
“Sepertinya Kamu hamil Sar! Selamat ya!” ucapnya dengan senyum lebar penuh kebahagiaan
Sarah memejamkan mata saat Ardi mengatakan itu. akhirnya ada orang lain dari keluarga Andre yang mengetahui itu.
“Om.. tolong rahasiain ini!” ucapnya cemas dan gugup
Raut wajah Ardi yang tersenyum pun seketika pudar. Kecurigaan muncul seketika dalam dirinya.
“Jadi kamu sudah tau kamu hamil?” Ardi memahami ekspresi Sarah
“iya Om” jawabnya semakin takut.
Ya tuhan! Jangan bilang ini bukan anak Andre? kengerian itu muncul seketika dalam pikiran Ardi ketika melihat ketakutan yang jelas terlihat di mata Sarah
“Andre dua minggu lagi ulang tahun om, saya ingin kasih kejutan buat dia!” ucap Sarah berpura pura tersenyum. Sarah bangun dan menyandarkan tubuhnya pada sandaran ranjang.
Hempasan nafas Ardi seakan menggambarkan kelegaannya, senyum itu kembali muncul. Rona ikut bahagia
itu kembali terlihat. Kini ardi mengerti maksud Sarah merahasiakan.
“Tolong rahasiain ini sampai saat itu om. termasuk mamah sama papah. Mamah pasti gak akan bisa nyembunyiin
kebahagiaannya mendapat cucu dari Andre!” mohon Sarah
Ardi tertawa mendengar itu. Memang akhir akhir ini sang kakak sangat sering menghubunginya, mengeluhkan perkara Andre yang belum juga punya keturunan saat pernikahan mereka sudah hampir mendekati setahun. Ia juga teringat ketika ketakutan sang kakak jika Andre tidak mampu menghasilkan keturunan.
“Ok! om akan diam, tapi kamu harus janji, jangan stress dan jaga baik baik tubuh kamu, jaga juga pola pikiran kamu, jangan terlalu banyak mikir, itu gak baik buat janin kamu!” jelas Ardi
“Iya om! Terima kasih Om” Sarah tersenyum lega
“Kamu keluar dari ruangan pasti karena gak tahan disana! Apa kamu ngidam sesuatu?” tanyanya santai.
Kini wajah Sarah terlihat lebih baik, ia tidak tegang lagi, tak ada lagi rona ketakutan.
“Selama hamil saya sensitif sama bau coklat dan cake, di dalam tadi sangat menyiksa, karena coklat dimana mana” Sarah terkekeh mengatakan itu
“oya! Kamu bawa vitamin kamu?” tanya Ardi lagi
__ADS_1
“bawa om! Tadi sebelum berangkat juga udah minum” jelasnya
“bagus! Ya sudah! Kamu istirahat disini, nanti om bilang kamu butuh istirahat sama yang lain!” jelasnya sambil merapikan kembali tasnya
“terimakasih om!” ucap Sarah ingin beranjak
“gak usah bangun! Istirahat! Kalau gak om akan kasih tau suami tercinta kamu itu” godanya
Sarah hanya tersenyum dan kembali menyandarkan tubuhnya.
“ada yang ingin kamu makan? biar om mintakan sekalian!” tawar Ardi
Sarah hanya menggeleng!
“nanti akan om minta orang mengantar bubur ya?” ucapnya beranjak akan keluar kamar utama.
“terima kasih om” ucap sarang mengangguk.
Andre terus menanyakan kondisi Sarah. Ardi pun menjawab jika Sarah hanya butuh istirahat karena asam lambungnya naik. Dia juga mengatakan sudah memberi Sarah obat. Andre pun menghela nafas tenang.
Sedang Sarah. Ia termenung menatap kamar tersebut, kamar yang dihias begitu indah bahkan seperti sebuah kamar bulan madu pengatin baru.
Kamar ini kamu siapkan untuknya, tapi justru aku yang sekarang disini! Ucap hatinya menangis.
Ucapan Susan memang benar, Andre telah menyiapkan malamnya bersama Susan dengan sempurna.
Sarah menurunkan tubuhnya berbaring, meringkuk menangisi hatinya yang pedih. Ia terus menangis, ia tak mampu menahan kesedihan hatinya saat ini. Tanpa ia sadari seseorang memotret dirinya yang meringkuk di atas ranjang
Sesaat perut Sarah terasa nyeri.
