Imitasi Dua Hati

Imitasi Dua Hati
Imbas Krisis


__ADS_3

Kembali ke aktifitas kerja membuat Sarah seakan melupakan kehidupan pernikahan mereka. Sarah mendapati sebuah kabar yang kurang nyaman. Bagaimana mungkin di hari pertama kerja minggu ini mereka telah mengumumkan efisiensi besar besaran, termasuk untuk merumahkan empat puluh persen karyawan.


Sarah kembali dihadapkan pada peliknya masalah yang mereka hadapi. Satu satunya orang yang dekat dengannya diperusahaan harus dirumahkan? Sedangkan Sarah sendiri sangat mengetahui bagaimana kebutuhan temannya tersebut, karena ia harus membiayai perawatan sang ayah yang mengalami kelumpuhan.


Ia duduk termenung memikirkan posisi sang teman. Apa yang bisa ku lakukan untuknya? benak itu berbisik


Saat jam makan siang, ia mengirim pesan ke Andre


‘Kamu keberatan gak kalo aku tinggal dirumah dulu?’ tulis Sarah


‘maksudnya?’ Andre mengernyitkan kening menatap pesan dan kurang memahami maksud Sarah.


‘nanti kalo udah gak sibuk chat aku, aku telpon aja’ tulisnya lagi


Andre langsung menghubunginya


“Maksudnya apa?” tanyanya langsung karena tidak mengerti maksud permintaan ijin Sarah padanya


“Perusahaan merumahkan karyawan” jawab Sarah


“Ya gapapa.. pulang aja!” jawab Andre singkat


“Aku bukan termasuk yang dirumahkan, temenku yang kena, tapi dia sangat memerlukan uang, aku mau bilang aku tukeran ma dia.. menurut kamu gimana?”


“Aku gak keberatan kamu di rumah” jawabnya lagi


“Tapi kan ada Danu!” Sarah mengingatkan tetangga mereka


“Pulang aja dulu, kita bicarain dirumah aja!” Andre sudah dipanggil lagi untuk melanjutkan meeting


“Oke, aku balik sore ini” jawabnya menutup telpon


Sarah kembali ke rumah sore itu, ia membicarakan hal itu dengan Andre


“Kamu gapapa?” tanyanya lagi


“Gapapa gimana?” Andre masih kurang mengerti


“Bukannya kamu merasa terbebani kalo aku pulang? Karena ada Danu, kamu pasti terpaksa tinggal disini karena takutnya kalo kamu tinggal di apartemen jelas terkesan aneh, kita masih pengantin baru dan tinggal terpisah” Sarah masih mengkhawatirkan keadaan dan kondisi Andre yang terlihat sangat stress


“Aku pulang kesini sekarang!” jawabnya sambil menikmati jeruk yang Sarah bawa


“Apa aku biarin aja teman ku dirumahkan?” Sarah kembali meragu


“Sebenarnya apa yang kamu pikirin sih?” tatap Andre pada Sarah


“Kamu!” menjawab dengan raut wajah khawatir


“Aku?” Andre menoleh sejenak ke Sarah yang menatapnya khawatir


“Iya! Kamu udah terbenani dengan masalah krisis, ditambah harus berpura pura saling menghubungi demi menjaga hubungan kita, terus kamu harus pulang kesini dan mengkhawatirkan Danu lagi...” suara nafas sarah terdengar mengeluh sambil mengupas jeruk di tangannya.


Andre menatap lagi Sarah yang menunduk. Ia tidak menyangka pemikiran Sarah justru memikirkan posisinya.


“Kalo aku membiarkan temanku.. aku gak tega.. heeiihh.. aku harus gimana?” Sarah kembali menghempaskan nafas mengeluh.


“Ambil dirumahkan aja! Lagian saat kaya gini ada kamu di rumah lumayan buat hiburan ku” Andre mencoba menenangkan Sarah yang khawatir.


Sarah menoleh ke Andre yang menatapnya dengan tatapan berbeda. Sarah menyandarkan dirinya di sofa memandang langit langit ruangan itu dan kembali menghela nafas berat.


Andre memegang bahunya seakan memberi semangat. Sarah menoleh pada Andre.


“Sorry!” ucap Sarah pelan dan seperti sangat bersalah


Andre tersenyum padanya

__ADS_1


“Lagi lagi kamu yang jadi korban kondisiku” keluhnya menatap merasa bersalah


“Tapi menguntungkan juga buat aku” jawabnya mencoba bercanda dengan Sarah,  Sarah pun akhirnya tersenyum.


“Besok aku balik lagi ngambil beberapa pakaian ku dan mengajukan ke manajemen masalah ini”


“kalo masalah itu kan kamu bisa kirim email aja, gak perlu pulang” jelas Andre


“pakaian ku?”


“kalo Cuma pakaian beli aja disini!” Andre ikut bersandar dan menoleh ke Sarah


“Kondisi kaya gini kamu malah suruh aku shopping?” Sarah bangun dan duduk tegak


“Pakai kartu kredit ku aja”


“Makasih banyak suamiku, aku punya uang sendiri” Sarah beranjak pergi


“Heii! Mau kemana?”


“Mandi!” Jawab singkat dan mengajak bercanda


“Ikut!” canda Andre seolah mereka pernah mandi bersama dan akhirnya mereka pun tertawa


Malam itu Andre kembali begadang mengecek beberapa laporan, pekerjaan seperti tak ada habisnya. Sarah keluar saat jam dua belas malam untuk mengambil minum, dia melihat lampu kamar Andre seperti masih menyala, ia pun mengecek tanpa mengetuk pintu dan benar Andre masih  sibuk dengan pekerjaannya.


