Imitasi Dua Hati

Imitasi Dua Hati
Aku Cantik


__ADS_3

Salah satu pembantu menanyakan toples berisi susu yang ia temukan di koper Sarah saat dia merapikan isi koper mereka


“Itu susu istriku, nanti bikinin setengah jam sebelum makan siang! tiga sendok aja, kalau terlalu kental nanti dia neg! Terus tolong bikinin bubur ya? takutnya dia gak suka menu hari ini atau dia ingin bubur!” perintahnya pada mereka


“baik tuan muda” jawab sang pelayan


“terus di kulkas ada buah apa aja?” tanyanya


“banyak tuan muda” jawab salah seorang


“nanti siapin apel juga ya..? terus dikupas tapi jangan di potong, dia tidak suka apel yang yang dipotong” jelasnya lagi


Nensi yang melihat Andre menjelaskan detail keperluan istrinya melihat seberapa besar cinta putranya pada menantunya itu.


“Apa Sarah sering sakit?” tanya ibunya mendekati Andre yang masih berdiri disana setelah para pembantu mereka membubarkan diri


Andre menoleh pada ibunya yang muncul dari belakang


“Maag Sarah beberapa minggu ini tambah parah mah! Kemarin kemarin ada masalah di keluarga besar meraka, dan Sarah sangat terpukul” Andre dan sang ibu berjalan menuju ruang baca


“Masalah apa sampai bikin dia gitu?” ibunya mencoba mencari tau


“Andre gak bisa cerita mah! tolong mamah jangan singgung masalah momongan atau apapun dulu ya? Takutnya bikin dia tambah stress!” Andre meminta pengertian orang tuanya


Ibunya pun mengangguk memahami kecemasan putranya yang tersirat jelas.


“Sarah gampang cemas, sekarang aja Andre jarang begadang dan kerja di depan dia, soalnya dia akan khawatir!” Andre tersenyum pada ibunya


“Kamu beruntung memiliki dia sayang!”  Sang ibu mengelus  bahu anaknya


“Sangat mah, sangat beruntung! Makanya Andre berusaha membalas semuanya, Andre akan membuat dia bahagia” Andre tersenyum bangga dan terlihat cinta dimatanya begitu berbinar


Siang itu seperti yang Andre perkirakan, ketika Sarah mengetahui para pembantu mereka memasak bubur. Ia lebih memilih bubur dari pada menu di meja makan. Wajahnya terlihat sedikit lebih segar setelah beristirahat beberapa jam.


“Mendingan sar?” tanya ayah mertuanya


“Mendingan pah!” Jawabnya sambil menyeruput buburnya


“Masih panas sayang!” Andre melihat bubur Sarah yang mengeluarkan uap


Andre mengambil bubur Sarah dan meletakkan di depannya, ia mengaduk dan meniup bubur itu agar cepat dingin.


“udah sini.. biar aku sendiri” Sarah ingin mengambil, tapi Andre menahannya.


Sesekali Andre meletakkan sendok bubur ke bibirnya untuk mengecek seberapa hangat bubur itu.


Sarah menoleh tersenyum malu pada mertuanya


“udah yank.. kamu makanlah.. aku suka bubur yang hangat” pintanya


Andre tersenyum dan memberikan mangkok Sarah.


Ia seakan mengawasi setiap sendok yang masuk kedalam mulut Sarah. pandangan mata itu terbaca jelas seberapa ia mencintai istrinya oleh kedua orang tua Andre


Dulu  perilaku manis Andre yang seperti ini terasa lucu, tapi sekarang Sarah menyukainya. Mungkin paling tidak mampu membuat dia senang sejenak.


Sore itu Andre memilih mendatang tim spa ke rumah mereka untuk perawatan Sarah dan sang ibu. Sarah yang tak pernah dimanja oleh pelayanan spa merasa sangat nyaman. MUA yang di minta Andre pun tiba setelah mereka melakukan perawatan.


“Ya tuhan say.. kamu cantik banget!!” ucap MUA setelah selesai memake up Sarah.


