
Susan berjalan memasuki lift dengan senyuman. Kali ini ia akan bisa menemui Andre lagi. Ia percaya dan yakin, jika Andre ia rayu, andre pasti akan luluh dan kembali padanya.
Ketika memasuki ruang utama komisaris, ruang itu terlihat sepi, tak terlihat adanya sekretaris yang selalu duduk di meja seperti biasa. Meja asisten pun juga kosong.
Susan tersenyum. Ini kesempatan emas baginya untuk langsung bisa menemui Andre diruangannya.
Dua kali mengetuk pintu tanpa jawaban, Susan memasuki ruangan itu tanpa sepengetahuan sang pemilik. Ia pun melihat lihat isi ruang utama tersebut.
“aku akan merebutmu kembali ke dalam pelukan ku sayang!” ucapnya menatap foto Andre dan Sarah yang terlihat sangat mesra dengan senyum lebar.
Susan melirik pada ponsel andre yang menancap pada charger di atas meja. Sebuah pesan masuk dan terlihat dari sang istri. Susan berniat untuk membalasnya, namun sayang ponsel tersebut dalam kondisi terkunci. Ia mengetik kembali kode kunci yang dulu Andre gunakan. Namun sayang, ternyata kode ponsel itu telah berubah.
Di Ruang meeting
“bicarakan lagi hasil meeting ini dengan pihak marketing, aku ingin menerima hasilnya yang sudah jadi saja” Perintah Andre pada sekretarisnya saat meeting sudah selesai
“baik pak!” jawabnya
“dan juga kamu! Tanyakan kembali pada tim legal mengenai hal tadi!” Andre kembali memerintah asistennya
“baik pak!” jawabnya
Ia pun berjalan kembali menuju kantornya. Andre masih menenteng laptop miliknya yang kini dalam kondisi mati.
Ia meletakkan Laptop di meja kerjanya dan tak menyadari adanya seseorang yang duduk di kursi kerjanya yang tampak membelakangi.
Andre berjalan menuju toilet. Susan tersenyum, ia pun mengambil tag ‘DILARANG MENGGANGGU’ untuk ia letakkan pada pintu ruangan tersebut dan kembali ke kursi kerja Andre.
Andre keluar dari kamar mandi dan ketika ia berjalan menuju kursinya, tiba tiba kursi itu berputar
“surprise!” seru Susan tersenyum lebar dan merentangkan kedua tangannya
“susan! Ngapain kamu disini?” tanya Andre terkejut melihat perempuan cantik yang duduk dengan senyum menggoda di kursi kebesarannya
“tentu saja untuk menemui kamu cinta..” ucapnya berdiri dan berjalan ke arah Andre
“bagaimana bisa kamu masuk ke sini?” tanya Andre masih terkejut dengan keberadaan Susan di dalam kantornya
“karena aku memang bisa masuk ke sini” ia terus berjalan dan ingin memeluk Andre
“Susan!! jangan menyentuhku!” tegur Andre keras menghindar dari pelukan wanita yang kini sangat menggoda
Susan membuka beberapa kancing kemejanya agar menunjukkan belahan gundukan kenyal yang begitu menantang dan membuat mata siapapun pasti meliriknya.
“Andre.. aku sangat merindukan kamu cinta” ucapnya lirih dan berharap Andre seperti dulu.
Ketika ia berucap lirih dan meminta, Andre akan selalu berlari ke dalam pelukannya dan berakhir dengan lumattan panas pada bibirnya
__ADS_1
Namun kali ini Susan kecewa, Andre terlihat dingin dan tak merespon apapun padanya.
Kini Susan mengerti, andre yang ada di depannya bukan lagi Andre yang dulu selalu ada untuknya, tapi sekarang! Andre adalah suami orang lain yang mencintai istrinya.
Strategi Susan pun berputar arah. Ia mendekat perlahan, mencoba mendekati Andre pelan agar Andre mampu mencium aroma parfumnya yang pasti akan membangkitkan gairah lelaki tersebut.
“cinta.. tak bisakah kau menatap ku sebentar saja? Aku hanya rindu tatapan dan senyuman kamu” ucapnya berjalan berlahan
“apa cinta kita belasan tahun hanya akan hilang seperti ini? Apa kenangan kita sejak kecil akan kamu hapus begitu saja? Tak ada arti lagikah aku bagimu?” ucapnya seakan begitu sedih dan menghiba
Andre pun terdiam, meski tak ia pungkiri, aroma Susan yang berada di depannya masih menghadirkan sebuah getaran dalan dadanya. Namun yang pasti getaran itu bukan cinta, tapi sebuah pada bayangan pelampiasan nafsu yang dulu sering mereka lakukan.
“tak adakah bayangan jejak tubuh ku di tubuhmu? Bukankan dulu kita sering menyatu dalam keindahan gairah dan cinta...” suara Susan semakin mendessah
Hingga kini jarak antara Andre dan Susan sudah tak ada. Dada Andre terlihat turun naik menahan dirinya. Namun bayangan senyum Sarah muncul dan ia pun kembali mendorong Susan untuk menjauh.
