Imitasi Dua Hati

Imitasi Dua Hati
Penyangkalan


__ADS_3

'Aku Mencintai Kamu'


Ucapan kata cinta itu diucapkan Andre sepanjang percintaan mereka. Pergulatan malam itu berbanjirkan darah dan keringat.


Sarah pun kehilangan mahkotanya malam itu. Andre menyadari itu dan tersenyum puas saat pertarungan percintaan panjang mereka telah berakhir.


Andre menarik selimut menutupi tubuh polos mereka berdua. Ia tersenyum menatap Sarah yang terpejam. Kepuasan itu telah ia miliki, ia telah mengklaim tubuh itu menjadi miliknya.


“kini kamu benar benar menjadi istriku sayang” senyumnya kembali memainkan jarinya di wajah lelah Sarah.


“bibir ini, mata ini, pipi ini” jari itu terus berjalan menyusuri.


“wajah ini, tubuh ini milikku, kamu istriku, aku miliki mu dan kamu milik ku” Andre terus tersenyum. Kini cinta itu telah mutlak untuk Sarah seorang.


Perasaan itu membuat seluruh tubuhnya seolah mengisyaratkan cinta, Andre tak bisa lagi berhenti tersenyum mengikuti kebahagiaannya malam ini.


Perlahan Andre turun dan ke kamar mandi. Sesaat ia melihat noda merah di seprai. Senyum bangga kembali tersungging, ia yang pertama!


Gumaman kebahagiaan ia lantunkan memasuki kamar mandi untuk membersihkan sisa sisa alkohol yang masih tercium di tubuhnya.


Andre membersihkan tubuhnya dengan senyuman yang seakan tak bisa pudar dari wajahnya. Ia terus semangat, bayangan Sarah menikmati sentuhannya menari dalam pelupuk matanya.


Astaga! kenapa dengan ku? ini bukan pertama kali melakukannya, tapi aku begitu tak bisa menghapusnya! benak Andre menyadari diri dibawah guyuran shower.


Kini ia kembali ke atas ranjang dan memeluk tubuh lemah itu ke dalam pelukannya.


“aku mencintai kamu sayang, sangat mencintai kamu” ucapnya lagi memeluk Sarah yang masih polos tanpa apapun dibalik selimut.


“ahh.. aku menginginkan kamu lagi, tapi nanti, aku gak tega” ucapnya sendiri menyudahi diri. mengecup puncak kepala yang ia sandarkan dilengannya.


Detak jantung itu terus berpacu, mengisyaratkan cinta yang membuncah dalam dadanya. Tak bisa menahan lagi dirinya, tak bisa menekan lagi semua rasa, hanya cinta dan cinta, tubuh Andre meremang merasakan aliran perasaan puncaknya.


Andre terus mengatur nafasnya, berusaha meredam kebahagiaan diri yang tak bisa ia sudahi.


“kamu telah menjadi milikku!” ucapnya memeluk erat sang istri. Ia pun mencoba melelapkan diri dan akhirnya mampu larut dalam mimpi indahnya.


"sayang, baru kali ini perasaan ini aku rasakan, aku tak bisa mengatakan apa ini, tapi yang pasti, aku sangat bahagia" ucapnya memejamkan mata.


"aku mencintai kamu! sangat mencintai kamu" ucapnya

__ADS_1


Sarah terbangun karena sesak yang menghimpit. Tubuh kekar itu memeluknya erat seperti sebuah guling.


Sarah menatap wajah Andre yang terlelap, senyum tipis tergambar di wajahnya. Rona bahagia itu mampu Sarah baca. Tapi Sarah tak mampu ikut tersenyum.


Perlahan ia melepaskan tangan Andre. Sarah menatap kembali kamarnya. Ia duduk bersandar dan memeluk kedua lututnya.


“akhh!” rasa sakit itu terasa dalam setiap gerak tubuhnya. Sisa percintaan mereka yang meninggalkan rasa nyeri tak terperi di daerah intinya.


"Ya Allah, aku tak berdosa, tapi kenapa ini terasa menyedihkan" gumam Sarah merasa jika ia telah salah.


Sarah hanya menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Kini ia menyesali diri. Ia benar benar lupa diri dan melupakan segalanya. Namun saat ia sadar, ia telah kehilangan dirinya sendiri.


Meskipun Andre memang sah di mata hukum dan agama adalah suaminya, tapi ia berharap bisa memberikan segalanya kelak pada orang yang mencintainya, bukan pada orang yang hanya melampiaskan nafsu karena kerinduan pada kekasihnya.


“bodoh kamu Sarah .. bodoh! Bodoh!” ia menyumpahi dirinya sendiri.


