
Dona memberikan undangan jamuan dari partner perusahaan mereka. undangan makan malam ulang tahun perusahaan. Dan Andre pun harus menghadirinya malam ini.
Siang itu pak budi kembali ke markasnya. Ia melapor ke atasannya.
“Kok pak budi disini? Ibu dah pulang?” ia melihat ponsel dan tak ada satu pun pesan dari Sarah
“Tadi ibu minta saya pulang duluan pak!” jelas pak budi
“Bapak kok gak telpon saya?” ucapnya kesal
Pak Budi hanya menunduk dan menatap aneh ke Andre
“Tadi saya telpon ke Bu Dona pak! Dan saya kirim pesan juga ke bapak!” jelas Pak Budi
Sebenarnya saat siang itu, Susan terus mengirim banyak pesan ke Andre, dan terus mencoba mengingatkan masa masa indah mereka. Pesan itu selalu Andre abaikan, hingga akhirnya ketika pesan Pak Budi masuk. Andre juga mengabaikannya.
Andre pun mengecek kembali pesannya, ternyata pak budi memang mengatakan ia akan kembali sendiri.
“Terus ibu tadi gimana?” tanyanya penasaran
Saat menemui Pak Budi, Sarah ditemani oleh sahabatnya Daren yang mengajaknya merayakan wawancara Sarah yang sukses diterima di perusahaan tempat temannya. Sarah bahkan memperkenalkan mereka. Hingga Sarah mengatakan pada Pak Budi jika ia akan diantar oleh sahabatnya untuk menemui temannya yang membantu ia bisa di terima disana.
“Ibu bilang saya duluan aja, Cuma gitu pak!” Ucap pak budi berbohong
Andre pun mempersilahkan pak budi keluar. Pikirannya kacau, ia tahu yang menghubungi Sarah tadi malam adalah Daren. Besar kemungkinan saat ini Daren bersama Sarah.
Pikirannya semakin menggila ketika membayangkan Sarah dan Daren yang pergi bersama.
Andre mengirim pesan ke Sarah, menanyakan hasil wawancaranya. Sarah pun menjawab ia diterima menjadi assisten direktur pengembangan. Andre mengucapkan selamat, ia pun meminta Sarah untuk pergi ke acara makan malam itu dengannya, tapi Sarah menolak, dan mengatakan akan makan malam bersama Daren untuk merayakan dan mentraktir sahabatnya itu karena telah membantunya menemukan pekerjaan baru.
Andre semakin panas saat membaca pesan itu. Sarah pernah mengatakan bahwa ia tidak berani mencintai Daren, dan menyayanginya. Andre pun terus diliputi rasa cemburu karena dihantui oleh pikirannya sendiri
Sore itu Daren mengantar Sarah pulang. Mereka makan malam di tempat makan pinggiran seperti kebiasaan mereka dulu.
“Sorry, gue belum mampu traktir loe di tempat bagus, ntar kalo gaji pertama gue terima, baru loe bebas milih tempat!” membanggakan diri pada sahabatnya itu
“Loe janji ya? Kalo gak bayar, gue tuntut sampai mati loe!” Ancam Daren berapi api
Mereka pun tertawa bersama.
Sarah meminum minumannya santai. Suasana tempat itu sangat ramai. Bau masakan khas kampung pun tercium. Sarah makan dengan lahap, ia seperti menemukan semangat baru hari ini. Daren pun senang melihat Sarah seperti menemukan kembali semangatnya.
“Loe baik baik aja sama laki loe?” Sare tiba tiba ingin mengetahui kehidupan pernikahan Sarah
Sarah mendongak dengan mulut penuh makanan. Ia menautkan kedua keningnya pertanda mengapa Daren menanyakan itu.
“Loe kurusan!” ucapnya singkat
Sarah pun melanjutkan kunyahannya. Ia memang terlihat kurus karena dikuras oleh pikiran yang berkecamuk dalam kepalanya. Mengetahui fakta sang tante yang menjualnya, dan menyadari perasaannya yang salah untuk Andre, ditambah keinginannya melawan perasaan itu dan ingin menjauh dari Andre. semua itu membuat dia menjadi semakin kurus.
“Bukan laki gue yang bikin gue kurus... loe pasti kaget kalo gue cerita!” raut wajahnya berubah
__ADS_1
“Laki loe pasti ambil andil juga dalam kurusnya loe!” Daren mengangkat alis seakan mengejek Sarah
“Kurang ajar loe!!” Sarah mengerti arah pembicaraan Daren
“Loe kayanya gak nganggap gue sohib lagi deh!” Kini nada bicaranya terdengar serius
Sarah pun membatalkan menyuap makanannya dan kembali menatap Daren serius, mata mereka pun bertemu.
“Loe gak cerita kalo loe ribut sama tante Dilla!” Daren menatap Sarah
“Loe tau dari mana?” Sarah terejut mendengar Daren mgentahui masalah itu
“Yuni!” jawabnya singkat
Sarah menunduk, ia malu Daren mengetahui dirinya yang dijual
“Yuni .. cerita apa aja?” ucapnya ragu
Daren menatap perubahan sikap Sarah. melihat itu Daren mengerti masalah yang dihadapi Sarah pasti sangat besar dan membuatnya terpukul. Ia sangat mengenal sahabatnya itu.
