
Daren masih menatap ponselnya, menatap sebuah foto Sarah yang dulu cemberut dan tertawa. berkali kali ia membandingkan foto tersebut dan selalu menghadirkan senyum di bibirnya.
Daren kembali membuka kontak, beberapa kali ibu jarinya ingin menyentuh tanda gagang telpon pertanda untuk menghubungi seseorang, namun jemari itu hanya mampu menari tanpa berani menyentuhnya.
Jemarinya pun beralih pada aplikasi pesan
'Sebenarnya gue udah lama menyimpan perasaan ini' Daren kembali menghapusnya
'Sar! gue sebenarnya suka ma loe' namun kembali dihapus
'I love you' pesan itu begitu lama di tatap oleh Daren. Pilihan untuk mengirim atau tidak masih berkecamuk dalam kepalanya.
*
*
Suara kunci pintu terbuka terdengar nyaring karena terlalu heningnya suasana dirumah yang dimasuki Sarah. ia menyalakan lampu rumahnya. sejenak Sarah melihat sekitar rumah yang begitu sepi. Bunga mawar yang diberikan Andre masih terlihat segar. Ia berjalan malas dan mencium bunga yang ia tata di vas cantik yang besar.
“Seandainya bunga ini tulus untuk ku” ucapnya memandang bunga yang begitu cantik dan segar, tidak seperti hatinya yang buruk dan layu.
Sarah memasuki kamarnya dengan malas. Ia harus menyiapkan baju baju kerjanya Karena besok ia akan berangkat ke kota tempat ia mendapat pekerjaannya yang baru. Memang jaraknya tidak terlalu jauh, tapi Sarah ingin menghindari Andre, maka ia memutuskan untuk mencari tempat kost disana.
Setelah memasukkan beberapa lembar pakaian, Sarah membantingkan dirinya di kasur empuk, sejenak ia melirik ke arah jam yang berada di mejanya, waktu baru menunjukkan jam delapan malam. Ia pun ingin beristirahat sejenak sebelum mandi, namun tanpa ia sadari, ia terlelap karena terlalu lelah.
Tadi siang, Saat selesai wawancara, ia dan Daren mencari tempat kost untuk tempat tinggal agar lebih dekat dengan tempat kerjanya yang baru.
Andre baru saja memasuki ruang aula tempat gala dinner diselenggarakan, ada begitu banyak manusia kelas atas disana. Orang orang yang hanya dari kalangan tertentu saja.
Saat menyambangi dan memberikan ucapan selamat pada partnernya. Andre tanpa sengaja menabrak salah seorang pelayan yang membawa nampan berisi penuh minuman anggur. Semua minuman itu tumpah ke tubuh Andre, hingga kemeja putih Andre pun menjadi berwarna merah.
“Tuan maafkan saya” mohonnya dengan sangat
Terlihat ketakutan di mata lelaki tersebut dengan menghiba.
“sudah sudah.. saya tidak apa apa” jawab Andre mencoba mengibaskan bajunya.
__ADS_1
Sang pelayan kembali meminta maaf dengan memohon, takut akan dipecat sang juragan. Andre pun kembali hanya tersenyum dan mengatakan ia baik baik saja.
karena kondisinya yang kotor, Andre pun pamit dari tempat itu. ia meninggalkan dinner untuk pulang. Tubuh Andre pun mengeluarkan aroma seakan dia berenang di dalam kolam alkohol.
Sarah dibangunkan oleh suara ponsel yang ia letakkan diatas dadanya. Sebuah pesan dari Daren yang menanyakan apakah ia sudah sampai rumah dengan selamat. Sarah pun menjawab ia sudah dirumah.
Sarah kembali menatap foto Daren yang terlihat dari foto profil WA. Ia kembali menelaah dirinya yang tak lagi merasakan detak jantung itu pada Daren.
“Aku selalu salah menaruh perasaanku” ucapnya yang kini menyadari perubahan dirinya pada Daren dan Andre.
Dulu pada Gio, Daren, dan Sekarang kamu! Hai hati, tak bisakah kau memilih orang yang juga mencintaiku? benak Sarah memejamkan mata sedih
Sarah melepas semua pakaiannya dan berendam di dalam bath up air hangat untuk menghilangkan lelah. Lelah tubuh yang disebabkan lelah pikirannya.
Saat di perjalanan. Andre mengirim pesan ke Sarah, apakah ia sudah pulang, tapi pesan itu tidak terbaca. Ia pun seakan malas untuk kembali.
Ketika sampai di rumah. Andre langsung memasuki kamar Sarah yang tampak sepi. Ia pun melepas kemejanya dan meletakkan di kursi malas di kamar itu. terlihat sebuah tas besar yang siap dibawa Sarah untuk pergi besok, pemandangan itu membuat hati Andre terasa pedih.
Ia berbaring di kasur Sarah dengan kaki menjuntai. Ia memandang langit langit kamar itu. Andre begitu merindukan istrinya. ia memejamkan mata meresapi perasaannya yang seakan berkecamuk dalam kepala dan dadanya.
Kamu belum pulang! Kamu bersamanya! Benak itu dalam pejam matanya
Lamunan Andre dibuyarkan oleh sebuah suara pintu kamar mandi yang dibuka.
