan karena takut membangunkan Sarah.


Saat mengoles di bawah dagu, Andre gagal fokus dengan bibir pink Sarah yang sedikit membuka, ia menatap Sarah lama, menatap setiap detail wajah Sarah, hingga akhirnya Andre mencium bibir Sarah yang terlelap.


Awalnya ciuman itu hanya sentuhan lembut, tapi karena Sarah tak bergeming, ciuman itu menjadi sebuah lummatan yang dinikmati Andre, menyesap kuat bibir yang ia rasa nikmat. Andre Perlahan melepas sesapan ciuman itu dengan senyuman.


“maafin aku yang melanggar pasal kontrak kita” ucapnya membelai wajah Sarah sejenak.


Ia pun kembali membelai wajah itu dan terus menatap detail wajah Sarah diikuti dengan detak jantung yang girang berdansa menggambarkan jutaan kembang api yang terus meletup di langit gelap.


Andre keluar dari sana dengan mematikan lampu diiringi senandung senyuman bahagia menuju kamarnya sendiri.


“Hhhmmmm.. hmmmm...” senandung itu terdengar indah. Alhasil Andre tak mampu tidur karena masih merasakan kecupan di bibir Sarah. Kupu kupu seakan beterbangan di atas kepalanya, bunga itu seperti memekar semua dalam benaknya. Ia pun memejamkan mata dalam senyuman.


Pagi itu Sarah membuka mata, namun bibirnya terasa berbeda.


Aneh! Biasanya alergi gak sampe bibir! Gumamnya merasakan bibirnya.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~

__ADS_1


__ADS_2