Imitasi Dua Hati

Imitasi Dua Hati
Obatnya Cuma Kamu


__ADS_3

“Apa yang membuat mata ini basah?” tanyanya masih memegang pipi Sarah


“Aku terharu!” ucapnya singkat


“Aku ingin kamu tertawa bahagia, bukan menangis!” Andre mengecup kedua mata Sarah bergantian


Namun air mata Sarah terus saja menetes. Ia menangis bahagia, karena ada Andre yang telah begitu menyayanginya. Andre terus menyeka air mata cintanya. Tapi perut Sarah kembali berbunyi. Sarah pun tertawa mendengar itu.


“Tuh.. babynya protes bundanya nangis terus!” ucap Andre


“Aku ingin dipanggil mamah!” ucapnya tersenyum


“Iya..! mamah sayang!” kecupnya di sela kedua kening Sarah


“ayo! Kita sarapan dulu!” mengajak Sarah duduk di meja makan


Selesai sarapan, Sarah mencuci piring dan Andre mendekat dan memeluknya dari belakang. Kini kehidupan mereka benar benar seperti pengantin baru yang tak ingin terpisah sedikit pun.


“Aku udah boleh mandi ‘kan?” bisiknya di telinga Sarah dan membuatnya sedikit merinding merasakan hembusan nafas Andre ditelinganya


“Mandilah!” Sarah menoleh pada Andre yang menopang wajahnya di bahu Sarah


Andre mencium pipi Sarah saat Sarah berpaling. Ia pun meninggalkan Sarah ke kamar.


Sarah duduk menikmati jeruk yang ia ambil dari kulkas. Andre keluar sudah dengan rapi dan wangi. Ia duduk disamping Sarah yang asyik menikmati jeruknya.


“Apa gak masalah sama lambung kamu?” Tatap Andre khawatir melihat Sarah menikmati jeruknya


Andre menarik Sarah  untuk bersandar padanya. tapi Sarah menjauh


“Kenapa?” Tanya Andre melihat reaksi Sarah yang menjauh darinya


Mulut Sarah masih dipenuhi jeruk. Ia hanya menggeleng geleng kecil. Ia terus mengupas jeruknya. Andre hanya menatapnya aneh, tadi saja dia seakan sangat suka bersandar padanya, sekarang saat ia wangi dan tampan, Sarah justru menjauh tak ingin dekat dengannya. Ia pun hanya menatap Sarah yang masih bersandar disisi sofa yang lain.


Andre mengambil jeruk yang masih di tangan Sarah. ia langsung menyuap dan mengira jeruk itu sangat manis karena Sarah sangat menikmatinya.


Tapi saat jeruk itu masuk ke mulut Andre. Sontak seluruh wajahnya menjadi keriput semua, Sarah yang melihat suaminya seperti itu tertawa terbahak.


Andre masih setengah membuka matanya merasakan betapa kecutnya jeruk itu, tapi Sarah sangat menyukainya. ia seperti orang rakus menikmati jeruknya tanpa ingin berbagi


“Sayang ini terlalu kecut, nanti maag kamu kumat!” protes Andre


Sarah hanya menggeleng geleng kecil menolak Andre, ia terus menatap fokus ke jeruk yang ia kupas dan ia makan. Andre melihatnya aneh. Istrinya memang berbeda akhir akhir ini. Ia baru menyadari perubahan mood Sarah. mungkin karena bawaan sang bayi.


Andre ingin mendekati Sarah. tapi Sarah menunjukan telapak tangannya pertanda melarang Andre mendekat. Mulutnya masih sibuk mengunyah jeruk dan sekarang sudah yang ketiga ia kupas. Andre melihatnya dengan tersenyum mengangkat kedua alisnya karena merasa lucu melihat istrinya.


“kalau habis mandi jangan mendekati ku” ucapnya serius disela kunyahannya.


Andre terperangah mendengarnya.


----------------


“Huekk .. hueekkk... hueekk..” suara Sarah dari dalam kamar mandi


Seandainya Sarah mampu memilih waktu, ia benar benar membenci pagi. Karena setiap pagi ia seperti mendapat siksaan baru dalam hidupnya.


“Sayang... mamah udah baikan sama papa, kok kamu masih bikin mamah gini!” usap Sarah pada perutnya

__ADS_1


“huekkk hueeekk hueeeekkkkkk...” muntah lagi


Andre merasakan pelukannya kosong membuka mata. Ia mendengar suara Sarah dari kamar mandi pun bergegas melihatnya. Ia mendekati Sarah yang sudah membersihkan mulutnya.


“Sayang...!” menggandeng kedua bahu Sarah membantunya keluar dari sana


Mereka Duduk di tepi  ranjang. Sarah langsung memeluk Andre. Menghirup bau khas dari tubuh Andre (bukan bau ketek lho ya ..). ia pun merasa lebih baik


“Kok gak berkurang ya... temen ku bilang Cuma bulan bulan pertama aja” keluhnya


“Kita ke dokter aja ya? Mungkin ada obat yang bisa kurangi mual kamu”


“Obatnya Cuma kamu!” ucapnya masih dalam pelukan Andre


Andre melepaskan pelukannya menatap Sang istri.


“Kalau mual gini.. pusing bawaannya.. tapi saat aku cium bau badan kamu .. pusingnya hilang, mualnya pun berkurang!” jelasnya


Andre pun mengangkat lengannya seakan mencoba mencium bau ketiaknya. Tapi memang tidak ada bau apapun.