__ADS_1


Saat waktu sudah menunjukan jam delapan, Andre pun sudah siap menunggu sang istri dibawah. Sarah yang dibalut dress berwarna perunggu dengan belahan sepaha membuatnya begitu cantik saat menuruni anak tangga dan berjalan ke arah Andre.


Orang tua Andre tersenyum melihat betapa cantik menantunya hari itu. Rambut half updo membuatnya semakin cantik dengan accesoris mutiara.


Andre yang menunggunya dengan sebuah kotak perhiasan besar tersenyum melihat langkah sang istri yang terlihat sempurna menuruni anak tangga.


“Kamu cantik banget sayang!” ucapnya mendekat dengan tatapan berbinar dan penuh kekaguman.


Jantung Andre berpacu seiring cinta yang ia rasakan pada Sarah. cinta yang menghangat yang mengikuti aliran darahnya yang membuatnya tak ingin melepaskan pandangannya pada wajah kini tercipta sempurna.


Andre membuka kotak perhiasan yang menunjukan sebuah kalung bertahta berlian.


"ini akan membuatmu semakin sempurna" ucap Andre tersenyum pada Sarah


Mulut Sarah sedikit menganga melihat betapa cantik kalung tersebut dengan kilauannya. Andre mengambil dan mengenakan kalung di leher jenjang Sarah dan mengecup lembut tekuk itu.


Desiran darah dan kegugupan Sarah semakin meningkat merasakan kecupan dari sang suami. tubuhnya seperti menerima, jantungnya seperti berdansa, seluruh tubuhnya  menerima sengatan ciuman itu.  Namun tidak dengan hatinya.


Andre kembali menatap Sarah yang semakin terlihat kemilau seperti kalung berlian yang kini ia kenakan.


Andre menatap Sarah penuh cinta dan perlahan mencium bibir Sarah lembut. Detak jantung Sarah menjadi tidak karuan. Ia tidak bisa menolak ciuman Andre karena kedua mertuanya yang berdiri tak jauh dari mereka.


Nikmati saja! setelah ini kamu tak akan lagi merasakan kehangantannya! benak sarah memejamkan mata dan membalas ciuman Andre padanya.


Jantung Andre yang tadi berpacu karena melihat kecantikan Sarah kini semakin berdansa ketika ciuman itu semakin bersambut


“Pahh! Mama iri!” ucap ibu mertuanya pada sang suami


Sarah melepas ciuman Andre dan tersenyum. Ia semakin cantik ketika wajah itu bersemu. Andre memeluknya sesaat. Mereka berdua mampu merasakan detak jantung masing masing.


Malam itu Andre memilih limosin untuk keberangkatannya menuju hotel tempat pesta dilaksanakan.


“Kok mamah gak bareng kita?” tanya Sarah menyadari ketika mobil mulai meluncur hanya mereka berdua.


Sarah melepaskan tangan Andre dan sedikit menjauh. Ia menatap keluar dan memalingkan wajah dari Andre. Andre mengambil kembali tangan Sarah.


“Andre, please..!” bisiknya mencoba menolak


Mendengar bisikan Sarah. sang supir seakan mengerti dan menutup partisi.


Andre melihat ketika partisi ditutup dan tersenyum pada Sarah.


“lihat! Sepertinya dia mengerti” ucap Andre tersenyum kembali mendekat pada Sarah


Andre meraih tangan Sarah kembali. Mengecup tangan itu berkali kali.


Kamu luar biasa cantik malam ini! benak itu terus memuji.


“ apa Obrolan kita bisa didengar?” tanya Sarah


Andre menggeleng tersenyum. Ia sangat jatuh cinta dengan Sarah malam ini. itulah yang ia rasakan.


“kenapa? kamu malu?” ucapnya kembali mencium tangan Sarah


Belum lagi Sarah sempat menarik tangannya tapi Andre semakin mendekat.