“Dia Cuma bilang loe ribut sama ibunya sama bibi juga!” Daren kini berusaha tidak membahas lagi
Sarah meletakkan sendoknya dan mengambil minum, padahal ia baru makan beberapa suapan saja.
“Gue bukan nganggap loe gak sahabat lagi, Cuma masalah keluarga gue terlalu memalukan jika orang lain tau!” jelasnya tersenyum kecut
“Gue gak minta loe cerita, cuman... kalo terjadi sesuatu sama loe, loe harus ingat, loe punya gue yang kapan pun loe perlu, gue akan selalu ada!” jelas Daren dengan penuh keseriusan
“Loe pulang dari holland kayanya rada...” menatapnya dengan ejekan
“Dasar tupai!” Daren memukul lembut kepala Sarah
Mereka pun tertawa terbahak!
Di lain tempat, Andre berangkat menuju gala dinner. Sebelum berangkat ia melakukan video call pada istrinya. Ia hanya ingin memastikan Sarah dimana dan dengan siapa.
Panggilan video terdengar. Sarah melihat ke arah ponsel. Ia malas mengangkat, tapi kernyitan kening Daren bakalan menerus dan menjadi pertanyaan jika ia tidak mengangkat panggilan itu.
“Sayang!” ucapnya menjawab panggilan Andre dengan senyuman yang begitu senang.
Andre tersenyum mendengar Sarah memanggilnya sayang, tapi sekitarnya seperti sangat ramai.
“Lagi dimana cinta?” tanya Andre dengan senyuman
“Lagi makan sama Daren!” jelasnya masih dengan senyuman
Andre mengerti sekarang, Kenapa Sarah terlihat begitu senang, karena ia bersama lelaki yang telah mengisi hatinya. Ia tak pernah mengerti jika Sarah tetap berpura pura baik baik saja di depan Daren.
“Aku dah mau berangkat, kamu mau dijemput atau gimana?” tanya Andre terus terlihat tersenyum
“Gak usah sayang, Aku naik taksi aja!” jawab Sarah
__ADS_1
“Jangan malem malam ya!” Balas Andre dengan nada khawatir
“Aku bentar lagi pulang kok! Kamu jangan pulang mabuk ya? ingat lho ya.. ?” jawab Sarah mesra dan mengancam
“Pasti sayang... mana berani aku!” jawabnya dengan kerlingan mata
“Dahh... muach” Sarah memberikan ciuman sebelum menutup panggilannya
“Love you ... muach” Andre membalas dan menutup panggilannya
Kamu bersikap seperti itu di depannya hanya untuk menutupi perasaan kamu, tapi senyuman itu terlihat jelas jika kamu senang bersamanya sar! benak Andre bersedih
Melihat kemesraan Sarah, Daren menjadi panas dingin. Ia berharap suami Sarah adalah orang tua yang mungkin Sarah merasa jijik dengannya. Ia tidak menyangka suami Sarah justru seorang yang masih muda, gagah dan tajir.
Niat dia kembali untuk merebut Sarah pun menjadi ciut. Padahal ketika Daren memutuskan kembali ke indonesia, hanya untuk Sarah. ia baru menyadari menyayangi gadis itu ketika ia jauh darinya. Kini hanya ada penyesalan yang ada di hati Daren, seharusnya ketika dia menemui tante dilla, disaat dia meminta uang atas lamaran Sarah. ia menyerahkan uang tersebut.
“dimana loe bisa nemuin lelaki itu dalam waktu yang singkat nyai?” tanya Daren serius.
Wajah Sarah pias dalam seketika. Ia lupa sang sahabat bukan orang bodoh yang gampang ia bohongi. Dalam seketika ia pun gugup
"Maksud loe?" tanya Sarah
“loe cinta dia gak? kok gue curiga ya?” tanya Daren lagi masih menatap tajam pada Sarah
“gue pulang sekarang aja ya?” Sarah mengambil air minumnya dan menghabiskan langsung
“loe hindarin gue” gumam Daren yang melihat Sarah memasukkan ponselnya ke dalam tas
“loe denger sendiri kan tadi, laki gue bilang pulang jangan malam malam! Itu artinya dia nyuruh gue pulang!” Sarah tak berani menatap Daren yang mematung menatapnya menunggu jawaban.
“kalau gitu gue antar loe pulang!” lanjutnya berdiri
“gak.. gak usah!” Sarah terlihat gugup
“gue bisa pulang sendiri!” ucapnya membenahi tasnya dan berdiri.
Daren meminta untuk mengantar Sarah pulang, tapi Sarah menolak. Ia ingin menutup kehidupan rumah tangganya dari sahabatnya tersebut.
Daren hanya mampu menatap taksi yang membawa Sarah pergi malam itu.
“pasti ada yang loe sembunyiin dari gue!” ucap Daren
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Buat kakak kakak yang kemarin nunggu konflik mereka, ya sekarang lah konflik mereka mulai tercipta.
di kala hati mereka saling mencintai, tapi tak adanya keberanian untuk mengungkap karena terhalang berbagai hal.
Andre tak berani mengatakan jika ia putus dengan Susan karena Sarah pernah mengatakan akan bercerai jika itu terjadi.
Sedang Sarah tak berani mengungkap perasaannya karena ia tahu Andre memang milik orang lain.
__ADS_1
Berdoa aja ya.. setelah ini semoga ada momen dimana mereka mampu menemukan momen untuk mengungkap perasaan mereka.