“Masa aku bau badan sayang?” tanyanya terus berusaha menemukan bau di tubuhnya.


“Bukan bau ketek mas!” Sarah tersenyum melihat suaminya


“aku juga gak tau .. pokoknya ada bau khas dari kamu yang bisa hilangin pusing ku, pokoknya bau kamu gitu” jelasnya tersenyum


Andre memeluknya lagi agar Sarah mencium bau badannya dan tidak pusing


“Sekarang gak pusing lagi kan?” ucapnya mengusap pundak sang istri


Sarah mengangguk manja dalam pelukannya.


“Ini hari minggu sayang! Mana ada yang buka!” jawabnya mengangkat wajahnya


Andre tersenyum mendengar itu.


“Kita cek ke Ibukota!” ucapnya pelan


Sarah mengangkat kembali wajahnya menatap Andre tidak percaya. Andre membalasnya hanya dengan senyuman dan anggukan meminta Sarah mengiyakan permintaannya. Sarah hanya tersenyum menggeleng.


“sayang ... besok aku harus kerja, jadi kita harus balik” bujuk Andre


“mas..  aku gak perlu ke dokter, kunjungan ke dokterku jadwalnya minggu depan, dan ini adalah hal alami yang di jalani wanita ketika hamil” senyum Sarah


“tapi kita kembali ke sana bukan hanya untuk berobat ke dokter sayang” senyum Andre


“kita pulang! Kita akan tinggal disana” ucap Andre lagi


Sarah menegakkan posisinya. Ia duduk bersila menatap sang suami seolah tak percaya dengan keputusan Andre.


“pekerjaan ku gimana mas?” jawabnya


“kamu kan gak perlu kerja lagi sekarang!” ucap Andre ikut duduk


Sarah terdiam, pandangannya turun.


“kamu masih ingin kerja?” Andre mengambil kedua tangan Sarah dan mengecupnya.

__ADS_1


Sarah menatap Andre ragu. Ia belum memutuskan apapun.


“sayang... bukannya kamu bekerja karena sebuah alasan dulu? Sekarang alasan itu sudah tidak perlu lagi” ucap Andre menatap Sarah dengan ekspresi tidak berani pada istrinya.


“bukan gitu mas!” jawabnya menatap sang suami


“terus?” Andre bertanya begitu pelan, ia takut mengganggu mood sang istri.


“ya paling tidak aku harus menyelesaikan kontrak ku dulu” jawab Sarah


“sayang! Perusahaan itu sekarang pemegang saham terbesarnya kamu! jadi kamu gak perlu kerja lagi yah?” bujuk Andre


“oya.. aku belum nanya ke kamu.. kenapa kamu beli saham mereka?” tanya Sarah


“karena kamu” jawab Andre langsung tanpa berpikir


“maksud ku alasan kamu mas!” Sarah kesal karena Andre menjawabnya dengan tanpa berpikir


“apa karena ingin menjadikanku seperti orang kaya?” tanyanya


Andre tersenyum menggeleng


“bukan sayang! Kamu mau miskin atau kaya, aku gak peduli” ucapnya


“terus?”


“karena ... aku ingin memberikan sesuatu yang membuat kamu yakin, kamu sekarang dan kamu yang dulu berbeda, kamu tak perlu mengkhawatirkan apapun lagi” ucapnya


Sarah menautkan kedua keningnya pertanda ia bertanya


“dulu kamu bilang, kamu berusaha mencari kerja, mencari uang untuk cita cita kecil kamu, pulang ke rumah sendiri, kamu menabung dan berusaha keras mengumpulkan uang untuk masa depan kamu, sekarang dengan memiliki itu, kamu gak perlu khawatir lagi” ucap Andre


“kan ada kamu! kenapa aku khawatir dengan masa depanku?” tanyanya


Seketika senyum Sarah menghilang menyadari pertanyaan yang ia ucapkan sendiri


“jadi maksud kamu kalau kelak kamu membuangku, aku udah punya tabungan dan perusahaan sendiri! gitu?” ucapnya dengan wajah menggambarkan emosi


“bukan begitu .. bukan bukan sayang.. bukan begitu” Andre gelagapan.


Sarah terlalu sensitif saat ia hamil, ia mencerna setiap ucapan menjadi negatif


“terus buat apa coba.. kamu bilang kamu akan bersama ku selamanya, tapi kamu bilang aku punya tabungan untuk masa depan ku.. berarti kamu bohong, kamu akan ninggalin aku kan? Jangan jangan benar, kamu Cuma bilang kamu ingin mengambil anak ku kan?”


Andre menghela nafasnya, ia melihat lagi air mata Sarah yang jatuh.


Astaga! Benak Andre mengeluh


“iya kan mas.. aku benerkan?” tanya Sarah di sela isak tangisnya


Andre menangkup wajah Sarah, ia menariknya dan menempelkan bibirnya di bibir Sarah, Lummatan itu bersambut ditengah isak tangis sang istri.


“aku mencintai kamu!” ucap Andre


“jangan pernah meragukan itu, perusahaan itu hanya hadiah untuk istriku, tak ada niat meninggalkan kamu sedikit pun, kamu sedang hamil, semua pemikiran kamu menjadi negatif karena kamu sensitif, jadi jangan berpikir yang enggak enggak” ucap Andre masih menautkan dahi mereka berdua.


“sungguh?” tanyanya lagi

__ADS_1


“hem!” ucap Andre kembali menikmati bibir itu.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


__ADS_2