
Andre menatap wajah Sarah sangat lama. Ia enggan pergi dari sana. Kini perasaan itu begitu kuat. Ia sendiri bahkan tidak bisa membendungnya lagi. Perasaan cinta yang ia miliki ke Sarah sangat berbeda dengan perasaannya ke Susan dulu.
Jantungnya berdebar cepat meski hanya memandang wajah Sarah yang polos tanpa apapun. Meski wajahnya sembab dan terlihat bengkak, tapi Andre tak bisa mengalihkan sedikitpun pandangannya dari wajah yang kini terlelap dalam mimpinya sendiri.
“Aku mencintai kamu! dan hati ku hancur ketika melihat air matamu!” bisiknya membelai wajah Sarah
Andre mengecup kening Sarah lama, ia enggan beranjak dari sisi wanita terkasihnya. Ia ingin tetap disana bersamanya.
Tapi ketakutannya tidak bisa ia lawan, ketakutan akan terungkapnya perasaannya yang sebenarnya, perasaan tulus mencintai Sarah yang justru akan menjadi bumerang bagi hubungan mereka. ketakutan saat Sarah tahu perasaannya dan justru akan mengatakan perceraian.
Saat Sarah membuka matanya pagi itu. ia melihat wajah Andre yang terlelap disampingnya. Ia tersenyum, hatinya terus bergetar, Sarah terus tersenyum bahagia. Ia memiliki lelaki ini. Lelaki ini yang akan menemaninya kini. Sarah kini terbuai akan perasaannya sendiri. Ia membelai wajah Andre yang tidur dengan sangat nyenyak. Ia pun tersenyum penuh kebahagiaan.
Sarah pun meninggalkan Andre yang masih terlelap. Ia dengan semangat menyiapkan sarapan untuk mereka pagi itu. Ia telah lupa dengan masalah bibi, pekerjaan, bahkan statusnya. Yang ia rasakan pagi itu hanya bahagia. Berbunga bunga, dan jatuh cinta pada suaminya sendiri.
Saat Andre keluar dari kamar. Ia melihat istrinya yang sudah sibuk menyiapkan sarapan. Ia pun mendekatinya dan menatapnya dengan penuh cinta. Sarah membalas tatapan Andre dengan senyuman perasaan kasih sayang yang mendalam. Mereka larut dengan kebahagiaan sesaat karena mereka melupakan hubungan apa yang mereka jalani saat ini.
“Kayanya aku perlu belanja” ucapnya menatap isi kulkas yang mulai terlihat bersih.
Andre mendekat, ikut melihat isi kulkas mereka.
“sana mandi! Biar kita keluar sekarang” jawabnya
Sarah tersenyum menyambut ajakan Andre.
“apa gak kesorean?” ia melirik jam dinding mereka.
“gak kok, nanti kita makan malam di luar aja” jawab Andre
“boleh request gak?” tanya Sarah
“emang mau makan dimana?” tanya Andre lagi
“di cafe dulu kita ketemu” pintanya
Andre tersenyum Sarah mengingat pertemuan mereka.
“kamu masih mengingatnya?” tanya Andre yang berdiri disamping kulkas dan menatap mesra mata Sarah
Apa ku yang ge er ya? kok tatapan kamu sekarang terasa beda! Pikiran Sarah melanglang buana masih bersirobok dengan tatapan hitam kilatan mata Andre
“kamu masih ingat?” tanya Andre lagi karena Sarah masih diam dalam senyum tipisnya
“hem! Gak akan ku lupa” ucapnya dengan senyum semakin melebar
“berarti kesan pertemuan pertama kita luar bisa bertahta di ingatan kamu” Andre merasa bangga
“iya, karena waktu itu aku di beritahu Yuni, kalau makanan disana mahal, dan aku harus bawa uang lebih, siapa tahu yang nemuin ponselku minta dibayarin” tawanya pecah
__ADS_1
Andre pun ikut tertawa
“aku gak nyangka CEO yang nemuin HP ku” lanjut Sarah di sela tawanya
“berarti malam ini kamu yang bayar” jawab Andre
Seketika senyum Sarah menghilang. Tatapannya tampak serius
“kenapa gitu?” tanyanya
“kamu lupa aku gak punya uang lagi?” jawabnya sedih
Andre mengambil tangan Sarah dan menggenggam
“buat apa punya suami kaya kalau kamu gak punya uang” goda Andre
“kan kamu tau, uangnya ku kasihkan kemarin” tunduknya menatap tangannya yang di genggam Andre
“kamu kan ku kasih kartu kredit sayang” Andre membelai kepala Sarah yang menunduk
“itu bisa traktir aku setahun! mungkin sepuluh tahun” ucapnya mengajak Sarah bercanda
Sarah mengangkat kepalanya, sendu mata kesedihan terpancar kembali.
