Imitasi Dua Hati

Imitasi Dua Hati
Lelaki Lain


__ADS_3

Tiba tiba suara pemberitahuan email masuk pada laptop miliknya yang masih menyala. Andre pun mengecek email tersebut karena berpikir berisi hal penting.


Ternyata, email tersebut berasal dari email milik sarah,  sebuah pemberitahuan dari facebook milik Sarah bahwa ia ditandai dalam sebuah caption foto milik Daren.


Dengan hati gugup, Andre membukanya, ternyata Daren mengupload foto bersama Sarah yang tertawa bersama saat makan malam. Dengan caption ‘menemukan kembali kebahagiaan’


Darah Andre seperti mendidih dalam seketika, Sarah pergi dan sekarang bersama lelaki lain.


Mungkin Sarah pergi karena mengetahui Daren telah kembali, mungkin saat ini mereka bersama! Benak itu terus menduga. Pikiran yang justru semakin menggerogoti hatinya. Pikiran yang membuatnya semakin terbakar sendiri oleh pra duga dengan bayangan yang tidak tidak.


Ternyata... ternyata kamu pergi karena itu! benak itu terus bicara


‘Aku menyukainya, tidak berani mencintainya!’


Andre terus teringat kata kata Sarah dulu. Ia pun semakin tidak bisa memejamkan mata.










Pagi itu Andre bangun dengan malas. Ia hanya mampu terlelap beberapa jam disela pikiran kacaunya. Alhasil membuat pekerjaannya pun menumpuk.


Saat di perjalanan, Pak Budi melirik dari spion. Seperti biasa, Bosnya seperti kehilangan semangat jika ditinggal sang istri. Sedang pikiran Andre terus berkelana membayangkan Sarah yang mungkin sedang tertawa bahagia.


Andre ingin mengirim pesan, tapi beberapa kali ia urungkan. Ia tak siap untuk bertanya apa. Ciuman mereka ternyata justru membuat Sarah menghindarinya. tapi kenapa? Pasti karena Sarah masih mencintai lelaki itu. pikiran itu terus menari dalam kepalanya. Semakin membuatnya kacau dan tersiksa, membuatnya tak mampu fokus pada apa yang ada di hadapannya.


Sedangkan Sarah, berkali kali ia melirik ponselnya, menunggu Andre yang mungkin meminta maaf atau mengatakan sesuatu, tapi nyatanya, seharian itu tak ada kabar dari Andre


“ternyata kamu tidak peduli” gumam sarah menatap layar ponselnya yang terlihat sudah pukul sebelas malam.


Setelah sehari tidak berkomunikasi sama sekali, hari itu Andre mengirim pesan ke Sarah


‘hari ini pulang?’ pesan itu masih diketik, namun kembali dihapus


‘mau dijemput?’ kembali mengetik dan kembali ragu mengirimnya


‘kapan kamu pulang?’ Andre menghela nafas kembali ingin mengirim.


Akhirnya sebuah pesan terkirim

__ADS_1


‘Pekerjaan kamu dah selesai? Kapan pulang?’


Andre kembali mengetik sebuah pesan


‘aku merindukanmu’ pesan itu ia ketik dengan tersenyum.


Hal yang gak mungkin berani aku kirim! ucap benaknya menata tulisan yang ia ketik. Tapi tanpa sengaja pesan itu terkirim ke sarah.


Sarah yang sedang menatap ponselnya melihat pesan tersebut masuk. Ia mengerutkan keningnya. Sedang Andre?


“astaga!!” ucapnya sendiri begitu panik dan dengan tangan gemetar bergegas menarik kembali pesan tersebut.


“ahhh... syukurlah belum kamu baca” ucap Andre menepuk dadanya yang membuat peserta meeting menoleh padanya. Andre hanya bersikap canggung membenahi duduknya kembali tegak dan kembali fokus pada meeting


Sarah meraih ponselnya, ia membuka pesan Andre dan terlihat pesan telah di hapus.


Pasti salah kirim! Ia terkekeh


‘Aku masih ada kerjaan, belum tahu kapan pulangnya’ jawab Sarah


Andre menjawab dengan mengatakan jika Sarah ingin kembali agar menghubungi Pak Budi untuk menjemputnya.


Sarah membalas bahwa ia mungkin akan menetap disana dulu untuk sementara karena perkembangan kasus yang dihadapi perusahaannya, maka Sarah akan dibutuhkan untuk mengumpulkan data data yang ada padanya.


Andre kembali tersenyum. Sarah tidak marah padanya. Ia pun kembali fokus pada pekerjaannya.


