Imitasi Dua Hati

Imitasi Dua Hati
Berkunjung Ke Kantor Suami


__ADS_3

Andre kaget melihat email asing tersebut. Ternyata email Sarah dulu di laptop miliknya yang tidak pernah dia sign out, dan pesan itu juga masuk pada ponsel Sarah. Andre melihat keluar sejenak memastikan jika  Sarah yang masih fokus pada dramanya dan tidak mengecek pemberitahuan email yang masuk di layar ponselnya.


Melihat Sarah yang masih fokus, Andre pun membuka email dari Daren yang barusan ia terima di laptop miliknya.


‘sar, gimana kabar loe?


Ini nomor wa gue : +31 025 23699, gue tunggu!’


Tulis daren pada pesan itu.


Melihat pesan itu membuat darah Andre sedikit memanas, ia tidak menyukai nama itu. Tanpa berpikir lagi, Andre mengeset email Daren agar auto masuk ke spam. Ia juga menghapus pesan tersebut karena tidak ingin Sarah berhubungan kembali dengan sahabatnya tersebut,  meski pun lelaki itu berada di luar negeri.


Andre merasa takut, Sarah akan kembali berhubungan dengan lelaki itu, bagaimana pun, Sarah mengatakan jika lelaki itu memiliki tempat di hatinya.


Tiba tiba dia keluar dan mendekati Sarah, merangkulnya. Sontak Sarah pun melepaskan diri.


“Apaan sih?” Sarah melepas rangkulan Andre


“Foto bentar!” kembali merangkul Sarah dan melakukan selfie


Sarah pun tanpa ekspresi.


“Senyum dong!” pintanya lagi


Ceklek!


Suara jepretan terdengar. Foto mereka pun terkesan sangat mesra dengan pipi yang saling menempel.


“Buat apaan sih?” masih menanyakan Andre yang mengganggunya menonton Drama favoritnya


“Ngirim ke mamah!” dalihnya


Sarah pun kembali fokus pada dramanya tanpa menghiraukan Andre. Andre juga kembali ke kamarnya. Andre menghapus foto Susan dan Mengganti dekstop ponselnya dengan foto mereka berdua.


Saat drama berakhir Andre melihat ke Sarah yang mengecek ponselnya. Tidak ada email atau pesan yang masuk.


“Aneh!” bisik Sarah mengamati layar ponselnya yang terdengar pemberitahuan email namun tak ada apa apa.


Malam semakin larut. Andre masih mengerjakan persiapan meeting besok. Ia melihat jarum jam sudah menunjukan pukul satu dinihari. Ia melihat keluar, Ternyata sang istri  sudah masuk ke kamarnya dari tadi tanpa ia sadari.


Andre membaringkan diri, tersenyum sesaat menatap foto mereka berdua. Dan ia pun larut dalam mimpi indahnya.


Aroma sarapan yang Sarah masak mengisi seluruh rumah. Semangat Andre untuk berangkat kerja seakan berapi api. Mulai hari ini program pengawasan untuk cabang lain akan dijalankan. Ia pun akan menambah staff langsung dibawahnya menjadi lima orang.


Kesibukannya semakin menggila dan sudah dua hari ini Andre tidak makan siang dengan baik. Ia tidak bisa kembali ke rumah yang harus menempuh perjalanan 30 menit jika disaat jam makan siang. Saat kembali malam hari, Andre pun juga terlihat sangat lelah.


“Wiihh.. resiko orang kaya, gini ya?” Sarah memberikan minuman hangat saat Andre baru pulang


Andre hanya menanggapi dengan senyuman dan menyeruput minuman dari Sarah


“Coba liat aku, harus di rumah terus sekarang!” Sarah sedikit curhat dan mengeluh dengan kondisinya


“Emang masih belum selesai masalahnya?”


“Nunggu keputusan pengadilan. Tapi kayanya sih masih harus banding lagi.. “  ceritanya


Andre kembali menyeruput minuman hangatnya. Teh itu begitu manis, karena ia terus mengamati wajah manis yang ada di depannya.


“Capek banget ya?” Sarah melihat Andre yang meminum minumannya seakan begitu nikmat


“Hemm... ini juga pas banget! Aku gak makan siang tadi! Jadi rada lemes!” keluhnya dengan raut wajah sedikit manja


“Sampai segitunya?” Sarah menanyakan kesibukan Andre yang luar biasa


“Malas keluar makan siang, aku dikejar deadline!” menoleh ke Sarah yang bergerak duduk di sampingnya


“Aku siapin makan malam dulu kalau gitu!” Sarah berdiri meninggalkan Andre menuju dapur mereka.


