Imitasi Dua Hati

Imitasi Dua Hati
Misteri sikapmu


__ADS_3

Sarah meninggalkan meja makan dan meletakkan piring kotornya. Andre masih menikmati makan dengan lambat. Ia seakan tidak memiliki selera saat itu. Sarah mencuci piring kotornya langsung. Andre pun berdiri dan memberikan piring kotornya pada Sarah dan berdiri disamping Sarah.


“Biar aku yang cuci” pintanya menyentuh tangan Sarah mengambil spon cuci darinya


Meski menyadari sikap Andre hanya kepura puraan, namun tetap saja hal itu menggetarkan hati Sarah yang terlanjur memiliki perasaan pada Andre. Saat Sarah mulai menonton drama favoritnya. Tiba tiba Andre datang dan langsung berbaring di pangkuan Sarah. Sarah pun terperanjat kaget!


“Ini mah menantu mamah lagi asyik nonton” ucapnya


Ternyata Andre melakukan video call dengan sang bunda. Sarah pun menyapa mertuanya dan mengobrol sedang Andre masih betah berbaring disana dengan manja. Ia mengambil jeruk yang ada di meja mereka, mengupas dengan cepat sambil mendengarkan obrolan sang istri dengan ibunya.


Andre menyuapkan jeruk ke mulut Sarah dan Sarah hanya menerimanya sedang ia masih melanjutkan obrolannya.


“mamah terlihat gemukan ya?” goda sarah ditengah obrolan mereka.


“iya sayang, mamah terlalu banyak ngemil sekarang! Abis papah bawaannya kulineran aja” ucapnya ceria dan bahagia.


Terbersit rasa iri dalam benak sarah. wanita tua itu begitu dicintai sang suami, sedang dia? Di kembali salah menjatuhkan hatinya. Mencintai orang yang salah, yang tak seharusnya.


Sarah tersenyum namun tetap terpaksa. Sesekali Andre menatap Sarah. Andre berpikir mungkin Sarah masih memikirkan masalah ia dan para bibinya.


“Kapan mamah dapat kabar gembira ini?” Sang mertua kembali menanyakan perihal cucu


“Secepatnya mah! iya kan sayang?” jawab Andre semangat dan mencium pipi Sarah saat ia beranjak bangun. Sedang Sarah hanya tersenyum kecil menanggapi pertanyaan sang mertua


Andre dan Sarah melambaikan tangan saat menutup panggilan. Andre menoleh ke Sarah. wajahnya kembali datar. Andre pun menghela nafas saat meletakkan ponselnya di meja.


“Sar? Aku mau ngajak kamu jalan jalan akhir minggu ini!” ucap menatap Sarah yang diam


Setelah mendengar cerita sang ibu, Andre berpikir, mungkin pergi ke tempat menyenangkan atau tamasya bisa membuat Sarah lebih baik.


Sarah menoleh pada Andre yang duduk di sampingnya


“Kemana?” ia bertanya tanpa ekspresi, seakan tidak antusias dengan ajakan Andre


“Kemana pun kamu mau, kita pergi sabtu pagi, balik minggu sore atau malam” Andre sangat antusias dan dengan senyuman lebar


Tapi saat melihat Sarah tidak menanggapinya, Andre pun kembali menghela nafas lelah. Entah ini  keberapa kalinya Andre menghela nafas dan Sarah mendengar itu seakan menganggap Andre lelah dengannya. Kesalahpahaman mereka semakin menggurat.


“Kamu jangan lupa, hubungan kita hanya sebatas kepura puraan! Kamu gak perlu bersikap manis hanya karena ingin membantu ku melupakan masalah ku! Aku bisa melaluinya dengan atau tanpa kamu! jadi gak perlu menjadi lelah dengan sikap kamu seperti ini...” ucap Sarah menoleh kembali ke Andre


Andre kecewa mendengar kata kata Sarah. Bagaimana bisa Sarah dalam sesaat melupakan manisnya hubungan mereka dalam seminggu ini?


“Apa itu yang kamu pikirkan tentang ku Sar?” Kini bicara Andre dengan nada kecewa


“Aku hanya gak ingin menjadi salah satu beban kamu!” jelasnya pelan pelan menunduk

__ADS_1


Andre hanya diam mendengar itu.


“Kamu lelah dengan pekerjaan, dan menjalani kehidupan palsu kita, bersandiwara dimana mana... aku juga merasakan hal itu. dan itu sangat melelahkan!” Sarah mengatakannya agar Andre mengerti jia ia memahami Andre


“Kamu gak perlu meluangkan banyak waktu hanya untuk menghibur ku atau mencoba membantu ku melupakan masalah ini, aku bisa keluar dari masalah ini, aku hanya butuh waktu!” jelas Sarah lagi


“Jadi jangan buang  waktu kamu atau meninggalkan hal penting hanya karena kasihan dengan kondisi ku saat ini!” suara itu seakan memohon


“Jadi ini yang kamu pikirkan selama ini?” Andre kembali kecewa


“Aku sangat berterima kasih kamu membantu ku, menghibur ku, memberikan bunga, dan membuatku lupa dengan keadaan ku, aku hanya tidak ingin membuat kamu terbebani atau merasa lelah, jadi jangan lakukan apapun, itu sudah membuatku merasa sangat berterima kasih... karena disaat kamu mengorbankan uang, waktu, perhatian kamu .. itu justru membuatku merasa bersalah dan justru menambah beban ku!” ucap Sarah meminta Andre tidak perhatian lagi padanya


Andre menatap Sarah dengan kecewa setelah mendengar itu semua. Andre hanya bingung, mengapa Sarah berubah tiba tiba dingin dan tidak hangat lagi padanya.