Saat keesokan harinya, Andre menghubungi Sarah malam itu. Saat mengangkat telpon Sarah seperti panik.


“Aduuhhh.. laptopnya error.. mana belum ku simpan lagi!” keluhnya


“Ku pikir kamu kenapa napa.. huhhh..” Andre menghela nafas lega


“Tutup dulu, aku coba benerin ini dulu!” Sarah menutup panggilan Andre begitu aja


Selang sepuluh menit, Andre kembali menghubunginya via video.


“Gimana? Bisa?” Andre melihat Sarah yang murung


“Gak..!” Sarah menunduk lesu dan cemberut


“mana besok pagi jam 10 meetingnya!” Sarah seolah ingin menangis. Ia benar benar putus asa.


“Kamu gak nyimpan back upnya?” tanya Andre lagi


“Ada, Cuma tadi hampir selesai ngedit!” jelasnya masih dengan wajah sedih


“Udah jangan sedih!” melihat jam yang ada di mejanya masih menunjukan jam delapan malam andre pun berpikir sesuatu.


“Mana grafiknya tadi disana! Huh..” Sarah mengeluh lagi dengan wajah hampir menangis


“Ya udah ku tutup dulu ya?” Andre menutup panggilan videonya

__ADS_1


Sarah hanya meletakkan ponselnya begitu saja. Dia telah lelah seharian menyiapkannya dan sekarang data itu seakan menghilang?


Sarah mencoba menghubungi beberapa teman untuk meminjam laptop mereka, tapi tetap saja tidak ada yang bisa dia membantunya. Beberapa temannya memang berada di luar kota dan kembali ke kota asal mereka selam perusahaan mereka vakum.


Andre menghubungi Pak Pudi memintanya untuk mengantarnya ke tempat Sarah. Pak Budi pun mengiyakan karena jam lembur dari dari perusahaan mereka sangat tinggi.


“Maaf pak, soalnya saya malam ini gak bisa nyetir!” ucapnya saat memasuki mobilnya


“tidak apa pak, saya malah senang” jawabnya


Andre membeli laptop keluaran terbaru dan menyeting semuanya untuk Sarah selama di perjalanan. Ia membeli perangkat itu langsung dengan ponsel terbaru dengan merk yang sama.


Waktu hampir menunjukan jam sepuluh malam ketika Andre tiba disana. Wajah Andre yang murung pun telah hilang, Ia terlihat ceria.


Perjalanan seperti terasa lama, karena ia terlalu semangat untuk menemui istri yang ia rindukan. Namun Saat tiba di depan mess Sarah, tempat itu justru terpasang tanda bahwa tempat itu di segel oleh pengadilan.


Deg! Perasaan Andre mendadak tidak enak.


Dimana Sarah? Bukankah Sarah kembali kesini, tapi tempat ini masih di segel? Benaknya menatap tempat itu disela gelap.


Ia pun langsung menghubungi Sarah. Sarah keluar kamar untuk menerima telpon dari Andre.


“Kamu dimana?” nada suara Andre terdengar dingin


“Aku di kota B” Sarah hanya menyebutkan kotanya saja


“Aku tanya kamu dimana?” nada rendah bicara Andre  terkesan lembut


Ada nada takut dari nada bicara Andre


“Aku tinggal di losmen BXXX” jawabnya ragu


Losmen? Pikiran Andre mulai galau.


Andre menutup panggilannya dengan emosi dan meminta Pak Budi langsung menuju kesana.


Saat sampai di losmen dia menanyakan kamar Sarah dengan mununjukkan buku nikah mereka, Andre mengatakan ia ingin memberi kejutan pada istrinya dengan sebuah kado yang ia tenteng.


Melihat kado yang dibawa Andre,  pihak losmen pun memberikan informasi kamar Sarah. Andre mengetuk pintu. Tapi yang terdengar suara lelaki.


‘Biar gue yang ambil’ ucap lelaki dari dalam. Andre melihat kembali nomor kamar yang ia ketuk. Ia mengernyitkan kening, karena jelas nomor itu yang diberikan petugas losmen. Namun suara lelaki itu terdengar jelas.


DUUUUUAAAAARRRR!!!!!!!!!


Saat pintu terbuka bukan sosok Sarah yang terlihat, tapi ia justru berhadapan sosok lelaki yang tak asing bagi netranya. Seketika tubuh Andre memanas!


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Buat kakak yang udah kasih vote mingguannya.. terima kasih banyak atas dukungan yang luar biasa. *


Saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas pemberian yang membuat saya semakin semangat dalam menulis.

__ADS_1


__ADS_2