Imitasi Dua Hati

Imitasi Dua Hati
Menata Hati & Hari


__ADS_3

“Kalo kamu lihat pesan ku, mungkin udah seribu kali aku janji ke kamu gak akan ngelakuin itu lagi!” Andre tersenyum pada Sarah


Mata Andre berbinar. Lelah di matanya seketika menghilang dan tergantikan dengan sebuah semangat.


“kepalaku sering sakit sar?” ucapnya tertunduk memijit kembali pelipisnya


Hati Sarah sedih, menatap Andre yang seakan tersiksa oleh dirinya sendiri dan dia. Perasaan cintanya pada Andre membuatnya semakin sedih ketika melihat suami yang terlihat begitu lelah. Perasaan ingin membuatnya nyaman seketika muncul.


Sarah mengambil bantal dan meminta dia berbaring di depan pangkuannya. Andre menatapnya sejenak dan tersenyum. Ia akhirnya mampu melunakkan hati Sarah yang keras dan marah.


Andre pun berbaring disana. Tangan Sarah kini mulai memijat kepalanya seperti dulu. Andre pun tersenyum senang, ada kebahagiaan yang terpancar dibalik senyumnya.


Sarah pun tersenyum melihat senyum Andre. paling tidak ia bisa membantunya tersenyum disaat semua himpitan masalahnya. Tapi sesaat kemudian, senyum Sarah menghilang, karena menyadari dia lelaki milik Susan dan berhenti menatap senyum Andre. ia pun mengalihkan pandangannya dari wajah Andre yang menatapnya.


Apa kamu sebenci itu padaku? benak Andre yang menyadari tatapan Sarah yang menghindar dari matanya.


Andre memilih memejamkan matanya, Sarah kembali menatap wajah terpejam itu.


Paling tidak sejenak membuatmu senang, meski aku tak mampu membangun kebahagiaan untuk mu. 


Air mata itu lolos tanpa ijin dan dengan cepat Sarah menyekanya.




Saat sarapan, Sarah mencoba menyinggung masalah curhatan Andre tadi malam.


“Kenapa project baru terancam gagal?”


“Karena partner lama mereka mendekat dan melobi kembali! Terus mereka juga mulai curiga!”


“Kenapa kamu gak bilang aja?”


“Kan aku pernah cerita, kalo mereka tau project lama udah gak ada, mereka langsung putuskan kontrak!” Andre menatap Sarah lekat dan seolah mengatakan jika itu Sarah


Sarah menghela nafas seolah mampu merasakan beban masalah Andre.


“Sorry.. punya teman ngobrol kaya aku!”


Andre mengangkat pandangannya ke Sarah. ia berhenti mengiris rotinya.


“Kalau kamu punya partner yang mengerti pasti akan ngasih kamu solusi, sedang aku Cuma bisa mendengarkan! “


“Kamu bisa kasih aku kopi kok!” mengangkat gelasnya tersenyum


Andre berusaha agar Sarah tidak terbebani dengan ceritanya


Sarah pun tersenyum mendengar itu, senyumnya sangat manis pagi ini. Mungkin karena perasaan Andre yang kini hanya untuknya membuatnya memandang Sarah seakan berbeda. Ada yang terasa aneh dari pemandangan Andre sejak mereka bersama lagi. Sarah terlihat begitu cantik, wajahnya seakan memancarkan sesuatu, meski wajah itu terlihat sedikit pucat.


Tak berselang lama setelah mereka selesai sarapan. Terdengar suara dering panggilan video khas dari ibunya


“Mamah!” Andre tersenyum menunjukan pada Sarah


Sarah pun membenahi pakiannya dan tersenyum


Mereka pun menjawab panggilan itu bersama. Sarah kembali tampak manja dalam pelukan Andre.


Sarah merasakan sesuatu yang aneh, ketika mereka sarapan bersama, mual dan pusingnya mulai terasa, tapi saat berada ia bersandar di pelukan Andre, mual itu seperti hilang begitu saja.


Sang mertua begitu senang melihat menantunya disana. Dia menanyakan Sarah yang kini terlihat kurusan dan pucat.


"terlalu capek dengan kerjaan barunya mah" Jawah Andre

__ADS_1


Obrolan mereka pun berlangsung lama karena Sarah yang merasa betah bersandar di pelukan Andre, begitu pula Andre yang sering mengecup puncak kepalanya dan beberapa kali mencium pipinya saat Andre bersandar di bahu Sarah.


Selama melakukan video call dengan Nensi, mereka berdua tampak sangat bahagia. Sarah senang kembali merasakan pelukan itu, dan Andre pun menyukai Sarah yang bermanja dalam pelukannya, meski setelah panggilan di tutup, mereka berdua kembali merasa canggung.


*


Sarah akhirnya harus pulang pergi dengan menggunakan supir. Pak budi hanya diminta mengantar Sarah hanya sampai halte dekat kantornya. Sarah tidak ingin teman temannya curiga. Bagaimana mungkin ia yang seorang asisten menggunakan supir sedang atasannya saja tidak.


Hubungan dengan Andre berjalan baik, hubungan dan Daren pun kembali tersambung karena Daren berjanji untuk melupakan perasaannya asalkan Sarah masih mau menganggapnya sahabat.


Semua masalah perlahan seperti terurai. Sarah pun mulai menata hati dan perasaannya, mencoba menerima perjalanan pernikahan kontraknya.