Sarah kembali melihat Andre yang terlelap lelah, sedang Sarah masih menyesali perbuatan yang tak mampu melawan hati & tubuhnya.


Ia keluar dari kamar itu. Ia menggeleng dan menangis, membersihkan dirinya diantara guyuran air. Menyembunyikan air matanya diantara tetesan Air dingin.


Rasa sesal itu muncul, karena ia tahu bahwa Andre bukanlah miliknya. Cinta telah membutakan dirinya yang melupakan bahwa Andre akan kembali ke pelukan kekasihnya Susan.


Sarah hanya mampu menangis, menangisi semua perbuatannya sendiri. Menangisi setiap jejak yang tak mampu ia lawan, menyesali setiap keindahan yang terjadi.


Sarah menangis hingga lelah, dan akhirnya lelah itu membuatnya mampu memejamkan mata.


*


*


Pagi mulai menyapa hari. Matahari masih nampak menguning disela awan kelabu yang menyelimuti langit. Hati Sarah masih sakit seperti tubuhnya yang terasa remuk. Ia terbangun dari tidur sesaatnya. Ia seakan sulit menggerakkan tubuhnya pagi ini, tapi ia terus melawan.


Sarah sudah rapi dengan pakaian formal karena ia akan memilih untuk pergi pagi ini. Seperti biasa ia menyiapkan meja untuk sarapan.


Andre membuka matanya. Ia sendiri! kemana Sarah? kemana istrinya?


Perasan itu terasa hampa. sebelum tidur, Ia telah membayangkan Sarah yang nanti tersenyum dalam pelukannya. Andre mengecup keningnya, mengucapkan selamat pagi, dan kembali merasakan bibir itu.


Fantasi Andre kembali menghilang, ketika ia mendapati ia hanya sendiri disana.

__ADS_1


Andre yang keluar dari kamar hanya dengan menggunakan celana pendek boxer tersenyum melihat punggung istrinya yang masih sibuk memasak untuk sarapan. Ia pun mendekat dan memeluk Sarah dari belakang.


“Pagi sayang!” Ucapnya seraya mengecup leher jenjang Sarah


Sarah pun sontak melawan dan membuat Andre tergerak mundur.


“Kamu apa apaan?” ucapnya dengan ekspresi begitu marah. Tatapannya tajam seolah menghunus pedang ke arah Andre.


Andre mengernyitkan keningnya merasa bingung dengan perilaku Sarah


“ss.. Sayang?” Andre  masih belum mampu memahami kemarahan Sarah


“Kamu masih bau alkohol! Kamu masih belum sadar? Kamu masih mabuk?” tatapan itu semakin tajam dan penuh kemarahan


Andre tersenyum bingung dengan kemarahan Sarah.


“Sekarang mending kamu mandi, karena aku gak mau sarapan bareng kamu yang masih teler!” ucapan itu begitu dingin dan ketus. Tapi Andre hanya menganggap Sarah yang marah padanya karena belum mandi.


Andre pun tersenyum pada Sarah. tapi ia pergi dengan kebingungannya sendiri


Saat sarapan, Sarah tidak menatap ke Andre sama sekali. Ia seperti sibuk dengan sarapannya.


Andre menatap leher Sarah, sangat terlihat jelas begitu banyak tanda merah yang ia tinggalkan di tubuh Sarah tadi malam. Ia hanya tersenyum mengingatnya. Bayangan percintaan itu masih terasa, bahkan bibir itu terlihat masih membengkak akibat kuatnya sesapannya.


“Aku udah tegaskan ke kamu, saat aku dirumah usahakan kamu jangan mabuk, kalaupun kamu ingin mabuk, pulang ke apartemen jangan ke rumah disaat aku disini” ucapan itu memecah kesunyian dan tanpa menatap Andre


Ia memotong roti dengan pisaunya seakan mengungkapkan kemarahannya. Andre mencoba memahami maksud Sarah setelah semua itu


Kamu kenapa? benak Andre belum memahami situasinya. Setelah percintaan mereka, kenapa Sarah kesal padanya pagi ini?


Andre mencoba menikmati sarapannya ditengah suasana mereka berdua yang begitu tak nyaman


“Apa aku melakukan kesalahan tadi malam?” ucap Andre seolah lupa


Seketika bibir kanan Sarah terangkat. Senyum itu seolah licik tapi hanya sesaat, ia kembali pada mode kesalnya.


Senyum apa itu sayang? Benak Andre


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~

__ADS_1


Terima kasih buat kakak semua yang sudah kasih Vote kemarin, buat yang ngasih kopi dan dan bunga. 


akasih juga buat kakak yang udah kasih like setiap episodenya. moga reader yang lain juga ikut ngelike.


__ADS_2