Imitasi Dua Hati

Imitasi Dua Hati
Bonus untuk Mu


__ADS_3

Perdebatan terdengar saat Andre mengangkat telponnya. Sarah tak berani mendekat karena permasalahan yang dibicarakan tentang pekerjaan.


Sarah masih duduk menunggu sang suami selesai bicara. Andre keluar dari kamar kerjanya dengan kesal.


“sayang!” sapa Sarah


“ahh.. aku kesal banget!” keluhnya duduk disamping Sarah dan mencium pipi sang istri


Sarah menoleh padanya, sejenak membelai rahang sang suami


“jangan marah marah sama orang, aku lagi hamil sekarang, aku gak mau anak ku nanti mirip orang yang bikin kamu kesal” ucap Sarah


Sontak membuat Andre tertawa.


“kok katawa! Gak percaya hal gitu ya?” tanya Sarah kesal dengan tawa Andre


“malah senang dia kalau anak kita mirip dia” ucapnya lagi ditengah tawanya


Sarah memundurkan wajahnya menatap Andre heran.


“kakek akan sangat senang kalau cicitnya mirip dia sayang” senyumnya kembali membelai wajah sang istri.


“Kakek?” senyum Sarah lagi


“dia minta aku balik! Padahal aku dah bilang, kamu susah dibujuk, jadi perlu waktu berhari hari”


“heh? Kok aku?” sergah Sarah


Andre kembali berbaring dan menaruh kepalanya di pangkuan Sarah


“iya sayang! Kamu kan susah dibujuk.. iya kan?” senyumnya


Sarah mengerutkan keningnya, bahkan kedua keningnya seakan bertaut.


“iya aja ya.. nanti kalau kakek tanya bilang kamu masih ngambek ya?” ucap Andre lagi


Sarah tertawa, kini ia mengerti maksud permintaan Andre. ternyata sang suami enggan kembali ke ibu kota.


“aku masih pengen sama kamu” ucapnya jujur saat tawa Sarah mereda.


“besok aku mulai kerja! kamu juga ngapain disini sendirian?” ucap Sarah


“gak..! kamu gak boleh kerja dulu” ucap Andre menoleh memasukkan wajahnya ke arah perut Sarah


“nak.. mamah jangan kerja dulu ya sayang!.. bilang ke mamah ya.. kamu minta sering dikunjungi papah ya?” ucapnya pada perut Sarah.


Sarah semakin tertawa karena rasa geli, kelakuan Andre memang lucu, jauh berbeda dengan sebelumnya. Ia terlihat sangat manja.


“jangan sering pah.. mamah nanti capek” jawab Sarah dengan suara seperti anak anak.


Mereka pun tertawa bersama.


Andre terus mengusap wajahnya di perut Sarah. semakin ia mengusap, ia semakin hangat.


“sayang..” cium Andre lagi pada perut itu.


Namun akhirnya ciuman untuk sang anak menjadi ciuman nakal lain. Perlahan tangan Andre bergerak. Ciuman itu tak lagi di perut, tapi semakin turun, meski dari luar pakaian, Sarah masih mampu merasakan gerakan itu.


“mas...!” tahan Sarah


“aku gak tahan sayang!” ucapnya lagi meneruskan Aksinya.


Alhasil, percintaan di sofa ruang tengah pun terjadi.


“mas pelan..!” Pinta Sarah lirih saat Andre terus menggerakkan tubuhnya.


Suara tepukan kedua otot bertemu semakin cepat. Suara Sarah semakin nyaring mengikuti gejolak tubuhnya yang semakin menuntut. Hingga akhirnya mereka menyelesaikan semua pertarungan itu dengan senyum dan kecupan kepuasan.


“buas!” ucap Sarah menatap sang suami yang masih berada diatasnya dengan senyuman lunglai.

__ADS_1


“kamu suka!” jawab Andre tak mau kalah.


Perlahan Andre melepaskan diri, dan mengecup kembali bibir Sarah.


“terima kasih sayang!” ucapnya


Dan kembali mengecup perut Sarah.


“anak papah sudah senang kan papah kunjungi? Nanti papah tengok lagi ya?” ucapnya tersenyum


Sarah memukul manja bahu Andre tersenyum malu.


Saat selesai makan siang, Andre mengambil semua piring dan peralatan kotor mereka.


“biar aku mas!” paksa Sarah


Tapi Andre tetap menolak.


“kamu duduk dan cukup menatap aku sambil mencuci” ucapnya memasang sarung tangan cuci piring


Sarah tersenyum menatap sang suami. ia begitu senang saat ini.


Andre fokus membersihkan gelas piring mereka. tangannya tiba tiba terhenti ketika merasakan sebuah tangan yang masuk melingkar di perutnya.


“aku bahagia mas!” ucap Sarah


“aku sangat bahagia” ucapnya lagi mengeratkan pelukannya.


