Imitasi Dua Hati

Imitasi Dua Hati
Jangan Ambil Anak ku


__ADS_3

“aku merindukan kamu” ucap Andre mendekat pada Sarah. tapi Sarah justru mundur darinya.


“Sar! Aku tau tentang kehamilan kamu yang kamu coba sembunyikan dariku” ucapnya lagi


“dia bukan anakmu” ucap Sarah menatap dingin pada Andre.


Andre sersenyum.


“kita tidak pernah tidur bersama!” ucap Sarah lagi.


“seberapa kuat kamu menyangkal, tetap saja tidak bisa sayang” ucap Andre mengalah.


Sarah semakin gugup, dia menguatkan dirinya mengangkat kembali kepalanya yang tertunduk.


“ini anak orang lain!” ucapnya lagi


Andre meradang mendengar kata kata itu.


“kamu bukan wanita murahan yang menyerahkan tubuh kamu pada sembarang lelaki! Malam itu aku yang pertama! Jadi tidak mungkin kamu bisa tidur dengan orang lain”


Sarah kebingungan sendiri, ia semakin panik


“kamu masih mencoba menyangkal malam itu?” ucapnya kesal


“berhenti berkhayal Andre!! malam itu tidak pernah terjadi, kamu hanya terlalu mabuk hingga tak mampu mengingatnya” ucap Sarah tak mau kalah


“malam itu aku tidak pernah mabuk Sar!”


“heh!!! Baumu saja seperti berenang di kolam alkohol dan kamu masih mengatakan tidak” ucapnya


“karena malam itu aku ketumpahan anggur! Aku tidak meminumnya” ucap Andre tersenyum smirk.


Sarah membulatkan matanya, dadanya turun naik. Kepanikan terpancar dari wajahnya.


“apa perlu ku ingatkan padamu seperti apa malam itu?” tanya Andre


“aku diam karena aku mengalah! Kamu terus menentang kejadian malam itu, dan aku menurutinya karena ingin bersama mu, bukan menganggap malam itu tidak ada, apalagi melupakannya” ucap Andre lagi


“jadi berhenti menentangnya, dia anakku!!!” ucap Andre lagi menatap perut Sarah.


Sarah menggeleng, kengerian semakin menyerangnya, membayangkan Andre akan mengambil anaknya.


“Jangan ambil anak ku Ndre!” ucapnya berlutut menunduk memohon. tangisnya telah pecah. ia telah kalah. Ia tak mampu lagi menyangkal. Memohon adalah hal terakhir. Berharap Andre melepaskan anaknya.


Andre terkejut dengan reaksi Sarah. ia terlihat menyedihkan. Andre pun ikut duduk bersamanya.


“apa yang kamu lakukan sayang?” ucapnya meraih bahu Sarah


“jangan ambil anak ku.. aku mohon! kamu punya segalanya, kamu punya Susan yang kelak akan mengandung anakmu, tapi aku hanya punya dia” ucap Sarah


Andre memeluknya. Tangis Sarah tersedu dalam pelukan Andre.

__ADS_1


“Kamu ngomong apa?”


“aku mohon ... jangan ambil anak ku” ucapnya lagi dalam tangisnya.


Andre melepas pelukannya dan memegang kedua bahu Sarah. Ia menatap Sarah yang menunduk tak berani menatap matanya. Sarah hanya terus menangis tertunduk dan tersedu


“tidak akan ada yang mengambilnya dari kamu sayang!” ucap Andre lagi


Sarah menggeleng.


“kamu pasti akan mengambilnya, kamu gak akan melepaskannya ‘kan?” ucap Sarah mengangkat kepalanya memberanikan diri menatap Andre.


Andre menggeleng tersenyum menyeka air mata di pipi Sarah.


“aku tidak akan mengambilnya dari kamu! jadi kamu gak perlu takut” ucapnya lagi


“benarkah? Kamu akan melepaskannya untuk ku?” senyum Sarah


Andre kembali menggeleng tersenyum. Gelengan itu seketika menghapus senyum Sarah. wajahnya kembali menatap takut.


“kita! Kita yang akan memilikinya” ucap Andre tersenyum


Sarah masih menatapnya dengan keraguan.


“Aku mencintai kamu” Andre kembali memeluknya


“Kamu mengatakan mencintai ku karena bayi ini kan?”


“Aku mencintai kamu jauh sebelum kamu tau aku mencintai kamu, aku benar benar jatuh cinta dengan kamu Sar, bukan karena bayi ini atau apapun. Tapi bener benar mencintai kamu dengan tulus!” ucap Andre meyakinkan penuh dengan tatapan cinta pada sang Istri.


“Kamu mengatakan itu untuk mengambil anak ini dari ku kan?” Tatap Sarah sedih.