Biarlah yang terjadi berlalu, ia telah ikhlas, dan memulai kembali kehidupannya seperti dulu. Memantapkan hati jika Andre hanya sebuah imitasi yang ia nikmati keindahannya, dimana ketika waktu berlalu, dimana keindahan itu akan perlahan pudar, maka akan berakhir di sebuah tempat pembuangan sampah.


Keyakinan Sarah untuk mencintai sendiri dan menjalaninya sisa waktu kontrak mereka membuat ia mampu bertahan di dalam rumah mereka.


- - -


Pengumuman tender telah keluar. Perusahaan tempat Sarah yang memenangkan tender tersebut. Sarah sebagai pengaju proposal pun mendapat pengumuman jika ia akan diberi bonus oleh sang atasan. Hal tersebut, Sontak teman temannya meminta Sarah untuk mentraktir mereka makan. Sarah pun mengiyakan


Sore itu Andre meminta Sarah untuk makan malam sendiri dan tidak menunggunya. Ia takut meeting akan lama dan membuat Sarah telat makan malam karena menunggunya.


Sarah pun makan malam sendiri. Sarah menatap jam dinding di kamarnya yang menunjukkan pukul 9:00 malam.


Sepertinya kamu super sibuk hari ini! benak Sarah mengingat Andre yang belum pulang.


Sarah pun mengambil ponsel untuk menghubungi sang suami, namun hal tersebut ia urungkan. Pikiran lain muncul dalam kepalanya.


"mungkin kamu di apartemen karena menghubungi Susan!" ucapnya sendiri menatap nomor Andre yang siap ia panggil. Pedih itu kembali terasa, tapi ia menggelengkan kepala menepis perasaannya sendiri yang cemburu.


Dia memang bukan milikmu Sarah! Benaknya mencoba melawan hati.


Sarah pun membatalkan dan meletakkan kembali ponselnya. Ia mengambil Laptop dan menghubungi Daren dengan laptop miliknya yang diberikan Andre dulu.



(kurang lebih gitu ya .. )


“D, gue bisa pinjam uang dulu gak? Ntar gajian gue ganti!”


Daren menatapnya aneh dan curiga


“Loe perlu berapa?”


“Gak banyak! temen kantor minta gue traktiran besok, gue takut uang gue kurang aja, buat jaga jaga aja”


Melihat Sarah yang serius meminjam uang


“Ya udah, gue kirim dua juta cukup?” Daren mengambil ponsel


“Jangan kirim ke rekening gue, rekeningnya udah gue tutup!” ucapnya Canggung


Daren semakin curiga


“Tabungan loe kemana sar?” Daren semakin curiga


“Abis!” Sarah melihat ke kanan dan ke kiri menghindari pandangan Daren


“Abis? Wih..!!” Daren sampai terkejut mendengarnya


“Kalo gue punya uang, gue gak minjam loe!” tegas Sarah merasa kesal. Sensitifnya kembali keluar


“Loe kemanain uang sebanyak itu?”

__ADS_1


“Loe interogasi gue ya?” Sarah kesal kembali bertanya


“Loe belum jawab gue?” Daren ngotot


“Ya udah kalo loe keberatan minjemin gue, gak usah!” Sarah merajuk


“Bukan gitu!” jawab Daren lagi melembut


“Loe nanya nanya terus! Gue ‘kan dah bilang habis!”


Daren terdiam menatap Sarah yang merasa tidak nyaman


“Ya udah, sekarang mana rekeningnya?” Daren mengalah


“Cash aja, besok gue ambil pagi!” jawabnya


Daren menyempitkan matanya pertanda semakin curiga


“Bisa gak?” Sarah semakin kesal melihat ekspresi Daren


“Loe dapet ya?” tanya Daren lagi


“What?” merasa aneh dengan pertanyaan Daren


“Loe emosi mulu! biasanya loe gini kalau lagi em!” keluhnya yang selalu menjadi korban saat Sarah sedang sensitif karena bulanannya


“Awu ah!” jawab Sarah cuek


“Loe berubah Sar! Kayanya gue bukan sahabat loe lagi deh!” keluh Daren lagi


“loe bilang loe akan tetap sahabat gue kan kemarin?” lanjut Daren


Sarah terdiam hanya menatapnya saja.


“Loe dah gak terbuka lagi ma gue, gak kaya dulu.. ukuran pembalut loe aja gue tau!” Ucapnya dengan alis terangkat mengejek


“Kurang ajar loe! Kapan juga loe tau!” Sarah tertawa


“Dulu ‘kan gue yang belikan! loe lupa?” Daren menjulurkan lidahnya mengejek


“Gue kalo ingat itu kadang ketawa sendiri! ngebayangin loe diliatin orang beli kaya gitu” Sarah kembali tertawa


“Loe gak pernah tau penderitaan gue kaya gimana!” ucapnya meringis seakan begitu menderita


Mereka pun tertawa terbahak.


Itulah Sarah sekarang, sesaat ia kesal, tapi sesaat kemudian ia lupa dengan kesalnya dan dengan gampangnya ia tertawa.


Sarah melihat gelasnya kosong dan keluar untuk mengambil minum.


"Astaga!" Ucap Sarah kaget Saat keluar dari kamarnya


\~\~\~\~\~\~\~


Gak tau kenapa episode ini sangat sulit diterbitkan pihak NT padahal tak ada unsur dewasanya sama sekali


buat kakak semua mohon maaf ya.. ini saya release ulang episodenya


dan semoga bisa terbit


salam


HA

__ADS_1


__ADS_2