Andre hanya menatap Sarah yang meninggalkannya dengan senyuman. Debaran jantungnya terus menggambarkan betapa indah sosok itu sekarang, padahal Sarah hanya mengenakan daster rumah dengan tali yang mengikat pinggannya hingga membentuk tubuhnya terlihat cantik di mata Andre


Keesokan harinya. Sarah mengatakan jika ia akan belanja, ia juga menanyakan apakah ada keperluan Andre yang perlu ia belikan. Namun Andre menjawab tidak ada.

__ADS_1


Pukul 11:00 terlihat pada jam dinding, Tiba tiba saja Andre  merindukan istrinya dan menghubungi Sarah via video call. .


“Ngapain?” Tanya Andre melihat Sarah masih memakai celemek


“Lagi masak!” Sarah menunjukan masakan yang masih berada di atas kompor


“lho.. katanya mau belanja?”


“nanti habis makan siang aja” jelasnya


"ku pikir kamu mau belanja sekalian makan siang di luar"


"malas makan siang di luar sendiri, kaya keliatan banget aku kesepian" ucapnya tersenyum


Andre tersenyum mendengarnya, 'kesepian' kata yang pas dengan hatinya saat ini sendiri di kantor. Tiba tiba terbersit pikiran Andre yang aneh.


“Pengeeen!” ucapnya seolah manja dan tergiur akan masakan Sarah


“Nanti ku sisain” Goda Sarah


“gak enak kalau nanti.. kita makan siang sama sama ya?” Ajak Andre


“Katanya gak sempat pulang...?”


“Iya.. maksudku kamu bawa kesini!” pintanya dengan wajah memelas


“jangan Ngaco kamu!” jawab Sarah dengan wajah serius


“Kamu Gak kasian aku gak makan?” Sengaja Andre memelas karena ia kini memahami sifat Sarah yang tak tega pada orang lain.


Sejenak Sarah berpikir ketika melihat wajah Andre. Perasaan tak tega pun muncul.  Pikirannya pun mulai mencerna


Sejenak ia berpikir, Andre benar, ia tak sempat makan siang, dan lagi beberapa hari ini dia terlihat begitu lelah. mungkin tak ada salahnya jika ia membuatkan makanan yang lebih bergizi untuknya.


“Gini aja.. aku kirim via gojek ya?” sarannya menemukan ide dalam kepala


“Gak ah! Ku suruh Pak Budi jemput kamu ya?”


“Ntar jam sebelas lewat pak budi jemput kamu, jagi ntar jam makan siang kamu disini, selesai


makan siang diantar sama Pak Budi lagi” jelasnya


Sarah kembali berpikir, bukannya selama ini Andre ingin menutupi hubungan mereka dari rekan kerja disini? benak itu bicara


“Yah? Yah?” Andre terus memaksa manja


Memikirkan Andre yang kemarin sangat lelah, ia pun mengiyakan permintaan suaminya.


Andre meminta Pak Budi untuk menjemput Sarah. Pak budi pun tersenyum mendengar atasannya meminta dia menjemput sang istri untuk datang di siang hari ke kantornya.


Siang itu Sarah merasa gugup selama di perjalanan menuju kantor suaminya, Karena selama ini dia tidak pernah berkunjung ke sana.


“Pak... nanti anterin saya sampai pintu kantor bapak ya?” pinta Sarah


“baik bu” jawab Pak Budi


Tapi ternyata Andre sudah menunggunya di lantai dasar. Meskipun kantor sudah sedikit sepi tapi masih ada beberapa orang terlihat disana dan memperhatikan mereka. Sarah menggunakan kacamata hitam karena cuaca yang sangat panas. Ia mengenakan dress sederhana namun elegan untuk menemani suaminya siang itu.



Andre mengambil tas makan siang yang dibawa Sarah. Ia menggandeng pinggang Sarah menuju lift. Beberapa mata tampak lekat mengawasi mereka. Sarah melepaskan tangan Andre yang merangkul pinggangnya.


“Dilihat orang!” ucapnya


Sarah berjalan menunduk berusaha menutupi wajahnya dengan rambutnya yang tergerai.


Saat di lift Andre tersenyum dan menggenggam tangannya.