Andre yang ia kenal pandai bersandiwara. Ia tak mau lagi tertipu dengan sikap palsunya. Berulang kali mengatakan cinta setelah mengetahui ia mengandung anaknya membuat Sarah semakin curiga. Bukankah akhir akhir ini Andre sudah senang bersama Susan! sekarang lelaki itu disini pasti hanya karena ia ingin mengambil anaknya! pikiran itu terus berdengung dalam kepala Sarah


Andre menautkan keningnya mendengar Sarah mengatakan itu, ia bingung dengan pertanyaan Sarah.


“kenapa kamu tidak percaya aku mencintai kamu?” tanya Andre menatap Sarah sedih.


“karena kamu hanya mencintai Susan” jawabnya


“tolong jangan kamu ambil anak ku Ndre.. aku mohon!” lanjutnya lagi


“kamu salah! Sekarang aku hanya mencintai kamu” ucapnya lagi


Sarah menunduk, ia sedih dengan kata kata itu. Andre baru menghabiskan malam bersama Susan beberapa waktu lalu dan sekarang datang mengatakan dia mencintainya. Bahkan pagi itu Susan mengirim sebuah foto sarapan bersama Andre di apartemen yang jelas milik Andre. Jadi, Dia tidak akan percaya dengan semua kata kata itu!.


“sayang percayalah, kamu satu satunya yang ku cintai, aku sudah lama putus dari Susan” ucap Andre


“bohong!” sergah Sarah dengan mata menyala


Dia lelah mendengar kebohongan Andre.

__ADS_1


“Sarah percayalah! Aku mencintai kamu” ucap Andre lagi dengan wajah memonhon.


“bohong.. bo hong!” ucap Sarah dalam tangisnya


“sayang percayalah.. aku sangat mencintai kamu dengan atau tanpa anak ini” ucapnya lagi


“kamu baru bersama Susan, dan sekarang kamu bilang mencintai ku? Terus aku harus percaya?” ucapnya lagi


Mata Andre menajam, ia terkejut mendengar kata kata Sarah.


“demi tuhan Sar! Aku tidak pernah lagi menemui Susan” ucap Andre


“aku dan Susan sudah berakhir sejak bulan ketiga pernikahan kita” ucapnya lagi


“bohong! Kamu sendiri yang memintanya bertemu, kamu sendiri yang mengatakan padanya kamu menunggunya, kamu bahkan sarapan bersama dan siang ini kamu mengatakan kamu mencintaiku??? HEH!!” teriak Sarah semakin kesal dan mencemooh


“itu tidak benar sayang” Andre mencoba meraih wajah Sarah. tapi Sarah menepisnya dengan kasar.


“kamu memang licik Ndre, kamu pandai bersandiwara. Dan sekarang kamu dengan manisnya mengatakan padaku bahwa kamu mencintaiku hanya karena ingin mengambil anakku, kamu jahat!!” teriak Sarah lagi.


“astaga!! Apa yang sudah meracuni pikiran kamu seperti ini? aku mencintai kamu dari dulu, semua sikapku tulus Sar, aku sangat mencintai kamu, dan aku memang sudah lama putus dengan Susan” jelas Andre lagi


Ia bingung bagaimana ia menjelaskan pada Sarah yang sudah menganggap semuanya hanya sandiwara mereka.


Sarah mengambil ponselnya dari dalam tas. Ia menunjukkan pesan suara Andre yang terdengar jelas.


“sekarang kamu bilang mencintaiku? Heh?” ucap Sarah menyeka Air matanya


“aku gak akan tertipu!” lanjutnya lagi


Sedang Andre mematung menyadari suara yang terdengar jelas adalah suaranya. Dari mana Susan mendapatkan itu.


“jadi yang meracuni pikiranmu Susan?” tanya Andre lagi


“tidak perlu kamu tahu, yang jelas! Kamu ingin menipuku lagi!” ucapnya masih dengan tangisan


“maafin aku Ndre! Aku gak akan tertipu lagi” lanjut Sarah.


Andre masih mematung, ia tak punya alibi untuk menyangkal semua itu.


“ini memang anak kamu, tapi aku yang mengandungnya, dia anakku, aku mohon jangan ambil dia... raihlah kebahagiaanmu dengan Susan, kalian akan memiliki anak, tapi tolong jangan ambil anak ku” pintanya memohon dan mengiba. Tak ada lagi emosi dalam suaranya.


“aku tak punya siapa siapa Ndre.. anak ini mungkin satu satunya yang akan tulus menyayangiku, anak ini satu satunya yang ku miliki. Dia hidupku, jadi ku mohon .. jangan ambil dia” ucapnya terus tersedu.


Tes!


Mata Andre terasa panas menatap Sarah yang memohon padanya. hatinya begitu sakit melihat wanita yang begitu ia cintai meratapi nasibnya.


“jika tidak ingin dia ku ambil! Maka hiduplah denganku” ucap Andre menatap tajam pada Sarah.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~

__ADS_1


__ADS_2