“maafin mamah sayang! Maafin mamah yang tak bisa berhenti menangis dan membuat kamu ikut sedih, tapi mamah mohon, kamu baik baik saja disana” usapnya pada perutnya berusaha meminta sang anak mengerti akan perasaannya yang kini tersiksa.
Seakan mendengar suaranya, perutnya yang tadi terasa kram, berangsur hilang.
“terima kasih sayang.. mama akan selalu berjuang bersama kamu, mama akan selalu ada untuk kamu, meski kita akan hidup tanpa papah” bisiknya dalam tangis.
Sarah beranjak menuju kamar mandi. Ia menangis tersedu disana, menumpahkan semuanya. Ia bercermin dan melihat bayangan dirinya.
__ADS_1
“kamu bisa Sarah! kamu bisa! Lupakan dia seperti kamu melupakan Gio dulu! Kesalahan kamu adalah kamu telah salah menjatuhkan hati kamu” omelnya sendiri pada dirinya.
“ingat Sarah! kamu sekarang seorang ibu! Lupakan siapa pun yang tak penting, Andre bukan siapa siapa kamu, jadi berhenti menangisinya, dia hanya orang lain, anak kamu sekarang membutuhkan kamu, kamu harus lebih mencintai anak kamu dari pada orang lain itu” ucapan itu terus keluar disela isak tangisnya.
“ingat! Lebih baik sekarang kamu memikirkan anak kamu, anak kamu lebih penting! Dia milikmu satu satunya, dan akan menjadi orang satu satunya yang akan mencintai kamu tulus” Sarah mengeratkan gerahamnya, mengangkat wajahnya, meyakinkan dirinya.
Keputusannya sudah bulat, ia akan mengakhiri semua dengan Andre. Semua rasa kasih sayang dan cintanya, semua rasa cemas dan khawatirnya, semua! dia ingin menghapus semua.
Sarah mencuci wajahnya, cerminan kesedihan terlihat jelas, ia mengeraskan padangannya, kembali meyakinkan diri jika dia akan mampu.
Perlahan berjalan menuju ranjang. Ia menarik selimut hingga menutupi hampir ke dagu, berusaha menenggelamkan diri dan kesedihannya, berharap ketika membuka mata, nama itu, sosok itu, cinta itu telah terhapus. Detik ke detik, hingga menit ke menit, akhirnya Sarah larut dalam mimpinya sendiri sambil memeluk perutnya.
Ardi kembali memasuki ruang besar itu.
“Gimana Sarah?” tanya sang mertua cemas
“Cuma asam lambung! Biarkan dia istirahat!” jelasnya tersenyum
“Sebenarnya tadi siang dia terlihat sangat pucat!” keluhnya cemas
Ardi hanya tersenyum kembali melihat kakaknya tersebut. Ia sangat ingin mengatakan padanya bahwa ia telah menjadi seorang nenek. Mungkin pesta malam ini juga akan lebih meriah dengan tarian dan euforia jika berita itu ia sebarkan, Tapi ia harus menuruti keinginan Sarah. ia pun hanya tersenyum ditahan.
Tak berselang lama saat MC mengatakan tiba saatnya sang komisaris mengumumkan siapa penerusnya. Sang kakek berbisik pada Andre yang telah duduk di sampingnya, menanyakan kemana sang istri yang tak terlihat lagi.
“Sarah di kamar kek, tadi sempat drop. Om ardi bilang ia harus istirahat!” ucapnya sedikit khawatir
Sang kakek hanya mengangguk beberapa kali, Karena ia sempat melihat Andre yang menyeret Susan keluar beberapa waktu lalu.
Andre pun menunjukan chat antara dia dan om ardi. Kakeknya pun akhirnya percaya. Andre juga menunjukkan foto Sarah yang terbaring yang dikirim Ardi.
Saat pengumuman selesai, Andre pun memberi sambutan dan pidato pertamanya sebagai komisaris utama.
‘Saya sangat berterima kasih pada istri saya, yang selalu setia memberikan support saat menghadapi krisis, yang selalu memberi saya kekuatan hingga mampu mengatasi imbas dari krisis itu’
Saat Andre menyebutkan istri. Tampak semua orang terkejut mendengar itu. Karena mereka yang bekerja padanya tidak pernah mengetahui sang komisaris telah menikah.
Namun seorang lelaki paruh baya yang berdiri tak jauh dari mereka menatap tajam pada Andre dan menenggak minumannya.
__ADS_1
Kenapa harus cucumu ketika anakmu masih disini?? Benak itu geram
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~