Andre diam merasakan pelukan sang istri. Sarah menyandarkan kepalanya meresapi pelukan itu.


Andre melepaskan sarung tangannya dan merangkul tangan Sarah yang melingkar di perutnya.


“biarkan aku memeluk kamu gini mas” pintanya


“sayang .. kamu gak mikir yang gak gak kan?” tanya Andre tak nyaman menanggapi ucapan Sarah


Sarah terkekeh kecil mendengar ucapan sang suami.


“ini kamu ku kasih bonus peluk sambil nyuci” ucapnya terkekeh


“ahh.. ternyata .. baiklah nyonya!” ucap Andre tersenyum lebar


Tangan Andre terus bergerak mencuci, sedang sang istri masih betah memeluknya. Mereka hanya diam di tengah proses mencuci Andre hingga ia selesai.


“aku sangat suka aroma kamu” ucapnya


Andre hanya tersenyum. Ia terus memainkan air seolah masih mencuci piring. Ia begitu betah dengan pelukan sang istri.


“kalau aku suka rasa tubuh kamu” jawab Andre mesum


“ishh!” cubit Sarah di perut Andre


“awww..” Andre menggerakkan tubuhnya reflek


“mesum terus!” protes Sarah


“itu yang bikin kamu mengerrang sayang!” jawab Andre lagi


“iihh.. mas ah... malu dengernya” ucap Sarah kembali mengeratkan pelukannya


“tangan kamu gak kamu turunin dikit?” pinta Andre semakin nakal


“kenapa?” tanya Sarah yang tak mengerti


“coba turunin kesini” Andre membimbing tangan Sarah menuju senjata utamanya


“aaaggghhh!” Sarah melepas tangannya kaget.


Blusshhh.. wajah itu memerah. Sedang Andre terus tegelak.

__ADS_1


“iiihhh.. mas... mesuummm!!” teriaknya melepas pelukannya pada Andre yang sudah selesai mencuci masih mencoba menurunkan tawanya.


Bergegas Andre membalik tubuhnya memeluk sang istri.


“mau kabur kemana kamu?” ucapnya meregangkan sedikit jarak untuk melihat wajah sang istri.


“kabur menjauh dari pemangsa buas” jawabnya


Andre diam sejenak, ia menatap kembali wajah Sarah.


“kenapa? marah?” tanya Sarah melihat Andre yang diam masih merangkul pinggangnya


Andre masih diam. Sarah tak mampu membaca sorot mata Andre yang terus menatapnya.


“mas!” Sarah memecah keheningan dalam tatapan Andre


Andre menelan ludah sejenak. Itu terlihat dari jakunnya yang naik.


“mas..?” Sarah terlihat khawatir.  Ia takut Andre kembali melahapnya. Mereka baru beristirahat beberapa jam setelah sesi terakhir mereka lakukan.


“aku mencintai kamu sayang!” ucap Andre lembut mengecup kening Sarah dengan khidmat


“aku juga!” jawab Sarah tersenyum mengangkat wajahnya menatap mata sang istri


Sarah mencium pipi Andre dengan lembut.


“aku mencintai kamu suamiku” ucapnya lagi


Senyum Andre semakin lebar. Rasa bahagia seakan berdansa diatas kulitnya.


“jangan berpisah dengan ku! Janji?” bujuk Andre


“hem!” Sarah mengangguk


“beneran?” tanya Andre meyakinkan


“aku janji gak akan pisah dari kamu mas” ucap Sarah tersenyum


“kamu janji lho ya?” Andre menekankan agar Sarah benar benar berjanji padanya.


“janji mas!”


“panggil sayang dong!” pinta Andre


“janji sayang..” jawab Sarah menurut


“janji kamu bisa ku pegang ya?” ucap Andre lagi


Sarah mengerutkan keningnya


“kamu udah janji lho..” wajab Andre lagi


“kenapa sih mas?”


“tadi kamu janji gak akan pisah dari aku” ucap Andre


Raut Sarah berubah seketika, kecurigaan mulai muncul dalam kepalanya. Penekanan kata kata Andre tak akan pisah darinya seakan membuatnya takut.


“memangnya kenapa?” tanya Sarah gugup


“kalau kamu bilang kita gak pisah berarti kamu akan ikut aku kan?” tanya Andre


Sarah masih sulit mencerna pemikiran Andre


“ikut denganku ke ibukota, kita pindah ya sayang?” bujuk Andre lembut


Astaga..! benak Sarah diiringi helaan nafas lega.


“kenapa? kamu gak mau?” tanya Andre sedikit cemas dengan helaan nafas sang istri.

__ADS_1


Belum lagi Sarah sempat menjawab sang suami. dentang suara bel rumah mereka terdengar pertanda datangnya seorang tamu di pintu depan mereka.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


__ADS_2