“Aku hanya seseorang yang kamu beli untuk berstatus sebagai istri kamu selama satu tahun!” matanya berkaca  kaca


Andre menoleh dan melihat mata Sarah berkaca kaca, ia tidak bisa mengatakan apapun saat itu. karena semuanya seperti serba salah.


“Kamu juga jangan lupakan itu... jadi! tetaplah menjadi seorang Andre, anggap aku hanya boneka dirumah ini, itu justru akan membuat aku nyaman, karena aku gak berpikir menjadi beban kamu”


“Apa perubahan sikap kamu hari ini karena pemikiran ini?” Andre mencoba meyakinkan dirinya


Dia terus mencoba memahami perubahan sikap Sarah dalam sekejap.


Sarah hanya diam, dia tidak menjawab


Sarah menunduk, ia menggenggam erat tangannya sendiri.


Baru saja Andre ingin mengatakan sesuatu. Tiba tiba ponsel Sarah berdering dan terlihat Daren yang menghubunginya. Andre melihat jelas telpon itu dari Daren karena ponsel itu tepat berada di hadapan mereka.


Ketika Sarah mengambil ponsel untuk mengangkat panggilan Daren.


“Jangan diangkat Sar!” suaranya tegas


Sarah menatap Andre yang melarangnya mengangkat panggilan Daren. Tapi Sarah tidak menuruti permintaan Andre dan tetap mengangkat panggilan Daren.


Baru saja jarinya akan menyentuh layar ponsel, Andre merebutnya dari Sarah. ponsel pun berhenti berdering.


“Kembalikan ponsel ku!” pintanya dengan nada lemah


“Kita belum selesai bicara!” jawab Andre yang masih memegang ponsel Sarah


“Kita sudah selesai! Semua sudah jelas. Bahwa kita hanya di atas kertas! Aku hanya mengingatkan mu”  ucap Sarah mengambil ponselnya dari Andre


Ponsel itu berdering kembali

__ADS_1


"Apa karena dia?" tanya Andre dingin dengan dada yang bermuruh. Namun Sarah tak menjawabnya. Ia justru mengangkat panggil Daren.


“Halo! .... Kok bisa?” Sarah mengerutkan kening


Andre masih menatap tajam padanya, pandangan itu seakan menelan Sarah bulat bulat, pemikiran dan rasa cemburunya membuatnya menatap dingin pada Sarah.


“Serius? Loe gak becanda kan?” Sarah terlihat senang.


Beberapa detik lalu ia berbicara dengan nada sedih dan lemah, tapi saat berbicara dengan Daren, Sarah seakan mendapat kembali semangatnya. Bahkan nada bicaranya sangat ceria


“Oh ya? Beneran?” Sarah semakin terlihat senang


“Oke! Besok gue pasti datang!” jawabnya dengan senyum lebar dan terlihat girang


Andre hanya berdiri melihat Sarah yang terlihat senang menerima telpon dari Daren. Ia cemburu!


“Aku dapat kerjaan!” Sarah ingin berbagi kebahagiaannya dengan tersenyum girang` pada Andre


Namun Andre hanya menatap datar padanya. Hanya Sarah yang senang mendengar berita pekerjaan itu.


“Kalau kamu pengen banget kerja lagi! Kamu bisa kerja di tempat ku!” ucapnya kecewa


“Mungkin nanti setelah kita cerai!” jawab Sarah tanpa ekspresi apapun


Mendengar kata itu membuat  Andre benar benar tertegun. Cerai! kata yang mungkin selalu ada di pikiran Sarah. tapi tidak di pikirannya.


Andre meninggalkan Sarah ke kamar. Perasaannya menjadi kacau karena kejadian malam itu, Sarah benar benar telah menjatuhkan semangatnya. Rasa cemburu yang tak berani ia ungkapkan dan keinginan untuk berkata keberatan yang tak bisa ia keluarkan membuat semua kacau pikiran dan hatinya menjadi sakit.


Sarah hanya menatap punggung Andre yang memasuki kamarnya. Sarah pun menghela nafas berat. di sisi lain ada perasaan berat meninggalkan Andre saat ini, tak tega padanya yang sedang terlihat begitu lelah dengan kondisinya, tapi disisi lain ia juga harus menyadari posisinya yang bukan siapa siapa di hati Andre.


Perasaan yang kelak akan menjadi panah yang justru akan menusuk dirinya sendiri.


Pagi itu Andre meminta Pak Budi datang. Ia meminta untuk mengantar Sarah.


“Kamu diantar pak budi!” ucap Andre saat Sarah keluar kamar, ia telah menunggu Sarah keluar dari sana.


Melihat Andre dengan ekspresi kesal, Sarah pun menurut saja. Ia tidak ingin membuat masalah dengannya pagi ini.


Saat mengantar Sarah pergi, Andre hanya diam. Ia hanya mengecup kening Sarah sebentar dan Sarah hanya memejamkan matanya sejenak merasakan kecupan yang kini memanaskan keningnya.


“Hati hati!” ucap Andre


“aku pergi!” ucap Sarah merasa bersalah


Lambaian tangan Andre terlihat lesu melepas mobil itu meluncur meninggalkan halaman kecil mereka. Sarah memejamkan mata meninggalkan halaman itu.

__ADS_1


Semoga aku bisa melupakanmu kelak! Benaknya berdoa


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


__ADS_2