“Kamu nyonya disini, gak perlu malu gitu!”


“Bukan malu! Cuma gak mau ada yang tau!” liriknya membuka sedikit kaca mata

__ADS_1


Saat memasuki lantai atas. Tidak ada siapa pun disana, karena jam makan siang sudah lewat sepuluh menit. Jadi semua karyawan sudah pergi untuk makan siang.


“Tuh liat.. gak ada orang kan?” Andre menunjuk semua meja yang kosong.


Saat memasuki kantor Andre yang mewah. Kenyamanan sangat terasa disana dengan pemandangan yang menakjubkan.


Andre menunjukkan kantornya.


“kantor kamu nyaman banget! Pantes kamu betah  kerja sampai malam” singgung Sarah saat menjatuhkan bokongnya di sofa empuk ruang tersebut.


“aku lho betahan di rumah sekarang” jawab Andre berjalan menuju meja kerjanya.


Andre mengambil sesuatu dari lacinya..


“Buat kamu!” Ia memberikan kartu kredit untuk Sarah


Sarah menatap kartu (black card) itu dan kemudian menatap Andre. Dia tidak mengambilnya.


“Tunjangan dari kamu lebih dari cukup” Sarah menolak halus pemberian Andre


Andre pun duduk di samping Sarah. Sangat dekat hingga tubuh mereka berdua berhimpit. Sarah sontak  menggeser tubuhnya agar tidak terlalu dekat.


“pleeessee.. kamu terima aja!” Paksanya meletakkan kartu itu di telapak tangan Sarah yang ia ambil.


“Kayanya harga makan siang hari ini sangat mahal!” ucapnya melihat Andre dengan mengerutkan wajahnya. Andre pun tertawa mendengar itu.


“Aku dah senang kamu membantu aku” ucap Sarah serius menatap dalam mata Andre yang menatap


manik matanya.


“menyelamatkan aku dari pernikahan yang gak aku inginkan.. menerimaku di rumah itu dan tinggal dengan nyaman sementara aku dalam kondisi sekarang, mau menjalani semua itu tanpa keluhan, itu semua sudah cukup! jadi gak perlu ngasih aku apapun!” jelas Sarah


Sarah pun  mengeluarkan makan siang dari tas bekal yang ia bawa. Sedang Andre hanya terdiam mendengar semua ucapan Sarah.


“aku gak ingin membuat kamu memiliki beban selama bersamaku. Anggap aku orang yang membantu kamu mewujudkan impian kamu, cukup seperti itu, apa tidak bisa kamu terima?”  tatap Andre pada makan siang yang Sarah sajikan.


Sarah hanya menoleh sejenak pada Andre. Kini dia yang tak bisa menjawabnya.


Semua makanan telah keluar dari tempatnya tersaji diatas meja dan terlihat begitu enak dan sehat



(kurang lebih seperti itu ya kak)


“A’ aku lupa bawa sendok!!” ia baru menyadari kekurangan sajian di atas meja


“Berarti kamu suapin aku!” Ucap Andre tertawa menggoda Sarah


Andre mengambil ponselnya yang berada di meja kerja


“Biar ku minta assisten ku ngambilin sendok di pantri” Andre mulai mencari nama seseorang yang ingin ia hubungi. Tapi Sarah mengambil ponsel Andre


“Jangan! Pak budi aja!” Pinta Sarah tidak ingin semakin banyak orang yang mengenalnya sebagai istri Andre


“Oke oke!” jawabnya mengerti


Tak lama Pak Budi datang membawa peralatan makan.


“terima kasih pak!” Ambil Sarah di depan pintu kantor Andre, sedang Andre terlihat bersandar santai di Sofa menatap sang Istri.


“permisi bu” senyum Pak budi melihat Andre yang telah membuka dasinya sejak Sarah datang


Andre menatapnya berjalan mendekati meja. Dia terus tersenyum melihat Sarah.


“Kamu cantik banget hari ini!” ucapnya tiba tiba dengan tatapan melekat


Sarah menatapnya justru dengan tatapan aneh, kerutan di kedua keningnya tampak jelas.


“nah kalau gitu jelek” godanya yang masih menatap Sarah. sontak membuat Sarah tertawa.


Sarah menyiapkan makan Andre dan memberikan padanya. tiba tiba ponsel Andre yang berada di depannya berdering dan tertulis, ‘Susan’ bukan ‘my love’ lagi!

__ADS_1


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


__ADS_2