
Andre menatapnya dengan senyuman yang tak bisa Sarah gambarkan, tatapan itu terasa berbeda lagi kali ini.
“Kamu mencintai Daren?” tiba tiba Andre bertanya dengan tatapan itu
“Aku menyukainya, tidak berani mencintainya meski hatiku mungkin mengatakan itu”
Andre terdiam mendengar perkataan Sarah mencintai seseorang. Entah apa maksud dari desiran dalam dadanya, tapi ia seperti tak menyukai kalimat itu keluar dari mulut istrinya.
“Itu sebabnya, kamu gak boleh goyah sama Susan hanya karena hal kecil seperti itu. hem?” lanjutnya
Andre hanya menjawab dengan senyuman kecut dan terpaksa.
“Kamu satu satunya hal membanggakan dalam hidupku” ucap Sarah lagi
Andre menatap Sarah seakan bertanya
“Istri pak Andre!!!” godanya dengan tersenyum
Andre tertawa mendengar itu dan menatap Sarah dengan senyuman bangga.
“Seandainya aku putus dengan Susan, apa yang akan terjadi dengan kita?” Andre menanyakan dengan nada ragu
“Kita cerai!” jawab Sarah santai
Andre menoleh ke Sarah dengan tatapan sangat terkejut. Sarah pun menoleh kembali ke dia.
“Kok kaget gitu?”
“Ya iyalah..!”
Santai banget kamu jawabnya! Benak Andre
“Pernikahan kita pondasinya Susan, kita menikah karena kamu mencintai dia, kamu rela meresikokan semuanya demi dia, demi cinta kamu ma dia. jadi! kalo kamu udah gak pacaran lagi ma dia, ya berarti buat apa kita lanjutin pernikahan kita palsu kita...” jelasnya secara gamblang
Andre terdiam menatap Sarah tanpa ekspresi. Hal itu berarti jika dia menyatakan cinta pada Sarah, maka detik itu pula ia seolah menyatakan talak padanya.
“Aku bikinin teh ya..?” tiba tiba Andre berdiri tanpa melanjutkan obrolan mereka
Sarah merasa aneh dengan sikap Andre yang justru mendadak meninggalkan dia setelah ia menjelaskan apa yang terbaca olehnya.
Malam itu Andre memikirkan perkataan Sarah. Mungkin benar, ia hanya terlarut dalam aktifitas ‘suami’ yang harus ia jalani.
Aku harus ke Paris! Ucap Benaknya pasti. Ia tidak ingin Susan terhapus dari dalam hatinya hanya karena keraguan yang tergambar sesaat
Andre pun langsung membeli tiket untuk pergi ke Paris. Karena waktu yang sangat tepat dengan sang kakek meminta dia untuk mengurus beberapa hal di Singapura.
__ADS_1
*
*
“Gak ngantar aku ke bandara?” Andre becanda dengan Sarah ketika ia keluar rumah menuju mobil.
Sarah ketawa kecil mendengar kata kata Andre.
“lucu ya.. istri mengantar suami berangkat yang ingin menemui kekasihnya” kekeh Sarah merasa lucu dengan kondisi mereka.
Andre ikut tertawa.
“Hapus dulu pesan sama semua daftar panggilanku!” Sarah meminta Andre membersihkan jejaknya
Andre merasa sedih mendengar Sarah mengatakan itu. ia merasa tidak nyaman dan ia tidak memahami kenapa dia begitu.
“Nanti ku kirim kontak pak Budi, kalau kamu mau kemana mana telpon aja dia. Tadi dia udah ku kasih tau!”
Andre masih berdiri disamping mobilnya, kakinya terasa begitu berat meninggalkan rumah sederhana itu.
“Ada gojek, gak perlu ngerepotin beliau! Lagian kemarin pas ngantar berkas aja aku kaget, bisa bisanya kamu nyuruh orang kantor kesini” protes Sarah
“Pak budi tau kalau kamu istriku!”
“Kamu dah minta dia rahasiain?” Nada Sarah sedikit cemas
“Ada Danu!” Andre memberitahu & ia pun mengecup kening Sarah lama
“Biasa aja kali!” bisik Sarah protes karena merasa Andre terlalu lama mencium dahinya
Andre melepaskan kecupannya di kening Sarah dan membuka pintu mobil.
Ia melambaikan tangan saat berangkat. Sarah melirik ke arah rumah Danu yang tak jauh, tidak terlihat adanya Danu disana, mungkin sudah masuk pikir Sarah.
Saat menunggu di bandara, Andre mengirim kontak Pak Budi ke Sarah dan mengirim kontak Sarah ke Pak Budi. Ia meminta pak budi untuk membantu Sarah jika dia memerlukan.
Kok berat aku ninggalin kamu! Benak Andre ingin menghapus semau jejak Sarah. ia menarik jarinya kembali yang tadinya ingin menyentuh tanda 'tong sampah'. Ia hanya memilih mengubah sandi ponselnya.
---------------------
Andre berada di Singapura dua hari sebelum berangkat ke Paris. Namun ia tak mengatakan pada Sarah jika ya harus ke singapura dulu.