“jangan menggodaku San, aku udah memiliki istri dan aku sangat mencintainya” jawab Andre
Andre berbalik ingin menuju pintu untuk membuka pintu, tapi Susan berlari dan memeluknya dari belakang.
“maafin aku Ndre.. maafin aku cinta... aku mohon sebentar saja.. aku sangat merindukan kamu” ucapnya memeluk erat Andre dalam isak.
Krak!
Suara pintu dibuka dengan cepat. Andre menatap pintu dan ia merasa seperti di sambar petir saat itu juga.
Matilah aku! benak Andre menatap wajah yang kini menatapnya mematung
Dan seketika itu pula Sarah merasa dihantam oleh ribuan jarum dalam dadanya saat matanya menatap pemandangan yang ada di depannya.
“Mas??” suara lirih keluar dari mulutnya seakan tak percaya dengan apa yang dilihat oleh netranya.
Suaminya sedang dalam pelukan perempuan cantik yang dulu menjadi ular yang selalu melilit perasaan dan jiwanya.
“sayang? Kamu datang!” senyum Andre canggung dan gugup
Sarah memasuki ruangan itu dengan senyuman, ia merubah mood kebenciannya karena tak ingin terlihat kalah di mata susan
“aku pikir kamu sendiri mas.. ternyata ada tamu” ucapnya seakan baik baik saja, namun tidak di dalam dadanya.
Dada itu terasa sesak, bahkan bernafas saja terasa sulit, sebuah bongkahan tiba tiba muncul dalam tenggorokannya, membuatnya bahkan tak mampu menelan ludahnya sendiri. Ya! Sakit itu jelas terasa.
“bukannya kamu udah tau kalau Andre ada tamu? Tag di depan bukanya sudah jelas?” ucap Susan tak mau kalah
“ahh.. iya.. aku lupa! Cuma sayangnya tag itu khusus saat aku bersama suamiku saja Susan!!!” jawab Sarah dengan senyuman
Andre memucat saat mendengar tentang tag yang bergantung di depan pintu. Sarah sudah pasti akan salah paham. Benak itu berkesimpulan.
__ADS_1
“ada perlu apa Susan kesini mas? Apa masih meminta uang kuliahnya?” tanya Sarah terlihat tak cemburu
“aku datang karena Andre merindukanku!” sergah Susan
“diam kamu Susan!!!” bentak Andre pada wanita tersebut
“ahhh.. sepertinya kamu berbohong lagi San..” senyum Sarah sangat tenang memegang perut besarnya yang kini terasa nyeri
“kenapa? Kamu mencoba menggoda suami ku lagi? Aaaa... sepertinya dia tidak merespon kamu ya? Kasihan banget... ckckckckck” ucap Sarah sangat lembut
Huehh.. terdengar nafas kesal Susan diiringi tatapan kebenciannya pada Sarah
Ternyata sarah tak bisa ditipu! Benak Susan
“sayang..” Andre ingin bicara tapi Sarah menunjukkan telapak tangannya pertanda meminta Andre tak ikut bicara
Sarah berjalan perlahan mendekati Susan.
“melacurlah ditempat lain.. suamiku tidak menyukai pelacur, dia hanya tergila gila padaku.. apa kamu tidak lihat, aku tengah mengandung anaknya..?” ucapan sarah sangat lembut seperti seseorang yang menasehati seorang teman yang sedang kacau
“lagi pula.. tempat ini bersih, seseorang yang kotor yang masuk kesini membuatnya jadi tercemar, jadi.. sebaiknya kamu pergi.. dan jangan pernah datang! karena kamu hanya pulang dengan rasa kecewa dan malu karena penolakan” lanjut Sarah
Dada susan turun naik mengikuti emosinya yang seakan ingin meledak. Ingin rasanya saat ini ia membunuh perempuan bunting yang ada di depannya. Sejenak ia melirik Andre yang diam saja menatapnya, bahkan saat itu Andre melirik Sarah dan tersenyum bangga padanya.
“kau! Lihat saja nanti! Kamu akan menyesali ucapanmu!!” ancam Susan berjalan mengambil tasnya
“terus saja mengancam, mengganggu.. karena itu justru akan membuat kamu semakin tersiksa!” ucap Sarah kini dengan nada dingin dan berbeda dari sebelumnya
“heh!” Susan pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Susan berhenti di depan pintu yang ingin ia buka. ia berbalik ke arah pasangan suami istri tersebut.
"Terima kasih Ndre atas waktunya, meski singkat, tapi aku puas!" senyumnya seraya menutup beberapa kancing kemejanya yang terbuka.
"jaga mulutmu Susan!!" geram Andre menatapnya
Sekeretaris Andre menjadi panas dingin ketika melihat Susan yang keluar dari ruang sang komisaris utama. Ia merasa takut jika ikut terlibat dalam kemarahan istrinya.
“sayang..” Andre mendekat ingin merengkuh tubuh Sarah ke dalam pelukannya.
Namun tangan itu ditepis kasar oleh Sarah
“jangan menyentuhku!” ucapnya dengan lirikan mematikan pada Andre dan suara yang sangat dingin dan meninggi.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Jangan lupa tinggalin sajen buat semangat nulis ya kakak kakak ... terima kasih.. love you all!
__ADS_1