“berhenti mengingat itu semua, sekarang! Kamu mandi dan siap siap, kita keluar, jalan jalan, belanja, makan makan .. intinya kita akan bersenang senang”
Kamu berusaha menghiburku, kamu membuatku lupa, kamu baik ndre! Benak Sarah
Andre mendekat dan memeluknya, mengecup puncak kepala Sarah yang ada didalam dekapannya.
“lihatlah ke depan, jangan kebelakang. Sekarang kita akan melaluinya bersama” ucap Andre lagi
“terima kasih.. karena kamu aku kuat sekarang” ucap Sarah memeluk erat Andre. pelukan itu begitu nyaman. Entah mengapa, sekarang ia menyukai pelukan Andre padanya. Meski detak jantung itu terus berdansa di setiap pelukannya.
“malam ini aku akan ajarin kamu menjadi istriku yang baik yang berfoya foya dengan uang suaminya!” ucap Andre merenggangkan pelukannya namun dengan ucapan yang begitu semangat.
“hem?” tanya Sarah mengangkat kepalanya menatap Andre
Rasa bahagia mengalir dalam darah mereka, namun masing masing tak mampu mengungkapkan seperti apa perasaan mereka sekarang.
Sarah keluar mengenakan pakaian santai. Rencana mereka untuk menghabiskan sore itu berdua membuatnya semangat. Saat ini di pikiran Sarah hanyalah perasaan senang, perhatian Andre membuatnya lupa dan berpikir seakan dia miliknya.
“dah siap?” tanya Andre keluar kamar dengan setelan celana pendek dan kaos polo yang membuatnya terlihat begitu tampan di mata Sarah.
“hem!” angguk Sarah senang dengan senyuman dan disambut Andre dengan tatapan hangat.
Kamu cantik! gumam hati Andre menatap Sarah yang terlihat segar dengan polesan lipstik tipis merah yang membuatnya semakin bersinar.
“ayo!” Andre mengulurkan tangan dan mereka keluar rumah dengan senang.
Andre membuka pintu mobil dan memberi perlindungan saat Sarah memasukinya. Wajah mereka benar benar terlihat cerah.
__ADS_1
“ayo kita bersenang senang!” ucapnya menyalakan mobil dan keluar dari halaman mereka.
“kamu mau kemana dulu?” tanya Sarah
“terserah istriku dong, hari ini aku akan jadi supir dan pengawal kamu” ucapnya tersenyum menoleh Sarah
Sarah terkekeh, rasa senangnya tak mampu ia tutupi, wajahnya seakan selalu tersenyum.
“aku sedikit lapar, kita santai bentar dekat taman xxx yuk.. aku suka jajanan disana, boleh gak?”
Sarah selalu bertanya boleh karena ia takut reputasi CEO Andre tercemar.
“sudah ku bilang, hari ini kemana pun kamu mau, aku akan antar kamu sayang” ucap Andre tanpa menoleh pada Sarah
Deg Deg Deg!
Jantung itu memacu, mendengar kata kata seakan melembutkan semua batu pembatas hubungan mereka.
“jadi awas aja kamu tanya lagi ‘boleh gak?’ gitu!” Andre menoleh dengan ucapan tegas dan sedetik kemudian tangannya mengusap puncak kepala Sarah dan tersenyum
“OK sayang, kalau gitu kita cuss.. langsung ke sana!!” jawab Sarah dengan semangat, membuat mereka berdua terkekeh dengan kelakuan mereka.
Kini giliran jantung Andre yang berdebar mendengar kata sayang dari Sarah. Ia tersenyum lebar.
Sarah menikmati jajanan disana. Ia memakan dengan lahap. Andre membantu Sarah membersihkah sisa saus yang menempel disisi kanan bibirnya.
“makan kamu kaya anak anak aja.. pelan pelan dong sayang” ucap Andre dan Sarah menanggapinya dengan tertawa sedang mulutnya masih penuh mengunyah.
Tatapan Andre begitu hangat membuat Sarah merasa gugup dan merona.
“pedes banget!” ucap Sarah berpura pura, karena ia merasakan wajahnya yang panas
“pantes muka kamu merah gitu” ucap Andre menyeka keringat Sarah yang menetes di pelipisnya.
Sarah baru menikmati satu gigitan, tapi Andre mengambil sisa makanan itu dan melahap dengan cepat.
Sarah tercengang.
“ini gak terlalu pedes” Andre melahap habis tanpa sisa
“aku suka itu!” ucapnya protes menatap Andre yang menelan kunyahan yang terakhir.
“jangan makan itu! pedes, nanti maag kamu kumat!” ucapnya tegas
Perasaan Sarah kembali tersentuh, Andre yang tadinya seakan tak ingin menikmati jajanan pinggiran, kini justru menghabiskannya hanya karena tak ingin Sarah memakannya karena takut maag Sarah akan kumat.
Tampan ku! Benak Sarah tersenyum melihat Andre meminum jus miliknya karena ia merasakan panas karena sedikit rasa panas.
Sesaat Sarah menoleh sekitar, Sontak senyumnya menghilang!
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
__ADS_1