Sejak Andre mengatakan ia berangkat, Sejak saat itu ia tidak menerima pesan apapun lagi dari Sarah. Sarah tidak ingin mengganggu Andre yang akan menghabiskan waktu bersama Susan. Ia takut jika menimbulkan kecurigaan dan membuat kacau hubungan Andre.
Istri Danu yang ditinggal Danu dinas pun juga sendiri di rumah. Ia sering meminta tolong ke Sarah untuk menjaga Fino putranya ketika ia keluar untuk membeli kebutuhan Fino dan rumah tangga. Sarah pun seperti terhibur karena memiliki kesibukan dengan anak kecil seperti Fino yang semakin lucu. Ia juga senang karena seperti memiliki seorang putra di rumahnya.
__ADS_1
"Fino.. ayo senyum" Sarah terus mengambil foto Fina yang terlihat lucu ketika tertawa.
“Aku liat kemarin Andre berat banget berangkat” ucap Istri Danu tersenyum pada Sarah
Sarah hanya menanggapi dengan senyuman kecil dan terus bermain dengan Fino.
Rumah pun terasa sangat sepi dua hari ini tanpa Andre. Sarah tersenyum sendiri melihat dirinya pada bayangan cermin. Bagaimana mungkin ia memikirkan Andre dengan serius. Dia hanyalah sebuah kepalsuan! Pikiran itu mampu menyudahi rasa ketidak nyamanannya.
Hah.. mungkin karena aku terbiasa! Benaknya menanggapi isi pikirannya.
Andre menahan diri untuk tidak menghubungi Sarah. Ia harus fokus ke Susan. Ia pun memasuki pesawat dengan hati yang kacau. Sarah dan Susan seakan datang silih berganti dalam benak dan otaknya.
(Bisakah rasa itu bisa kita sebut merindukan istrinya?)
Andre hanya bisa memandang wajah Sarah yang menunduk di foto profil web chat miliknya, tak berani menghubungi wanita itu, karena takut Sarah kembali khawatir dengan hubungannya dan Susan
Penerbangan selama tiga belas jam begitu melelahkan. Tidak seperti biasanya Andre selalu semangat menuju Paris. Namun hari ini dia seperti sangat malas, tak bergairah, tak seperti biasa.
Saat tiba di paris. Andre sengaja tidak menghubungi Susan. Ia ingin memberi kejutan di malam ulang tahun sang kekasih tercinta.
Sebelumnya ia sudah mengirim pesan ke Susan, bahwa ia hanya akan menemaninya via video di malam ulang tahunnya.
Susan melihat pesan Andre dan membiarkannya. Ia terus berpesta hari itu. Saat malam tiba Andre menuju apartemen Susan karena ingin memberi kejutan yang ia persiapkan.
Andre kembali menanyakan keberadaannya karena sesuai janjinya ia akan menemani sang kekasih, tapi Susan menjawab ia belum pulang karena teman teman desainernya meminta makan malam bersama untuk merayakan ulang tahunnya.
Andre pun dengan sabar menunggu Susan di apartemen. Ia sengaja tidak menyalakan lampu agar ketika Susan memasuki tempat itu, ia akan menyalakan lilin yang berada di cake agar terlihat cantik di dalam gelap.
Buket bunga mawar besar juga telah ia siapkan. Bayangan keromantisan terlintas di pikiran Andre, bayangan sambutan hangat dan ciuman panas Susan datang bersarang di kepalanya. Ia pun tersenyum mengikuti pikirannya.
Sesaat Andre mampu melupakan tentang Sarah di dalam kepalanya, ia hanya tak sabar menanti kedatangan Susan.
Suara kunci pintu terdengar dibuka. Bergegas Andre yang menunggunya di kamar menyalakan lilin pada cake yang ia persiapkan. Ia ingin membawa keluar cake itu dan mengejutkan Susan. Namun, Suara langkah Susan terdengar seperti tidak sendiri. Terdengar kembali suara sepatu yang terlempar di sembarang arah. Andre terdiam sejenak.
Terdengar Suara gumamam yang sangat jelas di tengah Malam.
Saat Andre membuka pintu kamar yang masih gelap. Ia melihat Susan bercumbu dengan seorang pria yang menjatuhkannya di sofa di temaramnya cahaya lampu yang samar. Susan pun sudah terlihat dalam kondisi bertelanjang dada.
Rungunya menangkap sebuah suara pertanda sebuah kenikmatan sentuhan yang diterima wanita tersebut. Suara Susan yang begitu seksi menerima setiap decak kecupan.
Netra Andre menatap jelas pergumulan yang jelas dimana Susan begitu menikmatinya. Andre telah melihat sesuatu yang telah ia bayangkan sebelumnya, namun dalam bayangan itu dialah pelakunya.
Tubuh Andre menegang seketika, memanas dan terbakar tanpa terasa, tangannya mengepal menahan emosi yang sebagai lelaki yang dikhianati, kedua geraham mengeras menahan diri agar tak teriak mengeluarkan kemarahannya.
Andre menyalakan lampu tengah apartemen itu, hingga terlihat jelas wajah Susan yang syok melihatnya dengan posisi berada diatas seorang lelaki yang memegang kedua benda kenyal dadanya.
__ADS_1
“Andre???” tatap Susan pada sosok Andre yang berdiri membeku dengan geraham mengantup keras menahan amarah.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~