“Kamu sangat cantik malam ini!” pujinya lagi


“Karena aku dibalut kemewahan yang kamu sajikan!” ucapnya datar dan sedih


Raut wajah Andre berubah ketika Sarah mengatakan itu. ucapan itu sangat benar, semua balutan yang melekat ditubuh Sarah mungkin mencapai setengah milyar. Namun entah mengapa ucapan itu terdengar ambigu

__ADS_1


Sarah menoleh ke Andre


“Malam ini adalah hasil akhir dari kerjasama kita!” ucanya mengingatkan rencana awal Andre menikahinya


Andre menatap Sarah tanpa kata. Binar cinta di matanya seketika menghilang. Ia tertunduk sejenak dan menegakkan tubuhnya.


“Setelah malam ini, aku akan mulai mengajukan gugatan! Agar 2 bulan kedepan semuanya akan beres, dan kamu bisa mempercepat melamar Susan!” Sarah menjelaskan jika kontrak mereka yang akan segera berakhir


Andre memejamkan mata saat mendengar apa yang Sarah katakan.


“Apa hanya itu yang ada di pikiran kamu sar? Apa perhatian ku selama ini tidak ada artinya? Apa aku tidak ada artinya sama sekali?” ucapan Andre terdengar sangat kecewa


“Aku hanya berusaha mengembalikan kembali hidup kamu!” ucapnya lirih


“Bagaimana kalau aku gak ingin kembali?” tatapnya tajam pada Sarah


Sarah menatap Andre penuh tanda tanya dengan jawaban seperti itu.


“Aku akan mengembalikan uang yang kamu bayar pada tante. Mungkin tidak secepatnya, tapi akan aku usahakan!”


“Kamu membenciku karena itu?”


“Bukan! Aku hanya gak ingin memiliki hutang!” Sarah menunduk


“Setelah malam ini, Semua tentang kontrak kita akan berakhir, kita akan memulai hidup kita dengan lembaran baru!” ucap Andre penuh senyuman dan kebahagiaan.


Namun senyum itu di salah artikan Sarah.


“iya!” Senyum Sarah


Hatinya sakit melihat senyum Andre yang begitu senang. Ternyata Andre sangat berharap waktu ini tiba. Sarah kembali menundukkan kepalanya. Menyembunyikan senyum sedihnya.


Sedang Andre memang menunggu waktu ini, ia akan mengatakan semuanya pada Sarah, ia ingin menjalani


kehidupan pernikahan mereka yang sesungguhnya.


“Aku tau! terima kasih Kamu sudah membantuku, sekarang giliranku!” tatap Sarah dengan senyuman, namun


senyuman itu terlihat sedih.


Apa kamu gak ingin bersamaku sar? Apa Daren telah menunggumu? Benak Andre menatap senyum sedih Sarah.


Tak berselang lama mereka tiba di hotel. Andre yang menggandeng wanita cantik menjadi sorotan. Andre memang menjadi topik berita ekonomi akhir akhir ini. Karena berita tentang pergantian komisaris utama Cano grup terendus media.


Semua sorot mata tertuju pada saat mereka memasuki ruang besar itu. Semua orang seakan mempertanyakan siapa wanita yang menggandeng lengan Andre.


“aku gugup!” bisik Sarah pada Andre


“Kamu bintang disini! Jadi gak perlu gugup” Tangan Andre terus menumpu pada tangan Sarah yang melingkar di lengannya. Andre seolah membawa sebuah berlian yang harus ia jaga. Dimana ia hanya memperbolehkan orang lain hanya untuk melihatnya saja.


“Kita jadi pusat perhatian!” bisiknya lagi menyadari semua mata yang tertuju padanya


“Kamu sayang yang menjadi pusat perhatian! Kamu!” bisiknya tersenyum mesra dan bangga


Sarah hanya meliriknya sesaat dan pandangan mereka bertemu. Sarah mendekati sang mertua yang duduk di meja yang telah disiapkan. Andre menarik kursi sang istri dan memastikan duduk Sarah dengan nyaman, sesaat ia mengecup puncak kepala Sarah dan terlihat binar kebahagiaan di matanya.


“Menantu mamah paling cantik malam ini”pujinya dengan kagum


“terima kasih mah.. mamah bisa aja ah” Sarah hanya tersenyum tipis seakan malu malu.


Sepasang mata dengan geraham yang mengatup kuat memperhatikan Sarah hingga ia duduk di meja bersama keluarga suaminya.

__ADS_1


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


__ADS_2