Andre melirik ke arah suara, Sarah keluar dengan menggunakan jubah mandi dan rambut yang masih dibalut oleh handuk putih.
Aroma wangi sabun dari tubuh Sarah tercium segar, sedang Sarah kaget saat keluar dari kamar mandi mencium aroma alkohol yang sangat kuat di dalam kamarnya. Sarah juga melihat Andre yang tidak memakai baju dan berbaring di atas kasur.
“Dia mabuk!” gumam Sarah
Andre bangun dari baringnya. Menatap lekat perempuan yang kini memenuhi semua ruang hati dan pikirannya. Jantungnya berdansa, berjungkir balik seakan ingin keluar dan menunjukkan bagaimana perasaannya pada Sarah saat ini.
Aroma wangi shampo kini tercium kuat, terendus dan mengisi ruang pikiran Andre yang kacau menjadi memanas. Perasaan yang ia tahan selama ini seakan mengalir deras dalam aliran darahnya. Membuat Nafas Andre terlihat sulit ia kendalikan.
Sedang Sarah melihat otot otot kekar tubuh Andre yang tak terbungkus membuatnya tak mampu mengalihkan matanya. Jantungnya pun berdansa, ia menelah ludah dengan berat mencoba melawan matanya yang menuntut untuk terus memandang Andre
__ADS_1
Andre menatap Sarah lekat, kini mata mereka bertemu. Tatapan Andre semakin terlihat berbeda, Sarah pun akhirnya mengalihkan pandangannya karena jantungnya semakin tak karuan, tak mampu lagi menatap mata itu.
Andre berdiri mendekati Sarah yang masih berdiri mematung di depan pintu kamar mandi. Aroma wangi sabun Sarah semakin tercium jelas, membuat Andre semakin tidak mampu menahan dirinya. Wajah Sarah yang segar seakan membius seluruh nadinya.
“Kamu mabuk?” ucapnya pelan ketika Andre semakin dekat justru membuat pikiran Andre semakin menggila. Gemuruh di dalam dadanya semakin menguat. Ia seakan tak mampu lagi menahannya.
Aroma allkohol dari tubuh Andre tercium kuat. Sarah yakin Andre saat itu sedang dalam keadaan mabuk. Perlahan Sarah ingin menghindari Andre, namun Andre menarik tubuh Sarah dan menyandarkan pada dinding di samping pintu.
Ia mengungkung tubuh Sarah dengan tubuh kekarnya. Sontak tangan Sarah pun berada di dada bidang Andre. Sarah bahkan mampu merasakan detak jantung Andre yang semakin cepat. Nafas Andre pun terasa hangat di sela kedua matanya.
“Andre lepasin!” pintanya lembut mendorong tubuh Andre agar menjauh darinya.
Sarah sangat gugup. Ketakutan mulai membayanginya. Binar Mata Andre jelas menunjukkan jika lelaki itu menginginkannya.
“kamu mabuk.. sadar Ndre!” ucap Sarah lagi berharap lelaki itu menjauh
Tapi tangan Sarah yang terus mendorong di dada Andre justru semakin membuat Andre terbakar ga*rah.
Andre pun memegang dagu Sarah dan mengangkatnya. Sarah mencoba membuang wajahnya, tapi kedua tangan Andre kini menahan rahang Sarah dan membuatnya tak bisa menolak ciuman itu.
“jangan! And.!” Ucapannya tertahan karena bibir itu telah tertutup bibir Andre.
Ciuman itu tak berbalas. Namun semakin lembut Andre melummat bibir itu membuat Sarah semakin larut. Tubuh Sarah yang tadinya menegang dan melawan perlahan melunak. Tangan yang tadi mendorong dada Andre justru kini diam merasakan otot dada itu.
Pikiran Sarah berkata tidak, jangan, lepaskan! Namun Tubuhnya justru berkata sebaliknya. Hatinya justru menerima ciuman itu dan perlahan justru membalasnya.
Perlahan sesapan lembut di bibir atas dan bawah membuat Sarah semakin larut. Perlahan tangan Andre melepas wajah Sarah. ia menarik tekuk Sarah seakan ingin memperdalam ciumannya. Ketika mulut Sarah membuka Andre semakin memperdalam ciumannya sehingga membuat lidah itu dengan mudah menjelajah didalam rongga mulut Sarah.
“hheemmm” Sarah mendorong Andre saat ia merasa mulai kehabisan nafas. Andre melepas ciumannya sejenak membiarkan Sarah mengambil oksigennya. Namun kemudian ia kembali menyesap bibir itu dan terus melummatnya. Sarah pun memejamkan mata menikmati ciuman itu.
“jangan Sarah ... jangan! Jangan teruskan Ndre” namun kata kata itu hanya ada di benak Sarah yang meronta.
Andre melepas ciumannya sedang kedua kening mereka masih menyatu, nafas Andre seperti memburu. Tatapan mata mereka saling bertemu.
Suara nafas Sarah membuat tubuh Andre kembali merasa melayang.
__ADS_1
“I LOVE YOU” ucapan itu tak sempat Sarah balas karena kedua bibir itu kembali menyatu.