------------


Setiap pagi Sarah mengantar Andre keluar dari rumah selayaknya pasangan berbahagia, dan saling melambaikan tangan saat Andre berangkat kerja.


Andre selalu pulang malam dan Sarah selalu makan siang dan makan malam sendiri. Karena bersama di rumah, mereka tidak perlu saling memperhatikan via pesan chat. Hanya mengirim pesan saat siang dan saat malam menanyakan kepulangan Andre.


Hari hari mereka seperti biasa saja, Andre semakin sibuk, Sarah hanya seperti orang lain yang hanya bertemu dengannya saat sarapan. Bahkan di akhir pekan Andre justru menghabiskan waktu menemani kliennya bermain golf. Hingga sudah satu minggu seperti itu. Sarah pun tidak ingin mencampuri urusan suaminya tersebut.


Andre pulang seperti sangat lelah, bagaimana tidak, hampir tidak tidur dan akhir pekan justru bersama klien bermain golf membuat tubuhnya mulai merasakan efek samping dari semua aktivitasnya.


“Apa selalu seperti ini?” tanyanya khawatir melihat Andre dan menyuguhkan jus padanya


Andre mengambil jus dari Sarah


“Hanya karena kondisi seperti sekarang” jawabnya kemudian meminum jus


Sarah menatapnya dengan tatapan iba. Lelahnya tubuh dan jiwa lelaki yang berstatus suaminya itu! Hanya karena ambisi, ia harus mengorbankan dirinya sendiri. Pemikiran itu muncul dalam otak Sarah yang terus menatap Andre.


“Aku lapar banget” keluhnya setelah menghabiskan jus tanpa setetes pun


“Aku siapin makan! Kamu mandi dulu” dia pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan untuk Andre


Saat makan malam, Andre makan sangat lahap.


“Lapar apa doyan?” tanya Sarah melihat Andre yang makan dengan lahap


“Enak! Plus lapar banget mungkin” Andre kembali menyuap makanan


Entah karena terlalu lapar atau memang masakan Sarah yang terasa sangat enak dan cocok di lidah Andre, yang pasti sajian di meja makan itu terlihat bersih tanpa sisa.


“Kamu lanjutin kerja lagi habis ini?” tanya Sarah ragu


“Heum!” Andre mengiyakan


“Aku gak bikinin kopi malam ini!” Ucap Sarah tegas


Andre menatap Sarah dengan mengerutkan keningnya seakan bertanya kenapa


“Aku dah bikinin teh chamomile, malam ini kamu harus tidur!” ucapannya kembali terdengar sangat tegas

__ADS_1


Andre merubah tatapannya seperti berkata ‘oh ya?’


“Kamu bercermin, liat mata kamu yang udah seperti panda!” sarah seolah mengomel


Andre tertawa kecil mendengar omelan Sarah yang seakan seperti istri sesungguhnya


“Jangan ketawa!” ucapnya serius


“kamu tau apa yang aku khawatirkan? kalo kamu sakit, dan mama denger itu, dia bakalan langsung terbang kesini, dan itu akan membuat masalah semakin runyam!” jelasnya dengan detail


“Ahhh!” Andre menyadari maksud Sarah


“Jadi malam ini kamu nurut!” pintanya


“Tehnya kamu minum sendiri, aku harus siapin bahan untuk meeting besok pagi, sorry! Aku gak bisa nurut dulu” Andre mengerlingkan matanya dan tersenyum seakan meminta maaf


Sarah tak bisa berkata kata mendengar Andre bicara seperti itu. Ia hanya bisa tersenyum kecut dan menghela nafas.


Sarah merapikan meja makan dan Andre membantu. Saat melihat cucian piring Sarah yang lumayan banyak, Andre ingin membantunya


“Gak usah, kerjain aja kerjaan kamu, jadi cepet selesai!” usirnya pada Andre dengan nada dingin


“Kamu marah sar?”  Andre merasa Sarah serius membuat Andre merasa tidak nyaman


“Gak, aku bukan orang yang berhak marah sama kamu” Sarah tersenyum pada Andre


Andre tersenyum, sesaat menepuk bahu Sarah dan pergi ke kamarnya.


Waktu sudah menunjukan jam sebelas malam, Sarah masuk ke kamar Andre membawa beberapa potong kue dan teh.


“Tau aja kalo kopi ku habis!” Andre menyambut cangkir dari Sarah dan kue


“Paling gak perutmu jangan kosong” serahnya


“Beli dimana?”  Tanya Andre melihat kue yang masih hangat


“Beli di dapur!” jawabnya tertawa


“Kamu bikin?” tanyanya sambil mencicipi


“Iya! Barusan! Gimana?” melihat Andre yang mulai menikmati kuenya


“Enak!”


“Awas bilang enggak!” candanya


Andre tertawa mendengar ancaman Sarah


“Beneran enak!” Andre terus memakan kue tersebut


Andre melihat cangkirnya yang berwarna tidak hitam dan melihat ke Sarah


“Gak banyak lagi kan kerjaan kamu?” Ucap Sarah seakan menjawab pertanyaan dari tatapan Andre


“Heum.. tinggal dikit”


“Minum teh aja biar setelah ini tidur kamu nyenyak, Oke?” nada ucapan sarah seakan memaksa


Andre hanya tersenyum menatap Sarah yang terus memaksanya beristirahat


“OK nyah!” mengolok Sarah


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Maaf jika jalan ceritanya terkesan lambat, saya hanya mencoba menggambarkan awal awal hubungan mereka yang masih tak ada perasaan dan konflik hati.. 

__ADS_1


semoga tetap suka ya kak.. amin hehehe


Salam


__ADS_2